VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Demolisher VS Spirits Chapter 6

2017-01-09 - Aerilyn Shilaexs > Demolisher VS Spirits
64 views | 8 komentar | nilai: 9.67 (6 user)

Demolisher VS Spirits

Chapter 06 : Demolisher Senjata.

"Aku belum kalah." teriak pria itu, asap pun menghilang dari tempat ledakan terjadi.

"Aku tidak akan kalah hanya karna ledakan seperti ini." geram pria itu.

Roh baserker itu terlihat memegang pedang.

"Kawan, apa kau bisa bertarung?" tanya Varka.

"Tentu saja, kita bereskan makhluk itu bersama." ucap Zaren.

"Tidak, kau lawanlah pria besar itu."

"Oke"

"Maju." Zaren dan Varka pun berlari maju. Tangan Varka perlahan berubah menjadi senjata api yang lumayan besar.

Zaren mengeluarkan sebuah pisau dan pisau perlahan berubah menjadi pedang.

"Aku mulai." Varka melompat dan menembak roh itu.

Dor..

Namun roh itu mampu menepis peluru, dengan cepat Zaren berlari menuju spirit itu.

"Mau melawanku secara langsung yah."

"Hyat.." Zaren dengan cepat menusukan pedang lurus kedepan, namun dengan mudah spirit itu menghindar dengan melangkah kan kaki ke kiri.

"Payah."

Buak..

Zaren terkena tendangan dan ia terlempar.

Ditempat Varka,

Ia terus menembaki Roh Baserker itu,

Sratt...

Baserker menebaskan pedang transparannya namun Varka merunduk kebelakang dan ia melakukan salto sambil mengarahkan senjatanya.

Dor..

Tink..

Berserker tak menghindar, peluru mengenai dadanya namun tak mempan.

"Ini tidak akan mempan," gumam Varka.

Ia pun mundur, ia mengambil dahan pohon dan seketika dahan pohon sepanjang 6 cm itu berubah menjadi bazoka sepanjang 1,2 m.

Berserker berlari kearah Varka dan bersiap menebaskan pedangnya.

"Ini dia."

Bziuw..

Duar...

Terjadilah sebuah ledakan. Namun berserker keluar dari ledakan tanpa tergores, ia masih berlari menuju Varka.

"Yang benar saja, kenapa tidak mempan."

Bziuw...

Sring..

Berserker menebas peluru sehingga berbelok.

Saat jarak mereka kurang dari 1 m. Berserker menebaskan pedangnya secara horizontal dan sigap Varka menangkisnya dengan bazoka ditangannya, namun karna tekanan dari tebasan sangat kuat, Varka pun terhempas beberapa meter dan berhenti setelah menabrak pohon besar, terlihat bazoka nya hancur.

Ditempat Zaren, saat ia bangkit dan akan menyerang, tiba-tiba sebuah peluru mendahuluinya.

"Apa?" kaget pria itu dan.

Duar...

Terjadi ledakan ditempat pria itu berdiri.

"Ini kesempatanku." Zaren merubah bentuk pedangnya menjadi lebih panjang dan ramping, ia pun dengan cepat berlari menuju pria itu berada.

"Sial, apa-apaan it.."

Srat..

Tiba-tiba Zaren berada di depan pria itu dan menebaskan pedangnya, reflek pria itu menangkisnya dengan lengan yang terlapisi aura abu-abu, namun kini pedang mampu menembus aura roh itu dan berhasil memotong tangan kanan pria itu.

"Aaaaa.. Beraninya kau memotong tanganku. Berserker.." teriak pria itu sambil mundur beberapa langkah kebelakang.

Tiba-tiba roh berserker berada diatas dan siap menebaskan pedangnya kearah Zaren.

"Gawat." Zaren dengan cepat mengubah bentuk pedangnya menjadi lebih pendek dan besar.

Ting..

Pedang pun berbenturan dengan pedang berserker.

Tekanan yang kuat membuat Zaren hampir berjongkok, ia menggunakan lutut kanan untuk menopang tubuh, terjadi retakan tanah disana.

"Kekuatannya luar biasa." gumam Zaren. Terlihat ia menahan serangan dengan pedang besar yang dipegang oleh dua tangan

Zaren memutar tubuhnya dan.

Dum..

Tebasan kuat menghantam tanah, dengan cepat Zaren menebaskan pedangnya kearah berserker dan.

Srat..

"Kawan mundurlah." teriak Varka dari kejauhan.

Bziuw...

Zaren pun menghindar dan

Duar...

"Sial, mereka lebih kuat dari perkiraanku, sebaiknya aku pergi.. Aakh..." terlihat pria itu menutup luka dilengannya dan lari. Bersamaan itu asap mulai menghilang dan roh berserker pun tidak ada.

"Varka.." Liana berlari kearah Varka yang kembali tumbang.

Pedang Zaren perlahan berubah kembali menjadi pisau kecil.

Zaren pun berlari kearah Varka.

"Kau tidak apa-apa kawan?" tanya Zaren, terlihat Varka bersandar di sebuah

Demolisher VS Spirits Chapter 6 - Demolisher Senjata
Penulis : Aerilyn Shilaexs

pohon raksasa.

"Uhuk.. Uhuk.. Ya, aku baik-baik saja, hanya saja tangan dan punggungku linu-linu." jawab Varka santai.

"Hah kau ini selalu seperti itu." ucap Liana.

"Zaren, penampilan mu itu.. Apa kau bangsawan?" tanya Varka.

"Hah sudah kukira, aku akan ketahuan jika memakai baju seperti ini. Ya aku adalah bangsawan, tepatnya pangeran."

"Heee" kaget keduanya.

Zaren pun melepas baju nya dan memakai baju tanpa lengan
dengan kerah tinggi.

"Hm, ini lebih cocok untuk ku. Ngomong-ngomong kau tau tentang spirit?" tanya Zaren.

"Sebaiknya kita ke tempat persembunyian dulu, aku takut ada orang jahat lain yang datang." ujar Liana.

"Hahaha, kurasa aku juga perlu istirahat." ucap Zaren.

"Baiklah, biar ku gendong kau. Lia tunjukan jalannya." ucap Zaren.

Time skip di sebuah goa.

"Namaku Zaren DF. Rustwar, aku seorang pengembara." ucap Zaren yang memperkenalkan dirinya pada orang-orang disana.

"Dia adalah temanku." ucap Varka.

"Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa ada disini Varka? Bukankah kau berasal dari desa Krust yang bahkan jauh dari sini," tanya Zaren, terlihat Liana sedang mengobati luka Varka. Disamping Liana ada seorang bocah yang menangis.

"Aku minta maaf karna tidak bisa menyelamatkan kakekmu." lirih Liana.

Bocah itu tak bergeming dan terus menangis.

"Akan kuceritakan kenapa aku tiba disini."

Flashback,

Seorang pemuda berjalan diantara rimbunnya pepohonan. Dialah Varka.

"Kekuatan ini, menurut pria aneh itu, kekuatan ini disebut Demolisher, aku seorang Demolisher senjata." gumamnya sambil melihat lambang di telapak tangannya.

Ia pun mengambil ranting pohon yang lumayan besar dan mengubahnya menjadi sebuah roket kecil.

"Hm, sepertinya aku harus berlatih."

Saat ia terus menyusuri hutan, ia bertemu seorang wanita yang sedang membawa keranjang berisi buah.

"Maaf nona."

"Ya,"

"Apakah kau tau ini dimana.?"

Singkatnya mereka pun mengobrol.

"Namaku Varka."

"Namaku Liana, salam kenal."

"Baiklah sampai jumpa Liana." ucap Varka.

"Sampai jumpa." Liana pun pergi meninggalkan pria itu, keesokan harinya Varka belum meninggalkan tempat,

"Aku merasa ada kekuatan aneh disekitar sini." gumamnya melihat kesana kemari.

"Apakah ini yang dikatakan orang aneh itu, aku dapat merasakan keberadaan spirit."

Tiba-tiba, seekor roh harimau gigi taring panjang datang kearahnya.

"Roh." dengan cepat Varka mengambil batang kayu dan mengubahnya menjadi bazoka.

"Rasakan ini."

Bziuw.. Duar..

Roh itu terkena serangan dan berubah menjadi asap kemudian menghilang.

"Jika seperti ini, jangan-jangan..... Gawat, Liana dan yang lainnya dalam bahaya." Varka pun segera mengambil tas nya dan berlari menuju arah tempat Liana pergi kemarin. Ia berlari sekuat tenaga.

"Aku harap aku belum terlambat."

Tak jauh di depan, terlihat banyak rumah.

"Kurasa itu tempatnya."

Saat memasuki tempat itu, ia bertemu Liana yang sedang membawa seember air.

"Hai Varka." sapa Liana.

"Liana, ada kabar buruk." Varka pun membisikan sesuatu.

"Apa?"

"Ya, mereka orang jahat." bisik Varka tanpa memberitaukan soal spirit.

"Jadi apa yang harus kita lakukan?"

"Apa disekitar sini ada goa atau semacamnya?"

"Ada disebelah sana."

"Baiklah, jika terjadi penyerangan, kalian pergi kesana. Tapi sebelum itu aku akan memasang pelindung terlebih dahulu. Ingat jangan katakan pada siapapun."

"Kenapa?"

"Agar tidak membuat semua orang cemas, baiklah aku pergi dulu, berhati-hatilah." Varka pun segera berlari menuju tempat yang ditunjuk oleh Liana.

"Liana, siapa pria itu?" tanya seorang kakek tua dibelakang Liana.

"Oh kakek, dia adalah temanku namanya Varka."

Ditempat Varka, ia pun sampai di tempat yang dimaksud. Ia segera memeriksa keadaan tempat dan memasang pelindung khusus.

"Baiklah kurasa sudah cukup." ia pun segera berlari menuju desa.

Saat diperjalanan, ia melihat beberapa orang yang membunuh binatang dan mengambil jiwa
binatang itu.

"Gawat mereka sudah dekat."

Varka pun segera pergi, dan berlari menuju desa.

Flashback end.

"Hm, jadi kau juga mencari keberadaan Spirit." ucap Zaren.

"Seperti itulah." jawab Varka.

Bersambung

Bersambung ke Demolisher VS Spirits Chapter 7

Vestaka Pyrokinesis
2017-01-13 07:32:45
Roh baru muncul
Spectra Phantom
2017-01-11 15:15:42
Diantara mereka berdua siapa yang paling hebat?
Gangster V
2017-01-11 12:13:45
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Saint Shamrock
2017-01-10 16:06:58
siapa demolisher terkuat ??
ReyTrOnz Strider
2017-01-10 10:38:43
Nextt.., apakah semua orang demolisher dapat merubah benda
Rudy Wowor
2017-01-10 09:00:10
Udah dapat 2 teman, apa akan nambah lagi teman Zaren?
Bocah Redoks
2017-01-09 21:19:45
entah knpa kali ini ceritanya trasa kurang greget
Sqouts Shadows
2017-01-09 21:10:47
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook