VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Emperor Chapter 7

2017-10-24 - Downcrazy > Emperor
0 views | 0 komentar



Emperor Chapter 7 -
Penulis : Downcrazy

Bagian barat benua Nova, wilayah Esotic.

Di desa Leaf terlihat rombongan Chief yang akan pergi meninggakan desa. Liu sedikit ragu dengan keputusan Noatak mengingat kondisi desa yang belum pulih seutuhnya.

"Kau yakin Noatak? Bagaimana jika orang-orang kemaren datang menyerang desa ini lagi?!"

"Tenang saja Liu, kali ini akan berbeda. Aku akan meninggalkan pengawal pribadiku untuk menjaga desa." Noatak memanggil seseorang.

Seorang wanita berambut ikal dengan Boomerang besar dipunggungnya datang mendekati Noatak.

"Di adalah Aaru pengawal pribadiku. Dia ini adalah Warrior terkuat di desa Leaf, bahkan lebih kuat dariku, Hahahaha!!!"

Liu hanya memasang muka heran menanggapi sikap santai Noatak.

"Apa anda yakin Chief?! jika ada orang yang menyerang anda........" ragu Aaru.

"Tenanglah Aaru-chan!!! walau aku kalah darimu, aku ini cukup kuat looh....lagi pula ada Liu bersamaku, kau pasti sudah mendengar kehebatannya dari Ipti, kan?!" Noatak menepuk-nepuk punduk Aaru.

"Tapi......." Aaru masih ragu dan memalingkan wajahnya.

"Ehemmm......atau jangan-jangan alasanmu adalah karena takut kesepian saat aku pergi....." Noatak mendekatkan wajahnya ke Aaru.

.

.

Brruuukk!!

.

.

Aaru menghantam muka Noatak hingga terjatuh.

"Hamba hanya menjalankan tradisi keluarga hamba untuk menjadi pelindung Chief desa Leaf."

"Bwahahaha!!! Kau kuat seperti biasanya Aaru." Noatak bangkit sambil memegang mukannya yang masih merah.

Liu semakin terheran-heran dengan sikap seorang Chief seperti Noatak.

"Tenang saja kak Liu..........meski terlihat begitu, ayahku adalah seorang yang selalu bisa di andalkan." sambung Ipti ke Liu.

Liu dan rombongan Chief Noatak segera pergi meninggalkan desa menuju pertemuan para Chief di wilayah Nestania bagian Utara benua Nova.

"Kakak sebentar lagi kita akan bertemu........" batin Liu.

Di ujung selatan wilayah Torte, kota pelabuhan besar Torte tempat benteng selatan Kekaisaran Rakhuksa.

Dari kejauhan tengah laut, terlihat kapal-kapal yang sedang menuju ke pelabuhan.

.

.

DUAAAAARR!!!

.

.

Salah satu meriam dari kapal-kapal itu menembak benteng selatan Kekaisaran Rakhuksa. Kepanikan mulai terjadi di antara penduduk kota, mereka saling berlarian untuk menyelamatkan diri. Ksatria-Ksatria penjaga benteng mulai bersiap di posnya masing-masing.

"Apa yang terjadi?"

"Sekelompok besar kapal perang menyerang benteng kita komandan."

Sang Komandan benteng segera mengambil teropong untuk melihat kapal musuh.

"I-itu....bendera kerajaan Artemis. Kurang ajar!! padahal Kaisar Bartaroth sudah berbaik hati mengampuni kalian." geram Komandan.

"Segera siapkan meriam benteng kita, Serang balik Kapal Musuh!!" perintah Komandan.

Para Ksatria mulai bersiap dengan meriam mereka di pos masing-masing.

.

.

Siip

.

.

Seorang Assasin muncul di belakang Ksatria benteng yang ingin menembakan meriam ke arah kapal-kapal tadi.

.

.

Sreeeettt!!

.

.

"Aaaarggghh!!"

.

.

Assasin itu membunuh prajurit di depannya. Assasin-Assasin lain muncul di tiap pos meriam para Ksatria benteng pelabuhan Kekaisaran Rakhuksa.

Kapal-kapal perang dengan bendera kerajaan Artemis terus-menerus menembaki benteng pelabuhan dan semakin mendekati pelabuhan.

"Kenapa kita masih belum menyerang balik?!"

"Komandan sekelompok Assasin muncul di pos-pos meriam kita. Saat ini mereka menghadang setiap Ksatria yang ingin mengoperasikan meriam."

"Assasin?! bagaimana bisa kerajaan Artemis memiliki pasukan itu." batin Komandan benteng.

.

.

Siip

.

.

Sesosok Assasin bertubuh besar muncul di belakang Komandan benteng.

"Ko-komandan?!" kaget Ksatria di hadapan Komandan.

.

.

Sreeetttt!!!

.

.

Assasin itu memenggal kepala sang Komandan dengan Dagger yang hampir menyerupai sebuah Blade.

Kapal-kapal perang dengan bendera kerajaan Artemis berlabuh dan tidak memakan waktu lama hingga mereka menguasai benteng pelabuhan Kekaisaran Rakhuksa.

Ksatria benteng terakhir yang tersisa sedang berhadapan dengan prajurit dari kerajaan Artemis.

"Ba-bagaimana mungkin?! kenapa kalian bisa sekuat ini?!" ucap Ksatria itu melihat tubuh 4 temannya yang sudah tak bernyawa.

"Selama 10 tahun ini, kalian telah menjajah tanah agung Torte. Sekarang rasakanlah akibatnya!!"

.

.

Sreettt!!

.

.

Prajurit Artemis itu memenggal kepala Ksatria benteng terakhir.

Kapal induk kerajaan Artemis berlabuh setelah para prajuritnya menguasai benteng pelabuhan.

.

.

Siiip

.

.

Assasin betubuh besar muncul menghadap Honbu dan menyerahkan sebuah bungkusan yang di penuhi darah.

"Kerja bagus Kruger!!"

Assasin bertubuh besar itu, Kruger hanya tertunduk memberi hormat pada Honbu. Honbu segera memasuk sebuah ruang di kapal itu. Honbu menyerahkan bungkusan dari Kruger ke putri Anatasia.

Putri anatasia membuka bungkusan itu.

"Bagus sekali, kita bisa dengan mudah memenggal kepala seorang komandan benteng. Ini semua berkat bantuan kelompok Assasinmu Honbu."

"Anda terlalu memuji tuan putri." Honbu merendahkan dirinya hormat.

Sang putri berjalan keluar ke dek kapal melihat ke arah kota pelabuhan.

"Selanjutnya aku ingin kepala sang jenderal di benteng utama selatan Kekaisaran Rakhuksa!! Tunggulah paman!!" ucap Anatasia dengan penuh dendam.

Bersambung ke Emperor Chapter 8

daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook