VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Another World Chapter 5

2017-01-11 - WuCyborg > Another World
54 views | 9 komentar | nilai: 8 (2 user)

Dongeng Manis yang terukir bersama putri manis jelita dengan sekantung bunga

sang putri menari nari menunjukan kebahagiaan

Sang pangeran tiba

Sang pangeran jatuh hati padanya

Sang putri menyibakkan rambutnya dari atas balkon, pangeran senantiasa menunggunya dari bawah

Sang pangeran terlena Tak sadar bahwa sang putri menarikan tarian alam baka

Bajunya sobek memperlihatkan bayang bayang ketakutan

Sang pangeran menangis tak bisa berkata apa apa.

Another World Chapter 5 - Tangisan Jiwa
Penulis : WuCyborg

***

.

.

.

Aku masih memikirkan hal apa yang membuat agis sangat gemetaran.

Aku mulai berjalan menunduk karena memikirkan apa yang menyebabkan dia seperti itu.

dan saat itu juga aku mendapat kabar tak mengenakan, mungkin ini kejadian pertama semenjak aku tinggal disini, sepertinya.

sangat ramai... kerumunan warga yang terlihat histeris.

Angin pengembara masuk melalui jendela rumah membawa aroma amis dari apa yang dilewatinya..

saat aku menyusurinya...

"Permisi-- Maaf aku mau lewat"

Aku mulai meratapi sedikit, apa yang baru saja kulihat.. memejamkan mataku selama beberapa detik tak kuasa mengubah pandangan di hadapanku.

Menatap dengan mata terbelalak, serius.

Seorang yang dicintai pangeran, Mary. Dia tergeletak di lantai penuh dengan darah

***

Sementara itu...

50 km dari arah utara istana althea, sebuah lapangan luas.

Ratusan? tidak-- Ribuan, mungkin

Kumpulan orang dengan pakaian merah, berkumpul secara bergerombol di satu tempat.

seseorang keluar dari sebuah tenda dan berdiri dihadapan ribuan orang tersebut.

"Semua berkumpul!!"

Drap Drap Drap

ribuan orang itu langsung memposisikan diri, berbaris dengan lihat seperti prajurit terlatih, walaupun ada yang terlihat gelagap karena sedang melaksanakan aktifitas, seperti sarapan misalnya.

"Sebentar lagi kita akan sampai pada tujuan, persiapkan diri kalian"

"Hari sudah menjelang sore, untuk saat ini istirahatlah yg cukup, esok hari kita akan lanjutkan perjalanan, siapkan diri kalian selalu!"

"Baik!"

"Tuan, Aku tidak yakin, tuan tahu perihal pertempuran yang lalu, apa kita tidak bisa bercermin dari itu?"

"Kenapa kita harus memikirkan masalalu?"

"Tidak tuan, maksudku pikirkanlah mental para prajurit, bukankah ini hanya membuang energi tuan, dan pikirkan risiko lain jika hasil negatif yang kita dapat"

"Aku tidak sepesimis dirimu, yang lalu biarlah berlalu dan akan tetap berlalu, kenapa masih saja memikirkan masalalu jika hari esok masih ada, dunia belum musnah keajaiban selalu ada"

***

Kembali lagi ke tempat anom

aku mulai memainkan rambutku, menarik narik rambutku kebelakang dengan telapak tanganku dan berhenti di antara kepalaku, dengan ekspresi tak percaya, sampai sampai rambutku tersangkut diantara sela-sela jariku ini

Bahkan aku sampai lupa pada keadaan agis sekarang yang saat ini sedang gemetar tak berkutik

Apa yang akan pangeran albert katakan nanti

tapi percuma memikirkan hal tersebut, karena dia sudah terlihat di ujung samping kanan dari jendela

menampakan wajah yang pilu, walaupun baru satu tetes dan hanya sebelah matanya yang berlinang air, tapi tetesan itu sangat panjang, dan berlanjut hingga mata sebelahnya ikut menetes

hatinya hancur, dirinya hampir jatuh, terbelenggu dalam tangisan

Dipukulnya jendela tersebut dengan tangan kanannya, berulang-ulang, berulang-ulang, berulang-ulang, hingga kaca tersebut hampir pecah, sebelum akhirnya dihentikan oleh warga lain yang khawatir padanya.

menundukan kepala, tangan terkepal bersandar pada bahu jendela

"Ma...ry" sebutnya dengan nada yang sangat teramat berat

~ B E R S A M B U N G ~

Bersambung ke Another World Chapter 6

Dwi Fitri
2017-03-14 18:06:35
Mary.. kenapa kamu mati!! pangeran sangat mencintaimu mary
Ueno The Best Girls
2017-01-24 21:46:39
Mungkin Mary dibunuh David, di ikkeh-ikkeh juga tentunya
Meimei
2017-01-14 18:33:27
Agis kah yg menbunuh mary?
ThE LaSt EnD
2017-01-12 20:56:55
mungkin untuk penulisan bhasa sperti ini.. gak semua pembaca bsa menikmati.. tpi ceritanya menarik.
chichay
2017-01-12 20:32:03
mf sblumnya,satu sj komentarku.coba lbih pnjang,
Gouenji Shuuya
2017-01-12 10:19:08
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Demith
2017-01-12 07:09:30
Preview ch. 1-5: masih ada kekurangan dalam bentuk penulisan. Jika mengambil aturan ideal penulisan di indo. Penggunaan kalimat kapital banyak yang tidak tepat, akhir paragraf seharusnya diimbuhi (
Rudy Wowor
2017-01-11 22:23:11
Mary ternyata yang tewas.
Leon Lockhart
2017-01-11 21:34:29
Dramanya semakin kental namun jangan lupa tambahkan "." Di akhir pembicaraan nantinya '-')
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook