VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Detective Debut

2016-12-28 - Lyokovich the Death
129 views | 24 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

Judul : Detective Debut.
Genre : Comedy, Mystery.

----

Di dunia ini banyak dipenuhi oleh hal-hal yang sangat misteri, begitu juga dengan seseorang yang pendiam. Namun dia memiliki banyak analisa yang tidak bisa dipikirkan oleh orang lain...

Sebut saja, dia bernama,

Andrian Cox,

Dia memiliki banyak hal-hal yang misteri namun juga diketahui oleh orang banyak,

"Hei..." ucap seseorang, saat ini mereka berada di kelas.

"Apa?" tanya Cox dengan pelan.

"Kau dengar tidak kemarin ada kasus pencurian yang mengegerkan loh terjadi" ucap seseorang, dia adalah gadis, sebut saja. Sarah Lukenberg.

"Tidak tertarik" jawab Cox dengan pendek.

Kemudian dia tidur lagi, mengistirahatkan matanya dari pandangan kelas yang membosankan.

Pelajaran matematika pun dimulai, namun Cox masih tetap tidur,

"Hey Cox! Kalau tidur jangan dikelas!" ucap pak guru itu, Reebok Landsbrock.

"Oh yaudah, aku tidur di tempat lain saja" jawab Cox kemudian Cox pergi keluar dari kelas itu.

"Sialan!" umpat Reebok.

Cox berjalan dengan begitu santai melihat hal-hal yang dianggapnya menarik

Hingga kemudian seseorang menabraknya,

Bruak!!

Mereka berdua terhempas beriringan dengan sebuah buku yang berjatuhan.

"Ini seperti kisah sinetron" umpat Cox yang terjatuh,

Kemudian gadis itu bangkit bersamaan dengan Cox,

"Mohon maaf kak!!" ucap gadis itu dengan keras kemudian dia berlari meninggalkan Cox yang masih mematung.

"Loh kok bukunya nggak diangkat?" gumam Cox.

Cox kembali ke mode yang seharusnya mode kocak pun dimulai..

"Ahahaha waktunya beraksi dengan kehebatan yang kuciptakan yuhuu!!!" teriak Cox kemudian berlari dengan cepat.

Dia pergi kesebuah tempat yang disana ada banyak mobil polisi.

Banyak juga warga disana dengan sebagian orang-orang yang keppo tentang apa yang terjadi.

"Terjadi pencurian yang mengagumkan disini!" ucap seseorang.

"Katanya dia seperti Lupin atau bahkan sekeren Kaito Kid" ucap seorang wanita.

Cox datang dengan gaya tampan dan juga kocak,

"Ohayou gozaimasu!!" ucap Cox.

"Hei kau kenapa berbicara bahasa jepang! Ini di Scotlandia tahu!" ucap seorang polisi.

"Oh maaf aku mengikuti apa yang pernah aku lihat di anime" ucap Cox.

Andrian Cox adalah seorang siswa sma yang pendiam di sekolah tapi jadi kocak dan serius saat menghadapi sebuah kasus..

"Ettoo kasusnya.. Coba dijelaskan dengan kata-kata yang nggak rumit seperti matematika yang rumit" ucap Cox.

Cox dengan wajah horror saat menyebut matematika karena dia lemah terhadap matematika.

"Dikatakan begini oleh saksi mata.."

"Pencuri itu memakai sebuah topeng dan lalu dia mencuri sebuah berlian dirumah ini, dan saat korban berteriak dia tiba-tiba menghilang dalam sekejap" ucap opsir polisi.

"Tidak ada keanehan! Jadi yang melakukannya adalah hantu!" jawab Cox dengan cepat.

"Bagaimana bisa? Tapi kenapa dia bisa memegang benda? Bukannya hantu itu akan tembus jika memegang sebuah benda?" tanya opsir polisi, yang diketahui bernama David Woords.

"Coba jelaskan lagi lebih masuk akal bagaimana cara dia menghilang? Apakah dia minjam jubah Harry Potter?" tanya balik Cox dengan ekspresi aneh.

"Entahlah tapi yang pasti ini tidak mengandung science-fiction yang sulit dijelaskan dengan kata-kata" ucap Woords.

"Sebelum dia menghilang dia menggunakan trick menyalakan sebuah korek api" ucap seseorang lagi, dia adalah saksi mata yang kedua.

"Dia juga memakai pakaian serba putih.." ucap saksi mata yang ketiga.

"Mungkin trick itu digunakan untuk mengelabui penglihatan, dan mungkin saja itu kuntilanak yang mau masak nasi gara-gara polisi dimari pada berkunjung dan lapar.." ucap Cox

"Hey kau ini, kau detektif gadungan! Tidak becus dalam menganalisa!" ucap seorang opsir, Krysh.

"Aku? Tidak becus dalam menganalisa?" ucap Cox dengan tatapan aneh..

"Analisa dimulai!" Cox melihat Krysh dan mengelilingi Krysh.

"Kalau dipikir-pikir celanamu baru ya" ucap Cox.

"Loh kok tau? Hebat kau dalam menganalisa" ucap Krysh.

"Lu ajah yang oon kayak orang gila aja masa makai celana Freshnya belum dilepasin, gyaha haha" ucap Cox.

"Haddeh ini dekektif sungguhan atau apa?" tanya Woods.

"Dia orang gila nyasar kali" ucap Leon

Kemudian Cox mencoba berfikir secara keras, menganalisa setiap sudut ruangan yang ada...

"Jarum?" gumam Cox yang mendapatkan sebuah jarum yang berada dibelakang pintu tersebut.

Kemudian dia menemukan sesuatu lagi,

Sebuah jam yang berada di sebuah pintu masuk,

"Trik apakah yang dia gunakan? Apakah ini adalah ujian yang dia berikan kepadaku?"

"Mau seberapah besar kau mau menguji analisaku yang kadang nggak serius?" gumam Cox.

Cox tampak bingung karena dia sudah nggak bisa mikir lagi pakai logika soalnya ini adalah sesuatu yang rumit.

"Bahkan jika kau kehabisan pikiran maka berpikirlah secara sederhana untuk membongkarnya"

"Ini tidak sederhana tapi ini hampir mustahil, trik apa yang dia pakai, bagaimana cara dia menghilang setelah menyalakan korek api?" gumam Cox.

Cox kemudian mengumpulkan banyak bukti-bukti menyusunnya menjadi sesuatu yang pasti.

"Sebuah hal yang rumit pada akhirnya akan menjadi pasti jika berhasil dipecahkan" ucap Cox lagi.

"Bagaimana detektif apakah kau menemukan sesuatu?" tanya Woods.

"Ya aku cukup menemukan banyak hal yang sangat mustahil tapi bisa juga membuat kalian tertawa dengan triknya" ucap Cox yang kini memakai kacamata..

"Saat aku serius maka aku akan menggunakan kacamataku yang keren ini" sambung Cox karena yang melihat Cox tampak aneh melihatnya menggunakan kacamata.

"Dan jadi.. Pelakukanya adalah siapa?" tanya Woods..

"Pelakunya adalah... Korbannya sendiri!!" ucap Cox dengan santai.

"Hei kenapa bisa pelakunya adalah Istriku! Apalagi aku melihatnya dengan mataku sendiri!" ucap Brian Lawcross.

"Iya kenapa bisa aku yang dikatakan pelakunya!" ucap Laura Lawcross.

"Itu cukup mudah, karena kau sangat membutuhkan uang dan akan menjual berlian itu" ucap Cox.

"Tapi bagaimana caraku mengambilnya apalagi banyak perangkap yang ada disini!" bentak Laura.

"Oh maksudmu perangkap itu? Gampang kok.."

"Kau tinggal pura-pura berteriak agar suami mu yang tolol itu datang.." ucap Cox.

"Hey kenapa kau bilang aku tolol!"

"Itu karena kau masuk dalam perangkap yang mudah" ucap Cox.

"Kau berjalan kearahnya dan melihat sebuah sesuatu yang disebutkan oleh saksi mata tadi, seseorang yang memakai topeng dan juga pakaian warna putih yang khas" ucap Cox.

"Lalu bagaimana cara dia menghilang?"

"Kau tidak sengaja menginjak sebuah balon yang menampung banyak asap, dan setelah itu istrimu menyalakan korek apinya tapi dengan trik menyembunyikan tangannya kearah benda putih itu.."

"Kemudian pandanganmu teralih kepada pematik api itu.. Dan kau skakmat dengan ilmu menghilang dalam sekejap" ucap Cox lagi.

"Hei analisamu cukup tidak masuk akal" ucap penonton.

"Tidak masuk akal memang, apakah kau bertanya balon yang mengandung asap itu ada dimana? Coba lihatlah ke arah langit-langit" ucap Cox.

Mereka pun menengok kearah atas dan disana dijumpai balon berukuran kecil.

"Hey harusnya balon itu meledak!" ucap para penonton lainnya..

"Tenang dia tidak meledak, cobalah lihat, bukannya masih tersisa sedikit gas?"

"Triknya cukup mudah karena disitu ada dua buah balon, dan saat yang satu terinjak maka yang satu terlepas.."

"Tapi kau tidak melihatnya karena pandanganmu teralihkan oleh asap yang tiba-tiba muncul" ucap Cox.

"Lalu bagaimana saat pembantuku datang untuk menolong, tapi dia tiba-tiba hilang!"

"Itu juga cukup mudah" jawab Cox.

"Hey kalian saksi mata apakah kalian melihat saat dia tiba-tiba hilang?" tanya Cox kepada tiga saksi mata.

"Ya aku melihatnya saat pembantu itu datang korek apinya langsung mati dan kemudian dia hilang.." ucap mereka bertiga secara serentak.

"Sebenarnya itu tidak hilang... Tapi itu adalah mengalihkan perhatian pandangan kalian.."

"Karena asap membuat sesuatu seperti menghilang namun sebenarnya..."

Kemudian Cox memperlihatkan sebuah jarum yang berada ditangannya..

"Jarum ini adalah triknya,"

"Saat pandangan kalian teralihkan dan yang lainnya menyalakan lampu diruangan lain agar terang maka.. Jarum itu akan melepaskan ikatan yang berada di belakang pintu tersebut..."

"Dan sebenarnya... Saat lampu dihidupkan maka jam akan berdering beriringan dengan itu suara bel rumah berbunyi"

"Apa kalian bertiga mendengarnya?"

"Ya!" ucap tiga saksi..

"Saat bel rumah berdering maka otomatis jarum itu terlepas dan melepaskan ikatan yang terikat.."

Dan..

Cox memperlihatkan caranya itu,

Saat bel berbunyi jarum itu jatuh dan melepaskan benang yang mengarah keatas pot..

Kemudian benda putih itu hilang tertarik keatas..

"Ini hanyalah trik yang cukup mudah.. Tapi benda putih itu sebenarnya bukan bukti yang sebenarnya!" ucap Cox..

"Karena bukti yang sebenarnya berada di dalam celana dalammu, yaitu sebuah kertas putih lebar.."

"Lalu celana dalammu juga adalah sebuah trik.."

"Karena topeng yang mereka lihat adalah celana dalammu sendiri!" ucap Cox.

"Eh??"

"Soalnya cukup mudah karena aku nggak tau mecahin kasus rumit makanya aku berpikir sederhana saja" ucap Cox.

"Hey kau detektif gadungan!" teriak penonton

"Tunggu om-tanteh aku mau kabur dulu tapi jangan lupa ini adalah debutku! Debut detektif Cox si bodoh yang keren!" ucap Cox.

"Eh?"

"Soalnya aku melihat pakaian tanteh Laura tembus pandang dan melihat sesuatu yang disebut celana dalam"

"Aku makai Byakugan minjam jurus dari klan Hyuuga" ucap Cox mode ngelawak.

"Intinya?"

"Intinya Berlian itu berada di celana dalam istrimu!" ucap Cox dengan wajah mesum.

"Cepat lepaskan!" ucap para penonton.

Namun polisi pun menendang para pembaca dan penonton ke black hole agar nggak ngelihat tanteh Laura buka baju..

Dan ditemukanlah sebuah berlian yang mereka cari,

"Sebenarnya, yang melakukan trik itu adalah hantu sendiri dan kuntilanak itu adalah hantu" ucap Cox dengan nada horror.

"Kabuuur!!!" Cox pun kabur di kejar oleh kuntilanak.

Trik yang dia pakai..

Pertama...

Menggunakan Jarum untuk menahan ikatan boneka, boneka tersebut berada tepat dibelakang pintu.

Saat bel berbunyi, jarum itu terjatuh dan membuat pot itu menggeser sedikit ikatannya.

Setelah itu boneka tersebut tertarik saat para penonton membuka pintu dan akhirnya boneka itu seperti hilang dalam sekejap karena pandangan mata mereka teralihkan oleh korek api dan asap-asap yang berhamburan.

Dan lalu topeng itu?

Mudah saja, itu adalah celana dalam Istrinya sendiri, saat boneka itu hilang istrinya mengambil celana dalamnya dan memakainya langsung soalnya dia makai daster jadi mudah makai celana dalam tersebut.

Lalu kenapa jebakan itu tidak berguna, karena saat suaminya mendekat, dia mengeluarkan suara, dan suara suaminya adalah sebuah sandi untuk membuka.

Karena jebakan berlian itu menggunakan kode suara. Dan akhirnya jebakan itu tidak berpengaruh karena sudah terbuka.

Dan lalu dia mengambil berlian itu dan menyembunyikan di celana dalam yang baru ia pakai.

"Mengerti kan?" ucap penasehat, Vixyon Pradona.

"Wkwk ceritanya nggak ada misteri kasihan pembacanya kena tipu wkwk" ucap Cox detektif gadungan dari Scotlandia.

"Baiklah aku akan coba kabur lagi untuk kesekian kalinya,"

"Kabuuur..."

Dan akhirnya para pembaca pun tertipu dengan ceritanya yang super absburd ini wkwkwkwk..

T
A
M
A
T

NB : Wkwkwk kasihan yah kena tipu judul cerita ini kwokwokwokwok

Sihara Sin
2017-04-04 05:54:10
meskipun diulang dua kali, aku tetep gak maksud ma triknya... entahlah
Timnas Indonesia
2016-12-29 21:56:04
Gagal paham???
Ghost Rider
2016-12-29 17:26:41
kasus yang rumit
Awesome
2016-12-29 14:04:47
namanya itu lho yg bikin gak mood baca
Gouenji Shuuya
2016-12-29 10:59:02

Gouenji Shuuya
2016-12-29 10:58:48

Gouenji Shuuya
2016-12-29 10:58:33

Gouenji Shuuya
2016-12-29 10:58:20

Gouenji Shuuya
2016-12-29 10:57:55

Gouenji Shuuya
2016-12-29 10:57:38

Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook