VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
High Avatar Chapter 35

2017-11-26 - Anonim > High Avatar
96 views | 9 komentar | nilai: 10 (5 user)

Ding!
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────
Dungeon Baru: Selamat! Kamu adalah petualang pertama yang memasuki Makam Ksatria Barbar!

Hadiah:
- Fame naik sebesar 300 poin.
- Exp dan drop rate digandakan selama seminggu.
- Monster pertama yang diburu akan manjatuhkan item terbaik yang dimiliki.
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────

"Oooh!"

"Wow!"

"Hebat! Kita adalah orang pertama yang menemukan tempat ini!"

"Mantap!! Lihatlah Fame yang kita dapat."

Maddog, Jarot, Domenic dan Tobey berteriak kegirangan saat mereka memasuki dungeon tersebut. Ini adalah pertama kalinya mereka menemukan sebuah dungeon. Biasanya mereka hanya melakukan PK untuk meningkatkan level mereka bukannya berburu.

"Ayo kita mulai, kalian bertiga tenang saja dan percaya pada kami." Maddog berkata dengan gagah berani.

"Kami akan melindungi kalian."

"Ayo kita menjelajahi bersama-sama."

Penemuan dari sebuah dungeon berarti adalah sebuah peluang yang sangat bagus untuk mendapatkan exp dan item-item.

Sejak awal tujuan kelompok Maddogger datang ke Pegunungan Seminung adalah untuk ekplorasi ini, jadi setelah mereka menemukan Makam Ksatria Barbar, semangat mereka langsung menjadi tinggi.

'Jadi tujuan mereka adalah membawa kami kesini. Sejak awal mereka pasti punya informasi tentang tempat ini.'

Anonim mulai memahami perilaku keempat orang itu, mengapa mereka akan begitu baik secara terbuka dan alasan kenapa mereka mengajak turun ke jurang, sebenarnya untuk menemukan tempat ini.

Kelompok Maddogger terus berjalan saat mereka masuk lebih dalam kedalam makam. Anonim, Fairy dan Gareng pelan-pelan mengikuti dari belakang.

High Avatar Chapter 35 - Makam Ksatria Barbar
Penulis : Anonim

"Musuh muncul!"

"Itu manusia!!"

"Manusia-manusia ini berani memasuki sarang kita."

"Bunuh!! bunuh!!"

Tobey menghunus pedangnya.

"Semuanya bersiap untuk bertempur!"

Dengan munculnya monster, seketika sebuah jendela informasi muncul di setiap orang yang ada di dalam dungeon.

Ding!
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────
Nama Monster: Genderuwo

Monster yang tinggal didalam dungeon tua. Dia salah satu kerabat Giant dan hanya tinggal didalam sebuah dungeon karena mereka menyukai tempat-tempat yang gelap.

Level 80

Kemampuan:
- Penglihatannya sangat tajam, serta kulitnya sagatlah tebal dan keras.
- Mereka mendeteksi musuh melalui suara atau getaran tanah dan mereka suka makan daging.
- Mereka bisa menggunakan berbagai macam senjata.
- Mulut mereka bisa menyemburkan bau busuk pelumpuh lemah.
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────

Sekelompok monster-monster yang tampak seperti manusia namun ukurannya lebih besar muncul didalam dungeon tersebut. Itu adalah Genderuwo!

Seluruh tubuh mereka dipenuhi dengan rambut, mereka membawa senjata seperti tombak dan pedang ditangannya. yang membuat penampilan lebih menarik adalah jenggotnya yang lebat dan panjang menjulang sampai kelantai.

"Ternyata hanya Genderuwo?"

"Haaa. Sungguh mengecewakan sekali!"

Mereka berempat menghunus pedang mereka dan dengan mudah menangani para Genderuwo. Para Genderuwo disini berlevel 80, tetapi dengan mudah dibunuh oleh kelompok Maddogger.

"Iron Shield! Aku akan menekan mereka semuanya!"

Sembari Domenic memegang Iron Shield di tangan kirinya, dia menyerbu kearah para monster. Kekuatan terbesar dari seorang Knight adalah pertahanan mereka. Pertahanan yang kuat dan dikombinasikan dengan skill pedang mereka, dia bisa menghasilkan lebih banyak damage daripada kelas tempur lain yang serupa.

"Shake! Lightning! Flame!"

"Sword Strike!"

"Memperkuat pertahanan, Blessing of Light!"

Elementalist Jarot, Swordsman Maddog, dan Paladin Tobey juga memiliki tugas mereka dalam pertempuran tersebut.

Seorang Paladin bisa memberi kekuatan unik pada sebuah item. Keefektifan dari mantra pertahanan yang diterapkan pada orang lebih lemah daripada milik seorang Priest atau Cleric, tetapi mereka secara sementara bisa mengeluarkan kekuatan dari sebuah senjata berkali-kali lipat.

Para Genderuwo yang terserang oleh serangan perisai Domenic terluka, terdorong kesana-kemari, atau terlempar. Dalam situasi itu, tanpa memberi kesempatan mereka langsung kembali menerima serangan dari Jarot atau Maddog, dan secara tak berdaya berubah menjadi cahaya abu-abu.

'Mereka kuat.'

Anonim melihat mereka tau dimana dan bagaimana untuk menyerang lawan dengan benar. Mungkin karena pengalaman mereka melawan orang, mereka terampil dalam pertarungan melawan monster. Mereka tidak melewatkan titik lemah, dan mereka bertarung dengan baik sebagai sebuah kelompok.

Saat bertarung mereka menelan potion seharga 500 gold koin seperti meminum air, mereka menghabiskan uang seperti itu tidaklah berharga. Uang tersebut didapatkan dari menjual item-item dari membunuh pemain lain. Jika mereka mendapatkan uang dari berburu, mereka tidak akan menghabiskan uang seperti itu.

Mereka bahkan tidak mengambil gold koin atau item drop dari para Genderuwo. Karena kebiasaan mereka merampok item dari para pemain berlevel tinggi, jadi mereka berempat mendapati itu merepotkan untuk mengambil item-item dari para Genderuwo yang mungkin seharga beberapa gold koin di toko.

"Sepertinya mereka tidak asing?" Anonim melihat perilaku mereka seperti teringat sesuatu.

"Apa kau tau mereka?" bisik Fairy disebelahnya.

"...Ahhh! Bukankah salah satu dari mereka ada yang bernama Maddog? Empat pemain itu... mungkinkah kelompok Maddogger!?"

Anonim sering memeriksa situs High Avatar, dia ingat pada video di High of Hall!

Video-video yang diunggah oleh para korban yang dibunuh tanpa sebab dan kehilangan item mereka karena dijarah. Dia tidak benar-benar mengingat wajah si pembunuh, tetapi mereka beranggotakan empat orang, dan setelah melihat pertempuran kelompok Maddoger, Anonim merasa yakin.

"Maddogger?"

"Mereka adalah kelompok PK yang cukup terkenal." balas Anonim berbisik.

"....."

Mendengar itu Fairy langsung diam membisu. Anonim kembali menatap kelompok Maddogger, kemudian mendesah.

'Haaaa... mengingatkanku masa lalu. Haruskah aku juga menjadi seorang PK? Melihat mereka membuang-buang item berharga itu sesuka mereka sungguh membuat iri. Tetapi tampaknya mustahil dengan kelasku saat ini...'

Sementara Anonim sedang berpikir, salah satu Genderuwo menerobos mereka berempat dan mendekati dia.

"Anonim awaaaaas! Genderuwo!"

Gareng menatap Anonim berseru memperingati, dia telah melihat Anonim membantai banyak monster kuat selama memasuki Pegunungan Seminung. Walaupun dia sangat takut, dia juga tidak terlalu khawatir, Anonim pasti bisa mengatasi para Genderuwo dengan mudah.

Tetapi, reaksi Anonim sepenuhnya membuat Gareng kaget.

'Ini... bagaimana bisa terjadi?'

Gareng terkejut melihat Anonim menunjukkan tanda-tanda yang jauh lebih ketakutan daripada dirinya sendiri. Wajah Anonim menjadi berwarna hitam gelap dan penuh keputusasaan, tubuhnya gemetar ketakutan.

"Um... Anonim?"

Ketika Gareng berusaha mengatakan sesuatu, Anonim menutupi mulutnya.

"Aku takut... Kita akan mati?"

"....."

Gareng tak bisa berkata apa-apa. Dia tidak tau apa yang dipikirkan Anonim, karena itu dia melihat kearah Fairy dan...

"....."

Gareng kembali membeku, dia melihat Fairy juga gemetar ketakutan. Dia benar-benar tidak tau apa yang terjadi, kenapa mereka berdua bisa menjadi lebih penakut daripada dirinya sendiri?

Saat itulah Genderuwo menyerang!

Genderuwo menyerang Anonim, tetapi dia menghindarinya dengan berguling di tanah tanpa waktu untuk berpikir. Meski begitu, dia baik-baik saja. Dia penuh dengan tanah dan pakaiannya juga kacau. Tetapi, Genderuwo terus mengejar targetnya.

Uwaaaaaaaa!

Ananim menghindari serangan itu dengan terus berguling-guling.

Anonim bergulung-guling kearah kelompok Maddogger, ketika Anonim berguling mendekati mereka berempat, Jarot segera menghabisi Genderuwo itu.

Sekitar 1 jam pertempuran, mereka bisa membersihkan monster-monster di lantai satu. Selama pertempuran hal-hal seperti monster lolos dan menyerang kearah Anonim dan partynya sering terjadi. Itu selalu berulang-ulang, dan Anonim akan kembali berguling-guling membawa monster yang menyerangnya kearah kelompok Maddogger untuk dihabisi oleh mereka.

Setelah pertarungan berakhir mereka berempat meminta maaf, dan Maddog berkata.

"Maaf kami cereboh, karena hal itu satu Genderuwo lolos, kami membuat sebuah kesalahan yang fatal."

"Tidak, tidak apa-apa, terimakasih sudah menyelamatkanku. Karena itu aku masih hidup."

Mendengar kata-kata Anonim kelompok Maddogger tersenyum hangat. Tetapi secara diam-diam mereka berbisik melalui pesan suara.

- Sudah kukatakan, tidak ada yang spesial dari orang-orang ini.

- Percuma kita khawatir, mereka hanya sekelompok kelas kerajinan.

- Yah, seperti yang kau katakan. Dia hanya seorang pelukis, jadi pedang yang menggantung di pinggangnya itu hanya sebuah hiasan agar terlihat keren.

- Ha ha ha.

- Kalau begitu ayo bergegas!

Dengan begitu, mereka berempat akhirnya merasa lega dari kekhawatiran yang menghantui mereka selama ini dan kehilangan kewaspadaan terhadap Anonim dan partynya.

Tetapi, mereka tidak menyadari sebenarnya Anonim hanya berpura-pura.

'Bah! Kebetulan dengkulmu!'

Ketika melihat salah satu monster yang datang ke arahnya, Anonim sudah menyadarinya. Itu tampak kebetulan bahwa satu Genderuwo bisa lolos dari tebasan mereka, namun tidaklah seperti itu.

Mengingat kemampuan tempur mereka, seharusnya situasi tersebut bisa diatasi dengan mudah. Tetapi mereka membiarkan satu monster lewat secara sengaja. Itu adalah untuk melihat bagaimana Anonim, Fairy dan Gareng akan bereaksi. Karena itu Anonim bertindak seolah-olah dia orang yang lemah dan sangat ketakutan.

*****

Makam Ksatria Barbar memiliki dua lantai bawah tanah. Tetapi sebelum mejelajah lantai dua mereka memutuskan beristirakhat dahulu, Maddog mengeluarkan roti dan buah dari penyimpanan dan membagikannya.

"Rasanya benar-benar buruk."

"Diam dan makan saja!"

Maddog mengalihkan pandangannya kepada Anonim dan partynya kemudian berkata.

"Kalian juga ayo makan. Meski makanannya kurang begitu enak, tapi bisa memulihkan stamina kalian."

"Terimakasih." Anonim membalas.

Maddog menyerahkan beberapa roti kering kepada Anonim, Fairy dan Gareng. Sebenarnya Anonim memiliki beberapa makanan yang lebih baik di penyimpanannya, tetapi dia dengan sengaja tidak akan mengeluarkannya.

Fairy juga sama dengan Anonim, dia tidak mau berbagi makanan dengan orang-orang tidak dikenal itu. Jadi dia juga tidak mengeluarkan makanan yang telah dia bawa. Sementara untuk Gareng, yah dia pemakan yang rakus, makanan yang Gareng bawa telah habis dia makan dalam perjalanan ini.

"Menurutmu seberapa jauh dungeon ini?"

Gareng bertanya kepada Anonim, kelompok Maddogger mengalihkan perhatian mereka juga pada Anonim tetapi mereka hanya diam saja, mereka ingin tau bagaimana para amatir ini berdiskusi.

"Setelah memasuki sebuah dungeon, tak seorangpun bisa mengetahui apakah ada sesuatu diujung dari dungeon tersebut, memprediksinya adalah mustahil."

Fairy bertanya, "Lalu biasanya berapa banyak lantai yang dimiliki dungeon?"

"Mustahil untuk menyebutkan secara pasti. Biasanya, ada 2 atau 3 lantai bawah tanah. Kita bisa menganggapnya seperti ini, tetapi itu bukanlah hal yang pasti. Dalam kasus-kasus yang parah, aku pernah melihat dungeon dengan lantai bawah tanah sampai 15 atau lebih."

"Ah, ada dungeon sedalam itu? Kalau begitu kurasa kita bahkan bisa mati sebelum menjelajahi keseluruhan dungeon!?" kata Gareng

"Itu mungkin saja."

Setelah mendengarkan percakapan Anonim, Fairy dan Gareng, kelompok Maddoger menyeringai dalam hati mereka.

- Tentu saja kalian bakal mati!

- Aku berani bertaruh sebelum memasuki lantai dua, mereka semua sudah binasa.

- Dasar para seniman bodoh!

- Haha. Betapa lucunya!

Meski dalam hati mencemooh tetapi penampilan di wajah 360 derajat berbeda, mereka tersenyum ramah memandang Anonim dan partynya lalu berkata.

"Makam Ksatria Barbar ini mungkin tidak lebih dari 3 lantai, jadi tidak perlu khawatir. Jika monster-monster menyerang, kami tidak akan membiarkan kalian mati." Domenic tertawa.

"Yakinlah... Kami akan melindungi kalian."

"Kita pasti akan mengetahui apa yang ada di ujung Makam Ksatria Barbar."

"Percaya saja pada kami."


Bersambung ke High Avatar Chapter 36

BeeZero
2017-12-06 09:47:05
hantu jawa
Fujioka nagisa
2017-12-01 17:49:53
Gareng hewan berisik yg dipencet perutnya jadi gepeng
Hiatus
2017-11-27 20:21:40
Yosh akting yg bagus dari seniman
Shadexz fahrhezi
2017-11-26 21:32:38
Makin penasaran dan makin seru i like it
Sqouts Shadows
2017-11-26 11:20:56
Ditunggu chapter berikutnya
Yukki Amatsu
2017-11-26 10:11:56
Dasar Gareng
Bocah Redoks
2017-11-26 07:55:40
Ketidak mampuannya Gareng sangat membantu. Kwkwk
Zen Kureno
2017-11-26 07:03:24
Permainan 2 arah dimainkan oleh mereka (Kecuali Gareng yang gak tau apa" )
A Wahyu
2017-11-26 00:29:56
Pertamax
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook