VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Pemuja Rahasia Chapter 2

2017-01-02 - Jack El Jacqueline > Pemuja Rahasia
56 views | 5 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

Sesampainya di depan sekolah.

"Aku rasa mobilnya di masukin aja, Pak Udin, " sambungnya. Shinta meraih tasnya, mengeluarkan kotak perak yang cukup besar. Huh, alat make up, pikirku malas. Sementara Pak Udin menekan gas mobil dan kami pun melaju setelah pintu gerbang dibuka.

Shinta merapikan penampilannya. Dia bercermin, lalu memoles bibirnya dengan (ntah lah aku gx tau namanya) rasa strawberry yang ngebuat bibirnya semakin merah.

Sekarang Shinta mermak riasan pipinya, kemudian matanya. Setelah itu dia masukkan lagi barang-barang kudusnya kekotak, lalu menyimpannya ke dalam tas.

"Tadi kamu udah buat aku nangis. Untung dandananku nggak luntur, tapi aku rasa aku harus memperbaikinya. How do I look?" Shinta mengkedip-kedipkan matanya genit seolah menantang ke arahku. Itu kebiasaannya. Alisku naik sebelah bersamaan dengan keningku yang berkerut. Dia berdandan bukan hanya pada saat ini, dia udah tujuh kali ngeluar-masukin holy box alias kotak saktinya itu.

Aku menanggapinya cuek sambil ngecek buku-buku pelakaranku di dalam tas di pangkuanku. Shinta cemberut ngeliat aku nggak ngomentari dia.

Pak Udib baru saja mematikan mobilnya di tempat parkir yang cukup ramai dengan tujuh buah mobil.

"Well, girls, akhirnya kita sampai juga. Inilah sekolah baru kalian".ucap Pak Udin.

Lalu aku memandang kebarisan-barisan rapi dilapangan sebelahku melalui kaca jendela mobil lalu berucap "Aku heran, buat apa Mom and Dad mesti nyekolahin kita disini?" Aku memicingkan mataku kebarisan anak-anak yang berpakaian seragam : bawahan hitam keabu-abuan, atasan putih, dan dasi loreng kuning hitam; seperti yang kami pakai. Barisan itu sangat rapi. Namun kepala masing-anak nggak ada yang diem, mendongak, meninggikan dagu, menengadahkan wajah, melirik sinis, atau menatap jelalatan dan celingukan kearah kami. Karena kaca mobil membuat kami terlihat invisible dari luar.

"Karena Mon and Dad pengen kita jadi anak pinter"celetuk Shinta lugu sambil memilin-milin ramburnya. Dia bukannya sik manja, tapi emang manja. Itu memang sifatnya yang paling membuatku pengen muntah.

Aku menggaruk-garuk kepalaku, lalu memutar-mutar leherku yang terasa pegal setelah duduk selama perjalanan.

"Klise banget" jawabku singkat. Shinta semakin manyun, dia sekarang memutar wajah dan tubuhnya, berpaling dariku.

Pemuja Rahasia Chapter 2 - Pesan Pak Udin
Penulis : Jack El Jacqueline

Pak Udin menarik nafas lalu berdehem. Ehem! "Sudahlah. Lebih baik sekarang kalian turun. Nenek kalian pasti sudah nggak sabar pengen ketemu. Cobalah beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru kalian. Ingat, jangan membuat kegaduhan apapun di hari pertama kalian, ok?!" Pak Udin berpesan sambil tersenyum bijak kearah kami bergiliran. Shinta setengah menunduk

, melihat jaus kakinya yang dari tadi mrosot. Setelahnya ia berkata, "Yap-yap. Pak Udin benar! Sekalipun aku sama Sani agak lupa-lupa inget wajah nenek sih. Dan aku rasa Sani udah nggak sabat pengen masuk sekolah barunya, come on sister!" ajak Shinta meraih pergelangan tanganku dan membuka knop pintu mobil setelah mendelik nakal kepadaku. Dia berniat menyeretku keluar. Menyebalkan!

"Lepasin, kucing!" umpatku menepis tangan Shinta. Orang-orang di sekitar kami, ada yang mengernyitkan dahi, ada yang mengeluarkan lolongan seperti srigala untuk menggoda kami. Ah..... Bahkan ada yang melambai-lambaikan tangan nggak jelad kearah kami dan PARAHNYA, Shinta dengan pede moyangnya membalas lambaian tangan cowok-cowok itu! Hiiiiiyyyy......dia gateeell! Aku bergidik setelah mendorong tubuhnya dan menarik tanganku.

"Suit...suit....siapa tuh? Ehemm!! Kayaknya kembar nih, "orang-orang mulai berisik. Sebagian dari gerombolan manusia berjakun lainnya(panggilan khasku untuk para lelaki atau kaum adam) meledek kami. Paling sekedar nyuri perhatian. Nggak mempan! Mereka girang banget di barisan masing-masing sambil mandangi aku dan Shinta yang berjalan mencari ruang kepsek.

Kami berdua emang kembar identik, nggak ada satupun yang bisa ngebedain. Orang tua kami sekalipun belum tentu bisa, tanpa melihat sifat dan sikap kami, juga rambut kami. Kalau rambut Shinta berponi lurus acak dan sisanya panjang keriting dan tergerai hingga nutupin punggungnya, rambutku pendek lurus seleher dan kubentuk acak, sekalipun rambut kami sama-sama coklat terang, alis kami hitam, dan mata kami hitam keabuan.

Dan rokku tentu saja berbeda dengan rok Shinta sekalipun seragam putih kami sama-sama pressbody, berkerah lebar, berlengan pendek, dan sama-sama bercorak konyol lebih rendah dari anak-anak yang ada di sekolah ini pada umumnya. Shinta lebih senang memakai rok ruffles di atas lutut dan dasi panjang, kaos kaki abu-abu bertumpuk pula, juga sepatu feminim dan tas besar yang sama-sama berwarna putih, yang menggantung di bahu kirinya, nggak lupa dengan segala acesoris girlie yang melekat di pergelangan tangan dan tubuhnya. Sedangkan aku, rok ruffles-ku kujahit hingga sejengkal di bawah lututku, dasiku pendek, dengan kaos kaki putih yang nyaris nggak keliatan dari sepatu snikers-ku. Aku lebih senang memakai tas sport model ransel. Berbedakan? Nggak ada aksesoris selain perak di dalam kamus otakku, selain arloji dipergelangan tangan kiriku, 3 piercing ditelinga kiriku, 2 di telinga kananku, 1 di pusarku, 1 di hidung kananku, 1di lidah, dan 1 di alis kananku (ckckck.....mau ngimbangi Pain mbak tindiknya bayak amat)

T.B.C.

Bersambung ke Pemuja Rahasia Chapter 3

Davies Wryngearspeed
2017-01-28 12:24:52
Anjiirt pak udin pakai bahasa inggris "Well Girls" bazheng
Ludfy N
2017-01-06 06:17:54
Haha.. Sani gue suka gaya loe!
ReyTrOnz Strider
2017-01-02 22:23:40
Banyak amat ...skalian matanya di tindikk
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2017-01-02 21:47:01
jika dibyangkan, Sexy underground.. ha ha,. menarik mata lelaki.
Rudy Wowor
2017-01-02 16:34:10
Masih kurang 3 tindiknya. Harusnya puting kiri 1, puting kanan 1 dan di vagina 1. Pasti keren.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook