VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Pemuja Rahasia Chapter 8

2017-01-06 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
54 views | 6 komentar | nilai: 10 (1 user)

Setelah bel istirahat berbunyi

"Kenapa nggak keluar istirahat?" sapa seorang cewek dengan suaranya yang lembut. Begitu aku lihat, tërnyata cewek itu kelebihan bentuk tubuh. Badannya 7 x
lipat badanku.

Aku tersenyum kecil. "Males," jawabku singkat.

"Lo sama Shinta kembar, tapi sifat kalian beda banget ya?" ujarnya lagi, kini ia duduk di bangku Shinta.

"Realita kehidupan kan?" ungkapku sambil memasukkan buku-buku ke tasku yang terletak dikolong meja. Aku nggak semudah Shinta yang bisa
bergaul dengan mudah dengan murid lain.

"Tapi kalian nggak pernah merasa kesepian kan? Gue iri sama kalian karena gue nggak punya saudara" terangnya, kemudian tersenyum.

Aku tertawa mendengarnya "Oh ya? Bukannya itu malah suatu yang kesenangan tersendiri? Seharusnya kamu seneng dong sama kondisi seperti itu?" ujarku seraya memutar kedua bola mataku malas, masih tertwa. Dia konyol banget.

"Kakak gue ninggal setahun yang lalu, gara-gara kelainan jantung" tuturnya.

Aku langsung menghentikan tawaku ."Ups, sorry, aku nggak bermaksud untuk...."

"Nggak apa kok," potongnya cepat sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan wajahnya. "Lo pasti belum dapet buku pedomankan? Gue anter ke perpus yuk!" tawarnya sambil bangkit.

Okelah, paling nggak dia murid cewek pertama yang negur aku disekolah ini. Akupun beranjak. "Oh iya, ngomong-ngomong nama kamu siapa?" tanyaku padanya sambil berjalan di koridor.

"Vivi" jawabnya singkat tersenyum.

Anak-anak di sekitar masih ngeliatin aku rupanya pikirku. Wajar mereka ngecap aku si pembangkang.

"hei!" seseorang berseru di belakangku. Tapi aku nggak tau siapa yang dia panggil.

Vicky, Rizky, Feny, dan Audry yang sedang di ambang pintu ruang komputer noleh bersamaan ke arah suara itu.

"Hei"

"Siapa sih?" tanya Vivi noleh kebelakang, tapi aku cuek aja.

"Hei! Anak baru! Balik kek!" bentak cowok itu.

Aku kaget banget cowok itu berani-beraninya menepuk bahu kananku dengan kasar. Dan spontan aku menarik tangannya untuk memutar dan membanting tubuhnya di depanku.

Bruaakk...

"Kyaaaa....!!" teriak anak-anak di sekelilingku.

Audry, Feny, Rizky, dan Vicky yang sedang bercengkrama di depan ruang komputer menyaksikannya.

"Ya amplop, ya surat, ya perangko, ya kantor pos, ya pak pos, tretet busyet San, tega banget" cerocos Vivi. Aku baru tau kalau dia latah. Vivi menggerakkan tangannya panik lalu melihat cowok yang ambruk dengan banyak buku di depan kami.

"Arghh..." eranb cowok itu, dalam posisi terlentang di lantai, tepatnya di bawah kakiku.

"Ja... Jack?" Vivi nggak nyangka sambil menendang-nendang kecil pinggang Jack.

"Why...?" tanya Jack masih lemah.

"Jangan sekalipun nyoba nyentuh aku!" ancamku.

Anak-anak di sekitarku terheran-heran namun menahan tawa.

"Sani...! What are you doing?!" Shinta tiba-tiba muncul. Setengah berteriak agak panik mendorong tubuhku ke samping lalu membantu Jack berdiri "are you all right?" tanya Shinta lembut membersihkan debu-debu di seragam Jack.
Namun Jack nggak menggubris dia.

"Harusnya kamu tanya dia, apa maksudnya ngasarin aku," bantahku ke Shinta sewot.

"Kenapa?" tanya Shinta ke Jack sambil mengedip-ngedipkan pelan matanya.

Jack berdiri tegak lalu menunjuk wajahku. "Gue cuma mau nganterin buku-buku dari perpus buat dia aja kok, ini juga perintah Bu Anissa. Bukannya syukur di anterin, malah gue yang dibanting... Baru tau gue tradisi berterima kasih gaya Amrik, pake ngebanting orang." sindirnya tandas, lalu menaruh buku-buku di atas bangku kayu di koridor dengan kasar dan nggak berperikebukuan. Kemudian dia berlalu dengan cueknya.

Aku meringis. Reno dan David yang menyaksikan kejadian itu nggak habis-habisnya ngakak.

"Look what you've done?!" bentak Shinta sambil berkacak pinggang dan cemberut padaku. "Kejar dia, kamu harus minta maaf, sister," sarannya.

"What! Minta maaf? Sinting, aku nggak salah. Dia nggak manggil namaku, mana aku tau?" protesku seraya menggedikkan bahuku, meremehkan. Lalu aku ngeloyor pergi setelah mengambil buku-buku tadi di ikuti Vivi.

"But...urgh..." dumel Shinta ke arahku, lalu berbalik dan

"Hey!! Tunggu!" seru Shinta berlari mengejar Jack. Setelah terkejar, Shinta menepuk pundak Jack. Buuk .(ya mungkin begitulah suaranya)



Pemuja Rahasia Chapter 8 - Candaan Reno
Penulis : Jack El Jacqueline

"Wuaa!!" teriak Jack spontan mengejutkan Shinta. Jack melototinnya, sangar."Jangan sentuh gue! Lo sama kembaran lo yang aneh itu pasti niat mau ngebanting gue lagi kan?!" Bentak Jack menjauhkan dirinya dari Shinta.

"Eng...enggak....aku....aku cuma mau minta maaf. Adikku emang kasar, tapi percaya deh, dia sebenarnya baik kok. Maafin dia ya?"

"Buat apa? Dia bukan perempuan!!"

"Maafin dia ya...?" Shinta memohon dengan tulus. Melihatnya, Jack jadi sedikit grogi.

"I...iya deh iya.....gue maafin," balas Jack garuk-garuk kepala serba salah sambil menatap ke sekelilingnya.

"Ciee... Ada yang salting nih," sindir Reno cekikikan bareng David.

"Anjing lo berdua" umpat Jack, lalu meninggalkan Shinta.

"Dia aneh banget" gumam Shinta pelan.

"Jack emang gitu, Cantik....aneh! Dia dingin sama perempuan" terang David.

"Gimana bisa?" tanya Shinta polos.

"Dia punya penyakit kelainan hormon, gue rasa, bahasa psikologinya wadam, hmm...bisa dibilang transvestite homosexuăl-lah" tambah Reno dengan tampang menahan tawa.

"WHAT!!?" respon Shinta melongo, dan parahnya lagi dia percaya.

Tbc...

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 9

Davies Wryngearspeed
2017-01-28 12:55:56
Jack, pasti Jack el jacqueline, yang pasti bukan Jack Crossovers
Shineria of Life
2017-01-21 15:01:33
Shinta kau terlalu polos dan mudah percaya.
Ludfy N
2017-01-08 11:50:57
Haha.. Perbdaan sifatx kentara bnget
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2017-01-07 01:11:20
gadis Preman. . main banting aja... jack.. eh itu Author.?
Rudy Wowor
2017-01-06 22:34:21
Bakal punya musuh banyak tuh Sani kalau sifatnya tidak berubah.
ReyTrOnz Strider
2017-01-06 21:32:21
pertamax.. ... galak bgt tuh sani ampek di banting
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook