VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
R I N G Chapter 2

2017-01-02 - Mikazuki 92 Lollipop > R I N G
67 views | 12 komentar | nilai: 9.6 (5 user)



Di meja makan tampak ibu dan ayah Minami sedang sarapan.

"Sayang ayo sarapan sama-sama ayahmu sini.!" teriak si ibu memanggil Minami.

.

.

.

Sedangkan Minami dikamarnya melihat foto Higashi.

'Higashi kenapa kamu harus pergi meninggalkan aku begitu cepat, ? sekarang aku merasa tidak bearti, aku sangat kesepian tampamu Higashi.' Batin Minami sambil meneteskan air mata.

.

.

.

.

"Sudahlah bu, jangan dipanggil lagi, Minami sekarang sedang bersedih jadi ayah harap jangan terlalu diganggu, biarlah ia sendiri dulu." kata ayah Minami, menasehati isterinya.

"Baiklah." jawab ibu Minami.

.

.

.

.

"Sayang ibu dan ayah berangkat dulu." teriak ibunya pergi.

Sedangkan Minami masih menatap foto Higashi dan tiduran dikasurnya.

Setelah sekian lama Minami meratapi Hisaghi ia pun beranjak dari kasurnya.

Tampak Minami mengambil syal berwarna hijau dan gatgetnya lalu keluar dari kamar tersebut.

*****

Terlihat Minami berjalan melewati kerumunan orang-orang dijalan dan menuju ke suatu tempat.

Tapi tiba-tiba saja seseorang menghampiri Minami yang berjalan itu.

"Hai Minami." Sapa orang tersebut.

"Hai.. Juga, Alice." jawab Minami datar.

"Minami, ! Bisakah kita berbicara sebentar." tanya Alice.

Minami hanya mengangguk.

Mereka pun berjalan menuju sebuah kafe.

*****

Tertera tulisan SORA KAFE.

"Minami kita ke dalamyuk." ajak Alice.

"Aku mau duduk dikursi luar saja." ucap Minami menuju sebuah kursi.

Alice pun mengikutinya dari belakang lalu mereka pun duduk dikursi masing-masing.(Berhadapan)

"Minami, ! Aku sebenarnya mau berbicara tentangnya bolehkah.?" tanya Alice.

"Silahkan." ucap Minami datar.(kayak orang nggak semangat)

"Dari hasil penyelidikan kami, kematian Higashi itu tidak wajar.?" kata Alice yang mulai membicarakan kasus kematian Higashi.

"Terus." kata Minami.

Sebelum Alice melanjutkan ucapanya, seorang pelayan menghampiri meja mereka.

"Tuan, Nyonya, anda berdua mau pesan apa.?" tanya pelayan itu.

"Satu gelas Cappuccino saja." jawab Alice pada pelayan itu.

Sedangkan Minami hanya diam saja.

Alice dan pelayan itu menoleh kearah Minami.

"Tuan anda pesan apa.?" tanya pelayan tersebut pada Minami.

"Aku pesan teh tampa gula." jawab Minami.

Pelayan tersebut sedikit kebinggungan mendengar pesanan Minami tersebut.

"Sudah itu aja." ucap Alice.

"Baiklah nyonya, silahkan tunggu sebentar." kata pelayan tersebut sambil memutar tubuhnya dan melangkah pergi.

"Minami jangan terlalu diratapi begitu semangat lah menatap kedepan, aku yakin Higashi pasti mengingginkan hal yang sama." kata Alice menasehati Minami.

"Iya baiklah, silahkan dilanjutkan apa yang inggin kamu katakan tadi." jawab Minami yang mulai sedikit lebih baik dari sebelumnya.

"Maaf-maaf, baiklah kita lanjutkan pembahasanya." kata Alice yang kembali serius.

"Sebenarnya luka dari tubuhnya Higashi seperti tertusuk benda tajam, hampir mirip seperti pisau." kata Alice menjelaskan.

"Terus.!?" tanya Minami.

"Dari lukanya tusukan itu, ada sedikit seperti luka bakar, dan yang lebih anehnya lagi tidak ada jejak pelaku didekat korban atau pun di tempat kejadian." jelas Alice lagi.

"Kok bisa, jangan bilang kalian tidak bisa memecahkan kasus ini." ucap Minami yang sebelumnya tenag setelah mendengar penjelasan Alice tersebut menjadi serius.

"Tunggu dulu jangan emosi, kami pasti akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas." kata Alice menenagkan Minami.

R I N G Chapter 2 - Kematian Yang Penuh Misteri
Penulis : Mikazuki 92 Lollipop

Minami yang sebelumnya sedikit serius setelah mendegar itu kembali menjadi agak tenang.

"Alice, ! Kalau pihak polisi sampai sebulan tidak berhasil juga, aku akan mencari sendiri dan aku tidak segan-segan membunuh pelaku itu." ucap Minami tegas.

"Minami jangan gegabah, kasus ini sangat misteri sulit untuk memecahkannya." jelas Alice.

"Sangat minim sekali petunjuk." Tambahnya lagi.

"Terserah apa yang mau kalian lakukan." ucap Minami yang sedikit kesal mendengar penjelasan Alice.

Sementara itu pelayan yang membawa minuman untuk mereka berdua pun tiba.

"Silahkan, tuan, nyonya." kata pelayan tersebut sambil menaruhkan minuman yang di pesan mereka berdua.

Minami dan Alice secara bersamaan mengambil cangkir pesanan masing dan meminumnya.

Tiba-tiba Alice kesembur.

BUUHHH...!!

Uhuk... Uhuk... Uhukk..

"Apaan ini kok rasanya phait banget." ucap Alice sambil melihat gelas minumannya.

"!!!!!.." Alice pun kaget setelah melihat gelasnya, ternyata ia salah mengambil gelas.

Tampak di dalamgelasnya teh milik Minami.

Sedangkan Minami tengah menyeruput Cappuccino milik Alice.

"HEI.. MINAMI YANG KAMU MINUM ITU PESANAN MILIK KU..!!" bentak Alice.

Mendengar itu Minami berhenti dari aktivitas minumnya dan melihat kearah Alice.

"Dari kamu memilih minuman sudah jelas kamu detektif yang ceroboh." kata Minami sambil menatap tajam kepada Alice.

Mendengar itu Alice hanya tertunduk diam.

'Mungkin aku masih perlu banyak belajar, terlalu banyak kelemahanku menagani kasus.' Batin Alice sambil melihat gelas teh yang dipegang tangan Kanannya.

"Apakah ada lagi yang inggin kamu katakan, ? kalau tidak ada aku mau pergi." tanya Minami pada Alice.

"Nggak ada, tapi saranku jangan melakukan sesuatu yang nekat." jawab Alice.

Minami hanya diam saja, lalu ia menaruh uang itu di atas meja tersebut untuk membayar minuman miliknya dan punya Alice.

Minami pun melangkah pergi meniggalkan Alice yang masih duduk dikursi tersebut.

'Aku harap kamu tidak melakukan sesuatu yang nekat Minami, aku merasakan kasus ini sangat berbahaya dan bukan kasus biasa.' Batin Alice melihat kepergian Minami yang semakin menjauh darinya.

Scene

Tampak Minami berdiri sebuah menara sambil melihat pemandanngan kota dari atas.

"Higashi, disini tempat kita sering melihat keindahan kota, kalau kamu masih hidup apa yang kamu katakan padaku." ucap Minami sambil mengingat masa lalunya bersama Higashi.

Flasback On

Tampak Higashi tertawa.

"Hahahah..." Tawa Higashi.

Sedangkan Minami hanya diam saja melihat Higashi yang tertawa.

"Apa sih yang kau ketawakan, ? Perasaan nggak ada yang lucu deh." ucap Minami yang heran melihat Higashi yang masih tertawa.

"Kamu lelaki yang dingin dan sok keren, apa kamu tidak menyadarinya, kamu berkeringat dingin loh berdiri di atas menara ini." ucap Higashi menjelaskan alasan kenapa ia tertawa.

Apa yang dikatakan Higashi memang benar tampak keringat dingin membasahi dahi Minami.

"A-aku tidak takut, i-itu tidak benar." ucap Minami sedikit terbata-bata.

"Ahahah..... Kamu memang lelaki pembohong, aku sudah tau kamu itu takut ketinggian, dasar memalukan wee." ucap Higashi sambil menjulurkan lidahnya mengejek Minami.


Jangan Lupa Keritik Dan Saran.

Bersambung ke R I N G Chapter 3

Rikimaru
2017-03-24 20:41:36
summon para ridlers untuk memecahkan kasus ini
Dwi Fitri
2017-03-09 03:21:16
terus terus terus
Saripati Jasad Emas
2017-01-22 04:25:41
okelah. .
Bocah Redoks
2017-01-20 13:37:24
masih ada typo walaupun gk sebanyak d Chapter sebelumnya
Ludfy N
2017-01-06 10:21:13
Wah mantab ceritanya.. Nggk ad krtik pokokx keren!
Aerilyn Shilaexs
2017-01-04 15:05:41
apa ya krisarnya, typo nya baru ada di chapter 1. Typo jenis kelamin tentunya.
Mr Blacky
2017-01-03 13:21:36
Higashi itu laki apa cewe?
ThE LaSt EnD
2017-01-02 22:53:58
yg membunuh bukan manusia paling..
Rudy Wowor
2017-01-02 22:32:33
Kasihan Alice, sini ku peluk.
Grim Rieper
2017-01-02 19:21:14
Banyak amat flash backnya ?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook