VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Levi dan Nevi Chapter 2

2017-01-08 - Bukan Anonim Biasa > Levi dan Nevi
38 views | 5 komentar

"Para penyihir itu mengucapkan hal-hal aneh dan mereka berniat akan mengutuk para penduduk jika anda tidak menyerahkan orb hijau itu" ucap si Elf muda seraya menunjuk sebuah kalung yang melingkar di leher Tetua desa.

"Jika itu benar, kita harus pergi sekarang" ucap Tetua desa.

"Tetua apa kau yakin ingin menyerahkan orb itu pada mereka" tanya Levi.

"Tentu saja tidak, lebih baik aku menyerahkan orb ini pada pemburu penyihir sepertimu meskipun menurutku kau harus belajar sedikit sopan santun" ucap Tetua desa.

"Haha leluconmu tidak lucu Tetua desa, kenapa kau berpikir aku ini seorang pemburu penyihir?" tanya levi.

"Ya itu benar. Mana mungkin makhluk aneh seperti dia itu seorang pemburu penyihir" ucap Liz.

"Apa kau sedang berpura-pura menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa-apa, jika benar itu sia-sia saja Levi" ucap Tetua desa.

"Baiklah aku kalah, ya benar dulu aku memang seorang pemburu penyihir tapi setelah kejadian saat itu" Levi menghentikan ucapannya ketika mata tetua desa menatapnya dengan tajam.

"Hei idiot peryataan macam apa itu? Aku masih tidak percaya bahwa kau benar seorang pemburu penyihir?" Liz mengembungkan pipinya dan memprotes ucapan Levi.

"Jika kau tidak percaya tak masalah untukku, dan juga kenapa kau Tetua desa bisa mengetahui hal itu atau jangan-jangan selama ini kau hanya berpura-pura tidak tahu apa-apa tentangku?" tanya Levi

"Yah tidak perlu membicarakan hal itu sekarang. Lebih baik sekarang kita pergi" ucap Tetua desa.

"Tunggu dulu ayah, jika benar Levi memang seorang pemburu penyihir maka biarkan aku melihat bentuk longinus miliknya" ucap Liz.

Levi dan Nevi Chapter 2 - Kutukan para penyihir
Penulis : Bukan Anonim Biasa

Longinus sebuah senjata yang memiliki inti sihir dan jiwa sebuah makhluk yang disegel di dalamnya merupakan senjata yang hanya dimiliki seorang anggota kerajaan atau pemburu penyihir.

Orang-orang yang memiliki longinus ditakuti dan dikagumi secara bersamaan oleh para manusia, elf maupun ras lainnya. Namun banyak manusia ataupun ras lainnya tidak percaya tentang senjata yang memilki inti sihir dan jiwa sebuah makhluk itu. Mereka menganggap senjata seperti itu hanya merupakan sebuah legenda.

Di era sekarang, para pemburu penyihir yang memiliki longinus hanya ada beberapa orang dari setiap ras mereka sendiri dan kebanyakan para pemburu penyihir di era ini terlalu lemah untuk bertarung satu lawan satu dengan seorang penyihir.

Namun Levi berbeda dengan mereka semua.

***

Rumah-rumah yang terbakar dan tangisan para elf muda bercampur dengan suara tawa para penyihir.

Asap hitam yang bergulung dengan putihnya awan, bergemuruh seakan-akan menikmati penderitaan para elf.

"Tuan, kelihatannya pemimpin desa ini tidak mau keluar untuk menolong para penduduknya" ucap seorang penyihir.

"Tidak mungkin tetua desa melakukan hal itu, cepat lepaskan aku para iditot bertopeng" teriak Nevi yang meronta-ronta.

Penyihir yang disebut tuan oleh penyihir lain menyeringai mendengar ucapan Nevi. Sesekali ia tertawa ketika melihat para penyihir bawahannya yang sedang bermain-main dengan para elf.

"Hentikan itu" bentak Nevi ketika salah satu penyihir memotong jari-jari elf yang tidak berdaya.

"Sudah cukup, tujuan kita disini bukan untuk mengambil bahan ramuan" perintah seorang penyihir yang duduk di sebuah batu.

Para penyihir bawahannya segera menghentikan perbuatan mereka pada para elf itu.

"Aku akan membalas perbuatanmu makhluk terkutuk" ucap seorang elf yang kini hanya memiliki sebelah mata.

Penyihir yang berada dihadapan elf itu menyeringai dan memperhatikan beberapa potong tubuh elf itu yang terpisah dari tempatnya.

"Menangislah nona kecil, aku butuh air matamu untuk bahan ramuanku" ucap seorang penyihir.

"Menjijikan sekali mengancam anak kecil yang tidak berdaya" gerutu seorang elf.

"Oh sepertinya tadi kau berbicara sesuatu, apa kau ingin aku mengeluarkan salah satu bola matamu untuk tambahan koleksi bahan ramuanku" ucap penyihir bertopeng rubah.

Nevi yang tubuhnya terikat hanya bisa meronta-ronta ketika melihat perbuatan mereka yang menurutnya sungguh keji.

Grraap

Nevi menggigit lengan penyihir betopeng rubah ketika ia akan di seret ke suatu tempat.

"Kyaaah" jeritnya.

"Ternyata kau ini seorang wanita"ucap Nevi.

Bukk

Tendangan kaki si penyihir bertopeng rubah yang mendarat di pipi kanan nevi.

"Berani-beraninya kau menggigit lenganku" geramnya.

"Tendanganmu cukup keras, meski begitu aku merasa senang karena" ucapannya terhenti ketika kaki kaki kanan si penyihir menginjak telinga Nevi yang kini tengah terbaring ditanah.

"Apa yang kau maksud dengan merasa senang" bentaknya.

"Ka-karena aku da-dapat melihat celana dalammu"ucapnya terbata-bata.

***

"Cepat keluarkan longinus milikmu" perintah Liz.

"Kenapa aku harus menurutimu, apa kau sekarang percaya bahwa aku ini benar-benar seorang pemburu penyihir" ucap Levi.

"Hei kalian berdu-"

"Diam kau" bentak Liz yang memotong ucapan si elf muda "aku tidak akan mempercayainya jika kau tidak menunjukan longinus milikmu"

Crakk

Sebuah retakan tiba-tiba muncul ketika Levi menjulurkan tangan kanannya kesamping.

"Kenapa kau melihatku seperti itu? oh iya jika kau belum tahu. Setiap pemburu penyihir menyimpan longinus mereka di dimensi lain" jelas Levi.

Perlahan-lahan sebuah lubang muncul akibat retakan itu, Liz dan Elf muda itu menganga melihat sebuah lubang yang muncul dari kehampaan.

"Hanya untuk tambahan, setiap dimensi yang di tempati longinus milik seorang pemburu penyihir itu berbeda-beda" ucap Levi ketika ia melihat ekspresi konyol kedua orang itu.

"Kalau begitu cepat keluarkan longinus milikmmu itu"ucap Liz yang mengembungkan pipinya.

Ketika salah satu tangan Levi akan menuju lubang dimensi yang ia ciptakan. Kedua kaki Elf muda yang bersama mereka tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang padat seperti batu.

"Kutukan" jerit Liz yang melihatnya dengan jelas.

"Ya kau ben-"

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Levi ketika si elf muda tidak melanjutkan ucapanya.

"Entahlah, yang terpenting sekarang kenapa kalian masih disini?" tanya si elf muda.

"Apa maksudmu" Levi bertanya balik karena ia tak tahu maksud pertanyaan itu.

"Di mana ayahku? Apa dia pergi sendirian untuk menghadapi para penyihir itu" Liz baru menyadari maksud pertanyaan si elf muda ketika ia melihat tempat di sekelilingnya.

***

Jleebb

Sebuah pedang yang tercipta dari sihir tipe es menembus paha Tetua desa.

"Lemah sekali kau ini, apa kau yakin Louise, elf tua ini yang memiliki orb itu" pemimpin para penyihir itu berdiri dari tempat duduknya.

"Ya tuan" sahut Lousie si penyihir bertopeng rubah.

Keinginan dan kekuatan tetua desa untuk menyelamatkan para penduduknya hancur begitu saja kekita ia sampai di tempat yang ia tuju.

"Meskipun kalian menghancurkan tubuhku aku tidak akan menyesal sedikitpun, tapi aku takkan memaafkan kalian karena telah merusak desa dan melukai para penduduku" ucap Tetua desa.

"Ucapanmu cukup menarik elf tua, Louise cepat ambil orb itu serta lakukan ritual pemanggilan dan segera tinggalkan tempat ini" si pempimpin penyihir pergi melalui sebuah lubang dimensi yang ia ciptakan.

"Baik tuan" sahut Loise yang akan melaksanakan perintah tuannya yang sudah lenyap entah kemana.

Sebuah lingkaran sihir yang begitu besar tercipta ketika Loise dan para penyihir yang masih tersisa melafalkan beberapa mantra kuno.

"Manusia serigala" ucap Nevi saat ia melihat puluhan Werewolf keluar dari lingkaran itu.

Satu per satu Werewolf mulai mengamuk dan menyerang para elf yang dapat ditemuinya.

Flasback end

"Hei kak kenapa kau tidak pergi kembali kedesa? Bukankah senjata milikmu itu sudah rusak" ucap Nevi.

"Yah memang, panah buatan para elf ini memang tidak cocok untukku" sahut Levi.

"Hei apa hubungannya itu? Yah terserah kau saja kak, tapi saat aku di tangkap para penyihir dan tetua desa diserang oleh mereka, kau sedang berada dimana?" tanya Nevi.

Bersambung ke Levi dan Nevi Chapter 3

Bocah Redoks
2017-05-09 12:26:52
haha. ternyata ada jg tokoh mesumnya
Grim Rieper
2017-01-09 17:47:43
Pemburu pnyihir itu mnusia atau apa ?
Rudy Wowor
2017-01-08 19:38:52
Apa Louise itu cantik?
Sqouts Shadows
2017-01-08 10:39:40
Ditunggu cerita berikutnya
Leon Lockhart
2017-01-08 10:26:21
Elf itu peri hutan kan? Oh, iya. Ceritanya bagus kok. Semangat aja buat ceritanya ^^
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook