VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Pemuja Rahasia Chapter 11

2017-01-08 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
49 views | 7 komentar | nilai: 10 (1 user)

Skip...

Didalam kamar Sani

Shinta masuk ke dalam kamarku. Dia menutup pintu lalu duduk di ujung kasurku. "Kamu suka Vicky ya, San?" tanyanya ragu.

Aku mengangkat komik yang menutupi wajahku ke atas kepala. "Kenapa kamu mikir kayak gitu?" balasku, seraya menutup komik detektifku sambil menegakkan posisiku yang baru aja terlentang, lalu duduk di sandaran kasur.

"Ya aku nebak aja sih" jawabnya polos.

"Nebak? Dari mana?" aku tertawa kecil menanggapinya.

"Soalnya tadi aku liat, kamu mandangin dia lama banget dan selama 16 tahun kita bersama baru kali ini aku ngeliat kamu kayak tadi" tuturnya.

"Enggak kok" aku meraih sebuah guling di sebelahku lalu memeluknya.

"Bener?" Shinta yakin.

Aku mulai jengkel. "Emang kenapa sih?! Kamu naksir dia??" tanyaku heran sambil memukulkan guling kekepalanya.

"E....enggak! Justru aku liat yang naksir Vicky itu kamu."

Aku memakinya. Tapi sebelum kata-kataku terlontar, Shinta buru-buru beranjak dari kasurku ketakutan,"A....aku tau, aku tau, itu nggak mungkin. Yang tadi cuma perasaanku aja, abis aku ngerasa...." dia terdiam sejenak.

"Ngerasa apa?"

"Ah udahlah, aku rasa itu hanya khayalanku aja, bye sister," ujarnya, dia memutar tubuhnya hendak keluar kamar.

"Tunggu" cegahkku. Sambil bangkit dan menghampirinya. Nih anak kenapasih?! Dia keliatan gelisah banget sambil garuk-garuk leher. "Tell me now, apa yang tadi siang kamu rasain?"

Mulanya Shinta nggak mau ngaku, tapi karena aku desak terus akhirnya dia nyerah juga. "Aku ngerasa dadaku seperti di setrum, begitu ngeliat kamu ngelamun mandangin Vicky. Jantungku deg-degan, badanku gemeteran," ujarnya cemas. "Kamu inget nggak, waktu aku nerima penghargaan menyanyi di Singapore dulu, aku seneng banget, tapi yang ngerasa dadanya disengat atau disetrum itukan kamu" lanjutnya sambil menggoyang-goyangkan tubuhku cukup kencang.

"Trus hubungannya dengan semua ini?"

"Ya....jadi aku pikir, kamu seneng banget ketemu sama Vicky."

"Kamu...!" aku hendak meledak saat itu juga.

"Jangan marahi aku. Aku cuma nyampein apa yang udah aku rasain tadi siang sama kamu." potong Shinta lalu menunduk, pasrah. Dia cemberut.

"Shinta...., kamu jangan pernah mikir kayak gitu lagi, ya." pesanku, kemudian memeluk kakakku yang aneh ini. Dia pun memelukku.

"Besok...minta maaf ke Jack ya, please....kasian dia,"

Shinta memohon dengan wajahnya yang sok lugu sambil mengatupkan kedua tangannya di depan wajahku. Aku menghela nafas. Aku tau aku nggak akan pernah bisa nolak permintaan Shinta, kakakku yang sableng ini. Aku tau dia bakal terus mendesakku dengan merengek-rengek sok manja sampai setuju.

"Ok!"

"Nah gitu dong!" sorak Shinta memelukku lagi.

"Ah ! Udah lepasin. Sana keluar, aku mau ngelanjutin bacaku."

Sebelum menutup pintu kamarku Shinta bertannya, "Gimana Rizky menurut kamu?"

"Emm...aku nggak tau" jawabku sambil geleng-geleng dan garuk-garuk pipi. "Emang kenapa sama Rizky?"

"Ayolah be truthful, Sani. You don't like her, right?"

"Why?"

"Soalnya aku juga nggak suka dia, sok disiplin, sok prinsipil kayak Pak Soleh dan sok tegas, ngebuat dia keliatan di segani. Orang-orang mungkin bisa simpati sama dia. Tapi dia nggak akan bisa menipu kita dengan segala tingkah lakunya yang sok akrab ngobral and nawari kebaikan, karena aku yakin dan tau kalau sebenernya dia rapuh banget. Ya, sama seperti kamu San. Kamu emang keras banget tapi sebenernya kamu butuh sedikit compassion. Aku yakin, buat ngambil hati kamu nggak butuh waktu terlalu lama. Hmmm..... Satu-dua minggulah, asal dengan extra perhatian." terang Shinta santai kemudian cepat-cepat menutup pintu kamarku.

"Shinta yang aneh, sejak kapan dia jadi psikoterapies and dewi aphrodite kayak gitu?" gumamku, kemudian melanjutkan membaca. Tapi dia lebih seperti paranormal, pikirku.

Skip kamar Shinta

Di kamarnya, Shinta sedang memandang keluar jendela yang biasa ia buka. "Oh bulan, aku kangen New York..." gumam Shinta.Shinta berbaring dikasurnya yang nempel di tembok dekat jendelanya. Dia mengingat teman-temannya di Amerika. Shinta merenung lalu memeluk gulingnya. Tanpa sadar ia terlelap sambil menitikkan air matanya.



Pemuja Rahasia Chapter 11 - Saya tunggu episode selanjutnya
Penulis : Jack El Jacqueline

Esok paginya, aku sama Shinta nekad ngebawa mobil Porsche Carrerra GT silver masuk ke halaman sekolah lagi. Semua menyaksikan kami. Aku nggak sabar pengen liat reaksi Soledad Kumis. Beberapa anak sedang ngobrol di rerumputan di bawah rindangnya pohon bringin. Aku mendengar mereka ngebahas penampilan kami. Mereka ingin mencontek dan meniru! That's crazy thing! Pikirku
sambil pura-pura nggak denger. Ada yang bilang aku boyish sementara Shinta girlie. Hihihi....perutku geli banget mendengarnya.

"Selamat pagi Pak Soleh" sapaku manis namun sinis melihat guru itu. Dia sudah memandangi kami dari tadi di depan ruang guru. Dia nggak ngebalas salamku. Kumisnya aja yang bergerak-gerak. "Masih kesal dengan yang kemarin rupanya? Sudahlah, saya sudah maafin kok" celetukku asal dan dengan asal melewatinya. Sementara Shinta udah ngilang. Dia muter jalan supaya nggak ketemu sama Soliman ini.

"Masalah kita belum selesai" sahutnya di belakangku, seperti singa menggeram.

Aku tertawa kecil sambil menyisir rambut dengan tanganku. "Oke, saya tunggu episode selanjutnya", balasku tanpa berbalik ke arahnya.

TBC.....

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 12

Ueno The Best Girls
2017-01-28 13:56:53
Njir harusnya pak soleh jadi wasit saat pertandingan Sani vs Widya
Shineria of Life
2017-01-21 18:19:42
tungguu itu Rizky cewek kah?? aku kira dia cowok.
Rudy Wowor
2017-01-08 23:58:19
Kira-kira menang siapa ya Sani vs Soleh.
The Last Knight
2017-01-08 15:12:41
Perang dingin sama guru
Ludfy N
2017-01-08 15:08:35
Merek berdua bs merasa satu sama lain! Keren.
Ludfy N
2017-01-08 15:07:30
Mereka berdua bs ngerasa stu sma lain ya? Tambah keren aj!
Shadexz
2017-01-08 14:54:40
Hihihi penasaran juga ntr lnjutan A.xd
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook