VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Moon Knight Chapter 6

2017-01-10 - FZ Bullet > Moon Knight
51 views | 7 komentar

"aku harus mencoba melawan kelemahanku sendiri" tekad Naka di dalam hatinya.

Naka mencoba mengumpulkan kekuatannya untuk meledakkan tanah yang menghimpitnya.

"haaa.."

"blarr.."

Naka akhirnya berhasil keluar.

"ha..ha.., akhirnya kau keluar juga, petir!" kata Rafinhel sangat bersemangat.

"jangan banyak bicara, ayo kita selesaikan!" teriak Naka sudah tidak sabar.

"srrtttt.." Naka mengeluarkan bola petirnya.

"krekk.." Rafinhel membentuk kepalan tanah yang lebih besar dari bola petir Naka.

"ha!.."

Mereka berdua melompat lalu menghantamkan kekuatan mereka masing-masing.

"sepertinya akan terjadi masalah besar, lari!.." pembawa acara dan para penonton langsung berhamburan keluar.

"dmm.."

Terjadi debat kekuatan yang dahsyat. Tembok pembatas tempat tersebut runtuh sampai tempat tersebut tak berbentuk.

"hyaa!.."

Mereka masih bertahan dengan kekuatan mereka.

"blemm.."

Ledakan besar terjadi karena kekuatan keduanya yang menghancurkan sebagian desa utara. Mereka saling terpental berlawanan arah. Naka berhenti setelah menabrak tebing di ujung desa, sementara Rafinhel berhenti setelah menabrak lima tempat penjual batu.

"ukh.. ukhuk.. ukhuk.. apa aku masih hidup…" Tanya Naka entah kepada siapa.

"ehh… entah mengapa.. aku.. merasa dikalahkan.." kata-kata Rafinhel sebelum akhirnya tak sadarkan diri.

Semua warga yang melihat hanya diam tak percaya apa yang mereka lihat.

"apa ini yang disebut sebagai pertarungan antar legend?" ucap raja bertanya-tanya.

Tidak seperti Rafinhel, Naka masih sadar walau pandangannya agak kabur. Naka mencoba kabur dengan teleportasi keluar desa.

"teleport.."

Naka lalu berpindah tempat ke hutan yang dia lewati saat datang ke desa tersebut. Naka masih bisa berjalan walaupun kakinya pincang.

"ukhuk.. aku harus cepat kembali.." kata Naka dengan nada serak.

Karena kondisi Naka yang sudah kelelahan, akhirnya dia pingsan sebelum sampai desa asalnya.

Di istana ratu Shimizu sedang ada pesta untuk menyambut keluarga bangsawan baru. Lala sangat beruntung bisa diangkat menjadi adik oleh ratu.

"apa kamu senang bisa menjadi keluarga bangsawan?" Tanya ratu kepada Lala.

"tentu saja yang mulia, aku sangat senang" jawab Lala mengeluarkan senyum manisnya.

"kamu ini, panggil saja aku kakak, kamu kan sudah menjadi adikku" kata ratu.

"begitu ya, baiklah kakak" ucap Lala tersenyum lagi.

"Naka sudah aku beri waktu selama 3 hari, tapi dia juga belum kembali" kata ratu khawatir.

"mungkin dia masih menginap disana, dia akan baik-baik saja kok, kakak" sahut Lala mencoba menenangkan ratu.

"hah, dia kan kuat, pasti dia kembali" kata ratu sedikit lega.

Ratu yakin Naka pasti kembali, tapi dia masih belum bangun dari tidur panjangnya. Sekarang Naka berada di rumah seseorang yang tinggal di hutan.

"apa dia akan bangun, sayang?" Tanya seorang wanita berumur sekitar 35 tahun.

"pasti dia bangun, masih bernapas kok" jawab pria di sampingnya tak lain adalah suaminya.

Setelah beberapa lama menunggu, Naka pun sadar dari tidur panjangnya.

"uhh.. dimana.. ini, dan siapa.. kalian?" Tanya Naka dengan suara serak.

"kau berada di rumahku, istirahatlah dulu, baru kau boleh kembali ke desamu" jawab pria tua itu.


Moon Knight Chapter 6 - Aku Kembali Pulang
Penulis : FZ Bullet

"tapi aku harus segera kembali ke desa untuk menyampaikan hasil misiku" bantah Naka sambil mencoba bangun.

"huh.. ya sudah, kau boleh kembali besok, sekarang keluarlah dan hirup udara segar" kata pria itu membantu Naka berdiri.

Naka dituntun ke depan rumah untuk melatih tubuhnya yang masih lemah.

"sekarang kau duduk disini saja, istriku sedang memasak untuk kita"

ucap pria itu kemudian masuk lagi ke dalam rumah.

"ahh.. badanku sakit semua, ratu pasti menungguku, aku harus segera pergi secepatnya" batin Naka.

Pria itu menghampiri Naka dan membawanya masuk ke dalam rumahnya.

"sekarang kamu makan dulu, agar tubuhmu cepat sembuh" kata istri pria itu, kemudian menyuapi Naka.

"eh, terima kasih" ucap Naka.

Setelah kenyang, mereka pun tidur dengan nyenyak.

.

.

.

.

.

Mentari pagi sudah menampakan sebagian cahanya menandakan pagi sudah datang. Naka bersiap-siap untuk kembali ke desanya.

"maaf ya sudah merepotkan kalian, aku pergi dulu.. terima kasih atas bantuannya.." pamit Naka berjalan semakin jauh dan jauh.

"hati-hati di jalan, nak" kata pria tua pelan.

Naka berjalan sedikit pincang menyusuri jalan berbatu menuju desanya. Jaraknya cukup jauh sekitar 5 kilometer dari hutan. Tapi Naka beruntung bertemu dengan seorang pedagang yang hendak pergi ke desa Luxaver.

"hai nak, mau kuberi tumpangan?" Tanya pedagang itu kepada Naka.

"aku mau ke desa Luxaver, mungkin kau lewat sana" tambahnya.

"ah, kebetulan sekali, aku juga mau ke desa Luxaver" kata Naka.

"baiklah, ayo naik" ucap pedagang itu.

Naka kemudian naik ke gerobak yang ditarik kuda milik pedagang itu. Begitu masuk ke dalam, Naka melihat banyak senjata yang pedagang itu bawa.

"ternyata anda pedagang senjata ya, anda mau menjualnya di Luxaver?" Tanya Naka.

"iya, aku bisa beruntung banyak kalau menjualnya ke desa besar seperti Luxaver. Ngomong-ngomong, siapa namamu?" pedagang itu kembali bertanya.

"namaku Nakashima Naozumi, aku kapten kesatria bulan dari desa Luxaver" jawab Naka.

"oh, kau adalah si kilat biru itu ya, salam kenal, namaku Reenaldy Kara" kata pedagang itu juga memperkenalkan diri.

Pedang yang kau bawa itu, kau temukan dimana?" Reenaldy bertanya lagi.

"yang dipunggungku ini pemberian dari sang Crystal, kalau yang seperti pisau ini aku ambil saat bertarung dengan Rafinhel tadi" jelas Naka sambil menunjukan senjatanya.

"itu pasti cenderamata dari Cytrelix, pemiliknya adalah sang golem tanah, betulkan?" tebak Reenaldy.

"wah, anda tau banyak tentang senjata, mangkanya anda menjual berbagai senjata" puji Naka.

"ah, tidak usah berlebihan begitu, dan juga panggil saja aku Ree" kata Reenaldy.

Mereka pun mengisi perjalanan mereka dengan obrolan menarik lainnya dan tak ada habisnya yang menemani suasana mereka.

.

.

.

.

.

Bersambung.....

NB : Cerita ini akan dijadwalkan rilis setiap 3 hari sekali. Jadi untuk para pembaca mohon sabar menunggu. Semangat!.....

Bersambung ke Moon Knight Chapter 7

Saint Shamrock
2017-01-29 19:39:03
naka kbur yak !?
Gangster V
2017-01-11 12:26:25
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Grim Reaper
2017-01-11 08:30:06
Semangat
ReyTrOnz Strider
2017-01-10 21:45:57
Semangat terus Update nya
Mr Blacky
2017-01-10 19:25:42
Njir mangkanya kok kyknya indonesia banget, yang betul harusnya makanya
Sqouts Shadows
2017-01-10 16:29:21
Cahanya/cahaya?
Rudy Wowor
2017-01-10 16:23:47
Sepertinya Ree selain menjual senjata dia juga bisa bertarung.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook