VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Moon Knight Chapter 3

2017-01-03 - ToxicFX > Moon Knight
65 views | 8 komentar

"The Green Crystal?, sepertinya aku pernah mendengar tempat itu?" gadis itu masih kebingungan.

"Sudah, tidur saja, ini sudah malam" suruh Naka.

"Eh, baiklah, tapi kalian orang baik, kan?" tanya gadis itu sedikit takut.

"Hhh, kamu tidak akan kami apa-apakan, lagipula aku ini kapten" jawab Naka.

"Benar, kapten sangat baik, dia sangat peduli pada rakyatnya, dan…" Naka langsung menutup mulut Taiki yang asal ceplos.

"Hmph…"

"Dasar!, jangan asal bicara, kita belum mengenalnya" Naka kesal.

"Hei, cepatlah tidur, besok kita akan bangun pagi untuk melanjutkan perjalanan" kata Naka kepada gadis di sebelahnya.

"Perjalanan?, tapi aku tidak…" tiba-tiba gadis itu tertidur.

Ternyata Naka menggunakan kekuatan matanya untuk membuat gadis itu tertidur.

"Buaahh… apa tidak apa-apa menggunakan… kekuatan mata itu… padanya?" tanya Taiki terengah-engah.

"Tidak usah banyak Tanya, kau juga cepatlah tidur" jawab Naka.

"Baiklah…" Taiki langsung tertidur pulas.

"Hah, dasar tukang tidur" kata Naka dalam hatinya.

Tak lama kemudian, kantuk Naka datang. Naka pun juga ikut tidur.

Keesokan harinya…

Matahari terbit dengan cerah, burung-burung bernyanyi di sekitar hutan, suara hembusan angin yang menenangkan, gesekan antar dau-daun pohon yang menghiasi kesunyian di hutan. Pemandangan yang indah membuat mata kembali segar. Terutama pada ketiga orang tadi. Mereka melanjtkan perjalanan menuju desa seberang.

"Hei, apa kau yakin ingin ikut dengan kami?" tanya Taiki kepada gadis disebelahnya.

"Tentu saja, lagipula tidak ada pilihan lain, aku tidak bisa berjalan-jalan sendiri di dunia yang belum aku mengerti" jawab gadis itu.

"Kalau begitu, perkenalkan dirimu" suruh Naka.

"Baiklah, namaku Kuroda Lala panggil saja Lala, aku berasal dari kota Darl Central City, aku kuliah di universitas Phoenix Wings jurusan kedokteran, umurku 23 tahun. Apa itu cukup?" jelas Gadis itu yang bernama Lala.

"Apa kamu sudah memiliki…" belum selesai bertanya, Naka memukul kepala Taiki.

"Itu sudah cukup, ayo kita lanjutkan perjalanan supaya cepat sampai dan mendapatkan tempat istirahat" kata Naka.

"Kamu ini kapten apa?" tanya Lala.

"Moon Knight" jawab Naka dengan santai.

"Hah…, hahahaha, aku bertanya serius tapi kamu malah bercanda, hahaha…" Lala tidak percaya dengan omongan Naka.

"Apa perlu kutunjukan buktinya?" kata Naka sambil mengambil sesuatu dibalik jubah ksatrianya.

"Ini, ini surat perintah dari ratu, kau bisa melihat aku bertanda tangan di bawah ini, lihat Nakashima Naozumi, sekarang kau percaya?" kata Naka sedikit kesal.

"Oh… maaf, aku tidak percaya tadi, aku bisa memanggilmu siapa?" tanya Lala kembali.

"Naka, dan ini wakil kapten yang selalu menemaniku, Midorikawa Taiki" jawab Naka.

"Senang berkenalan denganmu" kata Taiki sambil menjabat tangan Lala.

Naka hanya diam saja dan terus berjalan tanpa berjabat tangan dengan Lala.

"Apa masih jauh menuju ke tempat yang kamu maksud?" tanya Lala.

"Sebentar lagi, jangan banyak tanya" jawab Naka.

Di depan mereka telah terlihat gerbang besar dan tinggi. Gerbang itu adalah pintu masuk ke desa Xivana.

"Akhirnya sampai juga, ketua" kata Taiki lega.

"Oh, jadi ini ya, besar dan tinggi" kata Lala kagum karena baru melihat gerbang sebesar dan setinggi itu.

"Aku akan melapor dulu, oh ya, siapa namamu tadi?" tanya Naka kepada Lala.

"Namaku Kuroda Lala" jawab Lala dengan santai.

"Hm, aku ke posnya dulu" kata Naka kemudian meuju pos lapor.

Sampai di depan pos lapor, Naka terkejut melihat keadaan pos yang berantakan dan tak ada seorang pun disana.

"Sepi sekali disini, dimana para penjaganya?, sepertinya desa ini telah diserang" gummam Naka.

Naka kemudian menghampiri kedua temannya.

"Tidak ada seorang pun disana, sepertinya desa ini telah diserang" kata Naka memberitahu keduanya.

"Apa?" Taiki dan Lala menjawab kaget.

Moon Knight Chapter 3 - Musuh Baru di Desa Xivana
Penulis : ToxicFX

"lalu bagaimana ini kapten?, apa kita kembali atau nekat masuk?" tanya Taiki.

"Misi kita adalah mengirim pesan penting ini, jadi kita harus tetap masuk apapun resikonya" jawab Naka dengan tegas.

"Baiklah, ayo kita masuk!, Taiki kau jaga Lala, aku akan duluan" perintah Naka.

"Siap" jawab Taiki.

Mereka pun masuk ke desa Xivana dengan hati-hati, mereka tidak melihat ada orang atau hewan satupun. Sesampainya di wilayah pasar, mereka berpencar untuk melihat keseluruhan desa dan menyelidiki apa yang terjadi.

"Kita akan berpencar disini, aku akan kea rah tempat pusat desa, kau dan Lala pergilah kearah perpustakaan" perintah Naka kepada Taiki.

"Baik kapten" jawab Taiki.

Merekapun berjalan menyusuri arah masing-masing.

"Banyak sekali bangunan yang runtuh, sepertinya musuh meyerang menggunakan ledakan" selidik Naka.

Dari kejauhan Naka melihat seseorang yang mondar-mandir. Naka pun menghampiri orang tersebut.

"Sepertinya ada orang disana, aku akan melihatnya, mungkin aku akan menemukan petunjuk" kata Naka berlari menghampiri orang itu.

Di tempat Taiki dan Lala, mereka tidak menemukan apapun disana. Tapi Lala melihat sebuah buku tua yang hampir hangus terbakar.

"Hei Taiki, ada buku disana" kata Lala.

"Oh iya, ayo kita ambil, siapa tau ada petunjuk di buku itu" ajak Taiki.

Taiki mengambil buku tersebut.

"Baiklah, ayo kita lihat isinya" kata Taiki penasaran.

"Arghh… tidak bisa dibuka?" Taiki terkejut dan kesulitan membuka buku tersebut.

"Mungkin ada kekuatan yang menyegel buku ini" tebak Lala.

"Sepertinya begitu, ayo kita cari Naka, siapa tau dia bisa memcahkan segelnya" kata Taiki.

Mereka berdua kemudian segera ke tempat Naka berada.

Di tempat Naka…

"Hei, beruntung bisa bertemu denganmu, apa kau tau apa yang terjadi di desa ini?" tanya Naka kepada orang yang baru ia temui.

"Kau mau tau, tapi sepertinya kau itu bodoh, kenapa kau bertanya kepada musuh, heh" jawab orang itu.

"Apa, jadi kau yang telah menyerang desa ini?" tanya Naka kesal.

"Kalau iya, memangnya kenapa?, mau melawanku?" orang itu balik Tanya.

Orang itu kemudian membalikan tubuhnya menghadap Naka.

"Namaku Kuroda Akira, kapten pasukan Felx" kata orang itu.

"Kenapa kau menyerang desa ini, apa desa ini ada masalah dengan desamu?" bentak Naka.

"Cih, desa ini telah menjadi musuh kami sejak perang kedua, salah mereka sendiri tidak mau membantu kami dalam kekurangan konsumsi, padahal kami hanya minta sedikit saja, desa ini benar-benar pelit" jelas Kuroda.

"Lalu, kau apakan warga desa disini?" tanya Naka marah.

"Tentu saja mereka kabur dari desa busuk ini" jawab Kuroda.

"Kalau begitu kuhabisi kau!" kata Naka langsung menyerang dengan pedangnya.

Pertarunganpun tak dapat dihindarkan.

"Hyaaa…." Naka menggunakan kekuatan petirnya.

"Confinement lightning!" Naka mengeluarkan jurusnya.

Kuroda telah terkurung di dalam petir yang sangat menyengat. Tapi…

'duarrr…' Kuroda membuat ledakan yang cukup besar lalu dia menghilang.

"Eh, ada apa disana?, apa Naka sedang bertarung?" Taiki penasaran.

"Ayo kita lihat, Taiki" ajak Lala.

"Hm"

Mereka berlari menuju tenmpat ledakan tersebut. Nampak disana Naka yang terluka karena ledakan tersebut.

"Oi, Naka!, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Taiki.

"Seseorang telah menyerang desa ini, dia bertarung denganku tadi, kalau tidak salah namanya Kuroda Akira" jawab Naka.

"Oh iya Naka, aku menemukan sebuah buku tadi, ini" Taiki menyerahkan buku yang ia temukan tadi.

"Buku apa ini, ini disegel oleh mantra yang susah dipecahkan" kata Naka.

"Sebaiknya kita kembali dulu untuk mengobati lukamu, jika tidak segera diobati nanti akan terinfeksi" kata Lala kawatir.

"Ayo" kata Taiki.

Di tempat Taiki menemukan buku bersama Lala tadi…

"Sial, dimana buku itu?, pasti dia yang telah mengambilnya" kata Kuroda.

Bersambung ke Moon Knight Chapter 4

BeeZero
2017-01-29 15:44:21
naka kok lemah gtu ?? skali serang luka2 , apa kkuatan pndkar pdang lgndaris dng elemen ptir cm sgtu aja ??
chichay
2017-01-03 20:36:46
taka cpat bnget klah nya
ThE LaSt EnD
2017-01-03 20:22:20
eh, kirain taka hebat, kok bisa kena ledakan ya.
kyoushi
2017-01-03 18:17:31
Lanjut...
Rudy Wowor
2017-01-03 12:58:57
Kenapa musuhnya gak dibuat tidur aja dengan kekuatan mata Naka?
Sqouts Shadows
2017-01-03 11:28:14
Lanjut vroh
Grim Rieper
2017-01-03 10:22:39
Jangan2 buku itu majalah porno ?
Timnas Indonesia
2017-01-03 10:08:06
Lanjut .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook