VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
R I N G Chapter 1

2017-01-01 - Mikazuki 92 Lollipop > R I N G
83 views | 12 komentar | nilai: 9.33 (3 user)



Dunia ini benar-benar menyebalkan dimana semua kejahatan merajalela.

Kebaikan tidak dihargai sama sekali, di curanggi dan direndahkan serendah-rendahnya.

Sebaliknya kejahatan malah disanjung-sanjung, dipuji dan dipuja setinggi-tingginya.

Aku benci, ! Aku benci dunia ini, semuanya sampah, ! semuanya menjijik kan.!!

Mereka tertawa dan girang di istana dengan harta hasil rampokannya.

Sedangkan mereka yang teguh dengan kebenaran tidur beralaskan koran di genagan air di bawah kolong jambatan.

Aku benar-benar benci dengan dunia ini.!!

.

.

.

.

.

.

"Hei, Minami.. Kemarilah." teriak seorang cewek sambil melambai-lambaikan tanganya.

Tampak seorang cowok mengenakan syal berwarna hijau.

"Apasih Higashi.?" tanya Minami.

"Minami kesini." ucap Higashi sambil menarik tangan Minami.

"Apa sih kamu." ucap Minami yang tidak begitu suka kalau tanganya ditarik.

"Minami kalau melihat pemandangan gerhana mataharinya disini." ucap Higashi yang masih menarik tangan Minami.

*****

Akhirnya Minami dan Higashi duduk di sebuah bangku taman sambil melihat peroses gerhana matahari yang sedang berlangsung.

"Minami, kamu tau nggak.?" tanya Higashi pada Minami.

Minami pun menghela nafas mendengar pertanyaan Higashi.

"Nggak." jawab Minami cepat sambil melihat kearah matahari yang masih tertutup sebelah.

"Aku sebenarnya sayang pada kamu." ucap Higashi.

Minami tidak menanggapi Higashi.

"Jadi bagai mana perasaanmu padaku.?" tanya Higashi.

Minami pun melihat kearah Higashi.

"Maaf bukan bermaksud menyakiti perasaanmu, aku tidak bisa menjawabnya sekarang." jawab Minami.

Mendengar itu Higashi mencoba tersenyum dan menguatkan hatinya.

"Jangan kecewa atau pun bersedih, suatu hari nanti aku pasti memberikan jawaban" ucap Minami menghibur Higashi.

"Baiklah kalau begitu, sebagai bukti janjimu itu, berikan syal milikmu itu padaku.!" ucap Higashi sambil mengulurkan tangannya kearah Minami.

"!!!" Minami pun terkejut mendengar perkataan dan permintaan Higashi itu.

"Yang bener donk Higashi, ini syal kesayanganku dan harganya sangat mahal...!!" ucap Minami yang tidak terima dengan permintaan Higashi.

"Masa' di zaman sekarang masih saja ada cowok yang pelit.." kata Higashi cemberut sambil memalingkan wajahnya dari Minami.

"Ini ambil lah, kita bertemu lima bulan lagi." ucap Minami sambil mengulurkan syalnya kearah Higashi.

Higashi pun berdiri mengambil syal itu dengan sambil tersenyum riang.

"Minamiiiii,, !!" teriak Higashi gembira dan ingin memeluk Minami.

Tapi Minami pun menyodorkan tanganya mengisyaratkan untuk Higashi berhenti.

"Kenapa Minami.??" tanya Higashi sedikit kebinggungan.

"Maaf sebelumnya Higashi, di dalamkeluargaku dilarang berpelukan bersama pasangan yang belum ada ikatan." jawab Minami menjelaskan maksudnya menghentikan Higashi.

"Tapi Minami." ucap Higashi yang sedikit keberatan.

"Sudahlah kalau kita ditakdirkan bersama kita pasti akan bersama." ucap Minami menyakinkan Higashi.

"Baiklah kalau itu sebuah alasanya, aku hargai itu Minami." ucap Higashi sambil tersenyum.

Minami pun tersenyum mendengar tanggapan Higashi.

Mereka pun kembali duduk dibangku tersebut dan melanjutkan melihat peroses gerhana matahari itu lagi.

R I N G Chapter 1 - Hal Yang Tidak Terduga
Penulis : Mikazuki 92 Lollipop

Lima bulan kemudian.

Tampak Minami sedang terburu-buru berlari.

'Harus cepat.!!' Batin Minami sambil berlari.

Terlalu kelelahan berlari Minami berhenti sejenak untuk isterahat mengatur nafasnya.

Setelah sudah merasa tenang Minami pun melangkah menuju tempat janjinya pada Higashi dulu.

Tiba-tiba Minami berhenti sesampainya di tempat yang dituju tampak syal berwarna hijau tergeletak dengan banyak percikan darah.

Terlihat Higashi tergeletak dirumput taman dalam keadaan tidak bernyawa.

Minami melihat itu hanya menatap tidak percaya, ia pun berlari menuju Higashi.

"Higashi... Higashi... Bangunlah.!?" ucap Minami sambil menguncang-guncang tubuh Higashi.

Minami menangis melihat Higashi tidak kunjung juga bangun.

"Higashi apa yang terjadi deganmu, ? Bagunlah katakan sesuatu Higashi.. Higashi.!!"

Tampak Minami menagis sambil memeluk Higashi.

'Higashi aku mencintaimu, maaf aku terlalu lama untuk mengunggkapkannya, aku hanya inggin melihat ketulusan dirimu.' Batin Minami sambil memeluk erat tubuh Higashi.

Tiba-tiba langit yang biru mulai ditutupi awan.

Dan akhirnya hujan pun turun.

Minami masih menagis, setelah begitu lama ia menagis ia pun bangun mengambil syal yang ia berikan pada Higashi.

Lalu Minami memakainya ia pun membopong Higashi dan membawanya pergi.

*****

Acara pemakaman Higashi telah dilangsungkan, di rumah Higashi tampak orang-orang banyak hadir untuk memberi penghormatan terakhir.

Tampak keluarga Minami hadir diacara penghormatan itu.

Terlihat orang-orang sedang antri ingin menaruh bunga penghormatan.

Setelah beberapa lama akhirnya giliran Minami yang menaruh bunga.

Ia pun menyatukan kedua tanganya sambil memberi hormat dan melihat foto Higashi yang terpapampang di karangan bunga.

'Higashi aku berjanji aku akan terus menyayangimu sampai kapan pun.' Batin Minami sambil menagis.

Melihat keadan itu ayahnya pun memegang pundaknya membawanya pergi dari area tersebut.

"Ayah juga turut bersedih atas meninggalnya temanmu itu Minami." ucap ayahnya sambil menepuk pundak Minami.

"Ayah, terima kasih." kata Minami sambil menagis.

"Ayah, kalau saja aku berada disana lebih cepat mungkin Higashi tak seharusnya mati, tapi aku.!?" ucap Minami tak kuasa menahan air matanya.

"Sudah jangan disesali seperti itu, yang berlalu biarlah berlalu, biarkan Higashi tenang dialam sana, ayah yakin dipasti tidak mau kamu terlalu bersedih begini." kata si ayah menghibur anaknya yang masih larut dalam kesedihan.

"Iya Ayah, terima kasih." ucap Minami sambil menyeka air matanya.

Ayahnya Minami tersenyum melihat anaknya itu.

"Minami ayo kita temui ayah dan ibunya Higashi." kata sang Ayah.

"Baiklah ayah." jawab Minami sambil mengangguk.

*****

"Kami turut berdukacita atas meniggalnya putrimu David." ucap ayah Minami sambil menjabat tangan ayahnya Higashi.

"Ya, terima kasih Souji." kata ayah Higashi, lalu mereka berpelukan.

Setelah itu keluarga Minami pun pamit pulang.

'Higashi apa pun yang terjadi aku akan mencari siapa orang yang membunuhmu.' Batin Minami sambil melangkah keluar dari pekarangan rumah Higashi menuju mobil.

Jangan Lupa Keritik Dan Saran.

Bersambung ke R I N G Chapter 2

Jibakute
2017-03-24 20:36:05
sekarang coba baca yang ini
Dwi Fitri
2017-03-08 05:00:16
hahaha... saya suka sinopsisnya jadi pengen ngikutin nih ceritamu macan kumbang..!!
BeeZero
2017-01-22 04:16:22
mulai ngikut baca gan. . minami sok2an sih,,jd nysel kan,
Bocah Redoks
2017-01-20 13:27:32
ceritanya lumayan. tapi masih ada typo d beberapa tempat
Ludfy N
2017-01-06 09:53:11
Wah makanya jd cwok jangan jual mahl! Skrng rasain akbtnya!
Fuyuki Zirconixena
2017-01-06 07:03:26
Seingatku Minami dan Higashi itu bahasa jepang artinya arah mata angin.. Lupa artinya selatan, utara, timur atau barat..
Aerilyn Shilaexs
2017-01-04 14:56:08
higashi itu cewek atau cowok?.
BluePen
2017-01-02 15:13:59
Deklarasi pembantaian sudah dibunyikan. Genangan darah akan menggenangi setiap langkah. Pemilik cincin itu... dimana ya?
Grim Rieper
2017-01-02 09:34:52
Ada crita baru nih?
ThE LaSt EnD
2017-01-02 00:45:08
kesan awal seperti kisah romans. sja.. tpi brikutnya.. ada pembantaian. . ha ha..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook