VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kami Lepas Anak Kami

2017-01-02 - Young G Raigha
40 views | 10 komentar | nilai: 9 (3 user)

Seperti kemarin kamarin, kami lepas anak kami di depan pintu."Aku berangkat, ayah,ibu,"katanya. "Berangkatlah nak,"jawab kami. Seperti kemarin kemarin, istriku membungkuk membantu manyandangkan tas ransel besar di punggung yang kecil lalu berkata," Hati hati nak." Anak kami menjawab, "Aku akan hati hati bu"

"Dadah"
"Dadah"

Anak kami membalikan tubuh, lalu melangkah , tak menoleh noleh lagi. Sampai berada di luar pagar, sampai sosok kecil itu lenyap membelok ke jalan utama kompleks kira kira seratus meter di ujung gang, tak putus putus kami ikuti dengan tatapan. Tatapan yang selalu diakhiri dengan gumam, desah, hela nafas panjang. Lalu, sesudahnya, kami saling pandang. Tubuh kecil itu. Tas ransel besar itu ....

Tubuh kecil itu. Tas ransel besar itu... Seperti kemarin kemarin kesanalah pikiran kami tak henti tertuju. Tentu, tentu pula kami disibukkan oleh pekerjaan masing masing. Tetapi, pekerjaan yang itu-itu saja setiap hari berulang-ulang selalu sama, seolah tak lagi butuh pikiran kami untuk juga ikut bekerja. Maka tubuh kecil itu, tas ransel besar itu, bagai terus ada dan tampak nyata walau kami entah entah tengah sedang mengapa. Sampai siang, sampai sore, saat sosok itu kembali betul betul ada, betul betul nyata, ketika ia pulang nonggol di pintu seraya menyapa.

"Selamat sore ayah, selamat sore ibu, aku pulang"

"Selamat sore nak. Adakah kamu baik baik saja?"

"Aku baik baik saja ayah, aku baik baik saja ibu" lalu, bergegas ia ke kamar. Ingin kami lanjutkan kalimat kami dengan, "Bekalmu, adalah kamu makan nak? Kamu tidak lupa kan?"tetapi, kami sudah tahu ia akan menjawab, "Ada ayah, ada Ibu, aku tidak lupa" akan kami katakan agar ia mengeluarkan lalu meletakkan bekas tempat bekalnya, tapi telah lebih dulu ia muncul dari kanir menjinjing bekas tempat bekalnyablalu meletakkannya di tempat biasa. Akan kami ingatkan agar ia istirahat sebentar dan kemudian mandi, tetapi belum sempat kami katakan ia telah kembali mencelat dari kamarnya, melesat ke kamar mandi.

Begitulah, ia lebih cepat dari pikiran kami.

Begitulah,ia kemudian telah duduk di meja belajar.

Dan lalu, tas ransel besar itu, segera ia keruk dan keluarlah buku buku. Telah berapa ratus bukukah yang bertimpa masuk ke dalam kepalanya? Atau telah berapa ribukah? Dan telah sejak kapankah? Sejak TK? Atau sejak sebelum sekolah? Kami tak ingat. Tetapi sampaifi usianya kini, 10 tahun, kelas 5 SD, hampir hampit tak ada waktu luang yang ia lewati tanpa menulis atau membaca buku. Di sekolah. Di rumah. PR- PR itu. Tak henti tak putus putus. Sampai tenga malam. Sampai kami telah lebih dulu tidur. Dan itu semua, tak jarang, telah ia masuk sejak kami belum bangun. Sejak subuh. sejak pagi buta ....

Sejak subuh, sejak pagi buta ... Itulah yang membuat kami tak tenang. Sampai tengah malam, sampai kami telah lebih dulu tidur, adakah itu patut pada anak seusianya. Maka begitulah kami jadi khawatir dan cemas. Jadi bertanya tanya. Tidakkah mata pelajarannya terlalu banyak? Tidakkah gurunya berpikir ujian- ujian hafal hafalan pr pr itu Sangat tak cukup bagi waktunya? Dan diam diam yang membuat kami was was, lihatlah karakternya, tindak tanduknya: tidakkah semakin berubah, kian hari tampak seperti mesin...

The End

Ludfy N
2017-01-05 20:57:59
Okok
Rainhard
2017-01-03 12:37:27
plot twist: gedenya jadi Pemimpin Diktator Dunia
D Generation X
2017-01-02 22:11:41
Anak pandai
Sakata Hana
2017-01-02 17:39:44
kekhawatiran orang tua tentang anaknya...
Rudy Wowor
2017-01-02 15:59:26
Anak yang rajin.
ThE LaSt EnD
2017-01-02 15:42:27
kayaknya tata bahasa Kaum G . ha ha..
Okii V Dawn
2017-01-02 14:20:08
Bakat penyair?
Snow Blue
2017-01-02 10:49:41
Gaya bahasa nya seperti hikayat
Anne Marie
2017-01-02 10:43:47
Agak sedikit bingung
Bocah Redoks
2017-01-02 10:40:13
hmm . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook