VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Om Telolet Om

2016-12-23 - Gouenji Shuuya
299 views | 25 komentar | nilai: 9.15 (27 user)

Eko Sumarno... sebut saja namaku seperti itu.

Aku bekerja sebagai sopir bus di suatu perusahaan yang terbilang cukup besar.

Hari itu adalah hari rabu, tepat 5 hari setelah aku diterima sebagai sopir bus di perusahaan itu.

Aku sangat menyukai kegiatan menyetir bus yang aku lakukan untuk mengantar para penumpang ke tempat tujuan yang mereka inginkan.

Hari itu, seperti biasa aku pergi ke pangkalan bus pukul 05.00 pagi untuk bersiap melakukan pekerjaanku.

Setelah sampai di pangkalan bus, aku langsung melihat satu per satu dari bus yang ada di sana untuk menuju ke bus yang biasa aku kendarai.

Setelah lama mencari, akhirnya aku menemukannya, bus dengan nomor plat AB 2324 CE, ya.. itulah nomor plat busku.

Aku langsung menuju ke tempat itu dan langsung memasuki serta menduduki kursi yang khusus ditempati oleh seorang sopir.

Lalu dengan perlahan-lahan aku menghidupkan bus itu agar mesinnya menjadi panas supaya jika dipakai berkendara akan nyaman nantinya.

Setelah lama memanasi mesin bus itu, aku pun langsung menjalankan bus itu untuk meninggalkan pangkalan ini dan sesegera mungkin mencari para penumpang yang sedang menungguku.

Dalam perjalanan, aku melihat sesuatu yang sudah biasa aku lihat sebelumnya, yaitu kondisi jalan yang tidak berubah, masih sama saja seperti biasanya.

Hingga aku pun tiba di sebuah halte bus yang terletak di kiri jalan.

Di sana terlihatlah 5 orang sedang terduduk dengan kegiatannya masing-masing.

Aku pun menghentikan laju busku tepat di depan halte itu dan ternyata kelima orang itu pun segera naik menuju ke dalam bus yang aku kendarai ini.

"Bang.. ke Wonosari Bang."

"Kalau aku ke Rongkop Bang."

"....."

Ucap mereka semua menyebutkan tujuan mereka masing-masing.

Aku pun sempat menoleh ke arah mereka sembari berucap.

"Oke.. siap berangkat." ucapku dengan senyuman yang sangat lebar.

Lalu aku pun menjalankan busku kembali untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan yang mereka inginkan.

Tak terasa sudah beberapa menit berjalan, ternyata semua tempat duduk di dalam bus yang aku kendarai ini telah penuh diisi oleh para penumpang yang lebih memilih kendaraan umum seperti bus untuk sarana transportasi yang mereka kehendaki untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan yang mereka inginkan.

Bus yang aku kendarai pun terus berjalan menyusuri jalan yang tersusun rapi ini.

Hingga aku melihat pemandangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

Aku melihat segerombolan pemuda sedang membawa poster.

Walaupun mereka masih agak jauh dari bus yang aku kendarai ini, tapi aku masih bisa melihat tulisan yang ada di poster itu.

Di dalam poster itu tertuliskan 'Om Telolet Om'.

Sejenak aku berpikir...

"Apa ya itu maksudnya." pikirku dalam hati.

"Wah.. lihat itu wabah Om Telolet Om yang sekarang ini sedang marak maraknya dilakukan oleh orang-orang banyak." teriak seorang penumpang yang duduk tepat di belakangku.

Keadaan di dalam bus ini pun menjadi agak ramai.

Mereka membicarakan wabah yang entah aku sendiri juga tidak tahu itu apa.

Lalu aku pun bertanya pada orang yang tadi berteriak.

"Eh itu maksudnya apa ya? Mereka kok bergerombol sambil membawa poster seperti itu." tanyaku yang memang tidak mengerti akan hal itu.

"Oh.. itu artinya kamu disuruh membunyikan klakson di sini. Masa kamu belum tahu sih. Itu kan sedang gencar-gencarnya dilakukan." ucap penumpang itu.

"Oh gitu ya." ucapku seadanya.

Setelah bus yang aku kendarai sudah agak dekat dengan gerombolan pemuda itu, mereka pun meneriakkan tulisan yang ada di dalam poster yang mereka bawa.

"Om Telolet Om" teriak mereka semua.

Aku pun menurut saja.

Lalu kubunyikan klakson bus ini.

Telolet.. telolet.. telolet..

"Whooaaaaa...!!!"

Mereka pun berteriak gembira tatkala aku membunyikan klakson bus ini 3 kali.

Ternyata hal ini juga memang sangat mengasikkan.

Aku sangat senang menjadi sopir bus karena bisa menyenangkan hati para pemuda yang sedang melakukan hal unik itu.

~~~The End~~~



Soul Demon
2017-04-25 20:35:48
kalau gue.........om tabrak om...........the end mati ketabrak bis
Soul Demon
2017-04-25 20:35:05
kalau gue om tabrak om
Kurosaki Yoshimura
2017-01-04 14:16:50
Om aku kentut Om..:V
Aerilyn Shilaexs
2017-01-01 13:42:42
kalau dibandung bukan om telolet om. Tapi om ABG om. ZENA LEO MONSTA X kemarin jadi korban .
Ocho Una
2016-12-30 23:59:05
Om telolet om.
Batman Terbang
2016-12-28 15:38:58
om toilet om
Tetsu Yah
2016-12-27 19:54:53
:)ar ...
Rainhard
2016-12-27 12:10:23
om tobat om
Awesome
2016-12-27 09:17:50
telolet
gIN taka
2016-12-27 08:54:02
judul'ny itu lohh . . . jadi teringat youtube . . . hahahahhh . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook