VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
The Next World Chapter 16

2017-10-25 - Adam Beneath Us > The Next World
38 views | 5 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Jared!"

Daniel menahanku sebelum aku benar-benar jatuh menghantam tanah. Daniel menyelamatkan nyawaku.

"Kau tak apa-apa?"

"Ya..." jawabku, "Maksudku, tidak terlalu..."

The Next World Chapter 16 - Investigation part 3 of 4
Penulis : Adam Beneath Us



"Kacamu menghitam, helm-mu rusak, kah?" Daniel memandangku sedikit bertanya-tanya.

Aku mengangguk lemah, aku merasa tercekik mengenakan helm rusak begini. Aku beruntung Daniel berada disini.

"Sebaiknya kita cari helm baru untukmu, Jared..."

"Maksudmu adalah...."

"Kita akan ambil dari salah satu teman-teman kita..." sambungnya, "Mayat teman-teman kita maksudku..."

"Aku tahu... Aku cuma kesal karna harus begitu.." jawabku.

Daniel dan aku berjalan menyusuri perkebunan untuk menemukan mayat rekan-rekan kami yang mungkin sudah meninggal. Aku menemukan mayat Diego, dengan keadaan tubuhnya yang terkoyak-koyak. Segera aku melepas helm yang dipakainya, dan aku mengganti helm rusakku dengan miliknya. Nightvision miliknya rusak, sama sepertiku, aku yakin ini bukan kebetulan saja...

"Maaf, Diego..." ucapku pelan, kupejamkan mataku sembari menutup kelopak matanya yang terbuka.

Daniel bersiul, "2 ekor didepan.."

Aku langsung berdiri. Ada 2 ekor Fript seperti yang dibilang Daniel. Katana di punggungku ku ambil.

Aku dan Daniel berdiri bersandingan selagi makhluk lambat sialan itu mendekat ke arah kami. Dia menatapku, aku balik menatapnya,

"Kau?"

Aku mendengus..

Aku langsung melangkah maju dan menebas kedua kepala makhluk itu dalam sekali tebasan. Setelah itu, kupandang Daniel sedikit remeh.

"Banci..." ejekku.

"Anjing..." dia mengumpat.

"GRAAARH!"

Terlihat Fript datang lagi dari belakang kami, ada 4 ekor, aku menjulurkan tanganku mempersilahkan Daniel.

Daniel mengumpat pelan melihatku mengejeknya lagi.

JRASHH!! JRASSHH!!

JRASSHHH!! JRASSHH!!

Daniel membereskannya dengan mudah.

"Bagaimana, Jared? Ini teknik baruku, lho."

"Fuck that." balasku.

Aku berbalik arah memandang lebatnya pepohonan. Sekilas kulihat kilatan merah bersinar dari kejauhan.

"Kita harus kembali ke markas..." ucapku.

"Bagaimana dengan Snow?"

Ah, Snowy, baru saja terlintas di pikiranku.

"Apa yang terjadi pada Snowy? Apa kau sudah mengontaknya?" tanyaku.

"Tak ada jawaban, bung. Sama halnya dengan si Stewart. Pasti terjadi sesuatu pada mereka..."

Aku menatap ke arah pepohonan itu kembali, dan tiba-tiba kilatan cahaya merah itu berlari mendekat kearahku.

"Jared!!" Daniel mendorongku.

"RAAWWRR!!" Screw!

DRAKKK!!

Daniel menolongku, lagi.

Aku bisa melihat armor bagian lengannya terkoyak, aku langsung tersadar, screw itu bukanlah jenis biasa.

"S-Squad, ya..."

Aku melesat ke arah Screw yang sedang menindih Daniel.

JRASSHH!!

Kupotong tubuhnya jadi dua dan kutebas jantungnya berulang kali hingga tak bersisa. Aku lalu membantu Daniel berdiri.

"Mana ucapan terima kasihmu karna kutolong, huh?" tanya Daniel.

"Kau juga harus berterima kasih padaku, Dan. Aku juga baru saja menolongmu. Lagipula, tadi aku tak perlu bantuanmu, lho.."

"Kau sangat sulit berterimakasih, Jared."

Yah, aku bisa saja membunuh Screw tadi tanpa ditolong olehnya. Apa boleh buat.

"Hanya armor yang digigit.." ucapnya ketika aku sedang menatap kearah armornya yang terkoyak itu, seakan tahu aku sedang bertanya-tanya dalam hati.

"S-Squad ada disini... Artinya begitu juga dengan Crimson" ucapnya.

"Tak perlu mengkhawatirkan makhluk besar itu. Aku yakin dia takkan seberani itu mendekatiku." timpalku.

"Kenapa memangnya?" dia mengernyitkan alis.

"Aku berhasil menghajar pantatnya, sekarang dia pasti sudah lari pulang pada mamanya..." jawabku, dia melongo,

"Kau melakukan itu pada si Crimson itu?" dia nampak kaget mendengar ucapanku.

"Aku gagal membunuhnya." jawabku, "Maafkan aku."

Daniel berdiri. "Kenapa minta maaf? Kau harusnya bangga."

"Heh, sudahlah. Sekarang kita harus apa? Kita kehilangan arah disini, lebih baik kita kembali ke markas, bukan?"

"Kita harus terus menyusuri areal ini. Siapa tahu ada yang masih hidup." dia tak sependapat denganku.

Bukannya aku pengecut karna mengusulkan untuk lari, tapi daya nightvisionku terbatas dan hampir redup. Sebentar lagi aku pasti akan buta sementara dan tersesat dikegelapan malam jika aku tak segera kembali.

"Baiklah. Terserah kau bilang.." ucapku.

Kami menyisir perkebunan itu dengan hati-hati. Membasmi tiap Fript yang kami temui dijalan kami. Ditengah itu, aku menemukan mayat Jackie, kapten pada misi kami kali ini. Dia meninggal dengan kepala terlepas dari lehernya. Ini mengerikan.

Setelah aku memejamkan mata untuk mendoakannya, aku lantas mengambil nightvisionnya dan menaruhnya di helmku, sekarang, aku tak punya masalah visual lagi, aku bisa beraksi dengan tenang. Dan, kuharap kau tenang disana, Jackie.

"Tolong!!"

Suara teriakan itu terdengar.

Daniel memandangku, "Itu suara James!"

"Ayo!" kami langsung bergegas ke arah sumber suara.

Kami menemukan James yang sedang melindungi Mark yang terluka. Mereka dikepung oleh kelima S-Squad. Aku dan Daniel langsung melesat untuk menyerang.

JRASSHH!!

JRASSHH!!!

Kami berhasil menghancurkan dua kepala sekaligus. S-Squad lainnya langsung menyerangku juga Daniel.

WUSSHH!

Aku melesat menggunakan Trickster guna menghindar dari terjangan makhluk itu. Harus kuakui, senjata baru ini memang sangat berguna.

DUESSHH!!

Aku melesat untuk yang kedua kalinya ketika kulihat seekor lainnya berniat menerjangku dari arah lain. Lagi. Gerakan mereka sungguh cepat, aku bahkan tak melihat pergerakan mereka dengan jelas. Mereka berbeda dengan Screw kebanyakan.

"Daniel!" seruku. Daniel langsung melempar nocta padaku.

Langsung kutangkap dan...

DORRR!!DORR!!DORRR!!DORR!!

Aku menembaki S-Squad dengan membabibuta, beberapa peluru kena ke tubuh mereka.

"Berhasil!" pekikku ketika 2 ekor S-Squad berhasil kuhabisi. Tinggal 1 dan ancaman akan berakhir. Aku berdiri tegak, Daniel tersenyum puas padaku. Aku balas tersenyum dan tiba-tiba senyumannya pudar. Dia kenapa?

"Awas, Jared!!"

Aku menengok ke belakang...

DUAAKKK!!!

Crimson itu datang, Daniel menendangku, dan dia terkena hantaman keras dari makhluk sialan itu. Dia terlontar dan bersamaan aku terduduk di tanah.

Crimson itu memandangku dengan sebelah matanya.

"Akhirnya ketemu juga kau."

Aku tersentak. Rupanya makhluk ini bisa bicara juga. Dia punya suara berat yang mengintimidasi. Meski sedikit terpatah-patah.

"Kau marah padaku karna luka itu?" tanyaku remeh.

Luka besar di wajahnya terlihat jelas, dalam hati aku cukup bahagia karna akulah yang menciptakannya.

Dia menghampiriku. Wajah menyeramkan itu terus menatapku tajam. Sepertinya aku berhasil membuatnya marah.

"Aku akan membunuhmu, brengsek."

"Cobalah!"

"Aku akan membunuhmu. Lalu akan kutarik keluar kau dari neraka dan kubunuh lagi!"

BUAKK!!

Dia langsung meninjuku namun aku berguling kesamping. Aku meraih belati dan benda itu langsung kutancapkan dilengan kekar makhluk itu. Dia mengerang dan berontak, aku mengaktifkan gas Trickster, berbekal pegangan belati itu, aku berputar 180 derajat mengelilingi dirinya.

DUAKK!!

Aku menendang tengkuknya dengan segenap tenagaku. Keras sekali sampai aku mendengar bunyi krak, entah itu bunyi tulangku atau yang lainnya.

Aku terlempar dan bersalto kebelakang. Crimson itu jatuh berlutut. Tak mau berlama-lama, aku meraih noctaku dan menembakinya.

DORR!!DORR!!DORR!!

Dia berlari cukup cepat tak lama kemudian. Dia menghilang di balik kegelapan malam. Perasaan lega menghinggapiku selama beberapa saat. Itu sebelum...

"ROOOOOAAARR!!!!"

Suara itu lagi. Dia memanggil Fript lainnya kemari. Pengecut sialan.

Aku mengedarkan pandanganku mencoba mencari Daniel dan yang lainnya, tapi aku tak melihat mereka sama sekali.

Aku langsung berlari menjauh dari tempat itu sebelum jadi santapan fript. Sembari berharap bahwa Daniel dan yang lainnya baik-baik saja.


Bersambung ke The Next World Chapter 17

Alien Queen
2017-11-19 07:00:36
2 kali berhadapan crimson. Jared luar biasa.
Bocah Redoks
2017-11-05 14:43:00
Yaelah. Crimson ny bisa takut juga
Yukki Amatsu
2017-10-25 22:30:14
Masih dalam Jared Pov ya... next chap ditunggu om Beneath
Hiatus
2017-10-25 22:02:46
Next chap
Sqouts Shadows
2017-10-25 20:41:22
Ditunggu chapter berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook