VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
The Next World Chapter 18

2017-11-03 - Adam Beneath Us > The Next World
41 views | 5 komentar

"...."

Saat ini, entah kenapa hawa situasi terasa sangat panas, itulah yang kurasakan sekarang pada Jared. Malam ini sudah tepat pukul 1, anggota yang tersisa dari misi sudah kembali pulang. Hanya ada Jared, Mark dan James, hanya mereka bertiga yang selamat.

.

.


The Next World Chapter 18 - The Dead of Their Friend
Penulis : Adam Beneath Us

Aku dan Stewart barusaja kembali, namun ketika kembali, inilah yang terjadi didepan kami.

"Apa yang terjadi pada Daniel?" tanyanya kepada Mark dan James.

Bisa kulihat perubahan raut muka Mark maupun James, sepertinya agak takut melihat Jared meninggikan nada bicaranya. Stewart yang telah kubaringkan di ranjang klinik juga merasakan hal yang sama.

"Mark?" Jared menepuk bahu Mark.

"Jared, maafkan kami. Daniel mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kami berdua. Kami tak tahu harus berkata apa lagi selain itu, maafkan kami..." James menimpali pertanyaan Jared buru-buru.

Ekspresi Jared berubah drastis.

Aku tak tahu apa yang ada dibenaknya sekarang ini. Aku juga agak terkejut mendengar itu dari James. Daniel dan aku memang tak terlalu dekat, tapi tetap saja kabar ini membuat dadaku sesak.

"Astaga..."

Jared menjambak rambutnya sendiri, terlihat frustasi. Aku mencoba menenangkannya.

DRUAKK!!

Jared menendang meja dengan begitu keras.

Ini adalah pertama kalinya aku melihat Jared semarah ini.

Dr Cid masuk membawa peralatan medis. Cid menyuruh kami berdua keluar selagi dia merawat luka Mark, James dan Stewart.

"Jared, ayo keluar..." ucapku.

Dia berdiam didekat meja yang baru saja ia tendang. Matanya memicing melihat helm milik Mark yang tergeletak di sana. Raut mukanya kembali berubah.

Dia berbalik memandang Mark yang sedang dirawat Cid. Tiba-tiba entah mau apa, Jared mengambil tas medis yang baru dibawa Cid dan membuangnya keluar ruangan. Aku cuma melihat itu di pintu dengan heran.

"Jared, kau mau apa?" tanyaku, namun dia mengabaikannya.

Cid hendak keluar untuk memungut tas itu setelah dia memarahi Jared. Dan ketika itu, pintu kaca itu ditutup dan dikunci oleh Jared dari dalam. Didalam ruangan klinik sekarang, hanya ada Jared, Mark, James dan Stewart.

"Eh?" astaga, apa yang akan dilakukan Jared? "Hey, Jared! Apa yang kau lakukan?! Hey! Buka pintunya!"

Aku memukul-mukul pintu itu tapi Jared tak mengindahkanku. Aku langsung berteriak pada Cid dan menyuruhnya mengambil kunci cadangan.

"Jared! Hentikan itu!" teriakku, "Jared!!!"

Teriakanku memancing para prajurit mendekat. Ruangan medis itu dikelilingi oleh para prajurit seketika. Entah setan apa yang sedang merasuki Jared, tiba-tiba dia berkelahi dengan Mark dan James didalam sana, Stewart yang tak bisa berbuat apapun hanya berbaring diranjangnya. Dan yang bisa kulakukan hanyalah menyaksikannya lewat pintu kaca ini.

"Jared!!" aku memukul-mukul pintu itu lebih keras, kalau terus dibiarkan, situasi akan sangat kacau!

DUAKK!!

Jared memulai perkelahian dengan mereka berdua. Awalnya, ia hanya baku hantam dengan Mark saja, tetapi James yang mencoba melerai, berakhir dipukuli oleh Jared. Ia akhirnya berkelahi melawan mereka berdua, menghajar mereka tanpa ampun. Sekeras apapun mereka berdua mencoba mengalahkan Jared, Jared dua kali lebih bertenaga untuk mengalahkan mereka.

"Sial, Jared. Hentikan! Kau bisa membunuhnya!!"

"HAAHHH!!"

Teriakan Jared yang penuh emosi menggelegar. Bersamaan dengan itu, kakinya yang bersepatu boot menginjak kepala James. Dengan sangat keras. Suara krak terdengar cukup jelas.

Jared menghampiri Mark yang tak berdaya. Ia langsung membantingnya hingga membuat meja hancur terbelah, sebuah bantingan yang sangat luar biasa kuat.

"Snow! Tangkap kuncinya!" Cid berteriak sambil melempar kunci cadangan itu padaku.

Dia datang bersama Maggie...

Sial kau, Cid, kenapa lama sekali?!

"Jared, hentikan itu, kumohon!" aku langsung mencoba buka pintu itu dengan buru-buru.

"Astaga, apa yang dilakukan Jared?" simpan pertanyaanmu untuk nanti Maggie, aku juga tak tahu kenapa!

KLAKK!

Aku berhasil membuka kuncinya...

"Jared, hentikan sekarang jug--"

DUAKK!!

Baru sekian inchi pintu itu kubuka. Jared menendangnya dengan keras dan membuat kepala Maggie yang tepat disampingku terbentur.

"Maggie!"

Teriakanku dan Stewart keluar bersamaan.

Prajurit-prajurit lain segera masuk dan melerai Jared. Aku membantu Maggie berdiri. Ia memar.

"Maggie, ambil ini..." aku memberinya sapu tangan, "Dahimu berdarah..."

"Terima kasih..." ucapnya, tanpa menunjukan ekspresi apapun.

Tepat setelah dirinya dilerai. Jared langsung pergi tanpa sepatah katapun setelah menggila barusan. Meninggalkan Mark dan James yang harus dirawat intensif akibat kejadian ini...

...

Aku dan Maggie berada diruangan kesehatan wanita. Aku membantu merawat dahinya yang terluka.
Membantu membalutkan dahinya dengan perban, dia diam saja selama itu.

Aku tahu alasannya. Bukan karna dia merasa sakit karna kejadian tadi. Dia terus diam begitu karna apa yang kukatakan padanya tentang Daniel beberapa saat yang lalu. Walau Maggie tak menangis, aku yakin perasaannya sudah tak karuan saat ini. Aku memilih untuk tak menganggunya.

"Nah, sudah selesai.."

"Thanks, Liz..."

"Sama-sama..." balasku.

Dia duduk didekatku sembari mencoba bersikap biasa saja. Itu gagal, matanya yang merah membuktikan dia akan menangis sebentar lagi..

"Maafkan aku, Mag..."

"Tidak apa-apa..." potongnya, "Aku tahu hari seperti ini pasti akan terjadi. Hari dimana aku akan kehilangan orang-orang yang kusayang. Sudah terjadi hari ini jadi tak perlu meminta maaf..."

Uh, mataku terasa basah.

Aku mengenggam tangannya. Berharap dia sedikit tenang.

"Aku sudah merobek surat yang dia berikan..." Maggie sesenggukan, menunduk dan kudengar dia makin terisak, "Apa yang harus kukatakan pada ayahnya? Ibunya? Seluruh keluarganya? Aku benar-benar tak tahu harus apa, Liza..."

Air matanya tumpah. Aku langsung bangkit dan memeluknya erat.

"Kau pasti bisa, Maggie. Aku selalu ada untukmu..." bisikku.

"Terima kasih..."

...

Aku baru bangun dari tidur setengah jam yang lalu, tepatnya pada jam 5 pagi. Biasanya di kampung halamanku, aku akan pergi berkeliling kompleks untuk jogging bersama Juno. Tetapi, aturan ditempat ini sangat ketat. Prajurit tidak boleh keluar dari Headquarter sebelum pukul 06.30, karna itulah aku hanya bisa berkeliling disekitar HQ saja.

Ketika aku melewati ruangan Pak Braddock, aku melihat Jared disana. Sedang berbincang dengan beberapa orang, Jason, beserta beberapa perwira berpangkat tinggi lainnya. Aku hanya bisa menebak kalau meeting itu ada kaitannya dengan insiden malam 'penuh darah' waktu itu.

"Mark dan James telah dipindah ke Rumah Sakit khusus di Royal Colony. Makan biaya cukup banyak untuk membantu Mark memulihkan lengan kanannya yang nyaris patah total itu, tak jauh berbeda dengan wajah James..." Braddock berdiri bersidekap pada Jared yang duduk dihadapannya, "Bisakah kau katakan apa yang jadi pembelaanmu sebelum kau mendapat hukuman, Jared? 15 prajurit terpilih Kelas B, gagal dalam misi, 9 tewas, 4 selamat, dan dua orang terluka parah karna dipukuli rekannya sendiri?"

Jared cuma diam tak menjawab,

"Kau menghajar mereka tanpa alasan, huh? Inikah talenta berbakat yang kau katakan padaku, Jason? Dia punya bakat mengirim orang ke rumah sakit. Kudengar gadis Breckenridge juga terluka karna ulahnya." Kolonel Blitz menyambung.

"Aku tak peduli soal pendapatmu, orang tua." Jared membalas.

"Apa katamu?!"

"Kau benar-benar tak ingin memberitahu alasanmu melakukannya, Mr Comstene?" Kolonel Rudolf melerai.

"Mereka membuat temanku terbunuh..." Jared menjawabnya. "Kurasa alasannya cukup jelas buat kalian."

"Oh ya?"

"Ya... Helm yang di miliki Mark, itu adalah helm milik Daniel Gricche. Salah satu anggota dari Team Jason. Aku bisa mengetahuinya begitu melihatnya sekilas..." sambung Jared lagi, "Aku tau Mark merampasnya dari Daniel demi menyelamatkan dirinya sendiri. Karna itulah aku menghajar dia dan James. Masih untung mereka belum mati, lain kali mungkin aku akan mematahkan leher mereka."

What? Jared mengatakan kalimat sekejam itu? Apa aku salah dengar?

"Kau menggunakan alasan kematian Daniel sebagai pembenaran atas aksimu untuk membunuh mereka, J?" Jason buka suara.

"Daniel meninggal, Jas. Apakah kau tak peduli soal itu?" Jared langsung menyambarnya.

"Aku punya banyak teman disini, J. Aku menganggap kalian semua sebagai keluargaku, termasuk kau juga. Jadi, jangan pernah berfikir aku tak merasa sakit kalau harus kehilangan salah satu dari kalian. Dan tindakanmu itu, kau benar-benar kelewatan, setelah Daniel dan yang saudara-saudaraku lainnya meninggal, kau mau membunuh Mark dan James, dua anggota keluargaku juga? Apa kau merasa yang kau lakukan itu benar? Kau sedang tidak mabuk, bukan?"

"Tidak juga. Aku tahu apa yang kulakukan itu salah. Aku 100% bersalah. Karna itu, aku meminta maaf, maaf tapi aku tak menyesal.." Jared berdiri, "Silahkan hukum aku sesuka kalian.."

Dan tiba-tiba...

BUAKK!!

Jason langsung memukul Jared.

"Sesuka kami, ya?"

"WAA!" aku memekik kaget.

Bisa kulihat Jared langsung roboh di lantai. Ketika itu, Jason kembali melayangkan pukulan ke pelipisnya. Kemudian menendang perut Jared dengan keras. Braddock dan yang lainnya hanya diam saja. Bersidekap tenang seakan sedang menyaksikan aksi teater.

"Ukh..." Jared melenguh,

Jason menggapai kerah kemejanya, "Aku memperbolehkanmu melawan balik, bukan menerima seranganku, Jared. Lawanlah aku."

"Hey!!"

Aku memberanikan diri untuk masuk kedalam dan menghentikannya. Aku berdiri diantara Jared dan Jason selagi dipandangi dengan heran oleh Pak Braddock dan yang lainnya.

"Hentikan, sudah cukup..." pintaku pada Jason.

"Liza, menyingkir." timpalnya,

"Sudah cukup!!' bentakku, "Jared sudah terluka, tak perlu menghajarnya lebih jauh!"

"Kau tahu apa yang terjadi pada Mark dan James?"

"Aku tahu, tapi--"

"Snowy. Minggirlah seperti yang dia bilang." Jared memotong.

Aku menoleh kearahnya. "Aku paham apa yang kau rasakan."

Dia terdiam memandangku.

"Orang ini menantangku berkelahi. Kalau kau paham apa artinya, maka menyingkirlah."

Jared menatap Jason dengan penuh benci. Sementara Jason hanya memandang kami berdua datar.

"Tidak, kau tidak perlu melakukan itu." ucapku.

Jared menghampiriku.

Dan tiba-tiba...

Ia menghantam keras tengkukku, membuat kesadaranku hilang dalam sekejap.

Tbc


Bersambung ke The Next World Chapter 19

Alien Queen
2017-11-25 12:08:44
Oh jadi kejadiannya seperti itu, ternyata emang kelewat.
Bocah Redoks
2017-11-05 15:14:38
Jadi Jared marah karena janji yg tidak bisa d tepati. Padahal keadaan ny memang yg membuat seperti itu
Yukki Amatsu
2017-11-03 20:13:11
Jared tertekan bgt tuh kayaknya aku jadi ikut baper
Bocah Redoks
2017-11-03 19:20:01
Ada masa lalu apa sebenarnya
Sqouts Shadows
2017-11-03 17:34:05
Ditunggu chapter berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook