VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
The Flying Dutchman Chapter 1: Tugas Pelayaran untuk Van der Decken

2016-12-30 - Ghost Rider
62 views | 9 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

Judul :The Flying Dutchman

Genre :Horror,Mystery,Histories

Penulis:Ghost Rider



The Flying Dutchman Chapter 1 : Tugas Pelayaran Untuk Van der Decken
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah di Amsterdam,awal bulan November tahun 1679.Terlihat banyak orang berlalu lalang dipusat kota ini,mulai dari anak-anak sampai orang tua.
Terdapat gedung yang cukup besar dan megah dipusat kota.Gedung itu milik persekutuan dagang Belanda,atau dikenal juga dengan nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).Persekutuan dagang yang didukung penuh oleh negara,dengan pemberian fasilitas khusus.Fasilitas seperti diijinkan memiliki tentara sendiri,negosiasi dengan negara lain,ibaratnya VOC seperti sebuah negara didalam negara.



Disebuah ruangan digedung milik VOC,dua orang sedang duduk dan membicarakan hal yang serius.

"Kita harus mengirimkan satu kapal lagi menuju Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda),segera." ucap seseorang dengan kumis tebal,Pieter Spechx.Salah satu petinggi VOC.

"Tapi meneer,kita baru saja mengirim dua kapal ke sana.Beberapa minggu yang lalu,kapal kita baru tiba di Batavia (Jakarta).Kenapa kita mengirim kapal lagi ?" tanya Henrik Van Linjh,seorang pegawai VOC.

"Itu benar sinyo (panggilan untuk laki-laki Belanda).Tapi aku dengar disana,sedang terjadi pembrontakan dan peperangan.Itu bisa mengganggu perdagangan kita." ucap Pieter.

"Perjalanan ke sana sangat jauh,dan membutuhkan biaya besar untuk perbekalan awak kapal.Itu akan menguras keuangan kita meneer." ucap Henrik.

"Aku sudah memikirkan hal itu sinyo,kita datang ke sana bukan hanya untuk membawa tentara dan senjata.Tapi kita juga akan membawa pulang rempah-rempah dari Batavia dan Amboina (Maluku),untuk kita jual lagi.Itu,aku rasa bisa mengembalikan keuangan kita." kata Pieter sambil menghumbuskam asap cerutunya.

"Baiklah kalau begitu meneer,lantas siapa orang yang akan anda pilih sebagai kapten kapal dalam pelayaran nanti ?" tanya Henrik.

"Soal itu aku sudah memilih seorang yang pantas,dia adalah Ramhout Van der Decken." ucap Pieter sambil tersenyum.

"Decken ya ?,aku setuju dengan pilihan meneer.Menurutku dia salah satu orang yang cukup berpengalaman." kata Henrik sambil melihat buku berisi nama para pelaut Belanda.

"Aku sudah menyuruhnya datang kemari hari ini,mungkin sebentar lagi dia akan datang." ucap Pieter yang berdiri melihat keluar jendela gedung.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di Pelabuhan Sunda Kelapa dikota Batavia,tampak dua kapal besar sedang bersandar didermaga,dengan lambang VOC dilayarnya.Kapal itu milik VOC,yang beberapa minggu lalu tiba dari Amsterdam.Mereka sedang melakukan bongkar muat barang.

"Hallo,selamat datang di Batavia." ucap seseorang.

"Iya,terimakasih.Siapa kamu ?." tanya orang yang disapa tadi,pria dengan rambut panjang dan kumis tipis.

"Saya utusan Gubernur Jenderal Batavia Rijckloff van Goens,apa anda yang bernama Joan Rener ?" tanya orang itu.

"Ya saya Joan Rener,kapten kapal ini.Apa anda nanti bisa mengantar saya bertemu meneer Cornelis Speelman ?,ada hal penting yang ingin saya sampaikan.Bisa saya bertemu ?" tanya Joan.

"Saat ini meneer Speelman sedang berada di Buitenzorg (Bogor),dia baru kembali besok.Meneer menitipkan pesan,agar anda menemui meneer Rijckloff terlebih dulu." kata utusan itu.

"Baiklah kalau begitu,antarkan saya,setelah selesai bongkar muat ini." kata Joan sambil tersenyum.

"Baiklah sinyo." ucap utusan itu.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu digedung VOC di Amsterdam.Tok...tok...tok suara pintu diketuk dari luar.

"Silakan masuk." kata Pieter.

Ceklek pintu dibuka,tampak seorang pria dengan kumis tipis masuk ke dalam ruangan.

"Saya Ramhout Van der Decken,datang untuk memenuhi undangan meneer." ucap Decken.

"Silakan duduk decken,perkenalkan dia Henrik Van Linjh staf disini." kata Pieter.

"Salam kenal sinyo,saya Ramhout Van der Decken.Anda bisa memanggil saya Decken." ucap Decken sambil berjabat tangan dengan Henrik.

"Salam kenal juga Decken." ucap Henrik sambil tersenyum.

"Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu ke sini ?" tanya Pieter.

"Tidak meneer,apakah meneer membutuhkan bantuan saya ?" tanya Decken.

"Ya,saya meminta bantuanmu untuk menjadi kapten kapal.Dalam pelayaran menuju belahan bumi timur,tepatnya ke wilayah Nederlandsch-Indie.Apa kamu bersedia ?".tanya Pieter.

Awalnya ia kaget,karena dia yang akan jadi kapten kapal,tapi kemudian Decken menjawab dengan lantang.


"Bersedia meneer,itu sebuah kehormatan bagi saya." kata Decken sambil tersenyum.

"Bagus Decken,pelayaran ini sangat panjang.Kami sudah menyiapkan semuanya,dua minggu lagi sinyo akan berangkat berlayar." ucap Pieter.

"Baik meneer,lalu kapal mana yang akan saya gunakan untuk berlayar ?" tanya Decken.

"Untuk pelayaran kali ini,sinyo akan menggunakan kapal Het Vliegend Schip (Si Kapal Terbang)." ucap Henrik.

"Itu adalah salah satu kapal tercepat yang kita punya,kapal itu sudah pernah berlayar ke Nederlandsch-Indie dulu.Bersama kapten Joan Rener." kata Pieter.

"Sinyo pasti kenal dengan Joan Rener,sekarang dia juga dalam pelayaran ke Nederlandsch-Indie.Kemungkinan dia sudah tiba di Batavia." kata Henrik.

"Saya kenal dengan kapten Joan,meneer.Saya dulu pernah menjadi awak kapalnya,dia adalah panutan bagi saya." ucap Decken sambil tersenyum.

"Bagus,saya harap pelayaran kali ini berjalan lancar.Sinyo akan tinggal beberapa bulan di Batavia,menunggu hasil rempah dari Amboina.Kemudian bawa rempah-rempah itu ke Amsterdam." kata Pieter sambil menunjuk peta.

"Baiklah meneer,saya mengerti.Saya mohon ijin untuk pergi,menyiapkan keperluan saya nanti." ucap Decken sembari berdiri dari kursinya.

"Baiklah silakan sinyo." kata Pieter.


Decken pun pergi meninggalkan ruangan itu,rasa bangga dan senang ia rasakan saat ini.Dia berjalan menuju sebuah restoran.


"Saya juga mohon ijin pergi,untuk memberitahu awak kapal yang akan berlayar nanti meener." kata Henrik.

"Baik,beritahu aku jika persiapannya selesai." ucap Pieter.

Henrik berjalan keluar meninggalkan ruangan atasannya.

Pieter menatap keluar jendela,dia berharap VOC bisa menumpas pemberontakan yang terjadi,dengan mengirim tentara tambahan.Bagaimana pun Nederlandsch-Indie merupakan wilayah yang penting bagi VOC.



Sekilas Info:
Hallo semua,ketemu lagi sama ane.Entah kenapa tangan dan pikiran ini terus memaksa ane untuk menulis kembali.Kali ini mengangkat sebuah urban legend yang terkenal The Flying Dutchman.

Tokoh dan latar cerita ini diambil dari artikel dan buku sejarah yang ane baca,ada beberapa tokoh nyata dan banyak tokoh fiksi.

Mungkin cerita ini tidak akan sebagus Novel The Phantom Ship (1837) oleh Frederick Marryat atau seindah sandiwara dari Inggris (1826) oleh Edward Fitzball.Yang menceritakan tentang kisah kapal hantu ini,jadi silakan nikmati cerita karangan ini.
Jangan lupa kritik,saran,dan komennya mengenai cerita ini.
Sampe ketemu next chapter noni,sinyo,meneer :D

»Ghost Rider«

Bocah Redoks
2017-01-15 20:22:08
cukup menarik dan menambah wawasan ane.thanks
Aerilyn Shilaexs
2017-01-06 13:19:02
baru baca sekarang, btw dapat cerita ini darimana?
Ludfy N
2017-01-05 23:44:22
Keren.. Bnyk sejarahnya..
botol bekas
2016-12-31 03:53:05
voc itu bukannya dibentuk di jawa ya?
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-12-30 15:11:25
jdi ingat sejarah penjajahan Belanda sob,
ReyTrOnz Strider
2016-12-30 10:45:22
Nextlah pokoknya
Rudy Wowor
2016-12-30 10:44:48
Pembrontakan/pemberontakan? Menghumbuskam/menghembuskan? Silakan/silahkan?
Mr Blacky
2016-12-30 07:23:58
Cing cup keramat pucup tangkap pelaut dijaringnya, kalau ia berteriak lepaskan dia, ibuku bilang untuk memilih orang dan kaulah orangnya
Snow Blue
2016-12-30 04:56:21
Tentang kapal hantu, pasti menarik...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook