VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Levi dan Nevi Chapter 1

2017-01-07 - Tensha > Levi dan Nevi
43 views | 7 komentar | nilai: 8 (1 user)

Desa trion yang jauh dari pusat keramaian Ibu kota, dikelilingi pohon-pohon yang begitu lebat. Para penduduk desa hidup dengan rasa aman dari serangan para monster dan penyihir berkat bantuan dua orang anak kembar yang selalu melakukan apa saja demi keselamatan para penduduk.

Disebelah utara desa, air sungai mengalir begitu derasnya, bagi para elf menikmati keindahan alam merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan sihir mereka. Tak jauh dari sungai beberapa elf tengah memperbaiki panah dan pedang mereka. Suara dentingan logam bercampur dengan gemuruhnya suara angin dan rintihan penderitaan beberapa elf.

"Ternyata kau disini Levi, aku ingin berterima kasih meski kau bukan berasal dari ras kami, berkat kau kali ini para penduduk desa tidak ada yang tewas dari serangan gerombolan manusia serigala dan para penyihir itu" ucap seorang elf paruh baya.

"Tak perlu berterima kasih, itu hanya kebetulan saja para penduduk bisa selamat" sahut Levi.

"Jika saja kita berhasil menangkap penyihir itu, mungkin kita akan merasa aman dan tidak perlu khawatir akan serangan selanjutnya serta kita tak perlu khawatir terhadap kutukannya. " ucap Elf paruh baya itu.

"Itu tidak mungkin, harapanmu berlebihan sekali tetua desa" sahut Levi.

"Harapan"pikir tetua desa elf sembari menatap awan yang berbaris dilangit.

"Apa yang kau pikirkan?" tanya Levi

"Kau ini memang tidak pernah berubah levi, berbicara sopanlah pada orang yang lebih tua darimu" ucap tetua desa elf.

"Cih, kenapa? Jika kau tidak suka cara bicaraku maka cepat pergi dan tinggalkan aku. Tetua desa asal kau tahu saja kali ini kau mengganggu tidur siangku yang berharga" keluh levi.

Levi seorang remaja yang dijuluki para penduduk sebagai malaikat berhati iblis karena ia tak pernah merasa ragu sedikitpun ketika ia menmbantu ataupun berkorban untuk orang-orang yang dilindunginya namun ia juga tak pernah ragu untuk melakukan hal-hal yang dapat merusak dan menghancurkan orang yang tidak ia sukai, berbeda dengan adiknya Nevi yang kini sedang mengejar seorang gadis elf berambut pirang dengan ukuran dada di atas rata-rata.

Levi dan Nevi Chapter 1 - Desa para Elf
Penulis : Tensha

"Berhenti di situ dan jadilah kekasihku" teriak nevi yang tengah berlari.

"Mana mungkin aku mau dasar manusia mesum idiot" teriak si gadis elf seraya melempat buah-buahan yang ia bawa dalam keranjang kecil

Bukk

"Aku tidak suka buah ini" pikir Nevi saat salah satu buah mendarat di depan hidungnya.

"Haha rasakan itu manusia mesum" teriak si gadis elf.

"Berani sekali kau menertawakanku Liz. Jika aku berhasil menangkapmu akan kujadikan kau kekasihku selama-lamanya" ucap Nevi.

"Hei kalian berdua berhentilah bermain-main. Terutama kau Nev jangan mengganggu seorang gadis dan terus-menerus mengejarnya dan juga kau Liz jangan melemparkan buah-buahan seperti itu" cerocos seorang Elf.

"Maaf" ucap Liz dan nevi.

***

Ting

Ting

Ting

Krackk

Hantaman sebuah palu yang cukup keras mematahkan sebilah pedang.

"Percuma saja Tetua" keluh seorang Elf.

Puluhan anak panah, busur serta pedang dan perisai berserakan begitu saja di atas tanah.

"Memperbaiki senjata yang dikutuk memang tidak mudah dilakukan" pikir Tetua desa.

Elf yang ditugaskan Tetua desa merebahkan dirinya untuk beristirahat.

"Kumpulkan semua senjata yang masih bisa di gunakan dan aku harap ada beberapa orang yang rela untuk melakunnya serta aku butuh beberapa orang untuk kembali ke desa dan membawa senjata yang baru dan makanan" perintah Tetua desa.

Mendengar perintah Tetua desa Nevi berlari dan menyembunyikan dirinya di balik sebuah pohon.

"Aku harus tetap berada disini" pikir Nevi.

"Apa yang sedang kau lakukan Nev? cepat keluar. Tetua desa tidak mungkin menyuruh orang idiot sepertimu dalam situasi seperti ini" ucap levi yang berbaring tak jauh dari tempa adiknya bersembunyi.

"Berhentilah memanggilku idiot, bukankah kakak tahu orang sepertiku yang di anugrahi ketampanan tidak mungkin idiot" ucap Nevi seraya berjalan menuju tempat Levi.

"Jarang sekali aku melihat kalian berbua tampak begitu akrab, apa kepala kalian sudah terkena kutukan" ucap Liz yang tiba-tiba muncul dan menatap Levi seolah-olah ia merupakan sesuatu yang menjijikan.

"Pergi dari sini telinga runcing" gumam Levi.

"Ah sepertinya kau mengatakan sesuatu makhluk aneh, bukankah biasanya kau ini hanya berbicara pada monster dan batu saja" ejek Liz yang menyeringai.

"Kenapa kalian saling memandang satu sama lain? Apa kalian berdua sudah menjadi teman? Apa kalian akan saling menyukai satu sama lain? Atau kalian sedang merencanakan sesuatu dan menyuruhku untuk kembali kedesa?" tanya Nevi yang terengah-engah.

"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud Nev" ucap Levi.

"Hah ! apa yang kau bicarakan, aku tidak mungkin akan memerintah orang idiot sepertimu untuk kembali kedesa, bukankah kau juga tau kita disini sedang kekurangan prajurit untuk mengejar penyihir itu" jelas Liz.

"Prajurit kau bilang, sungguh lelucon yang b..." ketika Levi akan melanjutkan ucapannya sebuah kerikil terjatuh di atas kepalanya.

"Kak, sebaiknya kau tidak usah melanjutkan ucapanmu itu" ucap Nevi yang tengah mengamati kerikil yang ia genggam.

Liz tiba- tiba menatap kedua orang itu secara bergantian.

"Kalian berdua itu memang aneh" gumam Liz.

"Hei Liz, sebenarnya apa yang sedang kau lakukan disini. tiba-tiba muncul dan seperti ingin berkelahi dengan kakakku, atau jangan-jangan kau ingin mendekati kakakku dan membuatnya untuk memaksaku jadi kekasihmu?" tanya Nevi.

"Berhentilah mengatakan sesuatu yang aneh dasar mesum, aku kemari hanya ingin memberitahu kalian agar kalian tidak bermalas-malasan. Dan juga aku merasa heran meskipun kalian berdua itu aneh tapi kenapa kalian berdua bisa sampai melupakan nama penyihir yang mengutuk para penduduk dan menyerang desa kita" ucap Liz.

"Lagi pula kenapa aku harus mengingat nama penyihir sialan itu" ucap Nevi.

"Yah terserah kalian, dan juga aku akan pergi ke desa bersama beberapa elf lain. Aku harap kalian berdua bisa menjaga para elf yang terluka itu" ucap Liz.

"Serahkan padaku" ucap Nevi.

"Levi jaga ayahku" ucap Liz yang berjalan menjauhi mereka.

"Apa itu caramu meminta tolong pada seseorang" sindir Levi.

"Maaf, tolong jaga ayahku"ucap Liz.

"Hei Liz kenapa kau tidak berkata seperti itu padaku?" tanya Nevi.

"Karena kau bukan seorang pemburu penyihir, dan juga apa kau sudah lupa apa yang dilakukan para penyihir itu padamu ketika kau melawannya. Meskipun kau keturunan seorang pemburu penyihir kau itu terlalu lemah dan mesum" ucap Liz.

"Sebuah kebenaran yang mengerikan" gumam Levi.

"Aku bisa mendengar apa yang kau katakan itu kak, meskipun aku ini lemah tapi suatu hari nanti aku akan menjadi pemburu penyihir terhebat yang pernah ada" sahut Nevi.

Seolah merasakan tekad Nevi, Liz dan Levi tersenyum. Meskipun itu hanya senyuman sesaat seperti hembusan angin yang tiba-tiba datang dan pergi begitu saja, berbeda dengan hal yang dilakukan para penyihir ketika berada didesa seakan-akan peristiwa itu sulit untuk disingkirkan dari pikiran mereka berdua.

Flashback

Meja kecil yang dipenuhi dengan berbagai buah-buahan serta makanan. Tidak membuat Levi merasa nyaman akibat tatapan intimidasi seorang gadis elf yang duduk disampingnya.

"Jangan menatapku seperti itu telinga runcing" ucap levi.

"Ayah kenapa kau, membawa makhluk ini ke rumah kita" tanya Liz.

Pria yang disebut ayah oleh Liz hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Hei Levi dimana adikmu si mesum bodoh itu?" tanya Liz tiba-tiba mencoba mencari hal yang dapat dibicarakan.

"Entahlah" jawab Levi.

"Kenapa kau tidak mengetahuinya, apa kau ini benar-benar kakaknya? Sebebarnya dari dulu aku ini merasa ragu apa kau dan si bodoh itu benar bersaudara atau tidak" ucap Liz.

"Entahlah" sahut Levi.

"Bisakah kau berkata sesuatu yang lain, selain kata 'entahlah' Levi" ucap Liz.

"Mungkin" sahut Levi.

"Orang ini sungguh menyebalkan" pikir Liz.

"Pemandangan yang indah, sudah lama sekali aku tidak merasa tak nyaman seperti ini" pikir ayah liz yang sedang menperhatikan anaknya dan Levi.

Tok

Tok

Pintu rumah ayah liz terbuka ketika seorang elf muda berkali-kali mengetuknya.

"Tetua desa, aku harap anda mau bertemu dengan mereka. Orang yang memimpin mereka sudah melakukan hal-hal keji pada para penduduk dan juga mereka..." ketika elf muda itu akan menyelesaikan ucapannya ia jatuh berlutut.

"Tenang dulu nak, ceritakan apa sebenarnya yang sedang terjadi pada para penduduk" ucap ayah Liz sang Tetua desa.

"Mereka akan di ku-kutuk" sahut si Elf muda.

"Levi ambil benda apa saja yang bisa kau jadikan untuk senjata sementara dan kau liz cepat rawat elf muda ini" perintah Tetua desa.

"Baik" sahut levi dan liz.

"Hei kau tunggu dulu, aku dengar dari para penduduk yang lain sekarang adikmu sedang diikat oleh mereka" ucap Elf muda itu.

"Siapa mereka yang kau maksudkan itu?" tanya Levi.

"Pa-para penyihir" jawabnya

Bersambung ke Levi dan Nevi Chapter 2

Shadexz
2017-01-07 19:55:48
Ceritanya kek bkal menarik. Lanjut mba
Zunuya Rajaf
2017-01-07 19:38:59
tentang dunia sihir..ow ya, penyihir itu dr ras manusia atau elf ?
Aerilyn Shilaexs
2017-01-07 15:39:10
elf itu ukurannya kecil tak sebesar manusia.
Rudy Wowor
2017-01-07 14:19:42
Kekuatan Levi dan Nevi apa ya? Jadi penasaran.
Mr Blacky
2017-01-07 13:43:27
Panjang juga buat cerita pertama
Sqouts Shadows
2017-01-07 11:25:34
Ditunggu cerita berikutnya
Fuyuki Zirconixena
2017-01-07 10:09:22
Pertamax.. Masih banyak typo
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook