VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Demolisher VS Spirits Chapter 1

2017-01-01 - Aerilyn Shilaexs > Demolisher VS Spirits
134 views | 14 komentar | nilai: 9.71 (7 user)

Yo selamat datang untuk member baru, lumayan banyak yang daftar.

Ini dia cerita terbaruku judulnya Demolisher VS Spirits.

Buat yang belum baca ceritaku, kusarankan silahkan mampir aja.

1. Daftar Chapter Alien Attack : World War

2. Daftar Chapter God The Artifact The Stealth War

3. Daftar Chapter Killer

4. Daftar Chapter MAX2150CME

5. Daftar Chapter Scary Stories

6. Daftar Chapter The Fighter

Kita mulai ke chapter 1.

Demolisher VS Spirits

Chapter 01 : Magic

Scene berawal di sebuah hutan.

"Aku mulai." ucap pemuda berusia 15 tahun berambut hitam pendek. Terlihat terdapat simbol aneh di punggung tangannya berwarna biru muda.

Ia pun melempar batu dan terbuka lah seperti portal kecil yang menghisap batu seukuran kepalan tangan itu.

"Waah itu hebat, " kagum pemuda seumuran pemuda tadi, ia berambut biru runcing juga panjang sebahu. Terlihat tanda aneh terdapat di bagian lengan atas bagian kiri (lokasinya seperti lambang fairytail natsu.) berwarna biru muda

"Sekarang giliranmu Zaren." ucap pemuda tadi.

Pria berambut biru yang diketahui bernama Zaren itu mengambil pisau kecil di pinggangnya, ia mulai mengkonsentrasikan kekuatannya.

"Berubahlah-berubahlah.." gumamnya sambil memejamkan mata.

"Zareeen, Vileeent.." panggil suara wanita dari belakang, usianya juga seumuran dengan mereka berdua.

"Yo Elen." sapa Zaren.

"Namanya Wheelen bukan Elen." sanggah Vilent.

Terlihat wanita itu berambut merah, ia berlari menuju mereka berdua.

"Apa bedanya? Sama saja kan."

"Tentu saja beda."

"Hah..hah...hah..hah.." napas wanita itu terlihat tak beraturan karna lari, ia pun membungkuk, dengan kedua tangan memegang lututnya.

"Ada apa Elen? Kenapa kau mengganggu latihan kami?" tanya Zaren.

"Kejam sekali kau, oh iya, aku membawa makanan untuk kalian." ucap Wheelen sambil menurunkan tas nya.

"Nah ambilah." ucapnya lagi sambil menyodorkan tas yang berisi penuh makanan itu.

"Waah sepertinya enak." ucap Zaren dengan ngiler.

"Air liur mu menjijikan." ucap Vilent.

"Aku makan ya." Zaren pun mengambil makanan itu, ia tak mendengarkan ejekan Vilent.

"Dasar pangeran bodoh." gumam Vilent yang juga mengambil makanan.

Mereka pun makan di bawah pohon besar yang rindang. Selang 10 menit, makanan di dalam tas sudah habis.

"Ahh aku kenyang, terimakasih atas makanannya." ucap Zaren sambil tiduran.

"Sama-sama." ujar Wheelen sambil tersenyum.

"Dasar rakus." gumam Vilent.

"Oh iya, Elen bukankah kau juga seorang Demolisher?" tanya Zaren yang bangkit.

"Ya, kenapa memangnya?"

"Aku penasaran apa kekuatanmu.?"

"Kekuatannya sama sepertimu, mengubah benda ke bentuk benda lain." ucap Vilent yang bersandar dipohon.

"Vilent benar."

"Hm lalu dimana tanda Demolisher milikmu?" tanya Zaren sambil melihat-lihat tubuh Wheelen.

"Itu emm.." ucap Wheelen ragu-ragu.

"Sebaiknya jangan diperlihatkan." pinta Vilent.

"Kenapa? Ayolah aku ingin melihat tanda milikmu." pinta Zaren memelas.

"Baiklah jika itu yang kau mau." Wheelen pun perlahan membuka bajunya.

"Apa yang kau lakukan?" gumam Zaren.

Setelah bajunya terbuka, terlihat tak ada apapun ditubuhnya, ia mengenakan bra merah.

"Dasar bodoh." gumam Vilent yang mengalihkan pandangan.

Wheleen pun melepaskan bra nya dan

"Eh tanda Demolishernya ada di dadamu.." bingung Zaren.

"I..iya." ucap Wheelen malu.

"Lalu kenapa dadamu membengkak? Apa karna pengaruh tanda Demolishernya?"

"TENTU SAJA BUKAN DASAR PANGERAN BODOH." Vilen pun melempar kan Zaren sangat jauh.

"ITU ADALAH OPPAINYA YANG TUMBUH DASAR PANGERAN BEGO. DAN KAU, KENAPA KAU MAU MEMPERLIHATKAN BENDA ITU PADA PRIA? APA KAU TIDAK MALU." bentak Vilent pada Wheelen.

"Tapi inikan permintaan pangeran."

"PERSETAN DENGAN ITU, CEPAT PAKAI KEMBALI PAKAIANMU." bentak Vilent dengan kepala yang berasap.

Time skip.

"Haduh kepalaku sakit, kejam sekali kau Vilent." lirih Zaren sambil mengusap-usap kepalanya yang benjol.

"Kau adalah pangeran, jaga wibawa mu. Tadi itu jelas-jelas pelecehan."

"Apa? Aku hanya ingin menyentuh benda berwarna merah muda itu saja."

"Itu adalah pelecehan, hah sebaiknya kita pulang."

"Baiklah, ayo Elen"

"Hm." terlihat Wheelen masih memerah wajahnya, ia masih malu.

Ditaman kerajaan.

Terlihat dua orang pria sedang bertarung menggunakan pedang.

"Ingat jangan menggunakan kekuatan." ujar seorang wanita berambut biru, usianya sekitar 17 tahun.

"Baik." ucap keduanya. Namun saat mereka bertarung.

Jduar.. Jduar..

Tempat itu bagaikan arena perang

Demolisher VS Spirits Chapter 1 - Magic
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Time skip.

Terlihat tempat itu porak poranda, terlihat pedang kedua pria itu telah hancur berantakan.

"E..eh.." kaget wanita itu.

"Sudah kubilang jangan memakai kekuatan sihir kalian, lihat apa yang telah kalian perbuat. Dasar Ayah dan paman yang sulit diatur."

"Ahahaha maaf, maaf aku tidak bisa menahan diri." ucap si Ayah.

"Aku juga sama." ucap si paman.

"Yang mulia, Panglima Ada seseorang yang memasuki kerajaan, ia hendak menyampaikan suatu informasi." ucap seorang prajurit yang tiba-tiba datang.

Time skip, diruang utama, Raja sudah berpenampilan layaknya seorang raja. Disana terdapat Ratu dan ketiga anaknya(termasuk Zaren)

"Ada pesan apa yang hendak kau sampaikan?" tanya Raja pada pria dihadapannya.

"Yang mulia, ini tentang kekuatan baru yang muncul di bagian selatan hutan Arez"

"Kekuatan baru? Apa itu Demolisher yang baru?"

"Bukan yang mulia, itu adalah...."

Scene berada di taman kerajaan.

Zaren sedang duduk di atas ayunan.

"Kakak" panggil seorang wanita dari belakang, usianya sekitar 12 tahun.

"Ada apa Sela?" tanya Zaren tanpa melirik.

"Kau kenapa?" tanya Sela atau lengkapnya Vissela. Ia duduk di ayunan sebelahnya.

"Kekuatan baru yang akan menghancurkan Demolisher, dengan kata lain kekuatan itu adalah musuh kita."

"Hm, kakak aku takut." Vissela pun beranjak dan langsung memeluk Zaren.

"Aku akan menghancurkan kekuatan itu, aku akan melindungi Adikku, Kakak ku, teman-temanku, seluruh kerajaan yang kucintai." pikir Zaren, lambang dilengan atasnya bersinar dan terlihat bunga yang ada didepannya berubah menjadi logam dan perlahan menjadi shuriken.

"Dengan kekuatan ku, aku akan melindungi semua orang." lanjutnya.

Sebelumnya diruang utama

Bersambung

Cerita baruku ini mungkin tidak akan terlalu panjang.

Bersambung ke Demolisher VS Spirits Chapter 2

Blackpearl Kwon Yuri
2017-01-17 15:32:03
baru baca cerita ini dan wow ada adegan favorite
Vestaka Pyrokinesis
2017-01-13 07:25:41
Jadi Vilent udah tau dong, makanya dia melarang memperlihatkan tanda nya
Kleiss Effortles
2017-01-04 17:04:37
sedikit mesum wajar, hanya bumbu dalam cerita, tapi jangan berlebihan sampe ada adegan ikkeh ikkehnya
D Generation X
2017-01-02 21:32:57
Waow di bukain langsung ... lanjut
Aogami Daiki
2017-01-02 14:50:14
Sial, knapa ku slalu membayangkannya ktika membaca sebuah cerita?! Huwaa.. maafkan hambamu ini ya Tuhan.
SESHOMARU INU
2017-01-02 13:15:51
15 tahun normal nya setingkat kelas 3 smp, wah udah besar oppainya
Grim Rieper
2017-01-02 09:51:15
tanda seperti apa di dada tu cewek ?
ThE LaSt EnD
2017-01-02 06:40:58
semangatnya buat cerita baru lg, Sev...
chichay
2017-01-02 05:59:40
ijn bc
Saripati Jasad Emas
2017-01-02 05:47:02
ak member baru. . sdkit trburu2 ya critanya,,dtnggtu lnjtnya. . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook