VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
"HACHIKO" Shiromi

2015-09-06 - China Musume
164 views | 12 komentar

"Aku benci menunggu.. Tapi aku.. Menunggu.."



-------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------

"Hachiii!!!!" teriak seorang gadis dari jauh gerbang sekolah.

"Berisik!! Pagi-pagi kau sudah berisik sekali, Shiromi..." jawab seorang pemuda tinggi tampan yang bernama Hachi.

"Heheh.. Memangnya aku salah??" Shiromi yang kini berada di samping Hachi langsung merangkul Hachi, " Sahabat kecilku kini sudah jadi salah satu Titan yaa..." ucap Shiromi yang merangkul Hachi sambil menjijit.

"Titan katamu?!" Hachi merasa tersingung, " Itu kan salahmu sendiri yang tumbuh ke samping.. Tumbuh itu ke atas, bukan ke samping!!" balas Hachi sambil menjulurkan lidahnya pada Shiromi yang memang bertubuh pendek sedang dengan wajah yang chubby.

"Kau sudah mulai pintar meledekku ya..." ucap Shiromi yang langsung menjewer telinga Hachi.

"Adu-duhh... Udah dong aku kan cuma bercanda..." pinta Hachi yang teinganya memerah.

"Ayo masuk.. Kalau tidak, kita akan ketinggalan pelajaran kita..." ucap Shiromi.

Shiromi pun langsung menarik tangan Hachi dan langsung berlari memasuki kelas musik yang kosong. Shiromi membuka piano dan mulai memainkannya.

"Kau mau dengar lagunya siapa, Hachi??" Shiromi selalu menanyakan hal itu pada Hachi setiap ia hendak memainkan lagu pertama dengan piano.

"Hari ini aku ingin dengar lagunya Mozart.." jawab Hachi. Shiromi langsung memainkan salah satu lagunya Mozart.

Hachi dan Shiromi telah bersahabat sejak kecil, namun mereka sempat terpisah jauh karena Shiromi harus pindah ke kota sebelah. Kini mereka bisa bertemu di kampus yang sama meskipun rumah mereka masih berjauhan. Mereka datang ke kampus ini dengan menggunakan kereta yang berbeda, tetapi tiba di stasiun yang sama. Shiromi mengambil jurusan musik di kampus ini sedangkan Hachi mengambil jurusan teknik fisika.

"Shiromi.." panggil Hachi.

"Apa, Hachi?" sahut Shiromi yang langsung berhenti bermain piano.

"A-aku menyukaimu dari dulu.. Ja-jadilah pacarku.." ucap Hachi dengan wajah yang merah dan suara yang gagap.

"Ahahaha... Kau sekarang pintar melawak ya, Hachi..." Shiromi malah tertawa terbahak-bahak.

"Aku serius!!!" Hachi mulai kesal.

"Aku mengerti.." ucap Shiromi, " Aku juga menyukai Hachi.." Shiromi menatap Hachi dengan serius, " Jadilah sahabatku selamanya, Hachi..."

"Ya?" Hachi terlihat sangat bingung sampai melongo, " Sudahlah, lupakan.. Aku pergi ke kelasku dulu ya.." Hachi langsung keluar dari ruang kelas musik dan pergi menuju ruang kelas teknik fisika.

"Apa yang aku katakan?? Aku bodoh! Aku bodoh!!" ucap Hachi dalam hati.

"Hachi!!!" Shiromi menarik baju Hachi dari belakang, " Maaf, aku tadi hanya bercanda.. Aku juga menyukaimu.. Dan aku mau jadi pacarmu.."

Wajah Hachi semakin memerah begitu mendengar perkataan Shiromi.

"Nanti kita jalan bareng ya.. Aku tunggu di stasiun.." ucap Shiromi yang masih tersipu sambil berlari memasuki ruang kelasnya lagi.

Sambil duduk dan bersenandung di bangkunya, Shiromi membuat sebuah lirik lagu.

"Karna tuk pertama kalinya.. 'Kan ada musik, 'kan ada cahaya.. Untuk pertama kalinyaku 'kan berdansa sepanjang malam.. Entah kuterlalu gembira atau menggebu.. Tapi kurasa mungkin begitu.. Karna tuk pertama kalinya.. Ku tak akan sendirian..."

"Hei, pagi-pagi udah nyanyi-nyanyi sendiri..." tiba-tiba dari belakang Shiromi muncul seorang gadis yang mengagetkannya.

"Ha-Haruka?!! Kau mengagetkanku!!" seru Shiromi yang hampir jantungan.

"Jadi siapa cowokmu? Jangan bilang kalau dia Hachi..." tanya Haruka.

"Memangnya kenapa kalau dia Hachi??"

"Jadi benar ya dugaanku.." ucap Haruka sambil menepuk jidatnya, " Bukan masalah.. Selamat ya.."

"Iya!!" Shiromi langsung memeluk Haruka.

"Uhukk!! Aku tidak bisa bernapas!!"

"Maaf.. Hehehe..." ucap Shiromi.

"Shiromi.. Hidungmu.." ucap Haruka sambil menunjuk hidung Shiromi yang mimisan.

"Eh?! A-aku baik-baik saja..." ucap Shiromi.

"Apa kau yakin??" tanya Haruka.

"Iya... Tenang saja.." jawab Shiromi.

Sepulangnya dari kampus, Shiromi menunggu Hachi yang pulang lebih lama di stasiun.

"Hmm... Sekarang masih musim dingin.. Beberapa hari lagi tahun baru.." gumam Shiromi. Tak lama kemudian Hachi datang dan menghampiri Shiromi.

"Maaf membuatmu menunggu.." ucap Hachi sambil membungkukkan badannya.

"Tak apa-apa kok.. Ayo jalan-jalan.." ajak Shiromi.

Mereka jalan-jalan, makan bersama dan pergi ke taman bermain bersama. Begitu pun hari demi hari, Shiromi terus menunggu Hachi yang pulang lebih lama di stasiun.

Haruka yang juga sahabat karib Shiromi merasa jarak yang sangat jauh telah terbentang antara dirinya dan Shiromi begitu pun dengan keluarga Shiromi. Hingga pada suatu sore, pada saat Hachi pulang dan tiba di stasiun, Shiromi tidak terlihat di stasiun.

Hachi mengira kalau Shiromi akan datang terlambat dan menunggunya hingga sampai larut malam. Namun, Shiromi tak kunjung datang. Rasa khawatir dan marah bercampur aduk dalam hati Hachi.

Keesokan harinya, Hachi bertemu Shiromi di kampus dan Shiromi meminta maaf karena telah pulang terlebih dahulu tanpa memberi tahu Hachi. Tetapi Hachi merasa sangat marah.

"Maafkan aku.." ucap Shiromi dengan nada yang penuh penyesalan.

"Kalau tahu begitu kemarin kan bisa kasih tahu aku dulu!!" bentak Hachi.

"Maaf.. Kemarin aku.."

"Udah, gak usah banyak alasan!!" bentak Hachi sekali lagi yang langsung berjalan pergi dari Shiromi.

Haruka melihat pertengkaran antara Shiromi dan Hachi, tetapi Haruka segan untuk menyapa Shiromi atau membantu Shiromi.

Sepulangnya dari kampus, Shiromi menunggu Hachi di stasiun seperti biasanya sambil membawa sebuah kotak yang dihias pita.

"Kuharap dia senang dengan hadiah tahun baru yang aku siapkan ini.." pikir Shiromi.." Uhukk uhukk.." Shiromi terkejut karena dari batuknya keluar sesuatu yang berwarna merah-merah, yaitu darah.

Hachi yang merasa jengkel ternyata datang ke kampus dengan sepeda motor barunya dan pulang dengan sepeda motornya. Dengan rasa marah dan kebencian, Hachi pulang dengan kecepatan penuh dan." BRAKK!!".

"Untuk terakhir kalinya.. Kududuk di tempat ini... Untuk terakhir kalinya.. Kuingin melihatmu.." ucap Shiromi yang sambil setengah bernyanyi di bangku stasiun.

Saat itu Hachi dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Sementara Shiromi masih duduk menunggu di bangku stasiun.

"Shiromi.." tiba-tiba seseorang memanggil Shiromi. Shiromi terkejut dan langsung melihat ke orang yang meanggilnya.

"Ha-Haruka..??" Shiromi agak terkejut.

"Kenapa kau duduk di sini?? Lihat, kau pucat sekali!!" Haruka agak panik setelah melihat darah di telapak tangan Shiromi, " Jangan bilang kalau kau baik-baik saja!!"

"Aku masih mau di sini.." gumam Shiromi.

"Kau sakit!! Aku akan mengantarmu pulang!!" Haruka langsung menarik tangan Shiromi dan masuk ke dalam kereta.

Keesokan harinya, Shiromi tidak bertemu dengan Hachi. Shiromi pergi ke kelas Hachi, namun tak seorang pun yang tahu di mana Hachi berada. Setiap sore Shiromi menunggu Hachi di stasiun, namun Hachi tak kunjung datang.

Pada suatu hari, Hachi datang ke kampus dengan tangan yang disangga kain karena patah tulang.

"Hachi, kau dari mana saja?? Kenapa tanganmu??" tanya Shiromi yang sangat panik.

"Bukan urusanmu.. Kita putus.." ucap Hachi yang langsung pergi.

"A-apa...?"

Sejak saat itu, Hachi tak pernah terlihat lagi dan meskipun begitu Shiromi masih duduk di stasiun hingga malam. Haruka yang sudah beberapa kali melihat sahabatnya itu ikut merasa sedih dan langsung menghampiri Shiromi.

"Untuk apa kau menunggu orang yang tak akan kembali lagi??!" tanya Haruka, " Hachi sudah mati!!"

"Apa maksudmu??" Shiromi kebingungan sekaligus terkejut saat mendengarnya.

"Hachi telah mati kan?? Dirimu yang di dalam hatinya telah dia bunuh!! Dan sekarang dia yang di dalam hatimu telah mati.." jelas Haruka, " Tak ada orang yang mau menunggu orang yang tak akan kembali bukan?"

"Haruka... A-aku mengerti.." ucap Shiromi, " Kau benar, dia telah mati... Dia bukan Hachi yang kukenal.. Dia Hachi yang lain..." lanjut Shiromi.

"Jadi kau tidak perlu setiap hari duduk di sini lagi.." ucap Haruka.

"Aku ta.. Hu.." tiba-tiba Shiromi tak sadarkan diri.

"Shiromiii!!!!" teriak Haruka.

Pada saat itu, Shiromi menghembuskan napasnya yang terakhir dan di tangannya terdapat secarik kertas yang bertuliskan, " Untuk yang terakhir kalinya.. Kan ada keajaiban, kan ada kebahagian.. Tapi untuk yang terakhir kalinya.. Aku tak sendirian.. Dan aku tahu kalau ini gila.. Untuk bermimpi menemukan cinta.. Untu terakhir kalinya.. Aku tahu ini semua mengakhiri hari esok..."
.
__
E
__
N
__
D
__
.
Note: Terima kasih telah membaca." HACHIKO" Shiromi.. <(") Maaf kalau ceritanya gaje atau buat pusing pembaca... :'v Cerita ini terinspirasi dari film Hachiko dan Frozen.. <(") Perpaduan insirasi yang gak nyambung ya... :'v ceritanya uga gak nyambung dan pasti alurnya kecepetan..._.
Oke deh.. Sekian dan Salam Gaje!!! <(") Mohon maaf apabila ada persamaan nama, kisah, atau pengalaman karena ini hanyalah cerita fiksi belaka :v //Initial F.Z//

Author Of Pain
2017-06-14 10:10:51
Yah, endingnya kok gini sih? menyedihkan.
Alien Queen
2017-01-29 16:54:19
Kukira tentang cerita yang itu.
Lord Athem
2016-01-23 14:26:13
missy numpang liat2
Chiba Michiko
2016-01-20 10:57:04
keren..
Phantom Alicia
2015-09-27 15:29:59
Gak mirip frozen tuh jiah langsung mati
Hime Locksene
2015-09-21 09:01:07
Buat yng lebih sad donk. Udah ntiapin tissue nih. Ceritanya bagus. Lumayan bikin saya narik nafas kirain mau banjir nih mata tapi gak jadi.
Nurul huda linnas
2015-09-21 06:38:12
Agak kcepetan sih, mw siap-siap nangis tiba" udh end. But, ttap kren kok. Great job *plok* *plok*
sineconyan
2015-09-16 05:38:19
haruka emang sahabat yg baik :'3
Prince Alvin
2015-09-14 00:49:13
Wow, berakhir juga dengan happy ending...
Sunrise
2015-09-06 17:51:28
Anonim ternyata bisa kirim cerita. < kalimat yang terucap dalam hati pas lihat pengarangnya. :'v
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook