VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Pemuja Rahasia Chapter 3

2017-01-03 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
40 views | 5 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

Beralih kebeberapa siswa yang takjub melihat gaya murid baru.

Audry dan Feny geleng-geleng kepala sambil menatap takjub ke dua cewek keren yang baru turun dari mobil mewah itu.

"Wow.... Keren banget tu style mereka. Siapa ya?" Denis memuji sambil sesekali berdecak.

"Ternyata kamu bener, ada murid baru. Tapi kok pede banget gitu masukin mobil ke sekolah! Senekad-nekadnya Putri dan Widya belum pernah tu mereka kayak gitu, " Feny menambahkan sambil meletakkan tangannya di pundak Rizky. Sementara Rizky hanya diam. Melipat tangan di dadanya sambil menatap lurus kedua cewek yang nggak terlalu jauh di depannya. Angin yang bertiup membuat rambut panjang Rizky berkibar pelan. Entah apa uang ada di dalam pikirannya.

Siapapun pasti ingin tau. Mereka pindahan dari mana, karna style-nya emanh beda. Sebagian anak menebak, mereka pindahan dari luar negeri. (emang)! Bahkan ada yang bilang mereka dare to be different banget. Trensetter. Dan beberapa anak lainnya memuji rambut kami.

Widya dan Putri sama-sama melipat kedua tangan di dada masing-masing. Merekapun menaikkan sebelah alis sambil memutar-mutar hak tinggi sepatu mereka di lantai lapangan. Widya mengaruk-garuk pipinya hati-hati dengan kuku jari telunjuknya. Dia memandang sinis ke arah Shinta. Putry ingin banget nendang Shinta di depan forum. Karena dia ngerasa, Shinta terlalu tebar pesona.

Lalu Widya berucap "Gaya mereka itu.... Kayaknya ada yang niat nyaaingi kita nih."

Sesaat Putry dan Widya saling pandang penuh makna sambil mengulum senyum iblis di bibir masing-masing.

"Enemy, " tutur mereka singkat bersamaan, kemudian memandang Shinta dan Sani di kejauhan.

Lalu datanglah seseorang menghampiri Shinta dan Sany.

Pemuja Rahasia Chapter 3 - Pertemuan pertama dengan guru gokil
Penulis : Jack El Jacqueline

Seseorang berseru dari belakang, "Eh...eh...eh...!! Siapa kalian?! Berani-beraninya masuk ke sekolah yang sedang melangsungkan upacara, setelah riuh dengan ulah kalian yang seenaknya memasukkan mobil ke halaman sekolah!!! Siapa kalian ini?!"

Kedua cewek itu saling pandang dan merasa nggak nyaman. Orang ini siapa? Bapak ini nyeremin juga. Dan bau! Kayak bau kaus kaki yang di rendam selama setahun lebih.(cemanalah tu baunya)

Shinta buka mulut hendak menjelaskan, "ka....kami hanya...."

"Diam! Kalian tidak boleh memotong pembicaraan guru! Kalian pikir siapa kalian, ha?!" guru itu berseru memotong kata-kata Shinta.

"Lho... Bukannya tadi bapak yang nanya siapa kami?" tanya Sani sedikit ragu sambil menatap heran ke bapak itu seraya garuk-garuk tengkuk yang sedikit gatal.

"Diam! Sekali lagi diam! Jangan membantah saya! Kalian belum tau siapa saya rupanya....., " potong bapak itu ketas sambil menyeringai. Sekarang dia melangkah mengelilingi mereka, mengamati dari atas hingga bawah penampilan mereka. Sani dan Shinta merasa risih diperlakukan seperti itu. Mereka pun ikut berputar mengikuti gerakan mata "orang" itu. Jadi serba salah.

Sani berusaha bicara baik-baik dengan guru yang baru aja datang namun langsung menyemprotnya dengan segala kata dan bentakan kasar. Nyemprot pun pake bau mulut! Ngomong pun pake ujan segala! Iiih...

Aku meringis sambil menutup hidung dengan punggung tanganku. Lalu membersihkan semprotan dari mulut si tua bangka itu di wajahku dengan lengan seragamku.

"Sa....saya...., " aku berusaha menjelaskan. Tapi bapak tua bangka buruk rupa, belagu, tengil, dan banyak bacot di depan kami ini selalu memotong kata-kataku. Grrr...this is so menyesakkan! Kapan aku di beri kesempatan ngejawab pertanyaanya?! Aku menutup rapat bibirku, gigiku bergemeletukkan saking betenya. Aku pun mengetuk-ngetukkan tumitku nggak sabaran sambil mengepalkan tanganku, geram, menuggu dia pergi.

"Diam kalian! Sekarang ikut saya! Kalian pasti belum merasakan di jemurkan ?!" tutur laki-laki aneh itu, nggak segan-segan menyeret kasar aku dan Shinta ke tengah lapangan.

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 4

Ludfy N
2017-01-06 06:25:19
Wah klau kejemur bs repot thu!
Cloud Xiicorss
2017-01-03 22:02:33
Kalau kesekolah pake payung biar gk khujanan... ...lanjut
Zunuya Rajaf
2017-01-03 21:34:59
Entah apa uang ada di dalam pikirannya. ha ha. mata duitan. . ente blum nongol Sob?
happyreadin9
2017-01-03 18:53:09
ne ap bnar itu seorg guru.?d tunggu lnjutnnya
Rudy Wowor
2017-01-03 15:29:36
Guru apa orang gila tuh?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook