VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Death Manga

2015-12-25 - China Musume
672 views | 28 komentar | nilai: 10 (2 user)

" Kebencian, benci, bukanlah hal yang sederhana..

Mereka hidup, dan memakan hatimu..

Tanpa sadar kau akan membunuh seseorang..

Dan tanpa sadar kau telah membunuh dirimu sendiri.. "



< align='center'>-- D'EVIL Movie : Death Manga --</div>



"Rikuto-kun, selamat pagi.." ucap seorang gadis pada pemuda dalam sebuah kelas.

"Pagi Chiyu.." balas pemuda bernama Rikuto itu.

"Kau belakangan ini jarang terlihat di sekolah, apa kau baik-baik saja?" tanya Chiyu.

"Tenang saja.. Aku tidak akan kenapa-kenapa kok.." jawab Rikuto santai.

"Lalu matamu??" tanya Chiyu lagi.

"Emm.. Ini bukan apa-apa kok, nanti juga akan normal lagi.." jawab Rikuto yang terpaksa berbohong.

"Rikuto.." tiba-tiba seorang gadis berambut panjang masuk ke kelas dan langsung menghampiri Rikuto.

"Honoka-chan, selamat pagi.." sapa Chiyu.

"Ah, Chiyu-san, pagi juga.." balas gadis bernama Honoka itu, "Maaf, aku ada sediki urusan dengan orang aneh ini, jadi bisa aku pinjam dia sebentar?"

"Eh? S-silahkan.." jawab Chiyu.

Honoka langsung menyeret Rikuto keluar dari kelas dan menuju ke bagian kelas-kelas kosong.

"Cih! Memperlakukanku seperti barang seperti itu, sungguh menyebalkan.." oceh Rikuto.

"Aku mendapat laporan kematian tidak wajar lagi.." Honoka mengabaikan ucapan Rikuto, "Kemungkinan besar ini ulah iblis.."

"Aku tidak mau bantu lagi.. Cukup sudah, aku ingin kembali ke Neraka untuk memulihkan diriku.." jawab Rikuto.

"Srekk!!" Honoka mengepalkan tangannya dan menariknya dan tiba-tiba Rikuto tejatuh.

"Ukhh.. L-leherku??!!" rintih Rikuto.

"Kau tidak akan kubiarkan kau pergi..

"I-ini apa...??!!" Rikuto memegang sesuatu di lehernya.

"Itu wujud rantai 1.000 tahun.." jawab Honoka.

"J-jadi ini.." Rikuto terkejut saat melihat kalung transparan di lehernya dan sebuah rantai panjang yang menggantung dari kalung Rikuto ke sebuah gelang yang dipakai Honoka.

"Rantai ini, tidak akan pernah bisa putus, kecuali kalau aku yang memutuskannya.. Arina-san sudah memberiku kuasa atas segel rantai 1.000 tahun yang menyegel kekuatanmu.."

"Jadi begitu ya, lalu kau mau mengikatku selamanya dengan segel ini?" tanya Rikuto.

"Aku akan melepaskannya, kalau kau bersedia membantuku memusnahkan semua iblis.." jawab Honoka.

"Cih.." Rikuto mendesis kecil.

"Tuan, aku mendapat laporan.." tiba-tiba seorang gadis kecil berambut pirang panjang sampai menyentuh lantai muncul di samping Rikuto.

"I-iblis.." gumam Honoka yang langsung mengubah cincinnya menjadi pedang dan mengacungkan pedangnya ke arah gadis kecil itu.

"Jangan kau sentuh dia.." ucap Rikuto dengan raut wajah marah sambil memegang pedang Honoka dan membuat Honoka terkejut, "Ada apa Biblica?" tanya Rikuto pada gadis kecil itu.

"Ada laporan penting yang harus aku sampaikan, tapi karena tuan meninggalkanku di ruangan yang disebut kelas itu, aku terpaksa kembali ke wujudku ini, maafkan aku karena aku tidak patuh.." jawab gadis iblis bernama Biblica itu.

"Me-meninggalkan?" tanya Honoka.

"Dia ini.." Rikuto memegang kepala Biblica, "Dia ini buku agenda hitamku, dan ini salah satu wujudnya.. Nama aslinya Mavroia Mellonia Biblica, salah satu jenis iblis pelacak informasi dari Neraka.. Dan lihat, tangan, kaki dan lehernya terantai karena segel yang menyegelku.. Biblica adalah salah satu bagianku.."

"B-begitu ya, maaf, aku terlalu sensitif dengan hawa yang dikeluarkan iblis.." ucap Honoka yang menyesal.

"Jadi, informasi penting apa?" tanya Rikuto pada Biblica.

"Aku melacak adanya jumlah manusia yang mati dengan jumlah yang sama dengan kasus yang sama dengan yang kemarin.." jawab Biblica.

"Iblis lagi?" pikir Honoka.

"Ding.. dong.." jam masuk sekolah berbunyi, Rikuto dan Honoka kembali ke kelasnya sedangkan Biblica berdiri di belakang Rikuto.

Jam sekolah telah menunjuk pukul 2 sore dan telah waktunya jam pelajaran sekolah berakhir.

"Rikuto-kun, ayo kita pulang.." ucap Chiyu, "Kau tidak lupa dengan janjimu untuk menemani aku ke took buku kan?" tanya Chiyu pada Rikuto.

"A-a... Iya, aku hampir lupa.." jawab Rikuto.

"Aku ikut.." ucap Honoka tiba-tiba.

"Aku harus mengawasi Rikuto.." pikir Honoka.

"Kalau begitu ayo kita pergi..." ajak Chiyu yang langsung menggandeng Rikuto.

Mereka pergi ke sebuah took buku yang terletak dengan persimpangan ke rumah Chiyu.

"Lihat Rikuto-kun.. Sepertinya manga buatan Akemi ini keren.." ucap Chiyu sambil menunjukkan buku manga terbaru pada Rikuto.

"Death Manga?" pikir Rikuto saat membaca judul manga yang ditunjukkan Chiyu.

"Sepertinya menarik.." ucap Rikuto, "aku akan membelinya juga.."

Sementara itu Honoka hanya melihat Rikuto dari kejauhan bersama Biblica yang masih dalam wujud aslinya.

"Mereka terlalu lama.." gumam Honoka yang langsung melangkah ke depan untuk memanggil Rikuto dan Chiyu.

"Brukk!!" seorang gadis menabrak Honoka yang tiba-tiba melangkah hingga mereka berdua terjatuh.

"M-maafkan aku.." ucap Honoka pada gadis itu, tapi gadis itu telah menghilang. "Lho??" Honoka kebingungan.

Setelah itu, mereka bertiga pulang, Chiyu pulang ke rumahnya sedangkan Rikuto, Honoka dan Biblica pulang ke rumah Rikuto.

"Manga yang membosankan.." ucap Rikuto, "Masa hanya dengan membaca manga orang-orang di cerita bisa mati sendiri.."

"Aku masih penasaran.. Tadi itu apa hanya perasaanku saja ya?" pikir Honoka.

"Hoi, apa kau memdengarkanku??" Rikuto agak kesal karena perkataannya tidak digubris. "Manusia memang menyebalkan.." gumam Rikuto.

"Astaroth.. Jika kau berubah ke wujud aslimu, aku akan membunuhmu.." ucap Honoka dengan serius, "Kau sudah membunuh Rikuto dan menggunakan tubuhnya dan membuatku hilang ingatan, kau tidak akan pernah aku maafkan.."

Rikuto yang sebenarnya Iblis Astaroth terdiam.

"Aku juga tidak tahu apa-apa.." gumam Rikuto. "Aku diberi perintah oleh Satan Sang Raja Iblis, Raja Neraka Terbesar untuk sebuah misi pengintaian.. Begitu sadar aku sudah berada di tubuh ini.."

"Apa katamu?" Honoka langsung menarik kerah baju Rikuto, "Maksudmu, bukan kau yang membunuh Rikuto?!"
"Selama aku di Bumi, aku belum membunuh satupun orang, tetapi kemarin aku diperintahkan untuk menggantikan Lucifer untuk membunuh Chiyu, tapi sudah kau gagalkan kan?!!" bentak Rikuto. Honoka langsung melepas kerah Rikuto dari tangannya.

"Tuan, manusia yang bersamamu tadi sedang dalam bahaya.." ucap Biblica.

"Manusia..??" tanya Rikuto, "Chi-Chiyu???" Rikuto langsung berlari, "Kemarilah Biblica!!" Biblica langsung menjadi buku agenda hitam.

"Tunggu aku!!!" teriak Honoka yang langsung mengejar Rikuto.

Rikuto yang berlari sambil membawa agenda hitamnya melihat kamar Chiyu dari jauh dipenuhi kabut hitam.

"Itu iblis.." pikir Rikuto yang semakin cepat berlari. Rikuto melompati rumah-rumah penduduk dan memecahkan kaca jendela kamar Chiyu.

"Chiyu!!" teriak Rikuto dan di kamar Chiyu, terlihat Chiyu sedang berdiri di atas kursi sambil memegang tali untuk gantung diri.

"K-kenapa Chiyu??" Rikuto heran melihat Chiyu yang ingin bunuh diri, "Aku tidak bisa menghentikannya.. Aku ingin menghentikannya, tapi.. Aku iblis.." pikir Rikuto yang ingin mencoba menyelamatkan Chiyu.

Chiyu mulai menjinjit dan memasukkan kepalanya ke dalam tali yang telah disimpul ke atas ventilasi pintu kamarnya.

"Zrasshh!!" tiba-tiba tali Chiyu tertebas dan putus dan membuat Chiyu terjatuh dan pingsan.

"Kenapa kau tidak menghentikannya?" tanya Honoka yang ternyata menebas tali itu.

"Tidak ada alasan bagi iblis untuk menghentikan orang yang bunuh diri.." jawab Rikuto yang agak lega.

"Dasar iblis.." gumam Honoka, "Tapi, kenapa Chiyu?"

"Aku mencium bau iblis di sini.." jawab Rikuto.

"Tuan, 150 orang telah bunuh diri dengan jumlah yang sama.." ucap Biblica yang dalam wujud agenda hitam. "Sekarang sudah meningkat menjadi 250 orang.."

"Peningkatannya cepat sekali.." ucap Honoka.

"Kematian..? Bunuh diri?" gumam Rikuto.

Rikuto langsung mencari sesuatu di kamar Chiyu dan Rikuto langsung memegang buku manga yang tadi ia beli bersama Chiyu.

"Aku tahu siapa penyebabnya.." gumam Rikuto yang langsung memegang lehernya, "Seandainya rantai ini terlepas.." pikir Rikuto.

Kamar Chiyu lama-kelamaan semakin gelap dan gelap. Rikuto dan Honoka menjadi tidak bisa melihat apapun. Dari balik tiang listrik di dekat rumah Chiyu terlihat seorang gadis sedang tersenyum sambil melihat ke arah kamar Chiyu lalu menghilang.

"G-gelap.." ucap Honoka.

Di depan Rikuto dan Honoka muncul sebuah sosok menyeramkan dan hitam besar.

"Gehehehe.. Rasanya menyenangkan sekali bermain-main dengan kalian.." ucap sosok hitam besar itu.

"K-kau.. Kenapa kau tiba-tiba muncul di depanku?" tanya Rikuto.

"Pengkhianat sepertimu tidak perlu banyak bicara.. Ah, tidak.. Sebenarnya memang sudah rencanaku untuk membuatmu menjadi pengkhianat neraka.."

"Astaroth, dia siapa??" tanya Honoka.

"Dia.. Dia adalah Satan.." jawab Rikuto singkat.

"Oh ya, aku yang membunuh pacarmu yang bernama Rikuto itu.." ucap sosok besar yang ternyata Satan itu.

"A-apa..?" gumam Honoka pelan yang agak shock.

"Jangan, Honoka!! Dia hanya memancingmu!! Jangan melawannya!!" bentak Rikuto.

Honoka hanya diam sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Apa maksud kedatanganmu ke sini??" tanya Rikuto.

"Maksud kedatanganku??" tanya Satan, "Aku hanya memberi tahu pada kalian kalau permainan ini sudah dimulai, kini sudah dua game yang sudah aku munculkan, tapi kalian belum menyelesaikan satupun.."

"Aku akan menyelesaikan game ini.." ucap Rikuto, "Setelah itu aku akan kembali ke neraka dan kau akan membayar semuanya!!"

"Hahahahaha.. Aku akan menunggu saat itu, tapi sebelum saat itu tiba, aku akan membuat tak satupun yang akan tersisa di bumi .. Hahahahaha..."

Satan menghilang dan suasana kamar Chiyu kembali menjadi normal. Honoka masih diam.

"Ayo pulang, sebelum Chiyu sadar.." ucap Rikuto yang membaringkan Chiyu yang pingsan di tempat tidurnya.

Keesokan harinya, Rikuto membolos sekolah tanpa sepengetahuan Honoka dan pergi ke suatu tempat.

"Di sini kah?" pikir Rikuto saat berdiri di depan kedai es krim. Rikuto masuk ke dalam kedai itu dan clingukan mencari seseorang. "Kau yakin di sini tempat dia biasanya?" bisik Rikuto pada buku agenda hitamnya.

"Iya, tuan.." jawab agenda hitam Rikuto.

Rikuto berjalan ke sisi kanan kedai itu dan melihat seorang gadis dengan rambut yang diikat dua twintail dan memakai sweater pink sedang memakan semangkok es krim. Rikuto mendekati gadis itu.

"Umm.. Akemi Himemoto?" tanya Rikuto.

Gadis itu terkejut dan langsung tersedak, "Uhukk.. Uhukk..."

"Maaf... Aku salah orang ya?" tanya Rikuto.

Gadis itu langsung meneguk air minumnya, "Kamu gak salah kok.." jawab gadis yang bernama Akemi Himemoto itu, "Aku cuma kaget ada orang yang tahu nama penaku.." (nama pena= semacam nama yang digunakan untuk penulis surat, cerita, atau komik.. biasanya nama samaran)

"Kamu.. Pembuat manga yang berjudul Death Manga itu?" tanya Rikuto.

"Iya.. Kamu tahu dari mana?" tanya Akemi.

Rikuto langsung menarik tangan Akemi dan menatapnya tepat di depan muka Rikuto.

"Tidak ada bau iblis atau tanda-tanda noda iblis.." pikir Rikuto yang langsung menjauh dari Akemi.

"Apa kau.. Membuat kontrak dengan iblis?" tanya Rikuto dengan serius.

"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti.." jawab Akemi.

"Apa kau tahu? Orang-orang yang membaca manga buatanmu semuanya bunuh diri sesuai dengan alur cerita yang kau buat.." ucap Rikuto.

"Memangnya kenapa?" tanya Akemi dingin, "Bukankah bagus kalau begitu?"

"Apa?" Rikuto bingung.

"Aku benci manusia, termasuk diriku sendiri.. Manusia egois, sombong, mereka suka mendiskriminasi.. Mereka terlalu sok tahu, manusia selalu menyalahkan, selalu merasa paling benar.. Oleh karena itu aku membuat Death Manga dan aku berarap apa yang aku buat itu menjadi kenyataan untuk memusnahkan manusia.." jawab Akemi.

"Itu hal yang seharusnya dilakukan oleh iblis.." sambung Rikuto.

"Aku iblis!!" bentak Akemi, "Mereka selalu menyebutku iblis, mereka selalu membenciku, aku selalu kehilangan orang yang berharga untukku.. Semakin aku menyayangi mereka, mereka semakin membenciku.. Dan saat aku membuat mereka marah mereka mencelaku, menyebutku iblis, binatang, mereka yang menodai hatiku dengan kata-kata kotor mereka.. Aku benci manusia!! Aku benci!!"

"Kau bukan iblis.." ucap Rikuto, "Kau juga bukan malaikat, kau bukan binatang atau tumbuhan.. Kau manusia, dan itulah kenyataanya!!" bentak Rikuto. "Kau hanya manusia yang menyedihkan.. Tapi jika kau benar-benar berpikir seperti yang kau katakan, itu berarti kau kesepian.."

"Aku tidak kesepian!! Aku.. Aku cuma ingin membunuh manusia sebanyak apapun yang aku inginkan!!!" teriak Akemi dan di belakang Akemi muncul iblis tinggi dan hitam dengan rantai di leher iblis itu.

"Sudah kuduga, dia membuat kontrak dengan iblis.." pikir Rikuto yang langsung mengubah agenda hitamnya menjadi pedang hitam besar.

"Tidak akan kumaafkan!!" teriak Akemi.

Iblis besar di belakang Akemi mulai maju menyerang Rikuto. "Graaaaoooww!!!"

"Rasa benci itu tidak ada gunanya!!" teriak Rikuto yang menebas iblis itu namun pedangnya tidak dapat melukai iblis itu.

"Kulitnya keras, sepertinya gadis itu benar-benar sangat membenci manusia karena iblis ini terlalu kebal.." pikir Rikuto.

"Sadarlah!!!" teriak Rikuto, "Kau akan jatuh ke dalam kegelapan jika seperti ini caranya!! Ada orang yang peduli denganmu!! Jika keluargamu tidak peduli denganmu, dan orang yang kau sayangi juga tidak mempedulikanmu, kau masih punya mereka!!! Orang yang memencimu juga!! Dan orang yang kau benci juga!!! Tanpa mereka, hidupmu tidak akan pernah berwarna.."

Akemi terdiam dan mulai meneteskan air mata.

"Tidak ada gunanya saling membenci, karena manusia tidak pernah ada yang benar!! Manusia bukan iblis.." lanjut Rikuto.

"Suatu saat kau akan bertemu dengan orang yang dapat menghapus semua kebencian itu.. Mungkin bisa jadi orang yang kau benci, dan bisa juga orang yang membencimu.." ucap Rikuto yang berhasil menebas iblis kontrakan Akemi.

"Ingatlah.. Jika orang menyebutmu iblis, kau harus tetap percaya pada dirimu kalau kau itu manusia.."

"A-aku mengerti.." jawab Akemi.

Sebuah bola besar berwarna hitam muncul dari punggung Akemi.

"ARRRRGGGHHHTT!!!! GRRROOOOOWWW!!!!"

"Itu inang iblisnya..." Rikuto langsung menusuk bola hitam di punggung Akemi dengan pedang hitamnya.

"Wuzzhh.." bola hitam itu lenyap seketika.

"Hiduplah seperti manusia pada umumnya.. memang tidak salah kau membenci.. Tapi, jika kamu membenci manusia, sama saja kau mebunuh mereka.." ucap Rikuto.

"Rikuto!!!" tiba-tiba Honoka berlari ke arah Rikuto.

"Gawat.." ucap Rikuto yang melihat Honoka dan lari.

"Aku pergi dulu!!!" teriak Rikuto pada Akemi

< align='center'>- - - E N D - - -</div>

Akhirnya berhasil kuselesaikan dengan jurus 'Power of Kepepet' :'v Selamat membaca dan jangan lupa membaca Cerita Karagan D'EVIL :D Untuk berikutnya aku akan membuat cerita karangan baru yang akan rilis di awal tahun baru.. Selamat Natal dan Selamat memperingati Hari Maulid Nabi!!! :3

Takashi Draylus
2018-01-06 10:29:39
Rikuto nya mengamuk!
Author Of Pain
2017-06-17 21:32:06
Selamat natal... #plakk ini bulan juni woy
Zen Kureno
2017-04-20 11:54:56
itu rikuto iblis atau malaikat sih manusia yang jahat kok bisa tersadar hem
Alien Queen
2017-02-14 17:08:22
wah jika manusia mati sebanyak itu setiap harinya, itu perubahan besar.
Shin Zahara
2016-08-08 09:46:57
Hmmm.... Bukannya ada 2 game ya? Ehh, tapi maksudnya apa gitu??
Rita En
2016-08-08 05:23:56
Keren! Eh tapi, took buku apa? Toko buku kah maksudnya?
Haise Hana
2016-06-23 20:45:44
adegan actionnya keren...
Akimoto Salman
2016-02-17 15:04:02
Wew Death
Shineria of Life
2016-02-08 12:40:32
baru tau setelah baca gado2.. Kata2 rikuto menyentuh bget ya..
Sena Lightspeed
2016-01-23 12:21:12
Hidup neng fuyuki
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook