VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dunia Lain untuk Dendamku Chapter 8

2016-12-28 - dicky faesaldi > Dunia Lain untuk Dendamku
65 views | 9 komentar | nilai: 9 (6 user)

Matahari telah terbenam di barat,

Kota [Januari] kini diterangi oleh lampu lampu sihir di pinggir
jalan.

Aku duduk
di sebuah kafe bersama ikemen super tampan bernama Kuro, dan juga seorang gadis cantik berambut
merah, dia memperkenalkan namanya sebagai Nina.

Aku memesan kopi, Kuro memesan coklat hangat, dan Nina Memesan Bir.

Nina meminum habis Birnya dalam satu tegukan.

"Segelas Lagi.!! " teriak Nina

Lalu seorang
pelayan membawa segelas Bir dan menukarnya dengan gelas kosong di meja. Aku menyeruput kopiku dan mengalihkan
pandanganku dari gadis aneh itu.

Dunia Lain untuk Dendamku Chapter 8 - Cafean
Penulis : dicky faesaldi



"Jadi kenapa kau mengabaikan aku saat di kepung goblin?
"memecah keheningan Nina bertanya.

"itu
merepotkan " jawabku,
benar saja, gk ada hal yang membuatku
harus menyelamatkannya.

"Tapi aku seorang gadis " tegas Nina

"lalu? "

"dasar pria bodoh"

Aku tidak
mau membalas ucapannya, aku terlalu lelah meladeni gadis ini.

"Jaga ucapanmu nona " ucap kuro membelaku dengan sebuah
senyuman di wajahnya.

Nina menarik pedang dari sarungnya lalu mengarahkannya pada Kuro

"aku tidak tertarik pada orang
lemah, setampan apapun kamu, jangan ikut campur " teriak Nina

Semua orang di kafe memandang meja kami.

Bukan itu, Nina kau salah, dia tidak lemah.

Aku ingin meneriakkan itu, tapi aku tetap
diam memperhatikan, menyeruput kopiku sekali lagi.

"Aku kuat, aku ini
raja iblis loh"

Buuuurr

Aku menyemburkan kopi
di mulutku,
kaget akan pengakuan si ikemen itu.

"apaan kamu? " ucap Nina menglap wajahnya, semburanku ternyata mengenai muka
Nina

"jangan bilang
kau percaya padanya..? " lanjutnya

"hahaha " tawaku

"te-tentu aku tidak percaya, raja iblis,? Haha apa itu? Haha" ucapku

"eh, aku sungguh
raja iblis kok " ucap Kuro dengan bodohnya,

"lihat ini " dia menunjuk dahinya dan muncul sebuah tanduk hitam.

"aku menyembunyikannya untuk
menyamar jadi manusia "

"Bodoh " teriakku

Seketika
Cafe
yang sebelumnya
bising kini hening.

Di dalam cafe ada sekitar
16 orang termasuk aku, kuro dan Nina.

Tanpa basa basi aku menggunakan skiil [dinding
es],
menutup semua jalan keluar dari cafe.

Gumpalan udara
berkumpul
di atas kepalaku, mengeras menjadi es dan membentuk menjadi anak panah, [panah es]
skill sihirku, aku membentuk
14 sekaligus.

Mengontrol semua
anak panah es, aku menjentikkan jariku,
lalu seketika 14 panah es itu melesat ke stiap orang kecuali Kuro,

Jleb jleb jleb

Aaaaakkk

13 orang
mati di tempat, kecuali
Nina yang bisa menghancurkan
panah esku dengan pedangnya,
walau sekejap,

Aku bisa melihat
pedang Nina
berubah menjadi sebuah
cambuk merah gelap dan menghancurkan panahku.

"Ap-apa yang kau lakukan ? Siapa kalian berdua " ucap Nina gemetar.

"Benar, kenapa kau melakukannya? " triak kuro padaku.

"Akan bahaya jika seseorang
mengetahui
penyamaranmu ya kan?, mereka bisa menyerangmu atau melaporkan
pada para knight di kota ini, hidupmu akan sulit, " jawabku,

"kau di utus Dewa iblis untuk bertemu
denganku kan? Apa tujuannya?mengirimku ke dunia ini?"

"Jangan mengalihkan pembicaraan " kuro membentakku, aku terdiam, menatap tanduk
hitam
di dahinya.

Mengingat levelnya, keringat mengucur dari pundakku.

Aku membuka
mulutku

"ka-kau raja ibliskan? Kenapa peduli dengan
nyawa manusia? " tanyaku.

Sejenak kuro tersentak karna ucapanku,

Tubuhnya
bergetar, matanya berkaca-kaca,

Tidak tidak, tidak mungkin
yang aku fikirkan terjadi.

"Hiks hiks "

Dia menangis, Kuro
sang ikemen yang over kuat
menangis

"Emang kenapa jika aku raja iblis? Hiks " sambil terisak
kuro bertanya
padaku, air matanya jatuh,

Uwaaaaaa

Kuro menangis semakin menjadi, dia duduk di kursinya lalu membenamkan wajahnya ke meja

"ka-kau, apa yang kau lakukan padanya? " Nina menunjuk-nunjukku

Aku mengangkat
kedua tanganku lalu menggelengkan kepalaku.

Situasi macam apa ini?

Kuro mengangkat kepalanya, lalu melehatku, air mata keluar deras dari matanya, bahkan keluar cairan dari hidunhnya

"Kau
kira aku mau (hiks) jadi raja (hiks) iblis?, jika bisa memilih
aku (hiks)
ingin
menjadi
kupu-kupu" ucap kuro terisak

Aku terdiam.

Aku harap hari ini cepat berlalu.


Bersambung ke Dunia Lain untuk Dendamku Chapter 9

Sqouts Shadows
2016-12-30 13:41:03
Saya kasih nilai 10 untuk ceritamu,. Lanjut vroh
Mr Blacky
2016-12-29 14:38:18
Raja iblis macam apa ini mau jadi kupu kupu lagi wkwk
Rudy Wowor
2016-12-29 11:46:16
Triak atau teriak? Melehatku atau melihatku? Hidunhku atau hidungku?
Timnas Indonesia
2016-12-28 21:12:20
Haahaa raja iblis nangis....
Acme Nexaru
2016-12-28 20:43:49
hahaha makin Seru
ThE LaSt EnD
2016-12-28 20:17:52
raja iblis mewek,. ha. . wah kjam jg membunuh orang dikafe itu.
Grim Rieper
2016-12-28 20:02:56
Iya kurang panjang nie crita ?
One For All
2016-12-28 19:45:56
kurang panjang kayaknya
Phantom Alicia
2016-12-28 19:37:16
Nggak tau mau komen apa..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook