VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Pemuja Rahasia Chapter 6

2017-01-06 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
50 views | 5 komentar | nilai: 10 (1 user)

Aku benar-benar nggak sabar
menunggu reaksi Salak busuk itu.(suka-suka hatinya aja ganti nama orang). Setelah dia tau kami, pemberontak dan penyusup, ternyata cucu Kepsek. Aku ingin tertawa HAHAHAHA! Sekeras-sekerasnya di depan wajahnya yang kusam dan sok prinsipil itu.

Bu Anissa mengelus pundak si Sol Sepatu. "Dari tadi kan saya sudah berusaha mencegah bapak,"
kata Bu Anissa sambil tersenyum sedih ke arahnya.

"Bagaimana bisa, Bu Kepala Sekolah....," Sol gila itu masih
belum bisa menerima.



"Iya, Pak Soleh, orang tua mereka ingin mereka
kembali ke Indonesia....," jelas Nenek. "Lho, Sani kok dari tadi nggak meluk Nenek sih, Sayang?" tegur Nenek lembut menoleh ke arahku.

"Kenapa ngeliat kami seperti itu Pak Soleh? Dan taukah Bapak, Bapak nyaris menampar seorang cucu Kepala Sekolah!" suaraku sinis. Shinta berjalan kesampingku.

Guru tua itu memandangi kami satu-persatu dengan tatapan yang sulit didefinisukan. "Ja....jadi, kalian......"

"Cucu Kepala Sekolah," potong kami kompak lalu berbalik dan bersama Nenek menuju ruangannya.

Nenek berjalan sambil merangkul pinggang kami. Tapi sebelum masuk ke ruangan......

Duaaaaakkkk..... Tong sampah di depan ruangan yang aku rasa ruang guru yang kutendang melayang jauh untu melampiaskan kekesalan ku. Aku dengar ada teriakan kecil di barisa cewek-cewek dan ku rasa pesawat tong sampahku meluncur ke arah mereka. Hah...masa bodo.

"Sani..." tegur Nenek lembut sambil tersenyum manis ke arahku.

Lain dengan saudarinya. "Sani!" bentak Shinta lalu berbalik dan berlari memungut tong sampah tadi dan meminta maaf kepada mereka.

Di ruangan nenek, aku langsung melempar tas dan menghempaskan tubuhku ke sebuah sofa. Aku meniup poniku, lemas. Dan tiba-tiba.....

Grubak-grubuk-grubak..... Shinta baru saja berlari hendak menembus kaca. "Sani....! Tadi ada cowok-cowok cakep ngegodain aku!" seru Shinta sumringah lalu menerjangku di sofa.

Aku mendorong tubuhnya yang menindihku jauh-jauh. Apaan sih! "Mana? Biarku tendang kayak tong sampah tadi," balas asal sambil memperbaiki seragamku yang kusut.



Pemuja Rahasia Chapter 6 - Pesan Nenek
Penulis : Jack El Jacqueline

Nenek berjalan dan mengambil tempat di sisiku "Sani Sayang, nggak boleh bertingkah laku kasar seperti tadi. Nenek nggak stuju. Apa kata orang nanti, ngeliat sifatmu seperti itu? Ntar nggak dapet jodoh lho," pesan Nenek bijak sambil mengelus rambutku.

Shinta menganguk setuju sambil mandangi cowok-cowok dari jendela.

"Biar aja, toh yang namanya jodoh menerima kita apa adanya" kilahku.

Nenek menghela nafas panjang sambil mengusap punggungku.



"Udah sini biar aku tendangi
satu per satu" tambahku dengan meninggikan nada suaraku.

Begitu liat, Shinta langsung mendelil sambil geleng-geleng. "Enggak kok, malah aku seneng banget deh.... Pengen ketemu lagi...!" paparnya. Ia langsung memelukku.

"Iih...kamu tu apa-apaan sih... Jangan kegatelan gitu deh". Protesku.

Nenek tertwa kecil melihat Shinta. Shinta bercerita kalau jakarta gudangnya cowok-cowok keren.

"Sadar bodoh! Kamu nggak bakal tambah cantik atau lebih pintar karena di gangguin mereka" kritiku sambil mendorong lagi tubuhnya kesamping.

Shinta sewot "Tapi kan, berarti mereka ngakuin kita cantik Sani... Hehehe ya exist gitu sebagai cewek. Ternyata cowok-cowok Indonesia jauh lebih cakep dari pada cowok-cowok Amerika," paparnya sambil celingukan ke luar jendela.

"Oh yeah?! So what about Cloe? Aku pikir kamu cinta banget sama dia? Jason? David? Sparkh? Stan? Billy?.... Bukannya kamu nangisin mereka semalaman di pesawat kemaren?" cerocosku heran sambil menjitak kepalanya.

Shinta melihat ke arahku. "Iya..., aku memang nangisin mereka semaleman. Bahkan aku sempat nangis di bahu mereka masing-masing juga kok giliran, tapi mereka kan hanya di Amerika, and now, kita berdua di Indonesia, San, and the story of my love goes..." tuturrnya blak-blakkan sambil mengedip-ngedipkan matanya.

"Aku heran, gimana bisa kamu netesin air matamu untuk cowok dalam jumlah banyak. Kalau aku, nggak akan seperti cewek tolol yang mengeluarkan air mata di depan manusia-manusia berjakun seperti mereka. Never!" tegasku.

"But, Sister..."

"Stop! Udahlah Shin, staminaku habis buat ngomong sama cewek kayak kamu, dan itu nggak berguna," potongku lalu memalingkan wajahku darinya.

Nenek merangkulku penuh kasih sayang,"Sani Sayang, suatu saat, kamu pasti butuh mereka."

"Yeah suatu saat, tapi tidak sekarang" kilahku yakin.

"Ah ya....ngomong-ngomong, Nenek sebentar lagi berangkat rapat keluar kota selama dua minggu. Kalian. Jaga diri kalian baik-baik ya. Shinta, tegur Sani jika dia melakukan kesalakan. Dan Sani sebaliknya juga begitu," pesan Nenek.

Setengah jam kemudian Shinta dan Sani menuju kelas mereka.

TBC...

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 7

Downcrazy
2017-01-31 09:17:39
Kata2 mutiara om ahmad pertanyaan. . . . "denifisikan" atau apalah,ribet bacanya
Watashi wa David Fox
2017-01-28 12:39:56
Perasaan di amerika banyak tinggi-tinggi, kalau di indonesia pendek-pendek malah kalah stamina
D Generation X
2017-01-06 21:19:34
Sani cerewet bgt
Rudy Wowor
2017-01-06 16:17:22
Yang 1 kasar yang 1 lembut ya.
Ludfy N
2017-01-06 15:55:56
Haha.. Sani Tipe gue bnget!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook