VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Pemuja Rahasia Chapter 4

2017-01-04 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
39 views | 6 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

Aku tercengang, nggak nyangka! Bahkan anak-anak di sekeliling kami berbisik-bisik, dan sesekali cekikikan. Ntah apa yang di bicarakan oleh mereka. Hhahh...ntahlah hanya tuhanlah yang tau.

Shinta manyun sambil mengerakkan pundaknya, berusaha melepaskan remasan di lengannya.

Nenek mana sih! Kata Mom dia guru disini, pikirku geram sambil mencari-cari nenek di barisan guru. Kulemparkan pandanganku keseluruh sudut. Namun nenek nggak kunjung keliatan. Aku marah sambil mengutuk guru yang menarik tanganku ini. Dia kasar banget! Gigiku udah gatel(emang gigi bisa gatel y) pengen menggigit tangannya.

"Bapak mau ngapain?!" tanyaku ketus, mencoba melepaskan cengkraman kuat di lenganku dengan menarik dan memukuli tangan guru itu.

"Aduh.... Sani lenganku sakit banget...., " Shinta meringis menahan sakit sambil memandangku cemberut.

Aku memelototinya seolah berkata : Aku juga!! Siapa sih yang nggak kesakitan?!

"Pak, jangan main kasar gini dong. LEPASIIIIN!!" aku teriak melengking setelah sampai di tengah lapangan. Kutepis tangannya. Yapz, adegan itu mengundang semakin banyak perhatian.

Aku mengamati pandangan orang di sekitarku, dan terpaksa, aku menikmatinya, seperti Shinta tadi. Guru bau ini semakin melotot garang. Dia sih main kasar di luan! Dia pikir dia siapa! Aku ingin menyumpahinya.

Tiba-tiba ada seorang guru perempuan berlari kearah kami. Setelah sampai dia membungkuk memegangi kedua lututnya. Dia terengah-engah dan berusaha mengontrol nafasnya yang memburu. Dia menegakkan tubuhnya lalu berkata. "Pak soleh....me..me..mereka itu..., " guru cantik itu berusaha menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Ehem! Dia berdeham, mau menerangkan.

Pemuja Rahasia Chapter 4 - Masalah di hari pertama sekolah.
Penulis : Jack El Jacqueline

"Bu Anissa, jangan coba membela anak-anak pembangkang ini!" potong guru yang ternta bernama soleh itu dengan lantang kepada guru perempuan bermata indah itu.

"Ta...tapi, PakSoleh.....mereka...., " Bu Anissa terus berusaha memberitau. Dia kemudian sedikit membungkuk lalu tersenyum manis padaku, lalu ke Shinta. Lagi-lagi alisku naik sebelah. Kok? Kenapa dia harus membungkuk segala? Aneh?

"Bu Anissa, tolong....mereka telah berani membantah saya!" Soli menegaskan.

"Ada masalah apa pak Soleh?" Ibu Kepsek bertanya dengan mikrofon diatad pidium.

"Kalian jangan besar kepala ya, melihat bu Anissa yang ingin membela kalian. Berani-beraninya kamu terhadap saya, Pak Soleh, guru yang terkenal dengan prediket kejam di sekolah ini! Saya ini guru pengawas kelakuan murid-murid dan Wakil Kepala Sekolah, tau kalian?!" akunya sombing. Kumisnya bergerak-gerak naik turun, hidungnya mengembang karena bangga akan jabatannya. Tampangnya licik memamerkan deretan gigi yang nggak beraturan, berwarna kusam kekuningan.

Pantes bau! Pikirku menahan tawa sambil memalingkan muka.

"Dan kamu!" sambil melotot guru itu menunjukku dengan mimik serius yang agak di buat-buat."Kamu pikir kamu sudah bisa terbang dengan sayap kamu sendiri?! Jangan merasa pintar kamu! Kamu pikir siapa kamu?! Masuk seenaknya, rambut mencolok, kaos kaki dan sepatu tidak hitam, tindikann di setiap sudut wajah, atribut sekolah tidak ada, dan berpenampilan tidak sesuai aturan!!!"

Aku melirik, mengacanginya." Mau pak Soleh kek, Saleh kek, Salju, Salep, Sol sepatu sekalipun; saya nggak perduli! Setau saya nggak ada guru yang tidak berperikemanusiaan seperti Bapak ini. Lagian saya nggak punya sayap utuk terbang kok....!" aku membalas kata-katanya dengan lantang namun santai.

"O'o...Sani menurutku kata-katamu itu agak...., " Shinta melirikku sambil mengibas-ngibaskan tangan pelan sejajar perutnya. Aku langsung menyambar pandangannya tajam.

"I don't care, " ucapku memotong kata-kata Shinta yang wajahnya mulai ketakutan.

"Kamu! Berani-beraninya!!" guru gila itu berseru seraya mengangkat tangan kanannya hendak menamparku.

Dengan cepat aku menhan guru itu. Iiih...tangannya licin dan berminyak. "Bapak mau apa?" tanyaku menantangnya sambil masih meremas pergelangan tangan guru tengik itu. Aku menarik nafas lalu mengancam "Jangan pernah sekalipun menyentuh saya dengan kasar dan dengan tangan bapak yang kotor!" ku tunjuk wajahnya dengan tanganku yang satunya "Saya nggak main-main!" tegasku sambil memelototinya serta tersenyum yang menurutku cukup sadis.

Pisang saleh itu tetap melotot namun nggak bisa ngeluarin sepatah katapun mendengar ancamanku. Tau rasa dia.

To

be

co

ti

nu

ed

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 5

Shineria of Life
2017-01-21 06:28:51
ok sani, i like u very much. . . . . Twu thumb for you dear. .
Ludfy N
2017-01-06 06:33:19
Sani! Hebat loe bs balas ngalawan guru it! Ditngah lapangan lagi! Dsakskan olh ratusn pasng mata.
Zunuya Rajaf
2017-01-05 07:01:19
guru goblok, gak tau kalo ada murid pindahan.. ha..
Rudy Wowor
2017-01-04 17:20:41
Guru seperti itu pantasnya hajar aja.
Cloud Xiicorss
2017-01-04 16:41:43
PISANG SOLEH ntuh maksudnya apa yah
happyreadin9
2017-01-04 14:35:27
nm pak soleh tpi knp g sesuai orgnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook