VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Levi dan Nevi Chapter 4

2017-01-10 - Tensha > Levi dan Nevi
46 views | 7 komentar

Kastil yang melayang di atas danau diterpa angin yang membawa suasana baru. Para Mermaid sedang berbaring di atas batu-batu yang mengelilingi kastil.

"Whoooa ini pertama kalinya aku melihat kastil seperti itu. Sungguh aneh sekali kenapa kastilnya tidak tenggelam?" tanya Neviyang menyipitkan kedua matanya.

Satu per satu griffin yang ditumpangi mereka mendarat di depan gerbang kayu yang di ukir dengan sebuah gambar bunga teratai yang mengelilingi sebilah pedang dan perisai.

"Aku harap kalian akan menyukai tempat ini dan berhati-hatilah-" saat Gill akan menyelesaikan kata-kata sambutannya suara teriakan dan ledakan terdengar begitu keras di telinga Levi dan Nevi.

Bumm

"Siapa yang sedang bertarung?" tanya Levi.

"Apa ada serangan moster" ucap Nevi yang melihat area di sekelilingnya.

Namun di tempat berdiri Nevi, ia dapat melihat para mermaid yang tengah asik berbaring di atas batu-batu di sekitar kastil. Raut wajah para mermaid yang ceria menghilang setiap kali air di danau membuat sebuah pusaran. Meskipun begitu para mermaid yang disinari cahaya matahari membuat kecantikan mereka lebih mempesona.

"Target terkunci" gumam Nevi saat salah satu mermaid terseyum dan melambai-lambaikan tangannya yang seputih salju.

"Jika kau ingin kekuatan fisik dan sihirmu meningkat. lebih baik kau jangan mendekati mereka, " saran Gill.

"Menurut kabar yang kudengar dari orang lain, ras mermaid seperti mereka menyerap daya hidup manusia" ucap Levi.

"Aku tidak peduli" ucap Nevi dengan lantang.

"Sepertinya bocah sepertia dia lebih merepotkan dari mereka semua" pikir Gill.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Levi.

Bumm

Bumm

Suara ledakan terdengar kembali meski tidak sekeras ledakan yang pertama namun, tempat yang mereka pijak ikut bergetar.

"Tidak ada, cepat ikuti aku, akan kuperkenalkan kalian pada anggota divisiku" ucap Gill yang berjalan melewati gerbang.

Levi dan Nevi Chapter 4 - Markas divisi kapten Gill
Penulis : Tensha

"Kenapa kau memakan puding yang kusimpan" teriak seorang gadis berambut coklat yang memegang sebuah palu berukuran abnormal.

"Itu bukan puding milikmu. Bukankah sudah kukatakan aku mendapatkannya dari wakil kapten" seorang gadis yang memakai kimono membalas teriakan gadis di hadapannya.

Suara ledakan terjadi lagi saat si gadis yang memegang palu menghantamkannya ke tempat si gadis berkimono.

"Kalian berdua, hentikan permainan konyol itu" Gill yang kini melihat tingkah laku kedua bawahannya mengeluarkan aura berwarna hijau.

"Ehh" si gadis berkimono tertegun mendengar suara kaptennya.

"Sial, kenapa kapten sekarang berada di markas. Bukankah dia seharusnya masih menjalankan misi" pikir si gadis yang membawa palu.

"Lihat perbutan kalian, aku rasa kalian berdua pantas mendapatkan sedikit tugas spesial" ucap Gill yang memandang puluhan kawah kecil di lantai kastil serta lubang di dinding-dinding kastil.

Tiba-tiba kedua gadis itu saling memandang satu sama lain dan menganggukkan kepala mereka.

"LARI" mereka berteriak bersamaan dan menghilang begitu saja.

"Gadis yang menyeramkan" pikir Nevi.

Di dekat salah satu lubang di dinding kastil seorang pria yang mengenakan armor tergeletak seperti orang yang tak bernyawa.

"Hei apa kau baik-baik saja" seru Nevi yang kini berdiri di sampingnya.

Grrrrr

Grrrr

Grr

Grrrrrrr

"Hei kapten Gill apa pria ini sudah mati" Nevi menunjuk orang yang tergeletak di hadapannya.

"Tidak, dia hanya teridur saja" sahut Gill.

"Pria yang aneh" ucap Levi.

"Ehhh tidak mungkinkan dia tertidur ketika seluruh bagunan kastil ini bergetar dan suara-suara ledakan tadi pasti akan membangunkannya jika memang ia tertidur" ucap Nevi yang masih belum mempercayai ucapan Gill.

"Gill apa semua anak buahmu seperti dia dan kedua gadis tadi?" tanya Levi yang terus mengamati orang yang tergeletak di hadapannya.

"Panggil aku kapten Gill, nak. Entahlah aku juga tidak tahu yang lebih penting kau harus mengetahui semua anggota divisiku hanya terdiri dari 5 orang manusia, 2 elf, 1 dwarf, 1 monster dan beberapa mahkluk dari ras lainya" jelas Gill.

"Kin-chan bukan monster" tiba-tiba suara teriakan si gadis berkimono terdengar entah dari mana.

"Kapten macam apa kau ini" teriak Nevi.

"Hmm aku juga tidak mengerti haha, lebih baik sekarang kau sebaiknya bangun. Seorang wakil kapten sepertimu seharusnya tidak bermalas-malasan. Tapi, sebelum itu kau sebaiknya mandi dulu" ucap Gill yang kini sedang memegang kaki kanan pria yang tergeletak di hadapannya.

"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Levi.

Gill mengabaikan pertanyaan Levi dan mengangkat serta memutar-mutar tubuh orang yang tergeletak itu di atas kepalanya seperti sebuah kincir angin yang diterpa badai dan melemparnya begitu saja ke arah danau melewati salah satu lubang di dinding kastil.

***

Simbol-simbol yang diukir di dinding sebuah ruangan serta puluhan kertas dan kerangka berbagai makhluk dari berbagai ras berserakan di atas lantai. Cahaya lilin yang hanya menerangi tiap sudut ruangan dan suara tetesan air terdengar seakan-akan begitu keras. Ratusan rantai yang ujungnya menancap di atas lantai benar-benar mengganggu pemandangan ruangan itu.

"Aku tidak bisa ber-bernapas" ucap Nevi terbata-bata.

"Ahh, kalau begitu sebaiknya kau pergi ke atas dan berkeliling saja" ucap Gill yang terus berjalan mengelilingi ruangan itu.

Levi yang memperhatikan kepergian adiknya, hanya bisa menghela napasnya. Ia kemudian memandang tempat yang di lalui Gill dengan teliti. Sesekali Gill menunduk di atas lantai dan memperhatikan rantai-rantai yang jadi berwarna merah setelah ia menyentuhnya.

"Gill apa yang sebenarnya yang ingin kau lakukan?" tanya Levi.

"Tidak ada, hanya memastikan saja. Agar tidak terjadi sesuatu jika nanti kau kehilangan kesadaran" ucap Gill yang kini berdiri di hadapan Levi.

"Apa yang sedang kau bicarkan? Tidak mungkin aku akan kehilangan kesadaranku di tempat seperti ini" sahut Levi.

"Oh baguslah kalau begitu" ucap Gill.

"Cepat beritahu aku apa tujuanmu mengajakku kemari dan juga ada di mana kita ini? Ini pertama kalinya aku memasuki ruangan yang sungguh menjijikan" ucap Levi.

"Aku tidak bisa memberitahumu soal itu sekarang, tapi mengenai ruangan ini kau bisa menyebutnya sebagai ruangan bawah tanah jika kau mau. Tapi aku lebih suka menyebutnya sebagai ruangan introgasi dan kuburan para penyihir" ucap Gill.

"Lalu apa yang kau inginkan dariku? Bukankah kau sudah tahu aku ini bukan seorang penyihir, Apa kau ingin mengintrogasiku disini? Jika itu tujuanmu aku tidak akan ragu-ragu untuk membunuhmu Gill" ancam Levi.

"Panggil aku kapten. Nak, dan juga jangan meremehkan seseorang yang baru kau temui. Aku rasa kau harus di ajari sedikit sopan santun" ucap Gill seraya mengeluarkan aura hijau yang menyelimuti tubuhnya dan sebuah lingkaran sihir.

Bersambung ke Levi dan Nevi Chapter 5

Aerilyn Shilaexs
2017-05-27 11:12:17
Tiba-tiba berada disini, ah aku malah jadi lupa alurnya, padahal belum lama aku mampir.
Bocah Redoks
2017-05-09 12:40:52
nevi cuman jadi pelengkap cerita
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:19:56
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Grim Rieper
2017-01-11 08:03:35
Ikut baca ?
Sqouts Shadows
2017-01-10 16:19:57
Ditunggu cerita berikutnya
Rudy Wowor
2017-01-10 14:31:03
Bakal terjadi pertarungan nih.
Leon Lockhart
2017-01-10 14:06:04
Cerita ini membawa nama2 makhluk mitologi '-')
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook