VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Petualangan Semut : Gunung Kembar

2016-12-25 - Gouenji Shuuya
265 views | 25 komentar | nilai: 9.32 (25 user)

Malam hari di suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu tempat apa itu namanya.

Ada seekor semut merah dan seekor semut hitam yang sedang berjalan beriringan di tempat itu.

"Oi semut merah, apa kamu pernah mendengar rumor tentang adanya suatu gunung kembar?" tanya semut hitam memulai pembicaraan.

"Ah aku belum pernah mengetahui hal itu, semut hitam. Apa kamu mengetahui sesuatu tentang gunung kembar itu?" tanya semut merah yang tidak tahu tentang gunung kembar.

"Aku tentu saja tahu itu apa. Walau aku belum pernah ke tempat itu, tapi aku tahu tempat dimana gunung kembar itu berada." ucap semut hitam.

"Wah.. kalo begitu ayo kita segera pergi ke sana sekarang." ajak semut merah.

"Baiklah baiklah.. ikutlah denganku." ucap semut hitam.

Akhirnya semut hitam dan semut merah pun berjalan untuk menuju ke gunung kembar yang dirumorkan itu.

Semut hitam berjalan di depan sebagai penunjuk arah, sedangkan semut merah hanya mengekor di belakang semut hitam.

Setelah semut hitam dan semut merah itu berjalan dengan jarak lintasan yang sangat panjang dengan waktu tempuh yang entah aku sendiri tidak tahu berapa lama mereka berjalan.

Akhirnya semut hitam dan semut merah pun sampai di tempat yang mereka ingin tuju, yaitu gunung kembar.

"Gunung kembar ini sangat indah sekali." ucap semut hitam dan semut merah melihat gunung kembar itu dengan ekspresi yang terpesona.

"Oi semut hitam. Gunung kembar ini ukurannya big ya." ucap semut merah.

"Ya.. kamu betul. Ini ukurannya super super super super super big sekali." ucap semut hitam setuju dengan apa yang diucapkan semut merah.

"Eh tunggu sebentar semut hitam. Itu kok puncak gunungnya berwarna pink sih. Apa jangan-jangan itu lava ya?" tanya semut merah sambil menunjuk ke arah gunung kembar yang ada di depan mereka.

"Kau ini bodoh ya semut merah. Apa ada lava yang berwarna pink? heleh heleh.. kalau itu, menurut rumor yang aku dengar, puncak gunung kembar yang bentuknya seperti itu biasa disebut dengan nama Poe Tieng Shoe-Shoe. Menurut rumor, katanya dari tempat itu bisa mengeluarkan sebuah cairan yang rasanya sangat enak sekali." ucap semut hitam menjelaskan.

"Oh jadi gitu ya. Kalau gitu ayo kita coba mengeluarkan cairan yang enak itu dan segera meminumnya." ajak semut merah.

"Baiklah.. aku akan mendaki gunung yang di sebelah kanan, lalu kamu dakilah gunung yang ada di sebelah kiri, oke." pinta semut hitam.

"Baiklah.. aku setuju." ucap semut merah menyetujui hal yang semut hitam ajukan.

Akhirnya semut hitam dan semut merah pun mendaki jatah gunung yang mereka setujui tadi.

Semut hitam mendaki gunung sebelah kanan, sedangkan semut merah mendaki gunung sebelah kiri.

Setelah susah payah semut hitam dan semut merah itu mendaki gunung kembar itu, akhirnya mereka berdua pun sampai di puncak gunung kembar itu.

Semut hitam dan semut merah melakukan cara mereka sendiri untuk mengeluarkan cairan yang ada di puncak gunung itu.

Namun hasilnya nihil, tidak ada cairan yang keluar dari puncak gunung itu.

"Oi semut hitam. Apa di puncak sebelah sana sudah mengeluarkan cairan?" tanya semut merah.

"Belum sih. Padahal aku sudah melakukan berbagai cara, yaitu sudah menggigitnya, meninju ninju, menendangnya. Tapi cairannya tidak kunjung keluar juga." ucap semut hitam.

"Oh jadi sama. Di sini juga tidak mengeluarkan cairan sama sekali." ucap semut merah.

"Memangnya apa yang kamu lakukan dengan puncak gunung itu?" tanya semut hitam.

"Aku mengelus-elusnya lalu membujuknya agar mengeluarkan cairan. Itu saja." ucap semut merah.

Mendengar hal itu, semut hitam hanya bisa geleng-geleng kepala.

Akhirnya semut hitam dan semut merah pun memutuskan untuk turun lagi ke bawah.

Setelah sampai di bawah...

"Ah sial. Kita tidak bisa mendapatkan cairan itu." ucap semut hitam menggerutu.

"Yah mau bagaimana lagi. Ini kan juga sudah jadi nasib kita." ucap semut merah dengan nada yang lesu.

Akhirnya semut hitam dan semut merah pun kecewa berat karena tidak mendapat cairan dari puncak gunung kembar yang mereka inginkan itu...

Under1
2017-04-30 12:59:31
ah kurang seru ni
Dwi Fitri
2017-02-25 16:57:43
hahaha semut-semut mesum :'v
Hyuuga Dio Tanpopou
2017-02-09 04:07:10
Gunung kembar, eh?! Sumpah gue dari awal sampe akhir tub ngira ini beneran gunung, eh pas baca komen, ck,ck,ck... Tak menyangka 😂😂😂
Hyuuga Dio Tanpopou
2017-02-09 04:06:57
Gunung kembar, eh?! Sumpah gue dari awal sampe akhir tub ngira ini beneran gunung, eh pas baca ku men, ck,ck,ck... Tak menyangka 😂😂😂
Imortal
2017-02-07 06:30:29
Digigit azah
Bocah Redoks
2017-01-21 22:10:15
cerita mesum yg d samar kan.
MoonBow12
2016-12-31 19:01:47
wkwk. ada lanjutannya gak
Rio D.Roy
2016-12-31 08:34:57
Haha dri judul aja gw dh ngira, pasti gunung kembar itu nenen hahaha...
Sakata Hana
2016-12-30 06:27:30
kalau gak baca komentar, sampai akhir aku masih ngira itu beneran gunung
Tetsu Yah
2016-12-28 06:22:22
Dtipu lg ...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook