VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Moon Knight Chapter 5

2017-01-06 - FandyZero > Moon Knight
30 views | 4 komentar | nilai: 8 (1 user)

"Naka juga berasal dar bumi?" Lala terkejut.

"Hah, nanti akan kuceritakan" jawab Naka.

"Lala, maukah kamu tinggal di istanaku?" tanya ratu yang mengejutkan semua orang yang ada di ruangan itu.

"Apa?, ratu baru saja mengenalnya" kata penasehat.

"Iya, memang benar, tapi aku yakin dia anak yang baik" kata ratu.

"Tapi… tapi…" kata Naka mencoba mencegah.

"Sudah kapten, kamu diam saja. Nah Lala, apa kamu mau menerima tawaranku?" tanya ratu.

"Tapi, saya baru saja datang ke dunia ini, apa rakyatmu bisa mempercayaiku?" Lala balik Tanya.

"Aku saja percaya padamu, apalagi dengan rakyatku, benarkan kapten?" goda ratu memanasi Naka.

"Hah… itu benar, tapi…" ucapan Naka langsung dipotong oleh ratu.

"Sekarang mulai hari ini, kamu akan tinggal disini, mengerti?" kata ratu.

"Baiklah, saya mengerti" jawab Lala dengan senang.

"Kalau begitu saya pergi dulu, saya harus mengambil misi selanjutnya" ijin Naka.

"Kamu sungguh hebat. Kapten, kamu juga masuk ke dalam tipeku. Tapi, kamu mungkin akan memilih yang lain" kata ratu membuat Naka malu.

"Sa… saya… pergi dulu…" Naka langsung pergi begitu saja.

"Hihi, dia seperti biasanya. Antar Lala ke kamarnya. Selamat beristirahat, Lala" kata ratu dengan senyumannya.

"Eh, baik ratu" jawab Lala.

Misi Naka berikutnya adalah meminta bantuan untuk menangkap Akira yang menghancurkan desa Xivana. Luxaver meminta bantuan ke Cytrelix, desa yang memiliki hasil logam yang melimpah. Naka segera menuju desa Cytrelix setelah ada perintah dari dewan-dewan istana.

"Berhati-hatilah ketika sampai kesana. Kudengar dari seorang pedagang, kapten pasukan mereka mewarisi elemen dasar tanah yang kuat. Mungkin kamu akan bertarung dengannya" jelas ketua dewan, Nakamura Rui.

"Aku akan berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari pertarungan. Lalu, apa yang harus saya lakukan disana?" tanya Naka.

"Serahkan gulungan ini…" kata ketua dewan Rui sambil menyerahkan sebuah gulungan,

"Ada pertarungan atau tidak, tinggalkan gulungan ini disana. Mereka pasti akan membacanya" lanjut ketua dewan Rui.

"Baiklah, apa ada hal lain yang harus saya lakukan?" tanya Naka kembali.

"Bawalah sesuatu dari sana, entah itu senjata, makanan, atau apapun yang berhubungan dengan kerajaannya" jawab ketua dewan Rui.

"Boleh saya berangkat sekarang?" tanya Naka.

"Silahkan, tapi sayangnya kamu harus melakukan misi ini sendirian. Karena jika terlalu banyak orang akan membuat mereka marah" jawab ketua dewan Rui.

"Saya berangkat…" Naka menghilang dengan cepat.

"Semoga kamu berhasil" batin ketua dewan Rui agak gelisah.

Naka sedang melaksanakan misi, sebaliknya Lala beristirahat dengan nyaman di istana sambil mengobrol dengan ratu.

"Mendengar ucapan ratu tadi, apakah ratu menyukai Naka?" tanya Lala penasaran.

"Hihi, tentu saja tidak" jawab ratu mengejutkan Lala.

"Tidak?, tapi tadi…" Lala malah kebingungan.

"Tadi aku hanya bercanda, Naka sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Mana mungkin aku menyukai adikku sendiri" jelas ratu,

"Aku mengatakan itu supaya dia terhibur. Dia sedang terluka, jadi aku menghiburnya agar rasa sakitnya sedikit hilang" tambah ratu.

"Oh… ternyata begitu ya. Lalu bagaimana bisa Naka ada di dunia ini?" tanya Lala lagi.

"Ceritanya panjang, tanyakan saja padanya" jawab ratu.

Sambil mengeluarkan senyuman khasnya, ratu pergi dari kamar Lala,

"Aku mau rapat dengan dewan dulu, kalau butuh apa panggil saja pelayan" kata ratu kemudian meninggalkan ruangan tersebut.

"Um, baiklah…" saut Lala kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

Moon Knight Chapter 5 - Cytrelix, Desa yang Buruk
Penulis : FandyZero

Di perjalanan, Naka memikirkan perkataan ketua dewan Rui tentang pengguna elemen tanah.

"Sepertinya aku akan kesulitan melawannya, tanah adalah kelemahanku apalagi dikombinasi dengan air menjadi lumpur. Kalau begini aku akan mencoba menghindari pertarungan" piker Naka.

Setibanya di kawasan desa Cytrelix, Naka mengamati desa tersebut. Keadaanya seperti desa biasa, lumayan ramai, dan damai. Naka segera mencari tempat raja berada.

"Maaf, saya dari desa Luxaver. Saya ingin menyampaikan gulungan ini kepada raja disini" lapor Naka di tempat penjaga.

"Hm, tapi jangan lama-lama" jawab penjaga seperti marah.

Naka akhirnya sampai di istana, kemudian menemui sang raja.

"Mohon ijin paduka, saya membawa tamu dari Luxaver" kata pengawal yang mengantarkan Naka.

"Mau apa kau kesini?" tanya paduka raja.

"Saya ingin meyampaikan ini…" jawab Naka dengan menyerahkan gulungannya,

"Jika masih dipertimbangkan, saya mohon ijin untuk kembali ke desa" terus Naka.

"Hahaha, kau tidak bisa pergi begitu saja. Jika ingin keluar dari sini, kau harus bertarung dengan salah satu prajuritku. Bagaimana?, setuju?" kata raja.

"Mereka menjebakku, huft… apa boleh buat…" batin Naka kesal.

"Aku akan menerima tawaranmu, siapa yang akan menjadi lawanku?" tanya Naka dengan berani.

"Lawanmu adalah si golem tanah, Rafinhel" jawab raja dengan sombong.

"Ayo kita langsung mulai saja" kata Naka dengan santai.

Keduanya kemudian dibawa ke tempat pertarungan di dekat sungai. Tempatnya luas dan banyak sekali penontonnya. Kebanyakan disana adalah laki-laki. Para calo taruhan pun berkasi disana, ada yang memilih dengan taruhan rendah sampai tertinggi. Naka heran mengapa mereka melakukan itu. Menurut Naka itu tidak ada untungnya. Setelah peserta berkumpul, pertandingan langsung dimulai.

"Selamat datang di pertandingan spektakuler, dengan di sisi kiri ada Earth Rafinhel si golem tanah, dan sisi kanan ada Nakashima Naozumi si…" pembawa acara menghentikan kata-katanya karena tidak tau julukan Naka.

"Oi, apa julukanmu?" bisik pembawa acara itu kepada Naka.

"Panggil saja, kilat biru" jawab Naka.

"… dan sisi kanan ada Nakashima Naozumi si kilat biru. Baiklah kita mulai pertandingannya" teriak pembawa acara.

"Tiga!... dua!... satu!..." teriak seluruh penonton.

"Sring…" Rafinhel mengeluarkan sabit besarnya yang sangat tajam.

Begitu pula dengan Naka, dia mengeluarkan pedang legendarisnya Inadzumanoken. Rafinhel mulai menyerang dulu.

"Akan kuhabisi kau secepatnya!..." teriak Rafinhel.

Sabit milik Rafinhel hampir saja mengenai Naka, tapi Naka begitu cepat berpindah tempat. Tepat dibelakang Rafinhel, Naka menghantam Rafinhel dengan petirnya.

"Lightning drill"

"Blarrr…"

Tubuh Rafinhel terpental ke dinding. Tak terima akan serangan itu, Rafinhel mencoba membalas.

"Kalau begitu akan kusiapkan kuburanmu, grave yard, open!"

Tanah yang diinjak Naka tiba-tiba terbelah. Naka tak sempat lari, lalu dia jatuh ke dalam lubang. Rafinhel segera menutup tanah tersebut sebelum Naka kabur.

"Close"

Tanah kemudian menghimpit Naka dan tertutup seluruhnya.

"Wow, jurus yang hebat sekali, apakah kilat biru bisa selamat?" kata pembawa acara dengan semangat.

Tak disangka, tanah tempat Naka terkubur mengeluarkan cahaya biru.

"Apa yang terjadi?, mungkinkah Nakashima akan keluar?" teriak pembawa acara semakin bersemangat.

Rafinhel bersiap-siap dengan melapisi tubuhnya dengan tanah sehingga terlihat seperti golem.

"Oh, lihat!, Rafinhel mulai mengeluarkan bentuk golemnya, pertarungan ini semakin seru!" teriak pembawa acara.

"Ya!!!..." seluruh penonton pun juga sangat histeris.

"Aku harus mencoba melawan kelemahanku sendiri" tekad Naka di dalam hatinya.

Bersambung ke Moon Knight Chapter 6

Rudy Wowor
2017-01-06 14:36:25
Naka mengamuklah.
Cloud Xiicorss
2017-01-06 13:13:30
Kilat biru the best
Kira Tanha999
2017-01-06 11:18:36
tinggal panggil pak ustad,biar di doain skalian ?
Sqouts Shadows
2017-01-06 10:37:33
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook