VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Demolisher VS Spirits Chapter 2

2017-01-02 - Aerilyn Chan Kawai > Demolisher VS Spirits
82 views | 12 komentar | nilai: 9.57 (7 user)

Demolisher VS Spirits

Chapter 02 : Spirit.

Sebelumnya diruang utama.

"Kekuatan baru itu adalah kekuatan spirit, " jawab orang itu, penampilannya berantakan, ia tidak memakai baju besi seperti semestinya.

"Apa??" kaget semuanya.

"Spirit itu apa?" bisik Wheelen pada Vilent.

"Spirit itu adalah roh, mungkin saja ada orang yang dapat mengendalikan roh." bisik Vilent.

"Kau yakin tentang hal itu?" tanya panglima yang berdiri di sampingraja.

"Saya sangat yakin, spirit itu adalah kekuatan jahat, mereka tercipta untuk membinasakan Demolisher." ucap prajurit itu

"Ada berapa banyak Spirit?" tanya Raja.

"Saya tidak tau yang mulia, saya dan prajurit lain dihabisi oleh seorang spirit. Saya satu-satunya yang selamat."

"Sangat mengerikan."

"Apa yang akan kita lakukan yang mulia?"

"Kita harus bersiap untuk kemungkinan yang terjadi, kurasa kita harus membentuk prajurit Demolisher untuk mengatasi hal ini."

Kembali ke waktu sekarang.

"Tenanglah Sela, kakak ada disini. Kakak akan melindungimu, melindungi ayah, bunda, kakak dan seluruh kerajaan ini." gumam Zaren.

Time skip.

Malam harinya Zaren telah Bersiap- siap. Namun. Tiba-tiba muncul Vilent.

"Pangeran aku... Eh kau mau kemana dengan pakaian seperti itu dan ini apa? Kau membawa barang." ucap Vilent terkejut.

"Vilent, aku akan pergi. Aku akan memastikan apa yang dikatakan prajurit itu. Jika spirit benar-benar datang untuk menghancurkan Demolisher, maka itu adalah bencana."

"Jadi kau pikir kau mau melawan para spirit itu sendirian?"

"Ya." jawabnya singkat

"Tapi kau bahkan belum menguasai kemampuanmu, bagaimana bi..." ucapan Vilent terhenti ketika semua barang dikamar Zaren berubah bentuk ke bentuk berbagai senjata.

"Dengan ini aku mampu melawan para spirit." ucap Zaren dingin.

"He..hebat, kau mampu menguasai kemampuanmu dengan baik." kagum Vilent.

"Seperti itulah, makanya aku akan pergi."

"Tapi setidaknya biarkan aku ikut bersamamu." pinta Vilent.

"Tidak kawan, aku punya misi penting untukmu."

"Apa itu?"

"Aku minta kau jaga kakak dan adikku. Jika aku tak kembali dan spirit menyerang, maka aku minta padamu jagalah kedua saudariku."

"Jika hal itu kau bisa menyerahkannya pada orang lain"

"Tidak, aku hanya percaya padamu, maka dari itu. Aku minta padamu, bukan sebagai pangeran, tapi sebagai sahabat, aku ingin kau menjaga kedua saudariku."

"Jika itu yang kau mau, aku tidak bisa menolak. Aku akan menjaga adik dan kakakmu apapun yang terjadi."

"Terimakasih banyak kawan."

mereka pun berpelukan.

"Dan satu lagi, apa kau bisa mengeluarkanku dari sini?" tanya Zaren sambil melepas pelukan.

"Entahlah, selama ini aku hanya bisa memindahkan benda kecil ataupun diriku saja. Tapi akan kucoba."

"Ya kupercayakan padamu." Vilent pun berkonsentrasi dan munculah portal di dinding kamar yang lumayan besar berwarna biru muda.

"Wow itu hebat." kagum Zaren.

"Sebelum itu, apa kau bisa mengubah semua senjata ini ke bentuk semula?" tanya Vilent.

"Oh iya aku lupa." Zaren pun memejamkan mata dan konsentrasi. Seketika semua benda dikamarnya berubah ke bentuk semula.

"Sudah." ucapnya sambil menggendong tas. Semua benda dikamar itu kembali ke bentuk semula.

"Baiklah ayo pergi." mereka berdua pun masuk ke dalamportal. Portal pun tertutup.

Demolisher VS Spirits Chapter 2 - Spirit
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

Scene beralih ke hutan perbatasan kerajaan.

"Diluar hutan ini adalah wilayah netral." ujar Vilent.

"Hm, terimakasih banyak kawan."

"Kau yakin ingin pergi?"

"Ya, semua ini demi kerajaanku."

"Kalau begitu berjanjilah padaku untuk kau kembali lagi!"

"Aku berjanji akan pulang ke rumah, hanya saja aku tidak tau kapan hal itu terjadi."

"Hm aku percaya padamu kawan, jaga dirimu baik-baik."

"Ya." Mereka berdua pun bersalaman dan mengadu tinju, lalu melambaikan tangan.

Langkah demi langkah ditempuh Zaren seiring terbitnya sang mentari.

Vilent pun membuka portal dari pohon, ia pun memasukinya.

Scene beralih ke kamar raja.

"Apaaa? KENAPA KAU TIDAK MENGHALANGINYA, MALAH MEMBANTUNYA.?!!!" teriak raja pada Vilent.

"Ada apa yang mulia." tanya Ratu.

"Zaren, dia kabur dari istana, kata Vilent dia menuju tempat Spirit."

"Apa?"

Scene beralih ke kamar Zaren.

"Kakak, sarapan sudah..." ucap Vissela yang masuk ke kamar Zaren. Namun tak ditemukan siapapun disana.

"Eeeh kak? Kakak dimana?" Vissela pun berjalan menuju kamar mandi, namun disana pun tak ditemukan keberadaan sang kakak.

"Jangan-jangan. Kakaaak.." Vissela berlari ke ruang makan.

"Kakak, kak Zaren menghilang."

"Mmm mungkin dia sedang mandi." ucap wanita yang duduk di kursi meja makan.

Scene beralih ke tempat Zaren, ia mengenakan kaos dilengkapi jaket tanpa lengan.

"Maaf ayah, bunda, aku tidak meminta izin pada kalian. Aku yakin kalian tidak akan mengizinkanku melakukan hal ini, tapi semua ini demi seluruh kerajaan." pikir Zaren sambil melangkahkan kaki menelusuri hutan yang dipenuhi lebatnya pepohonan.

Ia pun menghentikan langkahnya dan duduk di bawah pohon yang besar, kira-kira berdiameter 5 meter.

"Ah, kuharap perbekalan yang kubawa sudah cukup." gumam Zaren.

Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki,

"Musuh."

Dengan cepat ia segera naik ke atas pohon lumayan besar dan rindang karna tertutup daun.

"Sebaiknya aku sembunyi Disini, aku harus berhati-hati. Aku tidak tau apakah musuh atau bukan" pikirnya, ia berjongkok di atas sebuah dahan.

Terlihat seorang wanita berlari dan terjatuh tepat di bawah pohon yang ada Zaren di atasnya.

"Hahaha, kau tidak bisa lari lagi." ujar seorang pria yang berjalan perlahan kearahnya.

"Tidak, aku mohon ampuni aku."

"Gyaahahaha, aku akan membebaskan rohmu." pria itu mengangkat tangan kanannya dan menjulurkan ke depan kearah wanita itu.

"Spirit." pikir Zaren.

"A..aa..." Perlahan wanita itu terangkat ke atas dan ia melayang. Matanya melotot seolah kesakitan.

"Spirit itu akan mengambil roh wanita itu." pikir Zaren.

"Aku harus menolongnya." lanjutnya saat Zaren akan turun, Datanglah spirit lain.

"Ini gawat, tapi tidak ada pilihan lain." Zaren pun langsung melompat kearah pria itu, ia mengeluarkan pisau kecil dan merubahnya menjadi pedang, ia pun menghunuskan pedangnya.

Ting..

Sebuah tangan berbentuk roh transparan berwarna abu-abu menangkis serangan Zaren.

"Apa?"

"Ow ada orang so pahlawan datang." pria itu pun melepaskan si wanita dan kini pandangannya tertuju pada Zaren.

Zaren mendarat dengan sempurna.

"Kau tidak apa-apa nona?"

"Uhuk.. Uhukk."

"Biar ku atasi orang ini." ucap seorang wanita dibelakang pria itu.

Bersambung.

Kemampuan Vilent bukanlah teleport atau ruang, tapi ia mampu mengubah benda menjadi pintu atau portal yang dapat menghubungkan ia kemanapun sesukanya.

Bersambung ke Demolisher VS Spirits Chapter 3

Blackpearl Kwon Yuri
2017-01-17 15:33:58
wanitanya harus cantik dan seksi
Vestaka Pyrokinesis
2017-01-13 07:27:26
Cerita baru, belum mendapat respon dari para pembaca
Kleiss Effortles
2017-01-09 13:24:20
Jurusnya enggak diberi nama
ZENA LEO MONSTA X
2017-01-05 20:14:26
hm keren, next baca aja
Newbie Karbitan
2017-01-04 10:52:32
Apa kekuatan Zaren sebatas merubah benda menjadi senjata saja?
ThE LaSt EnD
2017-01-02 23:07:34
seperti pintu ajaib Doraemon.
Rudy Wowor
2017-01-02 22:40:56
Zaren nekat amat pergi sendiri.
D Generation X
2017-01-02 22:05:03
pasukan Spirit itu sejenis apa yah?
Ki Shuro Ikhoro
2017-01-02 21:38:18
pnasaRan dng kekuatan para spirit. .
chichay
2017-01-02 21:01:15
d tunggu lnjutnnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook