VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Tinta Kedua: Allah Maha Adil

2017-01-03 - Sunrise
58 views | 14 komentar | nilai: 9.6 (5 user)

Aku pernah marah kepada Sang Pencipta. Itu dulu saat aku masih belum berpikir lebih logis. Tepatnya saat aku masih kecil.
-
Saat itu aku sedang bermain di rumah temanku. Rambut hitam pendeknya diacak-acak kakak perempuannya tetapi dia tidak marah, malah sebaliknya, dia terlihat nyaman. Wajah bulat, putih, bulu matanya yang lentik, dan rambut lurus hitamnya yang tergerai sebahu benar-benar terlihat anggun saat dia tersenyum sambil mengacak-acak rambut adik perempuannya yang adalah temanku.
-
Sejak saat itu aku ingin punya kakak perempuan. Pasti sangat menyenangkan jika punya kakak perempuan seperti temanku itu. Bisa diajak main boneka bersama, jalan-jalan sore, tidur bersama, peluk tanpa canggung, dan menikmati momen saat diacak-acak rambutku! Wah, memang terlihat menyenangkan, ya?
-
Tapi ... aku tidak mungkin bisa memiliki kakak perempuan.
-
Kami adalah empat bersaudara. Saudaraku adalah laki-laki semua. Hanya aku dan ibu saja yang perempuan di keluarga kecil kami ini. Jadi, tidak mungkin bukan aku bisa memiliki kakak perempuan?
-
Sesampainya aku di kelas 6 SD, aku secara tak sengaja menemukan selembar foto di kamar kakakku saat bersih-bersih rumah. Foto kakakku dengan seorang gadis kecil cantik yang sedang tersenyum ceria ke arah kamera. Siapa, ya, gadis kecil cantik ini. Apa dia teman kakak? Atau ...
-
... aku berteriak memanggil ibu.
"Maaa. Mamaaa!"
Ibu beranjak dari dapur lalu menghampiriku dan bertanya dengan lembut kepadaku, "Ada apa, Nita?"
"Aku menemukan foto kakak bersama seorang gadis kecil. Kakak sedang bersama siapa?"
"..."
Sejenak ibu terdiam menatap sendu foto tersebut. Lalu dia berkata dengan lembut dan lirih.
"Dia kakakmu, Nita ..."
"K, Ka, Kakakku ... gadis ini? Mama tak pernah menceritakannya," ucapku lirih masih tak percaya.
"Ayo duduk dulu di sini. Sudah waktunya kamu tahu semuanya."
Aku mengikuti langkah ibu dan duduk di tepi tempat tidur kakakku.
"Dulu, Nita punya dua kakak perempuan. Mereka berdua cantik seperti kamu, nak."
"D, dua, Ma? Lalu, dimana mereka, Ma?"
Ibu memelukku dari samping. Sambil mengusap lenganku, ibu meneruskan ceritanya dengan suara yang semakin lirih dan sendu.
"Mereka sudah meninggal ketika kamu belum ada."
"Me, meninggal ..." ucapku lirih menahan isak, "... saat masih kecil ...?"
"Benar. Kakak perempuan pertama Nita meninggal saat masih umur 6 bulan karena suatu penyakit yang kata dokter adalah penyakit langka. Lalu, kakak perempuan Nita yang kedua meninggal karena kanker otak pada saat usianya 3 tahun. Kakak Nita sudah coba berobat ke mana saja sama bapak dan mama. Tapi Allah yang Maha Pencipta lebih tahu dan mama sama bapak percaya Allah Maha Tahu segala sesuatu dan menyerahkan semuanya kepada-Nya.
Kemudian, kakakmu sudah tidak kuat lagi dan istirahat di sisi-Nya dengan damai. Sekarang, Dia yang menjaga kedua kakakmu. Jangan pernah marah, ya, kepada Allah?"
Ibu memelukku erat. Kamu tersedu-sedan bersama. Aku yang saat itu memang masih kecil begitu saaangat sedih.
-
Sampai sekarang pun ketika aku mengenang lagi aku tanpa sadar meneteskan air mata. Bagaimana aku tidak sedih? Kakak perempuan yang kuidam-idamkan, bahkan dua, telah tiada sebelum aku berada di dunia ini.
-
Pernah aku berpikir bahwa Tuhan tidak adil kepadaku. Dia sudah mengambil semuanya dariku. Mengambil kedua kakak perempuanku yang sangat kuidam-idamkan. Itu sebelum aku bisa berpikir logis.
Tapi aku bisa apa? Aku hanya manusia biasa. Qodo dan Qodar sudah ditentukan oleh Allah, apalagi kematian; tak bisa dielakkan. Semua yang hidup di alam semesta kembali kepada-Nya. Jika memang sudah ditakdirkan di umur X makhluk hidup tersebut mati maka tak bisa dielakkan. Semua manusia yang hidup pasti kembali ke pangkuan-Nya. Sama seperti kedua kakakku, mereka telah tenang berada di sisi-Nya. Aku sebagai saudaranya sudah ikhlas menerima semua ini. Alah itu Maha Adil, Maha Segalanya, Maha Tahu.
-
Catatan Penulis:
Halo, Yuu di sini! Bagaimana perasaan kalian saat baca cerita ini? Silakan ungkapkan di kolom komentar, ya.
Saya menulis cerita ini berdasarkan kisah nyata dari seorang teman facebook. Saya sengaja mencoba sudut pandang pertama karena ingin lebih bisa merasakan saja bagaimana rasanya kehilangan kakak. Begitulah, sampai bisa menulis cerita ini.
Cukup sampai di sini. Jangan lupa kritik dan saran. Sampai jumpa di project "Tinta" yang selanjutnya!
-
Tertanda,
Yuu, 22-12-2016.

Shineria of Life
2017-01-21 06:14:33
Jujur kalo aku lebih senang punya kakak laki-laki, apalagi beda umurnya gak jauh, enak tuh buat diajak keluar hihihi
Ade Aja
2017-01-08 13:11:00
Kehilangan orang2 yg kita cintai emank ckp menyakitkan, jka dihayati kembli cerita ini. Itu udah ckup smpai dihati pembca, dan sukses bkin baper.. Cerita km bgus, dtggu crita yg lain..
Ludfy N
2017-01-05 19:22:48
Hidp nggk selmanya!
WuCyborg
2017-01-04 20:34:45
sedikit rancu di bagian "yang adalah temanku" Ganti "juga" aja yuu "adalahnya" . terus juga ada yang kurang tanda baca, menurutku. dah selebihnya Ok
Dalreba
2017-01-04 17:42:26
Terkadang kenyataan itu sangat pahit, namun dibalik itu semua pasti ada hikmahnya.
botol bekas
2017-01-04 05:49:21
ga pernah diajak nyekar?
Aerilyn Shilaexs
2017-01-03 22:53:31
hm, untung aku punya kakak yang selalu menjagaku, tapi aku juga punya saudara yang nasibnya sama di cerita ini, kakak perempuannya meninggal saat masih kecil.
Bocah Redoks
2017-01-03 22:07:24
Terharu jadiny
chichay
2017-01-03 21:13:53
brsbar y nita aku tau ko gmn rsnya khilngan org yg kita syangi.mungkin allah lbih menyayangi mereka mlbihi rsa syng kita*^_^*.d tunggu crt lainnya
Whiti Intheforest
2017-01-03 20:28:27
Harusnya ibunya jujur dn ceritabdri awal
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook