VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Levi dan Nevi Chapter 5

2017-01-11 - Tensha > Levi dan Nevi
36 views | 7 komentar

Cahaya yang keluar dari sebuah lingkaran sihir bertuliskan kata-kata ataupun mantra kuno sekejap menerangi ruangan dimana kapten Gill dan Levi berada.

"Keluarkan longinus milikmu nak" ucap Gill yang menarik sebilah pedang dari lingkaran sihir yang ia ciptakan.

Crakk

Udara seakan-akan lenyap ketika sebuah retakan yang perlahan-lahan menjadi sebuah lubang yang muncul dari dimensi lain.

Levi menarik sepasang pedang yang memiliki warna berbeda dari lubang dimensi miliknya dan menaruh salah satu pedang itu di sampingtempat ia berdiri serta melafalkan beberapa kata yang tidak dimengerti kapten Gill.

"Oh mengejutkan sekali, seseorang yang bukan penyihir sepertimu mampu melafalkan salah satu mantra segel yang terlarang, tapi kenapa kau menyegel longinus milikmu sendiri? Menurutku bertarung dengan dua senjata bisa menambah kekuatanmu" ucap Gill.

"Longinus itu bukan milikku" ucap Levi yang kini hanya menggenggam sebilah pedang berwarna hitam.

"Apa maksudmu kau mengambil longinus itu dan membunuh pemiliknya? Mengagumkan sekali bocah sepertimu bisa melakukannya" ucap Gill seraya terseyum.

"Tidak, hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Apa kau pikir aku ini orang bodoh yang akan lengah setelah mendengar sebuah pujian" ejek Levi.

Levi dan Nevi Chapter 5 - Longinus
Penulis : Tensha

Longinus, senjata yang tidak mungkin bisa diambil dari pemilik aslinya. Jika pemilik asli longinus tersebut telah melakukan sebuah ritual dan perjanjian terhadap makhluk yang bersembunyi ataupun disegel di dalamnya.

"Anak kecil itu tidak berbohong tuan" pedang milik Gill berbicara dengan tenangnya.

Kapten Gill mengabaikan ucapan makhluk yang berada di dalam longinusnya dan terus menatap Levi serta pedang yang sudah disegel oleh Levi secara bergantian.

"Hmm aku mengerti sekarang, jadi laporan dari kerajaan ternyata salah. Tunjukan wujud aslimu Shou" Kapten gill melempar pedang yang ia pegang.

Wussssh

Sebuah tornado kecil muncul bersamaan dengan kabut putih yang tebal. Di tempat seharusnya berada sebilah pedang yang tergeletak muncul seekor burung phoenix yang diselimuti api.

"Apa kau masih punya minat untuk membunuhku, nak?" tanya Gill.

Levi baru pertama kalinya melihat sekaligus berhadapan dengan salah satu makhluk yang berada dalam legenda masyarakat. Menurut legenda yang ia ketahui satu kali kibasan sayap burung phoenix mampu membakar sebuah gunung.

"Si-sial" ucap Levi yang mundur beberapa langkah.

"Jadi bagaimana menurutmu? Satu lawan dua? Seorang kapten yang berpengalaman dan makhluk dari dasar neraka melawan seorang bocah yang bahkan tidak dapat memerintahkan longinusnya untuk menunjukan wujud aslinya" ejek Gill.

"Kenapa kau mengetahuinya" ucap Levi.

"Tentu saja, karena aku mengetahui semua hal tentangmu kecuali pedang yang kau segel itu dengan separuh kekuatanmu" ucap Gill yang menunjukan tangannya pada sebilah pedang.

***

Cahaya matahari yang menyinari permukaan air danau di sekitar kastil dan tiupan angin membuat rumput-rumput bergoyang. Nevi terus berjalan mengelilingi halaman kastil dan berharap dapat bertemu mermaid yang ia anggap sebagai target.

"Siapa kau? Apa kau anggota baru divisi ini?" tanya si wakil kapten yang seluruh anggota tubuh serta armor yang ia kenakan basah kuyup.

"Wooooa bukankah kau orang yang dilempar kapten kedanau" teriak Nevi.

"Hmm, kenapa kau mengetahuinya? Ah sudahlah lupakan saja soal itu. Melemparkan orang yang tertidur ke dalam danau sungguh berlebihan sekali, bukankah kapten itu agak sedikit aneh" cerocosnya yang kini sedang melepas armor di tubuhnya.

"Kaulah yang aneh" pikir Nevi.

"Hei cepat bawa armor milikku ini dan ikuti aku" pinta si wakil kapten.

Mereka berdua berjalan menuju gerbang yang berada cukup jauh dari para griffin. Selagi berjalan Nevi menceritakan bagaimana ia dan kakakknya di minta bergabung dengan divisi yang dipimpin kapten Gill.

"Hmm jadi begitu, lalu dimana saudaramu itu? Dan apa yang sedang kau lakukan disini? Atau jangan-jangan kau ingin bertemu salah satu mermaid di danau itu?" tanya si wakil kapten seraya menunjuk ke arah danau dan menyandarkan punggungnya pada sebuah pohon.

"Iya tentu saja aku ingin bertemu mermaid itu. Mereka merupakan ras tercantik yang pernah aku temui meskipun mereka tidak meliki kaki" ucap Nevi dengan mata berapi-api.

"Jangan dekati para mermaid itu kare-" si wakil kapten tidak menyelesaikan ucapannya saat melihar Nevi sudah berjalan meninggalkan tempat dia duduk.

"Aku tahu apa yang kau mau ucapkan, tapi aku tidak peduli tentang hal itu selama aku bisa berada di sisi ras yang cantik dan mempesona seperti mereka sampai matipun aku bersedia" ucap nevi.

"Hmm ternyata dia cuma seorang idiot yang jujur, dan juga apa mungkin saudaranya itu idiot seperti dia? Ahhh itu tidak penting, aku penasaran siapa yang sedang bertarung dengan kapten sekarang?" gumam si wakil kapten yang dapat merasakan suhu di sekitarnya yang mendadak meningkat.

Nevi berjalan menuju para griffin yang membawa kakaknya dan dia bersama kapten Gill ke markas divisi yang berada di atas air danau. Satu persatu griffin menggeram saat Nevi memperhatikan mereka.

"Tenanglah aku tidak akan melukai kalian" ucap Nevi yang berjalan menuju salah satu griffin.

Grrrr

Grrrr

Griffin yang didekati Nevi menggeram dan mengepakan sayapnya.

"Hei kubilang tenanglah, aku hanya ingin menunggangimu dan terbang sekali lagi mengelilingi kastil" ucap Nevi yang mengelus kepala si griffin.

"Pencuri" terikan yang tiba-tiba itu membuat Nevi menoleh kearah sumber dimana teriakan itu berasal yang cukup jauh. di tempat ia berdiri seorang gadis sedang berlari ke arahnya seraya mengayun-ayunkan sebuah palu berukuran abnormal.

"Apa dia si gadis yang memperebutkan puding itu?" Nevi menyipitkan kedua matanya kearah gadis yang sedang berlari menuju tempatnya.

***

Bruukk

Levi terkapar di ruangan tempai ia dan kapten Gill berada.

"Mengagumkan, bocah seperti dia mampu bertahan cukup lama di tempat seperti ini tanpa bantuan mantra dan kekuatan sihir" pikir Gill.

"Aku ti-tidak bi-bisa bernap-" Levi kehilangan kesadarannya saat menatap kedua kaki Gill.

"Shou selimuti dia dengan api kehidupan milikmu, aku tidak ingin kehilangan anak buah yang menarik seperti dirinya" ucap Gill.

Mendengar perintah tuannya Shou si phoenix menyemburkan api yang menutupi seluruh tubuh Levi.

Sementara itu longinus miliknya terus bergetar dan mengeluarkan kabut hitam, berbeda dengan longinus yang Levi segel dengan separuh kekuatannya yang kini sudah kembali ke dimensi milik Levi.

"Tuan apa yang harus kita lakukan pada longinus milik anak itu?" tanya Shou.

"Entahlah, mungkin kita harus membiarkannya seperti itu untuk sementara. Lagi pula aku ingin melihat makhluk seperti apa yang berada di dalam longinus miliknya. Dan juga yang lebih penting aku mendengar rumor bahwa anak ini sudah membantai kerajaan Veslha dan kerajaan koudt menggunakan wujud asli makhluk yang berada dalam longinusnya" ucap Gill.

Bersambung ke Levi dan Nevi Chapter 6

Aerilyn Shilaexs
2017-05-27 11:21:57
Pasti longinusnya makhluk raksasa, seperti dragon atau hydra gitu.
Bocah Redoks
2017-05-09 12:53:17
apa longinus yg d segel milik nevi ?
Grim Rieper
2017-01-11 15:14:05
Dua snjta yg hbat !
Rudy Wowor
2017-01-11 13:29:45
Levi kalah dan bagaimana nasib Nevi.
ThE LaSt EnD
2017-01-11 13:00:34
banyak sihirnya ya..
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:31:30
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Sqouts Shadows
2017-01-11 12:25:23
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook