VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Pemuja Rahasia Chapter 9

2017-01-07 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
65 views | 7 komentar

Skip
kantin.

Aku, Shinta dan Vivi ambil tempat di meja paling ujung. Lebih terbuka. Kantin ini luas banget, segala perabotannya dari keramik putih bersih dan licin. Tapi berisik. Ada yang ngebahas pelajaran, ada yang ngegosip. Vivi langsung memanggil seorang pelayan dan memesankan kami makanan terbaik.

"Gila lo! Tadi lo keren banget, San" puji Vivi nggak ada abisnya.

"Dia brengsek banget! Kamu lagi Shin, pakai nyuruh aku minta maaf segala, haah! Aku benci banget sama Jack." cerocosku kesal, mencela Shinta. Aku ingin menelannya.

"Hati-hati lho, dari benci bisa berubah jadi cinta" goda Vivi sambil memperbaiki lengan seragamnya. Sementara Shinta dari tadi nyengir aja.

"Yupz, that's right, Vivi" timpal Shinta sambil mencomot sepotong tart di piringnya, lalu menggigitnya dengan angkuh.

"What? Nggak mungkin!" balasku sambil tersenyum malas dan geleng-geleng.

Terdengar langkah di belakang meja kami. Kami pun segera menoleh dan wouw!

"Permisi boleh kenalan nggak?" tanya seorang cewek langsing dengan rambut coklat lurus sepunggung dan kulit sawo matang, mengulurkan tangannya ke arahku. Dia seperti cewek Latin yang seksi. Aku pun membalas uluran tangannya.

Kayaknya di sekolah ini banyak banget yang belasteran termasuk dua orang asing ni, pikirku" Sani "

"Shinta"

"Poppy" tuturnya tersenyum lalu menarik tangannya. Dia cantik tapi angkuh, sama seperti yang satunya, yang lebih sipit. Oriental.

Wow....matanya abu-abu, pikir Shinta memperhatikan poppy dengan seksama.

"hmmm....ini Fany" sambungnya memperkenalkan temannya.

Kami tersenyum.

"Pindahan dari Amrik?" tanyanya lagi.

Kami mengangguk.

"Gue sama Fany, kelas 2 IPA 3, hmm....gue rasa El ( Jack ) suka sama elo deh San" ceritanya, membuatku nggak abis pikir.

"Serius" tambah Fany yang berkulit lebih putih di banding Poppy.

"Oh ya! Bukannya dia gay?" Shinta memicingkan matanya ke arah Fany.

"What? El gay? Hahaha...tapi mungkin sih" Fany tertwa lantang, namun tiba-tiba merendahkan suaranya karena disikut Poppy.

"Bego! Nggak mungkinlah"komen Poppy.

"Hmm...yaudah, perkenalan kita sampai di sini dulu ya, soalnya gue sama Fany harus balik kekelas. Tapi, yang jelas El cinta mati sama lo, dari tadi dia muji-muji lo hyper gitu. Lo harus menerima cinta dia. Kalau nggak dia bakal bunuh diri....pikirin perasaan dia ya, itu aja pesen gue"

"mereka bohong! Omong kosong! Lo jangan percaya sama mereka ya. Mereka itu B-gos alias biang gosip. Lagin gue tau Jack itu tipe cowok kayak gimana. Dingin banget sama cewek. Asli! Dia belum pernah pacaran sekalipun ! Gue nggak tau kenapa tu anak bisa kayak gitu" cerocos Vivi menerangkan.

"terus maksud Poppy tadi apa, ngomong kayak gitu?" tanyaku nggak abis pikir.

"Yah paling mereka niat ngadu domba lo sama Widya dan Putry yang juga naksir berat sama Jack, but unfortunately, Jack nggak suka tipe cewek kormod ( korban mode ) kayak mereka berdua. Poppy sama Fany itu bakal bangga banget kalau sampai mereka berhasil ngadu domba lo sama widya dan putry. Apa lagi tujuannya selain nyebarin gosip?"

"Yang namanya Widya dan Putry itu mana?"

"Yang paling norak penampildnnya di sekolah ntar juga nongol sendiri. Tapi sebenarnya mereka nggak norak-norak amat, bahkan menurut gue, mereka itu keren. Cuma mereka yang berani nabrak peraturan semau mereka. Kaya banget sih, jadi mereka ngerasa punya banyak privillage di sini .." Vivi terkesiap begitu melihat pintu kantin. Kami mengamatinya.

"Eh-eh, liat tuh, Ketua OSIS kita datang, cakep banget lho" bisik Vivi di telingaku, membuatku memandang ke arah pintu.

Tampak sosok jangkung dengan rambut kecoklatan, berpenampilan rapi, sedang berjalan ke arah kami di ikuti 2 cewek 1 cowok. Kesan yang ku tangkap dari wajahnya sama seperti aku melihat nenek, intelek, dan kharismatik. Oke-oke kayaknya belasteran lagi.

"Vi poster yang gue pesen buat valentine, udah siap?" tanya cowok itu tersenyum sambil memegang secarik kertas dan pulpen.

"Sip deh, besok bisa gue bawain kok" jawab Vivi yakin sambil mengacungkan jempol tangannya.

"Bagus kalau gitu" ujarnya santun. Dia beralih memandangku. "Tadi kamu keliatan cantik banget, dengan self-deffence yang nunjukin girl power kamu" cowok itu muji aku. Mata coklatnya yang sejuk dan suaranya yang jernih ngebuat aku sedikit merinding.

Aku nggak tau kenapa jantungku deg-degan nggak karuan. Tapi aku nggak bergidik dan nggak menggubrisnya. Sosok tegap yang sedang memandangku ini merupakan pemandangan yang cukup fantastis. Seperti dalam tokoh-tokoh komik Jepang. Matanya berkedip cepat dan rambut depannya bergerak saat angin kecil menerpanya. Dia tampan, sangat tampan. Nillaiku sangat baik dengan sekala istimewa deh buat nih cowok!

"Sani..." Vivi menegurku pelan. Namun Sani masih tetap memandang Vicky, lama. Vivi dan Shinta saling sikut. Feny dan Audry saling tukar pandang sementara Rizky benar-benar kesal saat itu.

"Ehmm...ntar lagi bel masuk, Vic. Gue rasa kita mesti balik" Rizky berdeham agak keras, menyentakkan lamunan Vicky dan Sani.



Pemuja Rahasia Chapter 9 - Bertemu cowok cool + saingan
Penulis : Jack El Jacqueline

"Ah...ya...gue lupa" balas Vicky sadar, lalu melihat Rizky, Feny, dan Audry yang senyum terpaksa.

Cewek yang berdeham itu menatapku serius. "lo Sani kan?" tanyanya.

Aku sedikit nggak perduliin dia.

"Gue Rizky, Wakil Ketua OSIS, dan ini Vicky ketua OSIS disini. Kalau lo sama Shinta butuh bantuan, lo bisa ngandelin kita-kita kok, ah...ya...sampe lupa, ini Feny dan ini Audry, temen-temen gue, lo bisa nyari mereka kalau lo butuh sesuatu, dan ngomong-ngomong tradisi kasar Amrik kayak tadi jangan di bwa-bawa sampai di sini ya" terangnya sedikit nyindir sambil tersenyum masam, asin, manis, pedas yang jelas lebih buruk dari rujak..

"Bye, Vi, Shin, San" Vicky pamit dengan ramah dan segera meninggalkan ruangan kantin. Aku diam aja.

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 10

Lyokovich the Death
2017-01-28 13:45:40
Sani cocok ama David Espinoza dari cerita Playboy Artist #plak
Ludfy N
2017-01-08 12:02:16
Wah kyk sani udh ngenal cinta nh! Tpi sani cocoknya ama jack
ThE LaSt EnD
2017-01-07 20:09:39
suka pada kesan pertama.. kyakya akn bnyak cewek yg memusuhi sani.
Shadexz fahrhezi
2017-01-07 18:36:13
Seru lah kek'a nih
Rudy Wowor
2017-01-07 14:47:42
Sekolah yang bener-bener level atas sepertinya.
kyoushi
2017-01-07 13:57:42
Kasian si jack di katain gay ...?
Timnas Indonesia
2017-01-07 13:43:33
Pertamax
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook