VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
The Next World Chapter 17

2017-10-25 - Adam Beneath Us > The Next World
50 views | 6 komentar | nilai: 10 (1 user)

Flashback on : Setengah Jam Sebelum Misi

Sudut Pandang Liza

.

.

.

Tiap kali aku melihat jam dinding. Perasaanku jadi tidak enak dan serasa mual dan ingin muntah. Apalagi, mengingat saat Daniel memberi surat 'perpisahan' buat Maggie beberapa saat yang lalu. Jadi, karna kondisi menyebalkan itu, aku memutuskan keluar ruangan sejenak, mencari udara dingin dan menenangkan diri. Mencoba agar tidak nervous.

"Apa kau memercayai kemampuan gadis itu, sir?"

Samar-samar suara Jackie terdengar. Telingaku naik, dan perlahan aku melangkah menuju sumber suara. Aku menempelkan telingaku pada pintu. Dan suara dari Pak Brad langsung terdengar.

"Ya, aku yakin dengan kemampuan Liza."

Sudah kuduga, mereka membicarakanku. Jackie dan Pak Brad.

"Dari pengamatanku, kurasa dia memang pantas untuk dikagumi. Dia punya daya tangkap yang bagus. Tapi kurang kreatifitas."

Pak Brad menjawab. "Itu bukan masalah utamanya. Seperti kataku tadi, Jack, jagalah gadis itu."

"Mengapa kau menyuruhku melakukan tugas seperti itu?" tanya Jackie.

"Kau pasti paham."

"Apa ada kaitannya dengan penelitiannya Doctor Cid?"

"Benar."

"Jika Snow memang sepenting itu. Kenapa kau tidak menempatkannya disuatu tempat yang aman, huh? Kau malah mengirimnya ke tempat dimana ia beresiko terbunuh."

"Crimson itu mengincar Liza."

"Kau tahu artinya kalau Crimson mengincar Snow, bukan? Snow akan terancam."

"Belakangan setelah Apoca-Day yang lalu, dia selalu muncul dititik yang biasa dilalui Team Jason. Itu artinya, Crimson memiliki suatu ketertarikan kepada Liza. Liza akan membuat Crimson keluar dari sarangnya, ketika itu terjadi, kau harus melindunginya, disaat yang sama, kau harus tangkap makhluk buas itu hidup-hidup."

"..."

"Kau mengerti?"

"Ya, pak."

Jadi itu tujuanku berada disini. Menjadi 'golden bait' agar Crimson menampakan diri.

.

.

.

Flashback : End



The Next World Chapter 17 - Investigation part 4 of 4
Penulis : Adam Beneath Us

.

.

DORR!! DORR!!

"Ukh..."

Aku terus bersembunyi di balik tembok itu. Sementara tembakan-tembakan itu terus dilakukan gencar kepadaku. Selama beberapa saat, kupikir aku benar-benar terjebak disini dan tak punya tempat untuk lari.

TEPP....

"GRRR..." sial, ada satu makhluk Fript mendekatiku.

Tembakan-tembakan tadi berhenti.

Aku bersyukur selama beberapa saat, dan tiba-tiba...

JDUAAKKK!!

Fript itu menerjangku, menyerangku dengan kakinya. Aku beruntung karna secara reflek tubuhku bergerak menghindar.

Fript itu memandangku.

"Apa-apaan ini..." gumamku tak percaya.

Aku menarik bokongku mundur. Dan Fript itu mendekat kepadaku, dia memasang kuda-kuda beladiri dan aku hanya bisa bengong disana. Ada dua hal yang kupikirkan sekarang, pertama, aku harus lari, dan kedua...

Makhluk apa ini sebenarnya?!! Dia menantangku berkelahi!!

"Aku tak pernah melihat Fript jenis sepertimu sebelumnya." ucapku, mungkin aku terlihat bodoh karna bicara pada makhluk yang sudah mati seperti ini.

Dia menjawabnya dengan geraman.

Aku bangkit berdiri, memasang pertahanan ala boxing, dan dia langsung menerjang.

DUAKK!!

Kakinya melayang cepat kearahku, aku menahannya dengan kedua tanganku dan membuatku terhuyung.

Tanganku langsung nyeri, "Sakit sekali, kukira kau mengajakku boxing..."

WUSHH!!

D-Dia tak memberiku waktu untuk berpikir! Lagipula, apa dia mampu berpikir?! Komplotan Crimson, kah?!

Aku menghindari tinjuan pertamanya, tapi gagal dengan tinjuan kedua. Pipiku terhantam keras.

"Uwaaa!!"

Aku terlontar. Beruntung aku menggapai sebuah pipa, kalau tidak aku pasti akan jatuh kebawah.

Stewart!

Dia ada dibawah sana! Aku melihatnya! Dia masih hidup, hanya armornya yang terkena damage.

"Stew!!" teriakku.

"Liza, larilah!" Stewart berteriak, ia terbaring dibawah sana.

Kakinya Stewart...

Aku terhenyak. "Stew, bertahanlah disana! Aku datang!!"

"Lari saja!!

Sial, aku tak mungkin melakukannya. Pertama-tama, aku memang harus menghabisi Fript tidak normal itu lebih dulu!

Aku berdiri, aku langsung berlari membabibuta kearah Fript itu persetan dengan strategi.

Aku bisa melihat Fript itu mengangkat bahu kirinya. Dia pasti mau melakukan pukulan straight lagi seperti tadi.

Tepat ketika jarak kami sekitar 2 meter. Fript itu menarik bahu kirinya. Kakinya menekan lantai hingga ia merunduk, dan dia mengayunkan tinju dengan tangan kanannya. Aku syok. Itu adalah,

Teknik Overhand!

BUAKK!!

Aku kurang perhitungan, overhandnya kena telak ke wajahku lagi. Aku terlempar untuk kedua kalinya.

"Sial, dia mantan petinju ya?" gumamku kesal.

Eh...

Aku baru sadar, dia tak berniat memakanku, tidak seperti kebanyakan Fript lainnya, dia hanya ingin menyerangku?

Tapi kenapa? Kenapa dia berniat menyerangku? Aku salah apa?

"Ouwh..."

Aku teringat, jadi kawanan Fript yang tadi kugiring menjauh bersama Stewart, Fript ini yang melakukannya! Dia sengaja membawa Fript dalam jumlah besar untuk menyerang The Saviours dikebun Woodgate, aku sangat yakin. Dia adalah Fript yang masih bisa berpikir seperti manusia. Makhluk ini pasti komplotan Crimson!

"Kau sangat jago belaridiri. Hei, kalau kau bisa bicara. Katakanlah sesuatu." ucapku sambil tersenyum meremehkan.

"GRRR..." Dia cuma menggeram.

Sia-sia saja, kurang kerjaan sekali.

Berarti, memang tak bisa dicegah lagi. Aku harus menghabisi makhluk ini jika ingin lari, atau dia akan mengejar dan menghabisiku. Itu artinya orang yang menembak Stewart tadi, adalah rekan makhluk ini? Sial, apa yang sebenarnya terjadi?! Aku bingung sekali.

"GRRR..." ah, dia mulai menyerang.

Sial, kemana perginya senjataku?

Aku memasang kuda-kuda Muaythai.

DUAKK!!

Aku menahan pukulan kerasnya. Dia memukulku lagi, namun aku berhasil menghindar ke samping. Tepat setelahnya, aku langsung menendang perutnya.

Dia terlempar beberapa meter kebelakang.

"Fuh... dia bisa berkelahi." gumamku. "Aku harus apa sekarang? Sepertinya dia akan sulit dihabisi jika tanpa senjata."

"GRRR..." dia berdiri lagi.

Aku kembali berancang-ancang.

Tiba-tiba...

BWUSSSHH!!

DAKK!!

Dia melempar pisau kepadaku.

Aku terhuyung hilang keseimbangan karna menghindarinya. Disaat bersamaan dia langsung mengambil kesempatan itu untuk menyerangku.

DAKK! DUKK! BUAKK!!

Kami saling jual beli pukulan.

"HEYAAAHH!!" teriakku kencang sembari melempar tinjuanku sekuat tenaga.

WUSSHH!!

Kepala makhluk itu menghindar, straight kanan full powerku cuma melesat diatas bahu kanannya.

Tepat setelah itu, makhluk menyebalkan itu menarik tangan kanannya yang mengepal. Dijarak sedekat ini, strateginya adalah overhand lagi? Itu memang teknik yang sangat krusial di posisi begini. Ini sangat tak masuk akal. Darimana Fript ini mempelajari semuanya?

Ah...

BUAKK!!

Aku menepis overhandnya dengan tangan kiriku. Aku langsung menggeser kakiku kekiri dan langsung menyikut dadanya keras. Aku langsung mundur dan menjauhinya.

"Hei.. katakan padaku!" bentakku.

Dia hanya berdiri disana sembari terus menggeram dan memasang kuda-kuda Muaythainya lagi.

"Kau bisa bicara, kan?! Apa kau salah satu dari 'whisperer' yang menyerang anggota kami didekat Houngarious?!! Katakan padaku!!" bentakku lagi, aku tak peduli dia bisa bicara atau tidak.

"GRRR...."

Dia menggeram lagi.

"Brengsek!" umpatku. "Jika kalian punya tempat persembunyian didekat Houngarious, aku pasti akan memburu kalian semua! Aku takkan membiarkan kalian menyakiti keluargaku! Dengar tidak?!"

"Snow! Sedang apa kau diatas sana?!" Stewart berteriak dari bawah sana.

Oh iya, dia belum tahu soal ini, ya?

"Stewart, tunggu aku disitu, okay?!" teriakku.

Aku tersentak ketika menyadari sesuatu. Senjata Stewart tidak ada didekat sini, itu artinya...

"Hehe..." aku dapat ide cemerlang.

Fript itu kembali berlari menyerang.

"Bagus, kemarilah..." gumamku.

BRUKK!!

Dia berniat menubrukku, sesuai yang kuharapkan.

"BERIKAN LEHERMU ITU!!" teriakku.

GREPPP!!

Aku mengapit lehernya diantara ketiakku. Tak lama berselang aku langsung menjatuhkan diriku, menuju ke tanah, 15 meter dibawah sana dan menyeret Fript sialan itu bersamaku.

"Matilah, brengsek!"

BRUUAKK!!

Aku menjadikan Fript sialan itu sebagai tumpuanku jatuh. Aku jatuh tepat disebelah Stewart.

"Apa-apaan ini?" Stewart kebingungan sekaligus terkejut.

Aku tersenyum, nampaknya Fript itu tidak sanggup bergerak lagi karna jatuh dari ketinggian begitu.

"Stewart, makhluk ini bisa berfikir." ucapku.

"Apa maksudmu?"

"Dia jago berkelahi. Aku berkali-kali terkena pukulannya barusan." jawabku, dia menatapku tak percaya.

"GRRR..."

Fript itu menggeliat.

Aku langsung bersiap. Kebetulan sekali nocta milik Stewart juga ada disini sesuai perkiraanku. Aku jadi bisa mengantisipasi hal ini.

"Diam ditempatmu, makhluk cerdas. Kami akan membawamu ke markas."

Aku mulai membidik. Tetapi...

TIT...

"Suara apa itu?"

"Dia menekan sesuatu?" kata Stewart.

"A-Apa?"

"Snow, itu bom!"

"!!"

DUARRR!!

Aku buru-buru menyeret Stewart menjauh karna makhluk sialan itu tiba-tiba meledak.

Kami berdua terpaku ditempat kami.

"Dia meledakkan diri..."

"Tapi kenapa?"

"Dahulu kala, kelompok bernama teroris melakukan hal ini demi mencegah dirinya tertangkap. Ini dinamakan 'suicide bombing' (bom bunuh diri)." jelas Stewart. "Ia bisa menciptakan bom, ini sungguh tak bisa kita lalaikan."

Aku bingung total, aku tak bisa memikirkan apapun lagi.

"Tak salah lagi." kurasa tebakanku benar. "Dia adalah salah satu dari para 'whisperer' itu. Dia membunuh dirinya agar mencegah kebocoran informasi."

"Whisperer? Maksudmu kelompok yang sedang diselidiki oleh Jason saat ini?"

Aku juga masih bingung. "Kau bisa berjalan?" tanyaku.

"Sayang sekali, kurasa karirku di The Saviours telah berakhir." jawabnya pelan.

"Maafkan aku..."

"Tak usah minta maaf."

Dia memukul pelan puncak kepalaku sambil tersenyum. Aku ikut tersenyum melihatnya.

"Sekarang, aku takkan bisa berjalan lagi. Terserah padamu mau repot-repot menggotongku pulang atau pulang sendirian. Aku takkan mempermasalahkannya."

"Tentu saja aku akan membawamu pulang, dasar bodoh." jawabku tegas, dia langsung tersenyum padaku.

"Terima kasih, Snow."

"Tak usah berterimakasih." aku langsung memukul puncak kepalanya seperti yang ia lakukan. "Aku takkan ragu menolong temanku sendiri."

"Ya, aku tahu kau sejenis begitu."

"Haah, kau mengejekku?"

"Benarkah?"

"Aku akan meninggalkanmu disini."

"Eh, jangan begitu. Maafkan aku."

"Heh!"

Kami berdua sama-sama tertawa. Tertawa bersama untuk mengakhiri teror malam ini.

.

.

.

.

Kelompok whisperer ini benar-benar tak bisa dianggap enteng. Jika memang benar mereka ada, dan mereka tinggal didekat kampung halamanku, Houngarious. Aku pasti akan memberantasnya secepat yang kubisa.

Aku benar-benar tak ingin kehilangan siapapun, khususnya dua orang yang sangat kusayangi disana, Bibi Beth dan Juno, tapi aku malah tak tahu apapun mengenai musuhku ini...

Siapa sebenarnya makhluk-makhluk itu? Mereka mampu berfikir, mereka juga mampu menembak, bertarung, menciptakan bom. Mereka Fript, tapi Fript yang sangat berbeda dari yang lainnya. Fript yang telah bermutasi? Atau mereka justru adalah manusia? Manusia bertubuh Fript?

Tapi, jika benar, bagaimana mungkin ribuan Fript dapat mereka kendalikan untuk menyerang The Saviours? Bagaimana mereka melakukannya? Mereka terlihat seperti membenci kami. Tapi, bagaimanapun juga, entah mereka manusia atau bukan, satu hal yang kutahu...

Mereka tetap luar biasa berbahayanya, dan yang kutahu, AKU PASTI AKAN MENGHANCURKAN MEREKA...

Bersambung ke The Next World Chapter 18

Alien Queen
2017-11-19 07:40:10
Atau mungkin manusia yang bisa berubah jadi fript, seperti attack on titan.
Bocah Redoks
2017-11-05 15:10:35
Pas awal baca malah bingung antara Liza Ama snowy
Shin Zahara
2017-11-01 01:32:58
Next chap ...
Sqouts Shadows
2017-10-27 10:10:05
Ditunggu chapter berikutnya
Hiatus
2017-10-26 02:16:57
Yosh next gan
Yukki Amatsu
2017-10-25 23:04:55
Hmm, makin seru ajah Snowy.. ditunggu next-nya sensei-kun....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook