VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Another World Chapter 3

2017-01-09 - WuCyborg > Another World
29 views | 6 komentar

Nama-nya adalah Albertus Jhonson, bisa dipanggil jhonson?, yang mulia Jhonson, raja Jhonson atau yang lainnya.

Pria yang agung nan elegan

Meski sudah nampak cukup berumur, beliau adalah raja yang memerintah kekaisaran Althea, salah satu dari negara besar yang berjumlah, entah aku belum mengetahuinya.

Perawakannya yang tinggi nan besar, rambutnya berwarna Hitam pekat panjang hingga sebahu dengan mahkota emas di kepalanya, serta mata merah yang sangat tajam, memaparkan aura ganas, pun membuat yang melihat tahu dari sorot matanya, bahwa dia seorang pemimpin yang brilliant.

Tak luput dari sosok yang selalu menemaninya kemanapun dia berada, bisa dibilang tangan kanan, yah walaupun saat ini dia tidak disampingnya karena yang mulia jhonson sedang bermusyawarah?

Ya- Luiz sang tangan kanan, sosoknya terlihat di aula pelatihan, sedang menarik sebuah busur panjang mengarahkan kepada sang lingkaran sasaran.

anak panah diluncurkannya dengan tepat mengenai lingkaran kecil merah yang berada di tengah

Prakkk!!

Another World Chapter 3 - Albertus Jhonson
Penulis : WuCyborg

***

[ beralih ke Rumah Agis ]

Sementara disisi kami, pasukan kekaisaran setidaknya sekitar lima ksatria, berdiri tegap dihadapanku.

Berdampingan dengan seorang ksatria lainnya seorang berperawakan sedang, dan sedikit keriput di dahinya yang membuat dirinya terlihat sudah menua, walaupun aura yang dipancarkannya terlihat masih gagah.

"Maafkan saya datang secara tiba-tiba seperti ini, jika berkenan saya ingin berbicara dengan tuan"

"Eh-- itu, ah tentu saja, mari bicarakan di meja, maaf aku tidak bisa menghidangkan sesuatu"

"Tidak masalah aku tidak bermaksud untuk mampir dan minum teh, Sebelum itu, perkenalkan saya adalah seorang penasihat kerajaan, Usgart Frans. maaf jika nama saya terlihat sulit untuk diingat"

"Ah tidak masalah?"

"-- Kedatangan saya bermaksud untuk menginformasikan bahwasanya anda, tidak dapat meninggali kediaman ini, maksud saya ini adalah kediaman Nyonya Agis, dia dan bahkan anda belum melaporkan kepada pihak berwenang"

"Ah maafkan saya, tapi sungguh saya juga sudah merasa tidak enak untuk tinggal terus di sini" sahutku "yang benar saja? agis orang penting ya!?" lanjut batinku

"Mengenai itu, Dimana dia?"

"Mungkin kau bisa melihatnya disekitar pasar, baru saja dia pergi- setelah itu kau datang, terlebih lagi mari kita kembali ke topik pembicaraan barusan"

"Maafkan saya"

"Yah mengenai itu, kau tahu- aku tidak punya cukup dana untuk membeli rumah, aku mungkin akan membuat sebuah usaha nanti, tapi bisa kau beri waktu?"

"Kamu tidak usah risau, kami sudah memilikinya untuk kamu, pihak kerajaan yang memberinya secara cuma-cuma"

"!! Apa!! yang benar saja!"

"Kau bisa melihatnya jika kau menaiki tempat yang cukup tinggi, letaknya disekitar pusat kota, di tengah sana, tempat itu kurasa akan cocok untuk usahamu"

"Ah baiklah-- terima kasih"

"Kuharap besok kamu sudah menyelesaikan semuanya, ini semua kunci yang ada" serunya memberi kunci

"Wow, aku baru saja tinggal disini dan sudah mendapat sebuah rumah, gila" batinku

"Baiklah, sampai jumpa- dan sampaikan salamku untuk nyonya agis, kuharap dia baik-baik saja" lanjutnya menaiki sebuah kereta kuda

Hiyaaa! dia mulai menjauh diikuti irama hentakan kaki kuda dan beberapa ksatria beriringan bersamanya

Tak lama hari sudah menjelang sore, di tempat yang begitu ramai, aku melihatnya dari sebuah jendela kamar, dia membalas lambaian tangan tetangganya satu persata sebelum dia hendak menolehku seraya melambaikan tangannya padaku dengan senyum manis terbingkai di wajahnya.

Mungkin jika kita sebuah keluarga, ini adalah momen yang indah bagiku !@$%@- lupakan itu!

Besok aku akan memulai hidup baruku!

***

Kemarin aku tidak dapat membicarakannya dengan Agis, kuharap aku bisa memberanikan diri

Halaman belakang rumah, seperti biasa dia bersama dengan sekawanan burung biru kecil yang berputar mengelilinginya, tapi kali ini dia berbeda, dia sedang menyirami sepot bunga

"Agis--"

Dia lekas menoleh kearahku yang berada dibelakang punggungnya

"Ya Anom, ada apa?"

-- setidaknya sudah sekitar 15 detik aku berdiri dengan diam tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutku.

Ayolah, ini pernyataan? kenapa aku sampai segugup itu, ini bukan perpisahan! Bodoh!

akhirnya mulutku yang terasa rapat terbuka

"A-aku Meminta ijin pamit darimu"

"Eh-"

"Maaf berbicara seperti ini tiba-tiba, aku dihimbau agar pindah, pun aku sudah berkemas, jadi maafkan aku"

"Begitu- semoga kau baik-baik saja"

"Tentu"

Aku mulai melangkah pergi menuju kamar, untuk mengambil tas, lalu--

"Kadang-- aku akan mampir untuk menengokmu"

"Iya!" seruku yang tadinya berawajah cukup muram lalu menjadi senyum saat mendengar kata tersebut

Aku mulai membuka pintu rumah tersebut, angin pengembara yang berhembus melewati sela sela rambutku mulai menyapa keseharianku yang baru.

Akan tetapi, entah butuh waktu berapa lama bagiku untuk bertemu lagi dengan agis, ah- lagipula dia berbicara tentang mampir bukan, yah kurasa yang seharusnya mampir itu aku bukan?

Aku merasa berhutang budi padanya

Pemandangan langit yang menjadi latar sosok negeri ini segera terpancar, lembaran demi lembaran akan kutulis untuk mengisi kekosongan dalam buku yang belum terisi.

seraya diriku yang masih tertahan di depan pintu rumah dan menggengam gagang pintu "ah aku hampir lupa, kau baru saja mendapat salam dai pihak kerajaan" seruku tersenyum yang dilanjutkan dengan menutup pintu dan melenggang ke arah pusat kota.

~ B E R S A M B U N G ~

Bersambung ke Another World Chapter 4

Eiichiro Maruo
2017-01-24 07:25:20
Memang benar aku kadang nggak ngerti walau udah baca secara pelan-pelan
Manda
2017-01-14 18:25:17
Akhirnya anom pergi dari rumah agis kmana dia akan pergi?
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:12:10
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Rudy Wowor
2017-01-10 08:40:20
Anom pergi sendiri ya kirain bersama Agis.
Kira Tanha999
2017-01-09 21:25:42
Mau dibawa ke mana nie crita koq blum ada tujuanya ?
Sqouts Shadows
2017-01-09 21:17:35
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook