VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Revolution of Dark Chapter 9

2017-11-07 - Axe Jainuri > Revolution of Dark
44 views | 5 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Tapi, luka yang ada di sebelah dadamu itu apa tidak menyusahkanmu?" Ucap Suzuki pada Kazui.

"Sudahlah, daripada memikirkan hal kecil seperti itu sebaiknya kita menaiki gunung ini dahulu untuk melihat jalan sebelum menjelang sore. Dan juga aku juga ingin istirahat sebentar di atas gunung nanti." Balas Kazui dengan senyumnya.

"Oh begitu. Aku minta maaf untuk semua ini." Ucap Suzuki menyesal.

"Minta maaf??? Untuk apa kau minta maaf padaku. Kau kan tidak berbuat salah." Balas Kazui.

"Aku minta maaf karena aku telah berprasangka buruk terhadapmu selama ini. Pertama kali aku bertemu dirimu aku merasa seperti kau seperti musuh kami yang menyamar. Kau terus saja tersenyum saat pertandingan. Dan terlihat kau sangatlah berbahaya karena asal usulmu yang tak diketahui seorangpun."


Revolution of Dark Chapter 9 - Tahap baru
Penulis : Axe Jainuri

"Dan sekarang aku tahu bahwa prasangkaku itu adalah salah. Kau sebenarnya baik, dan juga senyum yang kau tunjukan itu bukanlah senyum palsu yang selama ini banyak aku tahu dari masa laluku yang kelam. Dan juga aku minta maaf lagi, gara-gara aku perjalanan kita terhambat karena kakiku yang tertusuk ini..." Ungkap Suzuki sambil menutupi wajahnya yang sedang menangis.

"Kalau begitu..." Kazui menurunkan Suzuki untuk duduk sebuah batang pohon yang telah tertebang.

"Lupakan semua itu. Itu bukanlah masalah, baik untukku ataupun untuk siapa saja. Namun, masalah yang sebenarnya adalah air matamu yang jatuh sekarang. Tak ada gunanya menyesali sesuatu, lebih baik membuat hari esok lebih baik dari hari ini." Ucap Kazui sambil mengusap air mata di wajah Suzuki.

"Ya, baiklah..." Balas Suzuki sambil menyeringai dengan senyum diwajahnya.

"Nah kalau, aku tidur dulu." Ucap Kazui yang kemudian jatuh tergeletak di tanah.

"Kazui!!! Ada apa, kenapa kau...." Panik Suzuki yang kemudian mendekati Kazui.

"ZZZzzz....ZZZzzz... " Kazui mendengkur dan sudah pulas tidur.

"Eh, sudah tidur..." Suzuki tersenyum melihat Kazui yang sudah tertidur pulas.

"Terima kasih, telah menyelamatkanku untuk yang kedua kalinya. Roku..." Ucap Suzuki sambil mencium dahi Kazui yang tertidur.

PUKUL 14

"Ah, selesai juga. Monster-monster tadi tidak ada habisnya. Seperti di clonning saja monster-monster tadi." Keluh Kaito.

"Sudahlah, ini memang hari yang berat untukmu kan. Bocil...." Sahut Keita.

"Jangan panggil aku dengan panggilan itu. Dasar playboy..." Balas Kaito dengan marah-marah.

"HEH... playboy, dari mana kau dapat kata itu. Dasar bocah ingusan." Ucap Keita pada Kaito.

"Eh tunggu sebentar. Apa kau mendengar sesuatu. Arahnya dari selatan gunung ini. Sepertinya aku tidak asing dengan suara ini." Ungkap Kaito yang semakin penasaran dengan suara yang terdengar dari telinganya.

"Hoy-hoy... tunggu aku." Ucap Keita pada Kaito yang berlari menuju suara yang ia dengarkan.

"Apa yang sebenarnya terjadi disini. Kenapa kalian bisa disini!!!" Ucap Kaito yang kaget dengan kedua orang yang tak asing lagi bagi dia.

"Huhuhuhu... tunggu dulu... huhuhu. Kenapa kau berlari sepert..." Ucapan Keita terpotong dengan melihat kedua sosok manusia didepannya.

"Apa yang telah terjadi kenapa kalian disini. Suzuki.. Kazui... " Tanya Kaito pada dua orang tersebut yang tidak lain adalah Kazui dan Suzuki yang duduk di bawah pohon besar.

"Mana aku tahu. Memangnya aku yang membuat jalan ini dasar bangsat. Tanya saja pada pak tua yang menyuruh kita kesini dasar bocah." Jawab Suzuki dengan nada bicara yang biasanya.

"TUNGGU SEBENTAR.... jangan ribut dulu." Potong Keita di perdebatan Kaito dan Suzuki.

"Memangnya kenapa?" Tanya Kaito pada Keita.

"..." Suzuki diam memperhatikan Keita.

"Sekarang aku mengerti apa yang sedang terjadi. Sebenarnya sejak kita tadi masuk kehutan ini aku sudah merasakan yang janggal dijalan. Coba kalian lihat pohon yang Suzuki sandari di belakangnya." Tunjuk Keita pada pohon dibelakang Suzuki.

"Lihat tanda cakarang di pohon tersebut. Bekas cakaran tersebut masih terlihat baru. Dan bekas cakaran tersebut adalah bekas pertarunganku dan Kaito tadi menghadapi monster-monster hutan ini. Jadi..."

"Selama ini..." Sambung Kaito.

"Kita..." Sambung Suzuki.

"TERPERANGKAP!!!" Sahut Kazui yang tiba-tiba bangun dari tidurnya.

"Kazui...." Kaget semuanya melihat pernyataan Kazui yang baru bangun dari tidurnya.

"Oh Kazui, kau sudah bangun ya..." Ucap manis Suzuki pada Kazui.

"Eh.. ???" Kaito dan Keita bingung dengan sikap Suzuki yang berubah drastis.

"Kita sebenarnya berada dalam satu lingkungan yang sama sejak dimulainya pertandingan pagi tadi." Ucap Kazui.

"Dan juga, kita dibuat satu tim ini sebenarnya bukanlah untuk melihat kekuatan tiap kelompok kita. Namun, kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi, jika kita bekerja sama sejak awal bukanlah melanggar peraturan. Karena tadi master hanya bilang bahwa kita harus sampai di garis finish saat matahari terbit, bukan berarti siapa yang datang dahulu dia yang menang." Ungkap Kazui.

"Jadi kita disini bukan untuk bertanding. Tetapi untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi sekarang ini." Sambung Keita.

"Lalu jika kita berada dalam lingkup yang sama dan jalur yang sama kenapa dari awal kita tidak menyadari kehadiran satu sama lain perjalanan tadi?" Tanya Suzuki bingung.

"Itu terhalang oleh sihir yang digunakan master untuk menghilangkan aura kehidupan disekitar. Dan juga sihir ini ia gunakan untuk memutar-mutar arah kita sehingga jalur yang kita lalui sebenarnya berdekatan tetapi akan berubah arah pada jalur-jalur tertentu." Jelas Keita.

"Ya betul sekali senpai..." Kazui mengacungkan jempolnya atas jawaban dari Keita.

"Namun, aku bingung kenapa kita bisa bertemu disini jika ada sihir seperti itu??" Tanya Keita yang tampak bingung.

"Sihir ini adalah sihir yang hampir sempurna. Namun, ada satu kelemahan dari sihir ini. Yaitu sihir ini memiliki satu titik lemah yang mudah ditembus. Menurut perkiraanku sebelumnya, kelemahannya berada disini. Yaitu puncak gunung yang merupakan area tertinggi dari daerah ini. Aku memperkirakan jangkauan pemakai sihir ini lebih bersifat teritorial sehingga sangat sulit ditembus, tetapi rentan jika jangkauannya berada di ketinggian." Jelas Kazui.

"TUNGGU DULU.... " Ucap Suzuki memotong ucapan Kazui.

"Sekarang aku tahu. Aku pernah mendengar sihir ini sebelumnya. Ini adalah sebuah sihir kuno yang sangat jarang di gunakan karena butuh konsentrasi serta pengalaman yang tinggi dalam penerapannya. Nama sihir ini adalah..."

ART MAHOU: LABYRIN PEMISAH.

BERSAMBUNG . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . KE NEXT CHAPTER

Bersambung ke Revolution of Dark Chapter 10

Alien Queen
2017-12-15 19:38:26
Bahasanya nggak perlu dicampur juga kan. Btw kazui nggak sopan tuh.
Bocah Redoks
2017-11-08 20:46:06
Asik. Bakal kerjasama nich
Yukki Amatsu
2017-11-08 09:43:38
360 Drajat perubahan Suzuki, jadi mirip cewek semestinya, MAHOU...
Sqouts Shadows
2017-11-07 14:10:46
Ditunggu chapter berikutnya
Hiatus
2017-11-07 12:55:06
Next chap
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook