VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Moon Knight Chapter 4

2017-01-04 - FZ Bullet > Moon Knight
46 views | 4 komentar

Naka bersama kedua temannya telah kembali ke desanya Luxaver. Mereka segera melapor ke istana untuk member informasi yang mereka dapatkan di desa Xivana.

"Ayo cepat, kita menuju istana!" perintah Naka terburu-buru.

Mereka langsung masuk ke desa tanpa melapor ke pos jaga. Penjaga memanggil mereka tapi mereka tetap berlari tanpa menghiraukan penjaga.

"Hei!, kalian harus melapor dulu!, jangan lari!" kata penjaga mengejar mereka.

"Lapornya nanti saja, ada yang lebih penting…" jawab Taiki.

"Huh, mereka kebiasaan" kata penjaga sedikit kesal.

Penjaga kemudian berbalik menuju posnya.

"Tunggu, siapa gadis yang bersama mereka?" kata penjaga.

Naka dan kedua temannya telah sampai di depan istana. Naka dan Taiki kemudian masuk ke istana.

"Lala, kamu tunggu disini saja, nanti aku akan segera kembali" kata Naka kemudian segera masuk ke istana.

"Maaf ya, Lala, soalnya kamu orang baru disini" tambah Taiki lalu juga masuk ke istana.

Mereka menghadap ratu dan melapor.

"Maaf baginda ratu, saya gagal dalam misi ini, dan saya juga membawa berita buruk" lapor Naka.

"Kenapa kalian bisa gagal dalam misi ini, apa ada halangan yang tidak bisa kalian atasi sendiri?" tanya Ratu.

"Sebenarnya desa Xivana telah hancur yang mulia, tempat itu telah diserang oleh sesorang yang tidak tau dari mana asalnya" jelas Taiki.

"Apa?, desa sekuat itu diserang, bagaimana bisa" ratu terkejut.

"Orang yang menyerang desa itu juga sempat bertarung dengan saya tadi, meskipun sebentar, dia lumayan kuat, dia bisa menembus confinement lightning saya" ucap Naka.

"Lalu, apa yang kalian dapatkan disana?" tanya ratu.

"Saya menemukan buku ini, buku ini tersegel mantra" kata Taiki sambil menyerahkan buku yang dia temukan tadi.

"Baiklah, aku akan menyuruh tim segel untuk membukanya, kalian cepat obati luka kalian" perintah ratu.

"Baik ratu, hormat!" jawab mereka berdua lalu meninggalkan istana.

"Oh ya, aku lupa untuk melaporkan Lala, bagaimana ini?" kata Taiki panik.

"Itu nanti saja, sekarang kita bawa dia ke penginapan, biar dia istirahat. Baru setelah itu kita melapor. Lagipula aku juga mau mengobati lukaku" jawab Naka seolah tidak peduli.

"Baiklah kapten" kata Taiki.

"Antarkan Lala ke penginapan kita, aku mau ke petugas medis dulu" kata Naka.

Naka kemudian pergi menuju tempat medis.

"Lala, ikutlah denganku ke penginapan, beristirahatlah disana" kata Taiki.

"Ya!, terima kasih" jawab Lala.

Mereka segera ke tempat penginapan khusus prajurit.

"Yo, teman-teman, kenalkan ini Lala, dia datang dari bumi" kata Taiki.

"Hai Lala, senang bertemu denganmu" sambut para prajurit.

"Nah, Lala, kamu bisa ikut dengan Yumi, dia akan mengurusmu" kata Taiki.

"Hai Lala, nmamaku Yumi, ayo kuantar ke kamarmu" ajak Yumi.

"Terima kasih" jawab Lala mengikuti Yumi ke kamarnya.

"Tugasku selesai, aku akan menemui kapten" gumam Taiki.

"Dimana kapten?" tanya seorang prajurit bernama Hamano Michiyo.

"Dia sedang di tempat medis untuk mengobati lukanya" jawab Taiki.

"Apa dia bertarung tadi?, apa lukanya parah?" tanya Chiyo kembali.

"Dia bertarung dengan seseorang di desa Xivana, tapi lukanya tidak terlalu parah, hanya luka bakar kecil karena terkena ledakan" jawab Taiki juga menjelaskan.

"Siapa yang bertarung dengan kapten?" Chiyo bertanya lagi.

"Kalau tidak salah namanya Kuroda Akira, dia memiliki daya ledak tinggi, confinement lightning kapten saja bisa ditembus" jawab Taiki.

"Wah, sampai sekuat itu, lalu dari mana asalnya?" tanya Chiyo lagi.

"Entahlah, sudah, jangan banyak tanya aku mau menemui kapten dulu. Jaga Lala baik-baik ya" kata Taiki lalu pergi.

Di istana, penjaga melapor bahwa Naka membawa seorang gadis bersamanya setelah menjalankan misi.

"Lapor ratu, saya memberitahukan bahwa Kapten Naka tadi membawa seorang gadis tak dikenal, dia tidak melapor dulu ke pos penjaga, dia langsung masuk ke desa" kata penjaga tadi.

"Benarkah?, kenapa dia tidak melapor padaku. Kalau begitu bawa gadis itu kemari" perintah ratu.

"Tapi, saya tidak tau dimana gadis itu sekarang, saya akan tanyakan kepada Naka" kata penjaga.

"Baiklah, cepatlah pergi" perintah ratu lagi.

Moon Knight Chapter 4 - Perasaan Natsumi
Penulis : FZ Bullet

"sudah selesai, kamu bisa pergi atau mau istirahat dulu disini" kata perawat Kei Natsumi.

"Aku istirahat dulu disini, lagipula belum ada tugas" jawab Naka.

"Um… kamu mau minum?" tanya Natsumi.

"Boleh, aku mau kopi hangat" pesan Naka.

"Baiklah akan aku buatkan kapten" jawab Natsumi terlihat bahagia.

Sekitar 10 menit, Natsumi kembali membawa dua gelas kopi.

"Silahkan kapten" kata Natsumi memberikan kopi untuk Naka.

"Terima kasih, kamu perawat yang baik" kata Naka.

Natsumi hanya tersenyum mendengar ucapan Naka. Naka meminum kopinya lalu berkata…

"Wah!, kopi buatanmu sangat enak, ini manisnya pas, seperti dirimu" puji Naka.

Wajah Natsumi langsung memerah mendengar pujian Naka. Dalam hatinya dia sangat senang.

"Kapten Naka memang baik, hatiku terasa berdenyut-denyut. Apa ini cinta?" kata Natsumi dalam hati.

"E… hei Natsumi, kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Naka tertawa kecil.

"Eh, ti… tidak apa-apa kok, aku hanya senang kapten suka dengan kopi buatanku" jawab Natsumi tidak jujur dengan perasaannya.

"Oh, begitu ya…" kata Naka.

Dari kejauhan terlihat penjaga sedang berjalan menuju lokasi medis untuk memanggil Naka.

"Hei Naka, kamu dipanggil oleh ratu" kata penjaga itu.

"Memangnya ada apa?" tanya Naka.

"Kamu disuruh untuk membawa gadis yang bersamamu tadi ke istana, ratu ingin bertemu dengannya" jawab penjaga.

"Ya sudah, akan kubawa dia" kata Naka bersiap untuk pergi menjemput Lala.

"Natsumi, terima kasih kopinya, lain kali aku akan datang kesini lagi" kata Naka lalu pergi.

"Siapa gadis yang bersama kapten, apakah kekasihnya?" kata Natsumi dalam hatinya.

Naka segera menuju ke penginapan.

"Yo teman-teman, dimana Lala?" tanya Naka tiba-tiba.

"Oh kapten, kau sudah kembali, dia ada dikamarnya bersama Yumi" kata seorang temannya.

"Ya sudah" Naka langsung pergi ke kamar Lala.

Tok…tok…tok…

"Eh Naka, ada apa?" tanya Lala.

"Aku ingin membawamu ke istana, ratu ingin bertemu denganmu" jawab Naka.

"Aku akan bersiap-siap dulu" kata Lala lalu kembali masuk ke kamarnya.

Setelah Lala siap, merekapun segera menuju istana dan menghadap ratu.

"Yang mulia ratu, saya perkenalkan dia adalah Kuroda Lala, dia berasal dari bumi" jelas Naka kepada ratu dan pejabat-pejabat disana.

"Bumi?" mereka semua terkejut mendengarnya.

"Iya, saya berasal dari bumi, tiba-tiba saya ada di negeri ini" tambah Lala.

"Berarti, kamu sama dengan Naka?" tanya ratu lagi.

"Sama?" Lala masih bingung dengan pertanyaan ratu.

"Iya, kalian sama-sama berasal dari bumi" kata ratu.

"Naka juga berasal dari bumi?" Lala terkejut.

"Hah, nanti akan kuceritakan" jawab Naka.

Bersambung ke Moon Knight Chapter 5

ReyTrOnz Strider
2017-01-04 13:54:07
Ternyata naka juga dri bumi .. next
Rudy Wowor
2017-01-04 13:45:31
Penjaga manggil Naka kok tidak dengan sebutan Kapten?
Sqouts Shadows
2017-01-04 12:54:28
Ditunggu chapter berikutnya
Snow Blue
2017-01-04 11:49:38
Ditunggu lanjutannya...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook