VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
High Avatar Chapter 36

2017-11-27 - Anonim > High Avatar
96 views | 9 komentar | nilai: 10 (7 user)

"Haha, ini akan menjadi sebuah dungeon yang benar benar bagus."

Setelah mereka selesai beristirahat sebentar, mereka menuju ke lantai 2. Tobey memimpin mereka dengan percaya diri. Namun kurang dari satu menit dia memasuki lantai dua, sesuatu terjadi...

Booooom!

Crack!

"Aaaaaahhhhhhhh!"

Tobey menjerit sambil mengalami pendarahan hebat.

Lantai terbuka untuk mengungkapkan paku-paku logam berdiri. Mereka tidak memiliki Thief atau Adventurer, jadi tidak ada yang bisa membongkar perangkap.

Mereka sampai di bawah tanah lantai dua. Lantai ini memiliki perangkap yang lebih berbahaya yang dipasang dimana-mana. Genderuwo yang kadang-kadang muncul tidak menakutkan sama sekali, tetapi yang menakutkan bagi mereka adalah tidak ada habisnya jumlah perangkap.

Bamp! Bamp! Bamp!

Dari langit-langit tanpa memberi waktu untuk bereaksi, karung-karung seberat 100 ton berjatuhan. Tobey yang HPnya sudah rendah dan sekarat, tanpa sempat merespon langsung tertimpa tumpukan karung-karung itu, langsung meninggal ditempat kurang dari 2 detik, dan berubah menjadi cahaya abu-abu. Untung orang-orang yang mengikuti pelan-pelan berada dibelakangnya selamat.

High Avatar Chapter 36 - Harta Yang Menakjubkan
Penulis : Anonim

"Apa-apaan ini..."

"Sialan! perangkap ini tak masuk akal."

Sisa anggota dari kelompok Maddogger sangat kaget melihat kejadian yang tiba-tiba terjadi di depan mata mereka. Namun, diantara mereka tidak ada satupun yang meneteskan air mata untuk rekan mereka yang telah gugur dimedan perang.

Mereka melihat hasil tersebut dengan pandangan yang berbeda, dalam pikiran mereka semakin sedikit orang yang tersisa berarti semakin besar bagian yang akan mereka dapat.

'Semakin sedikit orang semakin baik.'

'Yah, jika satu lagi mati, aku akan bisa...'

'Aku ingin menjadi satu-satunya yang hidup.'


Persahabatan mereka sangat tumpul, dan mereka tidak punya kesetiaan. Setelah kematian Tobey, yang lain diam-diam mengharapkan kematian untuk orang lain. Dan mereka sudah berencana untuk membunuh Anonim, Fairy dan Gareng pada waktu yang tepat.

"Ini sedikit tidak adil bahwa kami satu-satunya yang memiliki resiko tinggi." Jarot tiba-tiba berbicara.

"Apa maksudmu?" Gareng bertanya dengan canggung, tetapi Jarot hanya tersenyum dalam menanggapi.

"Itu bukan masalah besar. Niatku adalah untuk berbagi resiko. Satu dari rekanku baru saja mati, tidakkah kalian merasa sedikit bertanggung jawab?"

"Huh?"

"...Aku ingin satu dari kalian untuk memimpin. Karena kita adalah teman perjalanan, kita harus berbagi resiko yang sama. Hei majulah. Kau mungkin mati tetapi kita akan selamat, bukankah itu sebanding dengan resikonya?"

Jarot tersenyum lebar. Pada saat itu, mereka akhirnya mengungkapkan sifat sejati mereka!

Sebelumnya mereka tidak mengundang Anonim, Fairy dan Gareng menjadi party mereka karena mereka tidak mau berbagi EXP. Mereka hanya memberi item murah yang tidak mereka inginkan.

PK biasanya tidak memasuki kebanyakan kota. Dalam kasus yang sangat serius, penjaga kota akan menyerang para PK dan mereka mungkin bertemu seseorang yang punya dendam terhadap mereka, jadi itu lebih baik untuk menahan diri dari mengunjungi kota. Karena alasan inilah mereka dengan senang hati memberikan item-item yang tidak akan mereka jual.

"Itu..." Gareng akhirnya memahami realitas dari situasinya.

Gareng mengertakkan giginya, dia kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini dia hanya bisa mengandalkan kartu as di lengan bajunya, itu Anonim!

Anonim akan menangani mereka. Gareng tau bahwa Anonim lebih dari cukup untuk bertarung melawan Jarot. Namun, Anonim masih memiliki penampilan ketakutan diwajahnya. Dalam kondisi itu, dia tidak melakukan apa-apa. Dia bahkan tidak menghunus pedangnya.

'Kenapa... Kenapa?'

Gareng jelas-jelas ragu, dia sangat ingin pergi, tetapi suasana saat ini membuatnya sulit untuk berbicara. Dia merasa bahwa dia seharusnya tidak pernah datang ke tempat ini!

"Aku akan memimpin."

Pada saat itu Anonim mengajukan diri sebelum Gareng bisa berbicara.

"Oh, kalau begitu bagus."

Sejak itu, Anonim memimpin. Dia maju berjalan pelan-pelan agar bisa merespon dengan cepat pada setiap perangkap.

*****

'Ini adalah sebuah tempat yang menarik. Akan berakhir segera setelah aku ceroboh.'

Dungeon-dungeon yang telah Anonim jelajahi dipenuhi dengan banyak monster-monster haus darah, atau tempat berburu yang dipenuhi dengan Undead yang berkeliaran. Bagi Anonim, ini adalah pertama kalinya menjelajahi sebuah dungeon yang dipenuhi dengan perangkap.

"Hei Anonim, kita harus terus bergerak." Jarot memperingati dia dari belakang.

Lantai 2 bawah tanah tidak seperti yang mereka duga. Labirin terkutuk memblokir jalan didepan, dan jebakan-jebakan yang tak ada habisnya.

Sesuatu yang mengejutkan seperti panah terbang dari dinding! atau saat mereka melangkah pada tanah dan kaki mereka tenggelam, dan disergap oleh ular-ular beracun. Anonim membongkar jebakan-jebakan, tetapi mereka terhambat untuk waktu yang lama.

Dan kemudian, dalam sekejap ketika mereka maju seperti itu! Mata Anonim menjadi semakin tajam.

'Disana...'

Dia melihat kedepan dan menemukan benang tipis yang hampir tak terlihat setinggi pergelangan kaki. Itu adalah sebuah perangkap yang sulit untuk ditemukan kecuali kau fokus.

'Orang yang tersandung pada benang itu akan berada dalam masalah besar.'

Anonim tentu saja melewati benang itu. Jarot adalah yang selanjutnya, dan mengikuti tepat dibelakang Anonim. Kemudian, dibelakangnya adalah Maddog yang mengikuti Jarot. Lalu Fairy dan Gareng dan berada di ujung barisan ada Domenic.

Jarot juga telah melihat benang itu. Meskipun benang tersebut sangat samar dan tipis, karena dia mengamati pergerakan Anonim yang hati-hati memungkinkan dia menemukannya. Alasan kenapa dia begitu serius mengamati adalah bahwa dia mungkin akan terkena jebakan yang dihindari Anonim secara beruntung.

'Hmm, jebakan ini... apakah dia cuma kebetulan atau sengaja menghindarinya?'

Jarot melintasi benang itu. Namun dia tidak berhenti untuk mengatakan sesuatu pada orang dibelakangnya. Dia bergerak sedikit lebih cepat karena dia tidak tau apa yang akan terjadi.

Satu persatu orang berhasil melewatinya dengan selamat.

Craaak!

Namun saat giliran Domenic, dia bergerak secara ceroboh pada benang dan menyandungnya, benang itupun terputus. Pada saat itu, batu besar menggelinding kearah mereka dari lorong yang mereka lewati.

Kuahak!

Batu itu memenuhi seluruh lorong menggelinding maju tanpa adanya sudut untuk bisa lolos.

"Lari!"

Meelihat batu besar menggelinding dibelakang, mereka berlari untuk menyelamatkan diri kedalam dungeon.

"Kita tak tau apa yang ada didepan!"

"Lebih baik daripada tertindis dan mati karena batu itu."

"Lorongnya semakin sempit!"

Domenic, yang berada di akhir barisan tidak bisa berbuat apa-apa saat batu-batu itu menghantam kearahnya. Yang bisa dia lakukan hanyalah berteriak tak berdaya.

"To-Tolong aku!"

Saat Domenic memohon, Jarot dan Maddog hanya terus berlari dan mengabaikannya. Pada akhirnya Domenic mati karena luka berat, dan sebuah pelindung dada jatuh ditempat dia berdiri.

Boom!

Boom! Booooooom!

Lorongnya menjadi semakin dan semakin sempit, dan batu besar itu terjepit diantara dinding. Dindingnya porak-poranda, dan meskipun batu itu menggelinding sampai sini, batu itu akhirnya berhenti.

"Bodoh."

"Sungguh menyedihkan mati ditempat seperti ini."

Jarot dan Maddog hanya menyeringai. Mereka saling tidak percaya pada satu sama lain. Bagaimanapun juga, keempat orang itu saling bertemu satu sama lain sebagai pembunuh sejak awal. Kelompok itu hanya terbentuk untuk membunuh orang lain untuk kesenangan dan menjarah item-tem mereka. Mereka tidak punya persahabatan atau kesetiaan pada masing-masing jadi mereka bisa berpisah kapan saja.

"Sungguh melegakan."

"Dengan ini apa kita selamat?"

Penampilan jalannya berubah. Satu terowongan lurus muncul didepan mereka, mengarah ke gua bawah tanah.

'Itu... Akhirnya....'

'Diujung lorong ini, kita akan sampai dimana herta karun itu berada.'


Jarot dan Maddog saling menatap. Mereka hanya memikirkan tentang mendapatkan harta karun itu.

Jarot mengangkat senjatanya!

"Sekarang masalahnya sudah seperti ini, kalian tidak berguna. Sudah saatnya bagi kalian untuk mati!"

Jarot berteriak dingin saat dia memasuki postur menyerang. Dia telah diselimuti dengan aura haus darah sementara skillnya sudah hampir aktif.

"....!"

"Kau bajingan..." Gareng mengertakkan giginya.

Jarot menyeringai dan langsung memulai serangannya.

"Mati!"

Tetapi bukannya menyerang Anonim, Fairy atau Gareng, dia menyerang Maddog, Jarot berpikir bahwa dia bisa membunuh Anonim atau partynya kapan saja, jadi Maddog yang paling merepotkan harus mati terlebih dulu.

"Jarot, aku tau kau akan melakukan ini!" Maddog berteriak, karena mereka tidak saling mempercayai sejak awal, Maddog sudah siap.

"Tripple-Sword Strike!"

"Flame of Lightning!"

Jarot dan Maddog mulai bertarung hingga mati, mereka saling menyerang! Skill-skill keluar tanpa henti, percikan api bertebaran dan darah mengalir. Skill mereka berdua kebanyakan adalah skill menyerang.

Skill mereka seimbang, tetapi Jarot adalah orang yang muncul sebagai pemenang. Sebagai seorang Elementalist yang terbiasa dengan serangan kejutan, dia bisa mengalahkan seorang pendekar pedang dalam pertarungan secara langsung seperti ini.

"Selamat tinggal, Maddog."

"Sialan, aku sudah sangat dekat, hanya sedikit lagi ke harta karun itu..."

Meskipun Maddog dihianati, tidak ada perasaan yang kuat diantara mereka saat dia terbaring sekarat. Keadilan, persahabatan, itu tidaklah diperlukan! Perasaan itu tidak berguna bagi mereka yang suka menipu dan mencuri. Maddog sudah dekat dengan kematian. Kemudian, kilatan petir menyambar Maddog hingga mati.

"Guahahaha! Sekarang harta karun itu adalah milikku!"

Jarot bersandar dan tertawa terbahak-bahak. Sebuah pedang jatuh dimana Maddog telah mati, dan Jarot dengan santai memungutnya.

"Anonim, Fairy, dan Gareng! Sebelum kalian mati, aku akan memberi imbalan pedang ini yang biasa digunakan oleh seorang pemain berlevel 80, itu cukup layak sebagai imbalan karena telah menuntunku kesini dan membongkar semua jebakan yang ada."

Di kepala Jarot, perhitungannya telah selesai. Ketika dia masuk, semua harta dari dungeon ini akan menjadi miliknya. Jarot sudah membayangkan kegembiraan dari harta dalam genggamannya. Sampai Anonim menarik pedangnya.

Sriiiiiiiiiing!

Pedang itu keluar dengan lembut dari sarungnya.

"Wow, kau berencana untuk melawan aku? Aku mungkin sudah terluka, namun taukah kau bahwa kau menyerang aku hanyalah menggelikan? Baiklah, kuberi kau 5 detik. Serang aku sebanyak yang kau mau." Sebagai tanggapan, nada Jarot segera berubah dari menghormati menjadi mengancam.

"Terimakasih kalau begitu, 3 detik sudah cukup. Ini pilihanmu sendiri, jangan menyesal!"

Bagi Anonim yang telah mengalami pengalaman pertempuran yang tak terhitung jumlahnya, 5 detik itu sangat berharga. Karena itu Anonim tidak akan akan menolak tawaran Jarot.

'Sekarang aku bisa mencoba teknik pedang itu.' pikir Anonim sambil tersenyum ganas.

"Blade Star Art!"

Ding!
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────
Skill: Blade Star Art telah diaktifkan!

Dengan keindahan, kamu menyerang musuh 10 kali secara beruntun. Kamu bisa menghancurkan senjata musuh dengan menggunakan 10 kali kekuatan seranganmu. Saat skill ditingkatkan, jumlah serangan dan damage meningkat.

Konsumsi MP: 5000
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────

Anonim saat ini berlevel 70 dan total MP miliknya berkisar 8000, berkat beberapa item yang dia kenakan menambahkan poin statistiknya. Skill ini terlalu menguras MP Anonim, hal itu terlalu berlebihan untuk menggunakan skill ini dan mempertaruhkan HPnya pada sebuah upaya tunggal. Jadi, dia hanya menggunakan skill ini hanya pada saat-saat krisis.

'Mari kita lihat apa yang bisa aku lakukan.'

Anonim mengaktifkan skillnya, dan pedang Anonim diselimuti cahaya merah, saat itu sebuah rasa gelisah muncul dimata Jarot.

'Mungkin aku seharusnya tidak memberi dia kesempatan? Ya, aku akan membuatnya tampak seperti aku memberi dia 5 detik, tetapi aku akan menyerang terlebih dulu!'

Saat Jarot masih berpikir, Anonim mendekat dengan kecepatan yang tak terbayangkan dan mengayunkan pedangnya, memenggal kepala Jarot.

"Kauuu..."

Bahkan disaat kematiannya, sebuah ekspresi tak percaya menyelimuti wajahnya. Dalam pikirannya dia akan membiarkan Anonim menyerang sekali dan menyerang balik, tetapi dalam satu serangan itu telah menyebabkan HP Jarot yang rendah sepenuhnya menghilang. Dia tak menyangka akan meninggal di tangan seorang Painter!

Fairy mengehela nafas dalam-dalam. Dia telah memprediksi hal ini akan terjadi, tetapi sekarang keempat orang itu telah mati, tak ada yang harus dilakukan lagi.

"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" Fairy bertanya.

"Kita sudah datang sejauh ini, tentu saja akan menemukan harta karun itu."

"Tu-Tunggu Sebentar! Jadi kalian berdua selama ini sudah merencanakan ini dan berpura-pura menipu... Bahkan tanpa memberitahuku!?" Gareng berkata setelah memahami situasi yang terjadi.

"Itu tak masalah, hal ini sudah berakhir juga." balas Fairy santai.

"Aku tau juga kalau itu! Tapi, bukan itu yang aku maksud..."

"Tanpa memberitahumupun kau tak akan mati. Orang-orang ini hanyalah pemula dalam hal penjelajahan. Bahkan dengan menggunakan peta, mereka gagal untuk memilih jalan yang benar."

"Ayo pergi!"

Mereka berjalan sampai keujung lorong. Disana terlihat sebuah peti mati kecil dan sebuah benda berada didalamnya.

"Ini pasti harta karunnya..." Anonim mengambilnya

Ding!
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────
Item: Mask of Smiling Face

Topeng ini cocok untuk pria maupun wanita dan meningkatkan pesona saat memakainya. Sebuah topeng yang dimiliki oleh Ksatria Barbar!

Hanoman adalah seorang Barbar yang kuat dan berotot. Tetapi dia mencintai gadis elf yang cantik. Ini adalah sebuah cinta yang melampaui perbedaan antara ras!

Hanoman tidak percaya diri dengan penampilannya, jadi dia membuat sebuah topeng dan memakainnya untuk mendekati gadis elf itu. Dengan topeng itu dia menjadi lebih berani dan bisa mendapatkan perhatian dari gadis yang dia cintai.

Ketahanan: 100/100

Efek:
- +100 Charm
- +50 Fame
- +20 Elegance
- +20% Meningkatkan pesona terhadap NPC wanita.
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────

Setiap orang yang menatap topeng itu, tertegun.

"Whahahahaa..."

Pada akhirnya, mereka semua tertawa terbahak-bahak. Bukannya senjata langka, armor yang kuat, atau tumpukan koin emas, tapi itu hanya sebuah topeng!

Maddog, Tobey, Domenic, dan Jarot, mereka semua berkonspirasi kebohongan dan pembunuhan demi harta karun yang pada akhirnya hanya topeng untuk mendapatkan perhatian wanita.


Bersambung ke High Avatar Chapter 37

Fujioka nagisa
2017-12-01 18:12:23
Dungeon tersembunyi punya surprise yg merugikan pemaim hahaha
Shadexz fahrhezi
2017-11-28 13:52:35
Wkwkwkwkwk zonk lagi tu harta karun
Zen Kureno
2017-11-28 13:01:24
Hanjir...... Ngga nyangka, sama seperti class yang didapatkan oleh Anonim.
Bocah Redoks
2017-11-28 08:47:32
Jadi siapa yang jadi pemilik topengnya
Hiatus
2017-11-27 22:42:55
Wkwkwk dafuq
Sqouts Shadows
2017-11-27 22:25:09
Ditunggu chapter berikutnya
A Wahyu
2017-11-27 21:33:08
Guahahaa... next... chap 37 ditunggu!
Yukki Amatsu
2017-11-27 21:29:39
Wkwkwk, ancur dah hatinya maddoger kalo tau itu hanya sebuah topeng
Krizna
2017-11-27 21:16:45
Keren keren.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook