VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Pemuja Rahasia Chapter 14

2017-01-11 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
44 views | 7 komentar | nilai: 10 (1 user)



Skiip

Aku menghusap keringat di kening ku dengan lengan kausku, dengan gerakkan ala slow motion. Nggak lupa kurapikan seragamku sebelum memanggil orang-orang dalam daftar undangan dari kelasnya. Aku nggak mau di tegur lagi sama guru, pikirku sambil tertawa kecil. Aku berhenti di sebuah kelas berpintu kayu. Di dalam terdengar brisik, seperti sedang menjawab beberapa pertanyaan.

"Uhh...thi is the last....finally....fiuuuhhh....udah 8 kelas aku puterin, capek banget, mana harus ngejelasin panjang lebar lagi" dumelku mengintip murid di dalam lewat jendela. Kelas yang penuh spirit, pikirku menebak-nebak.

Tok...tok...tok...

"Suit...suit...siapa tuh, si anak baru...cantik banget deh godain kita dong" goda beberapa cowok di dalam kelas itu.

"Ada apa San?" tanya Bu Lena. Guru itu menghampiriku setelah berteriak mengingatkan anak-anak agar tetap tenang.

"Ini bener kelas 2 IPA 1 kan, Bu?" tanyaku santai.

"Iya, ada apa?" Bu Lena bertanya lagi.

Rizky menatap Vicky yang memandang Sani lama.

"Pak Ahmad minta saya memanggil...tunggu sebentar" kataku melihat nama orang di dalam amplop terakhir. "HAAHH?!!" seruku tiba-tiba. Oh my God!! Aku harus memanggil Vicky? Ugh...males banget! Pikirku.

"Saya nyari Vicky, ini bener kelasnya?" tanyaku malas.

"Ah, iya bener. Tunggu sebentar ya" Bu Lena menengok ke belakang lalu melambaikan tangan ke Vicky. Semuanya menyoraki Vicky. Vicky beranjak sambil merapikan seragamnya yang di keluarkan. Rizky diam seolah menahan sejuta gondok di kerongkongannya.

"permisi bu" pamitku sembari membungkuk kepada Bu Lena lalu memutar tubuhku dan melangkah pergi stelah melihat Vicky meng hampiriku.

Dia tinggi juga. Postur tubuhnya proposional. Ceweknya siapa ya? Beruntung banget. Pikirku mengada-ngada.

Saat di luar...."ada apa?" tanyanya lembug seolah membuai angan-angan. Glek! Suara ini, bikin aku mules karna grogi! Aku berjuang mati-matian menjaga sikap dan wibawaku. Jujur, aku ragu untuk membalikkan tubuhku ke arahnya , tapi dengan berat dan terpaksa aku melakukannya. Sekalipun enggan tapi sebenarnya terkadang aku berpikir dan membayangkan hal-hal seperti ini terjadi padaku suatu saat.

Mata sayu Vicky menatapku. Membuatku memalingkan wajahku darinya. Kenapa sih hati main opera di dalam! Vicky misterius banget, pikirku menunduk.

"Pak Ahmad bilang, kamu diminta mewakili sekolah untuk program debate dua minggu lagi, temanya tentang 'terrorism' durasi minimal delapan menit, satu team terdiri dari tiga orang, satu pertandingan di ikuti 2 team, satu team afirmatif dan satunya lagi team negative. Sekarang kamu di tunggu sama Pak Ahmad di bawah. Bye.." terangku panjang lebar lalu berbalik pergi setelah menyerahkan amplop kepadanya.

"Tunggu!" Vicky menarik pergelangan tanganku. Glek! Tangan yang hangat ini. Sentuhan yang halus ini. Dan suara yang merdu dan jernih ini...... Hatiku tersentak di buatnya. Dan aku ngerasain telingaku panas. Aku merasakan semua ototku kaku. Ada apa dengan diriku? Aku lalu berbalik perlahan.

"Kenapa?" aku menepis tangannya dan sama sekali nggak natap wajahnya. Ini untuk menutupi kegerogianku pada mahkluk berjakun. Vicky memandangku lekat. Aku menunduk. Ia juga ikut menunduk untuk mencari bola mataku.

"Kamu bicara sama siapa?" tanyanya seraya meletakkan
tangan kanannya di pundak kiriku.

Hahh??!!!..... Maksud dia apa??!!, pikirku bingung dan kesal sambil menatap heran kepadanya. "Ya jelas sama kamulah. Emangnya ada orang lain di sini?!" aku membentaknya, hatiku geram mendengar pertanyaan konyolnya. Vicky cemberut beberapa saat.

"Kamu bicara nggak ngeliat aku" katanya, lalu tersenyum.

"Emang harus ?"
balasku sinis sambil bertolak pinggang. Dia mengangguk dan tersenyum. "Ah..terserah deh! Yang jelas aku udah nyampein pesan Pak Ahmad, kamu terima atau nggak, aku
nggak perduli" aku hendak berbalik, namun dengan cepat dia memutar tubuhku lagi.

"Kamu malu natap mataku?" tanyanya serius memegang kedua pundakku. Deg, kali ini jantungku nggak bisa di ajak kompromi. Aku bener-bener tegang.

"Lepasin!" tuturku mendorong tubuhnya menjauh. Aku memandang takut padanya. "Bu....buat apa aku harus malu?!" bantahku gelagapan seraya meninggikan daguku, jaim.

"Kamu takut terpesona sama aku" ujarnya lembut dan tersenyum memandangku.

"Tutup mulut kamu!!" bentakku menunjuk wajahnya lalu pergi meninggalkannya. Aku nggak mau noleh ke belakang sedikit pun, aku malas kalau misalnya dia masih melihatku.



Pemuja Rahasia Chapter 14 - Fitnah 2
Penulis : Jack El Jacqueline

Skiip

"Eh...eh....eh....Sani...!" dua cewek
yang nggak lain adalah Poppy dan Fany muncul tiba-tiba, dan langsung menggiringku ke sisi dinding.

Aku memberontak "Apa-apaan sih?!" dengan gesit ku tepis kedua tangan mereka.

Tbc

apa ya yang akan di bicarakan kedua bigos kepada Sani? , kita liat aja ch berikutnya.

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 15

Ueno The Best Girls
2017-01-28 14:19:03
Njir untung bukan Opera Sabun
ThE LaSt EnD
2017-01-11 20:41:54
jdi, setampan apa Vicky itu.. sampai membuat sani gugup.. bsa dikasi ilustrasi gambr gak ya gan..
Shadexz
2017-01-11 19:49:00
Sok cakep si rizki
Rudy Wowor
2017-01-11 17:14:51
2 cewek menyebalkan muncul lagi.
Ludfy N
2017-01-11 12:57:14
Bigos mncul lagi!
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:48:55
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku yg lain
The Last Knight
2017-01-11 12:46:26
Next... kyaknya sani salting tuh
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook