VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Another Stories : Taste of Bittersweet 1

2016-12-27 - Red Choco
29 views | 4 komentar | nilai: 8.5 (2 user)

Arc. 1 : When an Angel Falls
.

.

.

When an Angel Falls I

.

.

.
Arga menguap bosan. Sayap putih sewarna kapas miliknya mengepak malas, sebelum lenyap menjadi hamburan bulu. Ia menghempaskan tubuhnya di salah satu atap bangunan tanpa suara dan langsung mengerutkan keningnya ketika atensinya tercuri.

Ah, hanya perlu sedetik untuk menemukan apa yg mengganggu inderanya.

Mengganggu, iya.

Pemandangan gadis manusia yg bahkan tak bisa berdiri karna kakinya secara menyakitkan bengkok ke arah yg salah.

Arga menguap sekali lagi. Dengan wajah yg lebih bosan.

Sam memang tak bisa dipercayai. Sampai kapanpun. Kini Arga merasa bodoh karna telah terlalu bersemangat ketika kakaknya itu berkata bahwa ia akan menjaga seseorang yang menarik di kali pertama ia melakukan Penjagaan. Jadi jangan salahkan Arga ketika ia membayangkan akan menjaga sukarelawan berani mati yg ditugaskan dalam misi bunuh diri di tengah-tengah Medan peperangan empat puluh hari penuh dan memastikan detak jantung manusia itu tetap ada sebelum hari Pemutusan.

Sialnya, ekspektasi tak sejalan dengan kenyataan.

Arga menopang dagunya. Mengawasi gadis kecil berambut tembaga itu menyeret kakinya berjalan super pelan dengan tertatih. Masih dengan wajah bosan dan tatapan mata separuh enggan, Arga mengamati baik-baik.

Lalu berdecak kesal. Apanya yang menarik, sih? Gadis itu HANYA manusia biasa yg seperti kebanyakan manusia-manusia biasanya. Kecil. Lemah. Tak berdaya. Ia akan berdarah ketika kau menggores kulitnya. Dan akan lebam ketika kau memukulnya.

Arga memajukan bibirnya dan meniup poninya sebal. Apa sih yg sebenarnya sedang ia harapkan?

Lagipula, manusia memang tak bisa diharapkan, iya kan?

.

.
.

Arga mengerjap ketika merasakan sengatan panas di dadanya. Dua hari ini ia telah mangkir alias bolos alias lepas dari tanggung jawab - atau apapun itu namanya - dari kewajibannya untuk menjalankan Penjagaan pada seorang bocah manusia. Alih-alih mengawasi -menguntit seharian- bocah itu, Arga lebih memilih untuk kembali ke Naungan sampai ketika Sam menemukannya di dalam buntalan selimut dan menendangnya hingga terjungkal ke Dunia. Kadang-kadang, Arga ingin sekali dengan ikhlas menyampaikan pada seluruh semesta bahwa malaikat yang memiliki saudara bukanlah Keajaiban yang perlu dikagumi, melainkan sebuah Kemalangan yang harusnya dihindari. Ketika mendarat dengan begitu tidak elitnya di Dunia hingga seekor anjing pomerian menatapnya iba dengan raut setengah mengejek, Arga hanya mengelus dada. Sabar... Sabar...

Sengatan itu lagi.

Kali ini lebih intens. Lebih panas. Hingga ia merasa perlu untuk mencengkeram dadanya. Memastikan bahwa Sam tidak sedang menjahilinya dengan sebongkah api neraka yang diselundupkan diam-diam ke Naungan.

Tidak ada yg terbakar, kabar bagusnya, dan tidak ada bau gosong. Arga bersyukur diam-diam.

Tapi sengatan itu tak kunjung hilang. Malah semakin menjadi-jadi.

Lalu satu kesadaran menghantam benaknya.

Dulu, sewaktu ia masih dalam Pengajaran, seorang Pendidik pernah menjelaskan bahwa ada satu keadaan dimana seorang Penjaga akan merasakan sengatan sakit di dadanya ketika sang Terjaga berada dalam kondisi sulit. Ini adalah hal yg jarang terjadi sebab seorang Penjaga selalu berada di dekat sang Terjaga untuk mencegah kondisi sulit itu terjadi sebelum Pemutusan.

Tetapi Arga tak berada di sisi sang Terjaga selama dua hari penuh. Dan ia tak bisa membayangkan apa yang termasuk dalam 'kondisi sulit' yg disebut Pendidik itu. Tapi apapun itu, Arga merasakan perasaan tak nyaman bergejolak di dasar perutnya.

Ia mengibaskan sayapnya kuat-kuat, mendeteksi keberadaan seorang gadis manusia yg tumben-tumbennya tak mengusik inderanya hari ini.

Perasaan tak nyaman itu semakin menjadi-jadi.

.

.

.

#Tbc

.

.

Pojok author~
Halooooo!!!! :3
Red bawa cerita baru~ /digeplak/ (Yha, cerita lu yg lain gimana ceritanya woi) SIB dipending dulu, iya~ lagi demen yg pahit2 manis soalnya /bleh/

Yaps~ thanks for reading!

Rudy Wowor
2016-12-28 07:53:22
Apa emang disengaja ya kamu nulis "HANYA" di tengah-tengah kalimat?
Zunuya Rajaf
2016-12-28 01:20:35
Sang penjaga haruskah mrasakan penderitaan yang ia jaga? Malaikat penjabut nyawa..
happyreadin9
2016-12-27 23:35:13
mungkin gdis kecil itu tdk lemh cumn ktrbtasannya yg membuat dia trlhat lemh.d tunggu lnjutnnya
Sunrise
2016-12-27 23:03:15
Penjaga, Terjaga, Naungan, Kemalangan, Dunia, dan Pemutusan sengaja diawali kapital semua kah?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook