VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
One Shoot - My Girl 3

2016-12-28 - Aerilyn Shilaexs
110 views | 6 komentar | nilai: 9.86 (7 user)

Setelah menemukan lokasi yang tepat.

"Kurasa disini tempat yang bagus." ia pun mulai membuka tas gitar nya dan terdapat senapan sniper. Ia segera merangkai senapan. Setelah selesai, ia bersiap-siap dengan snipernya dan menunggu target keluar dari gedung.

"Kau lumayan cantik juga, tapi kau adalah targetku. Jadi maafkan aku." gumam Keil sambil meperhatikan foto itu.

Namun korban yang ditunggu tak kunjung datang. 30 menit berlalu,

"Ini hampir 40 menit, sial, membunuh gampang. Tapi yang sulit itu mencari target." gumamnya, tak lama terlihat seorang wanita keluar dari gedung namun.

"Itu dia," gumamnya, saat ia membidik.

"Tunggu dulu, di..dia." ia kembali melihat foto dan mencocokan dengan target.

"Dia bukan targetnya, sial jika aku tidak melapor sebelum 1 jam berakhir maka aku akan mati."

Setelah beberapa lama menunggu. Seorang wanita sedang menelepon keluar dari gedung. Keil pun memfokuskan sniper



" ini dia, one shoot" gumamnya, sasaran nya telah dibidik dengan tepat.

Saat teropong fokus pada wanita itu. Ia jadi ragu-ragu untuk menembak. Ia pun sejenak menghela napas dan menurunkan senapan. Ia melihat ke sekeliling.

"Ini timing yang tepat, meskipun sudah lebih dari 1 jam." gumamnya sambil melihat jam tangannya. Ia pun kembali memfokuskan teropong.



Terlihat wanita itu masih asik berbincang lewat telepon.

"Sial kenapa aku malah ragu-ragu, ini adalah pekerjaanku, menghabisi sampah. Tunggu dulu." tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti, jaraknya lumayan jauh dari wanita itu.

"Mobil itu," Keil pun berganti fokus, ia memfokuskan snipernya pada mobil hitam. Terlihat kaca mobil itu dibuka dan terlihat pria berkacamata memompa pistol.

"Dia akan menembak wanita itu." kaget Keil yang mengetahui killer pengganti sudah datang.

Tak...

Reflek Keil menarik pelatuknya dan peluru pun sukses bersarang di otak pria berkacamata itu.

Mendengar letupan peluru, wanita itu pun panik dan menunduk, ia menutup telepon dan memperhatikan ke sekitar. Ia pun melihat sebuah mobil hitam, keluar seorang pria dikursi kemudi yang langsung mengarahkan pistol kearahnya.

Karna takut, wanita itu pun melarikan diri. Ditempat Keil,

"Sialan, kenapa aku malah menembaknya." ia pun merapikan barang-barang miliknya dan segera pergi dari tempat itu.

Kota terlihat sangat sepi, di sebuah gang, wanita yang ketakutan itu bersembunyi.

"Hah..hah..hah.. Apa-apaan itu, kenapa ada orang yang mau membunuhku?" gumamnya.

Tiba-tiba ada seseorang yang membekapnya.

"Ssst.. Ikuti aku." bisik suara pria di telinga kirinya, ia pun mengangguk. Itu adalah Keil.

Mereka berdua pun berlari dari tempat itu. Terlihat jalanan sangat sepi, mungkin karna musim dingin, jadi tak ada aktivitas yang terjadi. Terlihat juga mobil-mobil terparkir di pinggir jalan.

"Hah..hah..sebenarnya siapa mereka?" tanya wanita itu yang tangannya ditarik oleh Keil.

"Mereka adalah pembunuh bayaran."

"Apa? Lalu kenapa mereka mau membunuhku?"

"Jangan banyak bicara dan teruslah berlari." perintah Keil yang tak berhenti berlari.

Dor...

Tiba-tiba suara tembakan terdengar,

"Merunduk.."

Dor...

Crat...

Peluru sukses menembus lengan atas bagian kiri wanita itu karna kurang nya reflek.

"Aaaa.." erang wanita itu.

"Gawat, jika begini... Kau duduklah dibelakang pohon itu, apapun yang terjadi jangan keluar sampai aku kembali."

Wanita itu pun mengangguk dengan ekspresi wajah yang menahan sakit.

Keil pun menurunkan tas gitarnya dan pergi.

Ia bersembunyi diantara mobil dan memperhatikan sekitar, mencoba mencari sosok penembak itu.

"Dimana kau berengsek." pikirnya.

"Tunggu dulu, kenapa aku mau melakukan hal ini? Bukankah wanita itu target ku, ah sial apa yang terjadi padaku." gumamnya.

Dor..

Crash...

Kaca mobil pun pecah.

"Disana." Keil langsung berlari kearah sumber suara tembakan.

Terlihat seorang pria keluar dari balik pohon, ia pun menodongkan pistol namun.

Grap..

Keil menangkap tangan pria itu dan mengangkat tubuhnya, lalu membantingnya ala jurus judo.

"Baiklah jika itu yang kau mau." gumam pria yang terkapar itu, ia pun membuang pistolnya dan langsung melayangkan tinjunya pada keil.

"Gerakan yang mudah ditebak." ia pun mengelak. Dan melayangkan tinjunya.

Buak...

"Kau lumayan juga." Pria itu membalasnya dengan melayangkan pukulan lagi, namun keil dengan mudah mengelak dan menghantam belakang kepala orang itu dengan siku nya.

Pria itu pun tersungkur, ia segera bangkit dan sedikit menggelengkan kepala.

"Majulah." tantang Keil dengan menjulurkan tangan kanan dan menggerakan jari telunjuk tanda menantang.

"Sialan." pria itu pun melancarkan tendangan lurus kedepan namun keil mengaitkan kaki kanan nya ala Tony ja dan memutar tubuhnya hingga membuat pria itu terjatuh dengan kakinya yang terkilir.

"Aku pemenangnya. One shot." gumam Keil sambil menodongkan pistol kearah pria yang terkapar itu.

Dor...

Peluru pun menembus kening pria itu hingga membuatnya tewas berlumuran darah. Keil segera pergi dari tempat itu menuju wanita tadi dan senapannya.

Setelah ditempat wanita itu.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Keil.

Wanita itu tak menjawab, terlihat wajahnya pucat menandakan ia kehilangan banyak darah, tubuhnya lemas tak berdaya. Terlihat jaket coklat yang dikenakannya dibanjiri darah.

"Kau harus segera diobati." Keil pun menggendong wanita itu sambil menenteng tas gitarnya.

Time skip .

Scene berada di tempat persembunyian, terlihat Daniel sedang menyantap semangkuk mie panas.

Sruput...

Daniel pun minum air putih. Tiba-tiba datanglah Keil bersama seorang wanita.

Brusst.....

Daniel menyemburkan air dimulutnya karna kaget.

"Si..siapa dia? Kenapa kau mebawa orang lain ke tempat ini."

"Untuk sekarang jangan bicara dulu, akan kujelaskan nanti. Sekarang aku harus mengobati wanita ini dulu, dia terluka." Keil pun merebahkan tubuh wanita itu di sofa, ia membuka jaket yang dikenakan wanita itu.

"Tu..tunggu dulu, apa kau ingin membuka pakaiannya?" kaget Daniel.

"Aku hanya membuka jaketnya, lihat dia mengenakan kaos kan."

"Be..benar juga."

"Cepat ambil air, alkohol dan kapas."

"Oke..oke.."

Terlihat wanita itu sudah tak sadarkan diri, entah sejak kapan ia pingsan.

Bersambung.

Itulah girl nya.

Bocah Redoks
2017-07-21 20:54:25
Jiah. seperti jadi masalah baru
Under1
2017-07-01 09:12:51
Sepertinya Keil terkena virus pandangan pertama ni ye
Vestaka Pyrokinesis
2017-01-01 18:52:03
keil tembak aja dia dan kalian bakal jadian menjadi sepasang kekasih
ThE LaSt EnD
2016-12-29 15:37:29
keraguan keil, apa target wanita cntik, mkanya gk nembak.
Rudy Wowor
2016-12-29 12:36:51
Mebawa/membawa?
Mikazuki 92 Lollipop
2016-12-29 06:22:09
Memompa.? Atau mengokang, aku jadi binggung sendiri.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook