VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Ichinose Battle In School Chapter 18

2018-01-03 - Sena Lightspeed > Ichinose Battle In School
124 views | 4 komentar | nilai: 9.57 (7 user)

"Aku gak kenal dan kok tahu namaku?" ucap Ichinose dengan wajah yang polos.

"Gubrak...." Kiritsuke dan Daviryuu nepuk jidat mereka masing-masing..


"Kok bisa dia lupa?" tanya Daviryuu

"Gak tau tuh padahal tampak jelas kita dipermalukan dulu.." ucap Kiritsuke.

"Tapi menurut para saksi mata.. Saat Ichijou datang dia bertarung melawan Ichinose dengan cukup seimbang.." ucap Daviryuu.


"Kurasa..."


"Maaf kenalkan namaku Daviryuu "Pitcher" Endou.. Dari cabang Utara, Hoshikonen.." ucap Daviryuu..


"Hoshikonen? Itu kan sekolah yang dikalahkan sekolah ku dibabak perempat final.." ucap Ichinose.



"Suo si tangan kidal.. Pasti kenal!" ucap Daviryuu yang tampak bersemangat.


"Ya dia kaptennya..." ucap Ichinose.


"Kurasa walaupun Hoshikonen kalah, tapi dia tidak bisa memukul satupun lemparanku.." ucap Daviryuu dalam mode serius.


"Kita menciptakan kenangan terakhir dalam bisbol, menuju koshien sambil melihat langit biru..." ucap Daviryuu...



Flashback.

Hoshikonen vs Elite School...



"Woy bukannya nama sekolah kalian bukan Elit!" teriak Daviryuu sang Pitcher.

"Tapi akan menjadi sangat elit.."



Beberapa jam kemudian...


"Base terisi penuh, inning ke sembilan, pelempar Sou Ichizaki sang Tangan Kidal, two strike, two out, three balls...."


"Kecepatan angin 0,1 setiap detik bertambah, keringat demi keringat, langit masih tetap biru.."


"Semangat Boss!" teriak Vick..


"Pada akhirnya..."



"Jadilah seorang pecundang buang hati nuranimu..."


Daviryuu kena strike out.. Tak bisa memukul sama sekali.. Walaupun begitu...

9-8 untuk kemenangan School Elit.

Karna lemparan Suo tak bisa dilihat.


Flashback End.


"Flashback yang membosankan, aku tidak suka bisbol.." ucap Ichinose.

"Dan juga. Strike Out itu apa?" sambung Ichinose yang matanya mulai sayup-sayup..


"Aku ingin menjadi sesuatu yang lelah, dan lalu tertidur tak menghiraukan apa saja... Setiap waktu setiap detik.. Aku seperti kertas yang akan diterbangkan ke langit biru, walau tak pernah menyentuh akhir.."


"Eh?"


Ichinose tertidur kemudian..


"Ha? Gak jadi bertarung anzay dia tidur selalu!" ucap Daviryuu.

"Itu salahmu karna menceritakan kisah yang membosankan.." ucap Kiritsuke..

"Kurang ajar!"


"Kiritsuke!"


"Daviryuu!"


"Lostman
Nevergear!"

"Fastball!"



Mereka yang harusnya berduet malah berantem lagi..

Ichinose Battle In School Chapter 18 - Langit Biru
Penulis : Sena Lightspeed

Kesisi Vick si Manajer vs Tenma the magician.



"Sulap adalah seni menipu mata, memainkan kartu dengan cemerlang untuk menipumu.." ucap Tenma.


"Kembang api adalah cahaya yang bagus saat mereka terbakar.." ucap Vick.



Vick kemudian berlari dengan cepat, tangannya yang memegang kembang api..

Ya dia adalah sang Tinju ledakan, kembang api seperti ledakan yang dia ciptakan...


"Saat kembang api berbunyi, itulah isyarat bahwa mereka memencar dengan indah..."


Pukulan yang meledak-ledak...



"Sulap dan Sihir adalah dua hal yang tidak bisa menyatu..."



Kartu-kartu yang menajam...


"Xplash Card!"


"Hanabi no Punch!"



Tertahan oleh jurus mereka masing-masing...


"Eh?"


Beberapa menit kemudian pertarungan mereka yang berlangsung

Tampak Vick sudah kehabisan duit,

"Kembang apinya masih banyak tapi duitku habis.."


"Kartu Remi yang aku beli banyak box sekarang udah abis.."


Sang Pesulap Amatir dan Si Tinju Petasan..

Pertarungan mereka telah selesai karena kendala duit habis..



Kesisi Kogarasumaru vs Makoto.



"Kau cukup hebat.. Hosh-hosh.." tampak Kogarasumaru lelah.

"Kau juga.. Haha.." ucap Makoto yang berkeringat..



"Tetapi.." sambung Makoto.



"Jurus ke 17 : Manusia adalah orang memalukan yang gampang menyerah, tetapi jika rasa tidak ingin kalah datang.. Maka dia akan..."



"Ajakan kencan......" ucap Makoto..


"Eh?" Kogarasumaru mematung...


"Ini jurus ke 16, memang seperti aku mengeluarkan syair sebelum mengeluarkannya.. Dan jurus ke 16 adalah ajakan kencan.. Jadi kau harus menerima seranganku.." ucap Makoto.


"Gak.." jawab Kogarasumaru pendek.

"Kenapa-kenapa?"


"Kamu Jones udah berapa lama.."


Dan akhirnya Makoto kejang-kejang..


Pertarungan aneh mereka berada di bawah langit biru..


Mereka kemudian merobohkan tubuh mereka ketanah..


"Langit biru adalah..."




Kesisi Ichinose.


Ichinose yang tertidur tiga jam lamanya kemudian bangun..


"Dasar Kiritsuke!"

"Apaan Pitcher lemah!"


Bukannya datang melawan Ichinose mereka malah saling berantem..



"Langit biru kah? Mungkin aku akan tidur disini sampai matahari terbenam.." ucap Ichinose yang tidur lagi...


B

E

R

S

A

M

B

U

N

G


Next Chapter!

Chapter 19 : Teknik!


NB

Cerita ini hanyalah pertarungan tidak serius karena tokoh utamanya tidak suka buang energi dan lebih suka tidur :v

Bersambung ke Ichinose Battle In School Chapter 19

Sqouts Lights
2018-01-06 10:44:41
Seperti aer dan minyak tak pernah akur
Zen Kureno
2018-01-03 17:16:10
Bertarung menggunakan uang
Sqouts Shadows
2018-01-03 16:10:37
Berantemnya gak kelar2 si dua sejoli.. ditunggu chapter berikutnya
Takashi
2018-01-03 14:15:35
cerita nya agak pendek, dan rasanya nama david selalu muncul deh
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook