VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Shin Sekai Chapter 2

2017-01-28 - Gouenji Shuuya > Shin Sekai
269 views | 14 komentar | nilai: 10 (7 user)

"Tidaaakk... Aisyaa!!!"

Terlihat seseorang terbangun dari tidurnya.

"Oh.. akhirnya kamu sadar juga, Miko." ucap seseorang yang berada di samping ranjang Miko.

Miko yang baru tersadar dari tidurnya pun langsung menoleh ke arah orang itu.

"Eh.. dimana aku sekarang, Roshi?" tanya Miko yang kebingungan.

"Sekarang kamu berada di rumah sakit. Kamu tidak sadarkan diri selama 3 hari dan akhirnya sekarang kamu sadar juga." ucap orang itu yang ternyata bernama Roshi.

Dan benar saja, ternyata ruangan itu adalah ruangan perawatan yang terletak di dalam rumah sakit.

Shin Sekai Chapter 2 - Kabar Buruk
Penulis : Gouenji Shuuya

Tiba-tiba kepala Miko pun berdenyut-denyut dengan kencang.

Miko yang merasa kesakitan di bagian kepalanya itu pun langsung memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

"Aaahh...!!" erangnya.

"Hei Miko.. ada apa denganmu?" tanya Roshi yang khawatir akan kondisi Miko.

Tapi itu tidak berlangsung lama.

Keadaan Miko pun mulai membaik.

Perlahan-lahan dia melepaskan kedua tangannya dari kepalanya.

"Tidak apa-apa kok." jawab Miko.

"Oh.. syukurlah kalau begitu." ucap Roshi.

Miko yang merasa telah mengingat sesuatu pun langsung menatap Roshi sembari bertanya pada orang itu.

"Hei Roshi.. di mana Aisya sekarang?" tanya Miko.

Mendengar pertanyaan yang mendadak dari Miko itu, Roshi pun hanya bisa terdiam.

Dia menunduk tanpa suara.

Dia tidak sanggup untuk mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada Aisya.

Miko yang tak kunjung mendapat jawaban dari Roshi pun mencoba untuk bertanya lagi pada orang itu.

"Hei Roshi.. jawablah pertanyaanku ini!! Di mana Aisya sekarang?" tanya Miko lagi.

Akhirnya dengan berat hati, Roshi pun menjawab pertanyaan dari Miko itu.

"A-Aisya..." ucap Roshi yang terhenti sejenak.

"Aisya telah tiada." lanjutnya lagi.

Keadaan pun menjadi hening.

Miko terlihat sangat terpukul sekali mendengar jawaban dari Roshi itu.

Jawaban yang sangat menusuk hatinya.

Tampak butiran air mata mulai keluar dari mata Miko yang berwarna merah itu.

Dia menangis.

Bruaak.. bruaaakk...

"Tidaaak.. ini tidak mungkiiin..!!" teriak Miko.

Miko membanting satu per satu benda yang ada di ruangan perawatan itu.

"Hentikan ini semua, Miko. Kamu harus sabar menerima ini semua." ucap Roshi.

Roshi mencoba untuk menghentikan perbuatan Miko itu.

Namun Miko masih saja mengamuk.

Akhirnya Roshi pun memilih cara kekerasan untuk menghentikan ulah Miko itu.

Buaaakk..

Pukulan tangan kanan Roshi sukses mengenai pipi kiri Miko.

Miko terpental hingga menabrak tembok di ruangan itu dan kemudian dia jatuh terduduk lemas.

"Aku tahu perasaanmu saat ini. Aku juga merasakan hal yang sama sepertimu. Tapi... tapi marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah begitu saja." ucap Roshi.

Miko memukul-mukul lantai.

"Aku lemah.. aku lemah.. seandainya saja waktu itu aku lebih kuat darinya, mungkin saja Aisya tidak akan meninggal.." ucap Miko menyesali keadaannya.

Miko masih saja terisak.

Perlahan-lahan Roshi mencoba untuk mendekat ke arah Miko.

"Maafkan aku Miko.. maaf karena aku telat datang ke tempat itu. Tapi menurutku kamu itu kuat kok. Bahkan kamu bisa membuat Yugo kewalahan dan membunuh semua anak buahnya." jelas Roshi.

"Maksudmu?" tanya Miko yang merasa kebingungan.

Namun sebelum pertanyaan dari Miko itu dia jawab, Roshi melontarkan sebuah pertanyaan kepada Miko terlebih dahulu.

"Memangnya apa yang terakhir kali kau ingat?" tanya Roshi.

"Hal yang terakhir kali aku ingat adalah saat-saat ketika pedang Yugo akan memenggal kepala Aisya." jelas Miko.

"Dan setelah itu aku tidak ingat apapun." tambahnya lagi.

"Sudah kuduga. Jika kamu berada di mode api birumu itu, maka kamu tidak akan sadarkan diri karena kamu masih belum bisa mengendalikannya." ucap Roshi.

"Api biru? Apa maksudmu?" tanya Miko yang semakin kebingungan.

"Jadi begini ceritanya..." ucap Roshi yang akan menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.

Bersambung...

Bersambung ke Shin Sekai Chapter 3

Zen Kureno
2017-05-01 20:17:38
barsambung lagi bagian serunya
Yami No Ouji
2017-03-22 13:22:20
makin penasaran ane...
Night Eve
2017-03-15 08:08:53
yaah.. Aisya kok mati sih :3
BeeZero
2017-03-04 06:16:02
mlai lanjut baca dulu
Dwi Fitri
2017-03-02 03:45:54
kepo nih lanjut ahh klik..
Alien Queen
2017-02-11 18:02:23
Hmm mode api biru.
Kakek
2017-01-29 11:46:06
api biru? apa tidak ada efek di tubuhnya jika keluar api
Bocah Redoks
2017-01-29 09:34:10
Ok. Penasaran nich
Bocah Redoks
2017-01-29 07:58:00
Kirain mw d jelasin. Ehh malah kena tbc
ThE LaSt EnD
2017-01-28 22:34:46
wah blum bisa menguasai kekuatan sendiri.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook