VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Pemuja Rahasia Chapter 7

2017-01-06 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
35 views | 6 komentar | nilai: 10 (1 user)

Sesampainya dikelas Bu Anissa berkata lembut kepada kami," parkenalkan diri kalian : nama, cita-cita, tempat tanggal lahir, alamat, umur, hobby, warna kesukaan, makanan favorit, tempat yang sering kalian kunjungi, dan sebagainya." Jujur banyak banget yang ngeliatin kami dari luar kaca jendela kelas. Ada yang melambai-lambai, ada yang berjinjit-jinjit segala!

Shinta maju selangkah dari tempatnya berdiri. " Nama saya Shinta Harlequeen. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Umur saya 16 tahun, saya lahir tanggal 11 July tahun 2000 di Amerika, Wasington DC. Saya pindahan dari Amerika, saya suka pasta sama air jeruk, tapi yang udah di campurin garam sedikit," terang Shinta lalu melempar senyum ke seisi kelas.

Bu Anissa menyimak dengan kening bergelombang, bingung. "Maksud kamu? Air jeruk dicampur garam?" tanya Bu Anissa yang aku rasa
mewakili semua pertanyaan yang ada di kelas itu yang kebingungan dengan pernyataan Shinta. Shinta manggut-manggut sambil memilin-milin rambutnya.

Shinta stupid, what for?! Pikirku kesal meliriknya.

Beberapa meter dari kelas baru Shinta dan Sani. Sepasang murid tengah berjalan berdampingan sambil bertukar cerita. Terkikik geli satu sama lain. Mereka adalah Ketua dan Wakil Ketua OSIS disekolah. Keduanya membawa beberapa tumpukan buku.

Rizky menutup mulut dengan punggung tangannya masih tertawa. "Udah jangan tertawa lagi. Sakit perut tau nggak? Eh, gimana kabar keluarga lo yang di Jerman, Ky?" tanya Rizky ke Vicky. Mereka sedang
berjalan menuju ruang komputer.

Vicky Marvino, the most fave boy, berdehem mengontrol intonasinya. " Mereka baik-baik aja kok...Oya, udah seminggu gue nggak masuk sekolah, Riz. Dan gue rasa gue ketinggalan banyak pelajaran."

Rizky hanya tersenyum lalu menoleh ke arahnya. "Pinjam catatan gue aja," usulnya.

"Thaks. Lo baik banget, Riz, " Vicky membalas senyum Rizky.

"Ketua OSIS sama Wakilnya emang pasangan sejati, paling klop di sekolahan....," goda Audry yang tiba-tiba muncul, cekikikan saling senggol sama Feny.

"Bener banget tuh, apa lagi ketua OSISnya baru pulang dari Jeman, pastinya kangen dong sama wakilnya!" kata Feny sambil menaikturunkan alisnya ke arah Vicky.

"Kalian apa-apaan sih? Norak banget, tau nggak?" balas Rizky nggak bisa nyembunyiin perasaannya, kalau sebenarnya dia seneng banget sama suasana seperti ini.

Vicky tersenyum manis penuh emansipasi, ciee. "Kalian itu jail banget," ujarnya sambil geleng kepala. Lalu ia mengajak Rizky.

Vicky menoleh kearah Rizky "hmm...trus undangan rapat OSIS buat nyambut Valentine sudah dibuat, Riz?"

Rizky mengangguk mantap." Tenang. Semua udah beres kok, tinggal di bagi aja"

Vicky masih memandang Rizky "Lo...." gumamnya

Rizky tersipu dan hanya memandang mata coklat Vicky. Jantung Rizky langsung jumpalitan.

"Lo....bener-bener bisa gue andelin. Gue suka...." tutur Vicky kemudian. Rizky terdiam cukup lama.


Pemuja Rahasia Chapter 7 - Perkenalan
Penulis : Jack El Jacqueline

"HAAAAHH? Air jeruk campur garam?? Emang enak!?" seru Reno yang menghentikan hening Vicky dan Rizky. Mereka langsung noleh serempak ke Reno yang tengah jinjit sambil celingukan di jendela sementara David mencoba manjat tembok jendela.

Mata Vicky menyipit melihatnya."Ada apa tuh? Kok ramai banget?"

Vicky mencari celah-celah untuk bisa melihat kedalam kelas. Sementara Rizky masih sedikit terkejut dengan kata-kata Vicky barusan. Lalu setelah udah sedikit sadar dari keterkejutannya barulah Rizky menyusul Vicky.

"Iya...saya suka banget rasanya, nggak kecut nggak asin, bisa ngindari kita dari batuk. Saya cinta banget warna ungu! Saya juga suka travelling. Jadi, tourist destination mana pun pasti saya suka. Hobby saya....hmm...banyak banget, singing, dancing, reading, shoping, bermain piano dan menulis lirik. Sani adik saya yang ngiringi pakai gitar atau piano, dia pinter banget," papar Shinta lugu dan lembut seraya melirik centil kepadaku. Aku membengkokkan bibir kearahnya sambil menjulingkan mataku. Brengsek.

"Ah, jadi Sani bisa main gitar dan piano ? Wah hebat banget!" puji Bu Anissa sambil bertepuk tangan kagum melihatku.

Aku menatapnya. Oh not again, pikirku malas.

Shinta menepuk keras punggungku. Sakit! "Yap Sani pinter banget" tambah Shinta seraya menyilangkan kedua tangannya kebelakang lalu menggoyang-goyangkan pelan badannya, sok lugu. LUcu belaGU? Bolehlah.

Bu Anissa bangkit dari duduknya ke dekatku "Nah sekarang giliran Sani, perkenalkan dirimu."

Aku menatap ke seluruh anak yang melihatku. "Saya Sani Harlequeen, tinggal serumah sama Shinta, beda kamar, tempat tanggal lahir juga sama, cuma beda 13 detik, saya suka warna hitam, juga pasta, air jeruk, sama kue karamel, hobby saya ngelakuin sesuatu yang menurut saya benar, itu saja." jelasku singkat tapi mengundang banyak bisikan dari anak-anak yang lain. Entahlah, mereka pikir aku sombong, masa bodo.

"Tunggu-tunggu, apa yang paling kalian sukai ?" tanya Bu Anissa.

Shinta memutar-mutar dan memainkan tumitnya di lantai. "Kalau saya apapun yang unik, sama....." Shinta melirik takut-takut kearah Bu Anissa .

"Apa!?"

"Hmm...ngeliat bulan purnama," jawabnya polos kemudian menunduk.

"Kenapa mesti ragu Shinta ?" tegur Bu Anissa.

Shinta mengadahkan wajahnya."Saya cuma takut, yang lain ntar bakal ngejek saya kayak serigala. Nggak tau kenapa, saya suka banget sama bulan purnama. Dengan melihatnya, hati dan pikiran saya jadi tenang" ungkapnya.

"Serigala banget," gumam Jack lirih seraya mengalihkan pandangan, meremehkan.

"Sssshhh....diam lo" tegur David sambil menubruk lengan Jack.

Jack jenuh banget, dari tadi dipaksa ngeliatin anak baru. Perutnya udah dangdutan, laper....

"Enggak kok Shinta.... Kalau Sani?" Bu Anissa merangkulku.

Aku menghela nafas panjang. "Apa pertanyaan itu begitu penting Bu guru?" tanyaku, kemudian menoleh dan menatap lurus bola mata Bu Anissa.

Cewek ini, beda sama yang satunya, pikir Vicky penasaran. Dia memicingkan mata ke Sani, membuat Rizky membuang pandangan kesal.

"Ya" jawab Bu Anissa tersenyum bijak ke arahku.

Aku terdiam cukup lama. "Saya....pertama, saya suka suasana setelah hujan. Kedua, berada di tempat tinggi." tuturku singkat lalu menunduk tenang.

"Jadi kalau gue ajakin lo kepuncak
pas musim hujan lo mau ya?" celetuk suara cowok.

Aku langsung mengadahkan wajahku mencari si pemilik suara itu.

"Paling yang ada tanah longsor doang" lanjut suara itu mencemooh.

Bu Anissa tersenyum penuh arti ke cowok itu"Jack...," tegurnya.

Jack. Huh, ternyata Jack namanya, pikirku. Dia bedebah.

"Jack lo nekad banget salut gue," Reno kagum banget seraya geleng-geleng ke Jack.

David nepuk-nepuk pundak Jack. "Hebat lo.. Hebat!"

Dia benar-benar menyebalkan! Pikirku.

"Sorry, Bu. Kita lagi nggak ada guru nih ," balas Jack, nama cowok tinggi, atletis dan tentunya berjakun itu. Ingin rasanya aku mematahkan tulang rusuk cowok itu. Semua yang ada di sana bener-bener buat aku muak.

Lain cerita dengan Shinta, dia kagum dengan ketampanan Jack, lalu berbisik ke Sani pelan " Wah, dia cakep banget".

Kuakui, cowok itu memang cakep. Kurasa dia berdarah campuran. Kulit putih, hidung mancung,mata coklat, dan rambut lebih dominan hitam.

Teet....tteeettt..... Bu Anissa mengemasi buku-buku di mejanya dan mengakhiri perkenalan kami.

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 8

Zunuya Rajaf
2017-01-06 22:29:11
perkenalan yg membwa konflik.
Cloud Xiicorss
2017-01-06 21:24:44
Lanjut aja senpai...
happyreadin9
2017-01-06 19:05:49
sani dn shinta / aku dn kakaku.ku kngen my sister .-_-.
Ludfy N
2017-01-06 17:41:05
Gue fans setia sani! Salut ama dia!
Rudy Wowor
2017-01-06 16:24:28
Sani jutek amat, beda sama shinta.
Snow Blue
2017-01-06 15:30:36
Rizky itu cwe apa cwo?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook