VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Pemuja Rahasia Chapter 10

2017-01-07 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
52 views | 7 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Gimana? Vicky cakepkan? Keturunan Jerman dari mamanya, cewek manasih yang nggak salah tingkah kayak lo tadi diliatin cowok super cakep kayak Vicky? Udah pinter, santun, cool ,supel, Ketua OSIS lagi," cerocos Vivi sambil melahap sereal di mangkuknya.

Shinta diam aja di sampingku."mungkin lo berdua kaget ngeliat ketua OSIS kaya Vicky. Langka dan jarang banget, soalnya yang namanya Ketua OSIS itu nggak jauh dari kutu buku, takut cewek, nerd, pake kaca mata setebal tembok, penampilan kolot, seragam di masukin sampai sabuk keliatan.... Tapi, Vicky beda. Seragamnya aja nggak di masukin, pokoknya perfect deh" Vivi muji Vicky nggak ada abisnya.

"Ehemm...jadi, lo anak baru yang namanya Shinta dan Sani itu? Huh...gue pringati ya, jangan sok ngartis deh disini, mentang-mentang lo berdua cucu Bu Devi" sindir remeh salah seorang cewek di belakangku dengan suara yang menurutku aneh banget, menggoda, lembut, menantang, entahlah, suara lemes nggak karuan. Yang ngebuat aku dan lainnya serempak menoleh ke belakang.

"Kamu siapa?" tanyaku dengan satu alis terangkat.

"Widya" jawabnya singkat.

Ahh...ternyata mereka, pikirku sambil memalingkan wajahku ke arah lain.

"Dan jujur, gue nggak suka dengan kedatangan dua boneka Paman Sam di sekolah ini" lanjut cewek satunya.

Mereka berdua menyilangkan tangan mereka di dadanya, sombong.

"Kamu..."

"Putry" balasnya cepat seolah tau aku bakal nanyain siapa namanya.

Penampilan mereka mengalahkan Agnes Monica... Seragam dan dasi mereka ketat dan pendek, rok ruffles mereka hypster dan mini abis. Aku rasa satu setengah di atas lutut. Tapi kaos kaki hitam mereka tinggi selutut dan sepatu mereka juga hitam dan tentu saja perut langsing mereka yang putih mengundang perhatian khalayak.

Putry berambut hitam lurus sepinggang di tutupi bandana berwarna pelangi. Sedangkan Widya, dia berdarah campuran aku rasa, bule kesasar lagi! Rambutnya kriting sepunggung, coklat kemerahan.

"Gue pringati sekali lagi ya, kalian anak baru di sini, dapat masa percobaan dua minggu untuk nggak belagu, karena dari tadi gue perhatiin lo berdua ngelunjak banget, manfaatin jabatan nenek lo." ungkap Widya dengan suara lemah lembutnya yang berirama, yang aku nggak nyangka cekatan banget ngeluarin kata-kata kasar. Dia menepuk-nepuk pipiku, kontan aku menghindar.

"Trus hubungannya apa sama kalian? Thank udah berbesar hati jadi observer aku sama Shinta tadi, sekalipun aku nggak tau tujuan kalian."

"Jelas aja gue sama Widya udah nge-observer elo berdua. Soalnya, lo berdua tuh nampang kayak tong sampah yang keteteran di mana-mana..... Ngotorin tau nggak?!" maki Putry kasar sambil maju selangkah ke hadapanku. Matanyapun ikut ketus.

Aku bangkit dari kursiku. "Really??? Kalau aku sama Shinta kamu bilang sampah, trus kalian sebut apa diri kalian? Sampah daur ulang??" balasku cepat seraya berkacak pinggang.

Wajah mereka jadi makin sadis. "Lo bukan cuma berani ngebantah Pak Soleh rupanya. Hmm..bagus salut gue" pujinya setengah meremehkan.

"Sampah daur ulang harus kutakuti? What for? Cuma bisa bawa virus sama kuman penyakit aja." celetukku lagi.

"Udahlah Put. Buat apa ngabisin waktu bicara sama mereka? Nggak ada gunanya. Kepala batu, sama kayak neneknya" sambung Widya dengan gaya soknya berbalik hendak berjalan. Lenggak-lenggok? Udah pasti!

Tiba-tiba....

Braaakk....

"Kyaaa....!" lengking Putry kontan memejamkan mata sambil nutup wajah dengan kedua tangannya. Lalu dia memutar tubuhnya dan berjalan mendekati Widya.

"Eh..eh...halilintar gila bener petir meledak kilat menyambar guntur gemuruh badai kencang topan tsunami hujan turun hati gue kesambar petir....!" cerocos Vivi latah dan lagi-lagi panik sambil meremas lengan Shinta.

Pemuja Rahasia Chapter 10 - Ancaman Sani
Penulis : Jack El Jacqueline

Teriakan Putry membuat Widya berbalik dan anak-anak di kantin menoleh kearahku yang memukul meja keras banget. Widya melototiku sambil berkacak pinggang.

"kalian berdua boleh memaki aku sama Shinta, tapi jangan coba-coba ngebawa Nenek kedalam masalah kita" tegasku panas mendengar dua manusia itu berpikir rendah tentang Nenek. Mereka diam dan memandangku aneh. Aku maju selangkah lagi dan mereka mundur takut. "Tapi terserah kalian aja, setuju atau nggak......pastinya tenggorokkan kalian yang sehat belum pernah nelan besi kan?" sambungku mengancam.

"Huh...kita liat aja ntar, cewek jadi-jadian" balas tarisa tersenyum getir seraya menarik lengan Putry keluar kantin.

Tbc....

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 11

Davies Wryngearspeed
2017-01-28 13:52:19
Kita butuh pak soleh! Soalnya widya ama sani harus dipertandingkan secara massal diatas ring tinju, biar tau sapa yang hebat pak soleh jadi wasit
Ludfy N
2017-01-08 12:09:47
Perang dunia ke 3 nh
ReyTrOnz Strider
2017-01-07 22:01:19
Akan ada perang nih
Mutia 4Ra
2017-01-07 21:04:27
d kira tdi pcngan d banting tuh si wdya ama putri trnyta tdk toch.
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2017-01-07 20:43:43
kalo liat cew brantem., seru.. pastinya. ha ha.
Shadexz
2017-01-07 18:42:34
Ada typo dikit om tuh jdi tarisa xd
Rudy Wowor
2017-01-07 18:40:38
Gantung aja Putry dan Widya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook