VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Another World Chapter 6

2017-01-13 - WuCyborg > Another World
63 views | 5 komentar | nilai: 8 (2 user)

Seseorang berlari dengan semangat menggebu-gebu.

Seseorang dengan sekantung bunga indah dibawanya

Demi memenuhi janji yang mereka tanam bersama

Tapi apadaya sang bunga mulai menggugurkan satu persatu helainya,hingga akhirnya tak tersisa

Menangis dirinya, menahan pun tak bisa

Hanya bisa berharap dan bersandar pada kaca, yang kiat terbalut penuh luka

"Ma....ryy...."

Rilih suaranya, pilu hatinya, Sang Pangeran mulai mendekatinya, memaksa masuk dengan tubuh yang goyah, tatapan kosong.

"Bangun..--" "Maryyy!"

***

Another World Chapter 6 - Tanpa Hati
Penulis : WuCyborg

19 Tahun yang lalu

Suka cita mewarnai kerajaan. Sang Baginda Raja terlihat sangat senang, anak putra-nya yang lama dia tunggu akhirnya terlahir.

Bagai pemata dimata Baginda Raja. Diangkatnya anak tersebut dengan kedua tanganya. "Cepatlah tumbuh"

Tatkala pangeran terus berdiam dirumahnya. Dia diajarkan bermacam-macam pengetahuan. Ekonomi, sosial, biologi, hingga sistem-sistem kerajaan, dan seterusnya.

Pangeran hanya menatap dari dalam jendela. Hanya menyaksikan walau pada akhirnya dia menyadari. Menginjak umur 10 dia mulai bertanya.

"Ayah, kenapa negeri ini terus berperang?"

"Ayah, kenapa ibuku sampai terbunuh?"

"Ayah, kenapa tidak melakukan gencatan senjata?"

"Ayah, sebenarnya apa yang ayah perebutkan?"

"Ayah.."

"Ayah. . ."

"Ayah.. . . ."

Namun semua pertanyaan tidak ada satupun yang dijawab, tak terjawab, diacuhkan. Sakit--.

Sang ayah/Sang Baginda Raja. Mulai menikah kembali, dia mempersunting putri dari antah berantah, tidak ada yang mengetahui. Namanya Hanna cornelia

Hingga pada akhirnya Sang Pangeran mulai beranjak remaja. Dia selalu tersenyum menutupi kehidupan yang lalu

Dia bertemu dengan seorang perempuan, perempuan itu sedang memetik sebuah apel dari pohon.

Lantas Pangeran membuang muka. Dengan wajah malu-malunya dia memberanikan diri menatapnya, wanita itu menyadari keberadaan Pangeran. Sang pangeran merasa tersipu, dia pergi meninggalkan wanita itu

Seiring waktu berjalan. Mereka mulai tampak dekat.

***

"Nak, jadilah jenderal atau tetaplah disamping ayah, kenapa kau selalu menolak"

"Kau tidak bisa berbicara?, dengar saat ayah sudah tidak menduduki kursi ini lagi, kursi ini sepenuhnya milikmu. Apa lagi yang kau inginkan?"

"Apakah dengan duduk di kursi itu membuatmu bangga?" jawab Pangeran/anak

"Aku akan membuat jalan hidupku sendiri! Aku ingin hidupku damai, aku tidak ingin merasakan tangisan lagi"

"Bagaimana caramu bertahan hidup? Baiklah ayah akan turuti kemauanmu, tapi kelak cepat atau lambat entah bagaimana caranya. Kau pasti akan berada disini, ini tempatmu"

"Cih.." gumam pangeran seraya pergi

"Luiz-" seru Raja Jhonson

"Ya tuanku"

"Kau, awasi putraku"

"Atas perintahmu tuanku" jawab Luiz, lalu pergi

Hingga saat itu, Sang Pangeran memulai cintanya. Wanita itulah yang sanggup membuat dirinya tertawa lepas. Ya-- Mary.

"Besok, aku akan kembali. Aku akan memberimu hadiah, tunggu ya"

"Sampai matipun, akan kutunggu"

"...." Luiz hanya menatap dari kejauhan

***

"Bagaimana keadannya Luiz"

"Dia seorang dari desa di tenggara. Seperti yang diharapkan, kita dapat menggunakan dia sebagai alat"

"Namanya"

"Mary"

"Tunggu... Sepertinya aku pernah mendengarnya, jangan gegabah, sebaiknya lakukan rencana"

Sehari setelahnya

Tubuh mary berlumurkan darah, saat pangeran tiba dengan sekantung bunga ditangannya. Dia hanya terduduk di dekatnya

Akhirnya pangeran bangun, tatapannya kosong. Sangat terasa dingin.

"Hooii, Pangeran Kurt! Sial sepertinya dia tidak mendengar" seru Anom

Lantas aku mendekatinya, tetapi ditepikan tanganku oleh Pangeran yang menyentuh pundaknya.

"Anakku! Tolong apa ada yang melihat anak perempuanku!! Kumohon!" lirih teriak suara ibu dari desa

Sesampainya dikerajaan.

"Ayah!, mau sampai kapan ayah duduk disana? Cepatlah pensiun" ucap Pangeran Kurt dengan tatapan dingin dan hampa

"Jangan buru-buru putra tercintaku, kau boleh memipin pasukan utama terlebih dahulu"

"Terserah dirimu, Ayah"

Hari mulai menjelang malam bunyi jeratan tali bergesekan sedikit terdengar akibar sunyinya keadaan

Di ujung koridor istana, sebuah kamar kosong

Ngieet, pintu terbuka

"Maafkan aku telah mengikatmu, bagaimanapun juga aku tidak dapat membunuhmu, mary!" ucap Raja Jhonson

~ B E R S A M B U N G ~

Catatan:

-Jika ada yang bertanya Hanna cornelia ternyata ibu angkat/tiri dari pangeran, lantas di chapter lalu Anom bilang Pangeran anak dari Hanna. Jawab: sebenarnya apa yang dipikirkan dalam benak Anom saat itu hanyalah asumsi semata, Seseorang yang tidak tahu menahu pasti akan bilang seperti itu

-Hati pangeran yang mulai membeku dan hampa, serta kegelisahan Agis hingga menyebabkan merinding, kematian mary yang dipalsukan, ada yang mau menebak alur selanjutnya?

Bersambung ke Another World Chapter 7

Carlton Serian
2017-03-15 12:35:16
Ya, made it here. Ane bakal liat gimana penulisannya di chapter depan.
Dwi Fitri
2017-03-14 18:15:59
yah.. aku suka cerita berbau klasik seperti ini.. jadi akanku ikuti cerita ini >^
Lyokovich the Death
2017-01-24 21:53:06
Itu yg dead jangan2 si kembaran mary beteweh viewsnya sepi sabar yah
Meimei
2017-01-14 18:39:33
Hmmm jadi bukan mary ya? Kukira sebelumnya raja jonson raja yg picik namun ternyata tidak.
Gouenji Shuuya
2017-01-13 13:29:52
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook