VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Another World Chapter 1

2017-01-07 - WuCyborg > Another World
70 views | 9 komentar | nilai: 8 (1 user)

Genderang perang yang menggema datang dari dataran padang rumput yang luas, di bawah gemulai dahan yang melambai saat semilir menyibak dedaunan disanalah aku berada-- cukup jauh, menyaksikan betapa buruknya apa yang kulihat, yang dihasilkan hanya goresan demi goresan bahkan luka, atau yang lebih buruk. Kematian.

Cairan merah, darah. Peperangan yang melelahkan menghasilkan darah-darah segar? -- busuk kukira.

Trang!!

Terlihat seorang beradu pedangannya dengan seorang dengan pakaian merah melancarkan serangan kepada pakaian biru secara vertikal, dan biru dengan sigap menahan secara horizontal membuat dia sedikit menekukan lutut.

Aku yang berada di hutan tak jauh dari padang rumput kuas itu, menggelengkan kepala, tak mengerti.

Sebenarnya dimana aku berada? deruku seraya memegang kedua kepalaku

Another World Chapter 1 - Prologue: Sehari Dalam Perang
Penulis : WuCyborg

kubu Biru mulai melancarkan serangan secara membabi buta, mereka mengeluarkan pelontar kayu, satu.. dua.. tidak puluhan! bahkan aku sulit menghitung, dengan amunisi batu besar

"Tembak!!!"

Hyunggg! Bammm!!

pasukan tim merah dibuat kocar kacir, walaupun mereka terlihat tidak gentar sedikitpun

Sebuah anak Panah menyasar kearahku dan menancap di batang pohon disebelahku, Woah!! Hi!

itu cukup membuatku tersentak, serta merta panik, aku langsung berlari masuk ke dalamhutan ini.

dingin mulai terasa kala sang surya meredup sinarnya. Sejuk, aku tidak merasa lelah walaupun sudah berlari hingga menjelang malam, rintihan dedaunan yang rindang dan ranting bergesekan membuat luka lecet pada kulitku tak sempat kuhiraukan

Aku mulai mengeluarkan cairan dingin dari tubuhku, panik. walaupun aku tidak sedang dikejar siapapun, tapi ternyata di dalamhutan itu terdapat sebuah pasukan lagi tubuh besar besar, sangat tinggi, raksasa?? pasukan bantuan??

Aku segera bersembunyi diantara celah batang pohon, mungkin itu pasukan bantuan pikirku--

"Hosh! Hosh!"

keringatku mulai menetes, semoga tidak terdengar, tapi semua sia-sia saat aku menginjak ranting- cih!

tanpa pikir panjang aku langsung berlari dengan cepat, begitupula para pasukan berjubah biru itu langsung mengejarku dengan sedikit pasukannya, itupun sepertinya setinggi denganku

walaupun mereka cuma berempat tetap saja mengerikan, mereka memakai kuda!

ini akhir hidupku? coba untuk melawan? mana mungkin!? Idiot!

salah satu prajurit menjulurkan panah ke arahku, tidak...

aku akan mati!! Mati! Mati Mati!

Keringat beserta darah karena aku menggigit bibirku, mulai bercampur!

"Kuharap ini semua hanya mimpi! Aaaaa!" AKu mulai berteriak seraya memejamkan mata seraya menundukan sedikit badan dan menutup kepala belakangku dengan kedua tanganku

aku terus berlari

Clap!!

hingga panah melesat tepat disampingku dan mendarat di dasar tanah, tidak!!

Booom!!!

Sebuah ledakan besar dengan kepulan asap yang terlihat membumbung di tempat terjadinya perang tersebut, membuat prajurit yang mengejarku terhenti lalu melihat ke atas

Lantas aku terus berlari hingga akhirnya mereka kehilangan jejakku!!

Terima kasih-- Ledakan.

Setelah itu, aku mulai mengistirahatkan tubuhku yang kaku karena jarang olah raga, Langit mulai terlihat sangat gelap gulita, Hujan deras yang turun membuatku sulit bergerak, membasahi wajah lelahku, apa mereka masih melanjutkan perang-- siapa peduli!? kenapa aku memikirkannya!

aku mulai kedinginan, akankah hujan akan berhenti, apa hujan ini ingin memelukku, mungkin hujan ini takkan berhenti

Aku melanjutkan perjalananku untuk memasuki hutan yang sepertinya tanpa ujung, mungkin aku bodoh terus berjalan disaat hutan gelap gulita dan di bawah derasnya hujan

tapi mau bagaimana lagi kurasa aku harus untuk memenuhi keinginanku untuk terus hidup, barang kali aku menemukan sesuatu, misalnya sebuah desa, karena tadi aku melihat perang jadi tidak mungkin aku jauh dari sebuah perdesaan, beruntung lagi jika itu sebuah kota.

Setelah berjalan pontang panting selama bermenit-menit hingga berjam jam mungkin aku mulai melihat sinar benderang dari kedua bola mataku

"Desa! Kota!! seseorang!!!" aku merasa gembira sepertinya

tapi kurasa sia-sia

Bruk!!

aku terjatuh telebih dahulu sebelum memasuki tempat itu, aku mati karena kelelahan? bohong-- mana mungkin, bodoh! mungkin karena aku lapar, hahaha. tidak keren!

Aku mulai memejamkan kedua bola mataku...

***

clip clip

aku mulai berkedip, aku masih hidup, sepertinya aku berada disurga, karena aku tidak mungkin berada di tempat empuk seperti ini, bukankah aku tadi terbaring di tanah

aku mulai melihat-lihat, kamar dengan plafon kayu yang cantik terpampang jelas dimataku, dan sedikit lampu-lampu di tengah kayu yang disusun seperti sebuah ubin, menonjolkan warna coklat kayu membuat ini terlihat teduh dan suasana alam yang kental, lalu kulihat kearah samping dan yang ku tangkap hanya sebuah jendela menjulang panjang, dan orang berlalu lalang terlihat.

Aku mulai heran-- Ah mimpi yang indah! Kurasa sudah waktunya jam tidur untukku!

"Selamat tidur, lagi!"

Tok Tok Tok

"Kau sudah bangun?"

"...."

sepertinya aku telah keliru, mungkin dia adalah dewiku, perempuan dengan tubuh agak tinggi mungkin sekitar 170an, berambut hitam panjang hingga bawah bahu, dengan mata seperti permata biru, dan kulit halus putih mengenakan gaun one piece putih dan berpita di sekitar dadanya, membawa semangkuk makanan dan secangkir minuman.. untukku?

"Sepertinya sudah"

aku segera menunda tidurku lagi, aku sekarang ini duduk di atas kasur

"Agis menemukanmu terbaring disana, kamu sangat lusuh saat itu jadi Agis membawamu kesini, apa kamu sudah baikkan?" serunya meraih dahiku untuk merasakan suhu tubuhku

"Ah terima kasih, tapi aku orang asing- kamu tidak apa apa dengan ini, aku merasa bersalah jika kamu terkena masalah karenaku"

"Agis!" serunya menjulurkan tangannya tanpa menghiraukan ucapanku tadi, tiba tiba melakukan perkenalan.

"Ah-- ya, Anom!" seruku spontan menjawab

"Baiklah, Anom, jangan lupa dimakan, agis mau pergi sebentar" serunya baik

Kurasa hanya pemikiranku saja yang aneh saat ini, aku hanya berfikir saat aku berada disini entah bagaimana, aku sudah tidak bisa melanjutkan hidupku, tapi kurasa sekarang aku ingin hidup lebih lama lagi, walaupun aku menyesal karena tidak mengingat bagaimana aku dahulu dimana dan tempat aku tinggal, bahkan keluargaku. Aneh kalau aku masih mengingat namaku selain yang kusebut, yah sudahlah

Kurasa aku akan memulai kehidupan baruku dengan dia--

"Dia! siapa! aarggh! kenapa aku berkata seperti akan menikah!!"

B E R S A M B U N G

Bersambung ke Another World Chapter 2

Eiichiro Maruo
2017-01-23 08:26:53
Awalnya menarik majid-senpai, entar aku lanjut baca chap 2 soalnya lg makan
Ludfy N
2017-01-15 11:53:57
Wah author keren penceritaannya menarik banget!
Bocah Redoks
2017-01-11 17:03:06
tersesat ke dunia lain. mna hilang ingatan lagi. serrremmm
Rudy Wowor
2017-01-08 15:32:52
Yang bertarung itu Anom ya?
Mr Blacky
2017-01-08 13:57:23
Mungkin dimensi lain dari dunia anom '_'
Sqouts Shadows
2017-01-08 07:13:18
Ditunggu cerita berikutnya
Leon Lockhart
2017-01-07 22:39:26
Ceritanya karakter utama lupa ingatan '-')
Zunuya Rajaf
2017-01-07 21:30:30
Anom jgn dtambh An., . ha ha.. .
Alicia Lancaster
2017-01-07 20:37:28
Nikah
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook