VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Levi dan Nevi Chapter 3

2017-01-09 - Tensha > Levi dan Nevi
25 views | 5 komentar

Ketika Levi akan menjawab pertanyaan adiknya, Tetua desa berjalan menuju tempat Levi dan Nevi berada bersama seseorang yang belum mereka kenali.

"Jarang sekali aku melihat kalian berdua bersama-sama, Levi apa kau mengenal orang ini? Dan kau Nevi kenapa tadi kau bersembunyi ketika mendengar perintahku" ucap Tetua desa.

Levi dan Nevi terdiam karena mereka tak tahu harus berkata apa.

"Kenalkan namaku Gill, aku seorang kapten di divisi pemburu penyihir" ucap Gill ketika ia melihat raut wajah bingung kedua orang itu.

"Wooooa mengagumkan, hei kak apa kau tadi mendengarnya. Dia bilang dia seorang kapten pemburu penyihir, hei kau Gill apa menurutmu aku bisa menjadi seorang pemburu penyihir yang hebat" seru Nevi dengan mata berbinar-binar.

"Ya, tentu saja" ucap Gill.

Levi dan Nevi Chapter 3 - Perpisahan
Penulis : Tensha

"Apa yang kau inginkan dariku orang asing" ucap Levi yang kini sudah tak berbaring di atas rumput.

"Berbicara sopanlah pada seseorang yang lebih tua darimu Levi, kapan kau akan merubah sikapmu itu" keluh Tetua desa.

"Tidak perlu khawatir Tetua desa, meskipun kakakku ini tidak tahu sopan santun dan tidak menyukai seorang gadis berdada besar tapi kakakku itu tidak pernah berbuat jahat pada orang yang lemah" seru Nevi.

"Haha, kalian berdua memang aneh" ucap Gill.

"Maafkan aku atas ketidaksopanan mereka berdua" ucap Tetua desa.

"Apa hanya itu saja yang ingin kau bicarakan Gill" ucap Levi.

"Tidak, aku kesini untuk mengajakmu bergabung bersama divisiku" ucap Gill.

Levi hanya mendecakkan lidahnya ketika di minta bergabung bersama divisi yang dipimpin oleh Gill, sementara itu mulut Nevi menganga mendengar ucapan Gill.

"Lalu bagaimana denganku? Apa kau tidak mau mengajakku bergabung bersama divisimu? Jika kau mengajakku aku berjanji tidak akan bermalas-malasan seperti kakakku" ucap Nevi sembari tersenyum.

Levi memandang Tetua desa untuk beberapa saat, sementara Nevi terus menatap Gill dengan mata berbinar-binar.

"Aku menolak tawaranmu" ucap Levi.

"Ehhh, kenapa kau berkata seperti itu kak" protes Nevi.

"Oh sayang sekali, karena kalau begitu aku akan memaksamu bergabung dengan divisiku, mungkin aku harus mematahkan satu atau dua tulangmu dulu" ucap Gill yang sedang meremas kedua tangannya.

"Ehhh apa yang kau katakan Gill, seorang protagonist sepertimu tidak perlu berkata seperti itu. Tetua desa aku mulai ragu apa dia ini benar-benar seorang kapten divisi penyihir atau dia ini hanya seorang bandit idiot" ucap Nevi.

Sekali lagi Levi memandang Tetua desa dan kali ini sang Tetua desa mengangguk serta tersenyum seolah berkata 'lebih baik turuti saja kata-katanya'.

"Baiklah. Aku akan bergabung dengan divisimu jika kau sudah berhasil merebut orb hijau milik Tetua desa dari para penyihir itu" ucap Levi.

"Oh baiklah, cepat ikuti aku. Menangkap mereka semua dan mengambil kembali orb itu mustahil. tapi aku punya sesuatu yang dibutuhkan para elf untuk saat ini" jelas Gill yang berjalan ke dalamhutan.

***

Sinar matahari yang menenbus celah dedaunan tetap membuat Nevi tidak dapat melihat jernihnya langit. Pohon-pohon yang mereka lewati mengeluarkan bau yang cukup menyengat.

"Para penyihir sialan itu ternyata tidak hanya meyerang desa dan mengambil orb milik tetua" gumam Levi yang melihat pohon-pohon disekitarnya.

"Jangan sentuh pohon itu Nevi" bentak Tetua desa.

"Eh kenapa?" tanya Nevi.

"Pohon itu dikutuk" ucap Gill yang berjalan paling depan.

Tak sedikit binatang yang mati dan berubah menjadi sesuatu seperti batu kapur ketika binatang-binatang itu hinggap ataupun menyentuh batang pohon yang sudah dikutuk para penyihir itu.

"Kita sudah sampai" ucap Gill.

Tempat dimana kini mereka berada dipenuhi puluhan kotak yang berisi senjata dan makanan. Serta para Elf yang terluka akibat pertarungan sebelumnya tengah berada di dalam sebuah gelembung air yang besar.

"Mereka sedang diobati, kau tidak perlu khawatir" ucap Gill ketika ia berpaling pada Levi.

"Aku mengerti" ucap Levi.

"Ternyata kau juga datang kemari makhluk aneh, apa kau sudah diserang monster dan terluka parah?" tanya Liz yang melihat kedatangan Levi.

"Hei Liz aku juga ada disini" seru Nevi seraya melambai-lambaikan tangannya.

"Diam kau" bentak Liz.

Sedikit demi sedikit luka yang diterima para elf mulai sembuh berkat gelembung air yang diciptakan salah satu anggota divisi. Sementara itu Levi berjalan menuju kotak yang berisi senjata dan makanan itu bersama Tetua desa.

"Tetua desa, aku masih tidak mengerti kenapa si Gill itu bisa tahu kita berada di sekitat hutan ini?" tanya Levi.

Tetua desa menjelaskan bagaimana pertemuan Liz dengan Lill, saat Liz diperintah mengambil senjata yang baru dari desa, dan juga Tetua desa memberitahu bahwa Liz sudah menjelaskan semua hal yang diketahuinya pada Gill.

"Aku mengerti, lalu mengenai orb itu? Bukankah Tetua desa selama ini menjaga orb itu dari makhluk yang memiliki niat jahat. Apa tetua sudah menyerah menjaga orb itu?" tanpa Levi sadari ia bertanya terlalu berlebihan pada Tetua desa.

"Ini pertama kalinya kau mengajukan pertanyaan lebih dari satu padaku Levi, kurasa kau sekarang sudah lebih terbuka pada orang-orang di dekatmu dan juga kau tidak perlu mengkhawatirkan orb itu karena sebelum para penyihir itu mencurinya aku berhasil menyegel kekuatannya dengan sisa kekuatan sihirku jadi sekarang. lakukanlah hal yang ingin kau lakukan, sekali lagi aku ingin berterima kasih padamu berkat kau kami bisa hidup dengan nyaman meskipun tidak cukup lama, tapi kami merasa puas" jelas Tetua desa.

***

"Berikan aku satu" pinta Nevi ketika ia melihat Liz mulai mengeluarkan makanan dari sebuah kotak.

"Hei mesum, aku dengar dari ayahku bahwa si makhluk aneh itu diminta berbagung dengan divisi pemburu penyihir yang di pimpin Gill, apa itu benar?" raut wajah Liz terlihat murung saat ia mengucapkan kata-katanya.

"Tentu saja itu benar, karena selama ini aku dan kakakku sudah lama tidak pergi ke ibu kota untuk melihat para gad- maksudku untuk memburu para penyihir jahat jadi mana mungkin kakakku menolak permintaannya" ucap Nevi.

"Begitu ya" guman Liz.

Bumm

Bumm

Tanah bergetar ketika lima ekor griffin mendarat dihadapan Gill.

"Levi cepat kemari" teriak Gill.

Hanya butuh beberapa langkah kaki untuk bisa sampai di tempat Gill berada.

"Kita pergi sekarang" ucap Gill.

Kelima griffin itu membungkuk ketika Levi menatapnya satu persatu, sementara Tetua desa hanya tersenyum melihat cara para griffin itu memberi salam. Tak jauh dari tempat mereka Nevi berlari menuju kakaknya.

"Hei Levi tidak usah menghawatirkan kami. Kami para elf lebih tangguh dari pada manusia seperti kalian, jadi berusahalah melakukan hal yang terbaik dan juga jaga sopan santunmu" ucap Tetua yang menepuk pundak Levi.

Bruuk

"Uhh sial itu sakit sekali, kemana kau akan pergi kak?" tanya Nevi yang mencoba berdiri.

"Markas divisi milikku, jika kau mau ikut bergabung bersama divisiku siap-siaplah menerima pelatihan dari neraka" ucap Gill seraya tersenyum.

"Ya aku siap" sahut Nevi dengan lantang.

"Hei telinga runcing ada apa dengan ekspresimu itu, tenang saja suatu hari nanti aku pasti akan datang kembali untuk menghajarmu, hahaha" ucapan Levi diakhiri dengan tawa yang keluar begitu saja tanpa ia sadari.

"Sungguh menyeramkan mendengar tawa kakakku" pikir Nev.

"Ini pertama kalinya aku mendengar makhluk aneh sepertimu bisa tertawa" ucap Liz seraya tersenyum saat melihat kepergian Levi dan Nevi.

Bersambung ke Levi dan Nevi Chapter 4

Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:06:20
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Leon Lockhart
2017-01-09 18:41:04
Baru 2-3 tulang yang patah, kan masih banyak tulang yang belum patah. Jadi sebenarnya gak papa kalau Levi nolak
Grim Reaper
2017-01-09 17:56:06
Senjata pmburu pnyihir itu sperti apa ?
Sqouts Shadows
2017-01-09 16:33:46
Ditunggu cerita berikutnya
Rudy Wowor
2017-01-09 16:30:33
Kasihan Nevi selalu tak dianggap. Emang Nevi gak punya kekuatan ya?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook