VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
KSATRIA PENYENDIRI Chapter 48

2017-07-05 - Downcrazy > KSATRIA PENYENDIRI
146 views | 8 komentar | nilai: 9 (3 user)

Kemudian, di Kastil guild Chaotic

Edmund menceritakan sesaat ketika mereka terdesak di Lembah Kematian. Salah satu Skeleton yang terlihat menjadi komandan pasukan Undead itu akhirnya angkat bicara ketika Fort berhasil menahan serangannya. Mereka dibawa untuk menemui penguasa Lembah Kematian, raja dari para Skeleton Undead itu, King Golem.

Setelah mendengar bahwa kedatangan Forth dan kawan-kawan adalah atas perintah raja Aincard, mata sang raja Skeleton itu mulai bersinar. Tubuh yang tampak telah menyatu dengan singgasana dan termakan usia itu tampak bangkit dan berjalan mendekati Fort, akan tetapi.

.

.

Criiiiinnnkk!!

.

.

Hanya dalam satu adu tebasan pedang legenda Estcaliber terlepas dari genggaman tangan Forth.

"Mengecewakan..."ucap rendah King Golem.

Forth masih terdiam dalam jatuhnya, tangan kanannya masih merasakan getaran atas adu pedang tadi.

"Mengaku sebagai anak takdir dan tak sanggup memegang Estcaliber dengan benar, sungguh mengecewakan..." lanjut King Golem semakin memandang rendah Forth.

King Golem kembali berjalan kesinggasananya, ia duduk kembali dalam keabadian menanti anak takdir.


KSATRIA PENYENDIRI Chapter 48 - Kisah Sang Legenda, part 3
Penulis : Downcrazy

"Anak manusia, akanku beri kalian kesempatan untuk keluar dari lembah ini. Tak akan ada pasukan lain selain yang kalian hadapi dari awal." ucap King Golem kembali meredupkan cahaya dimatanya.

Sontak pasukan Skeleton yang membawa Fort dan setengah pasukan yang tersisa bergerak mendekati mereka. Kepanikan atas wajah ketakutan tergambar jelas dari masing-masing wajah mereka saat itu. Pesta pembantaian yang semula terhenti, kini dimulai kembali.

.

.

Criiiinnnkk!!

.

.

Edmund menangkis sabetan pedang dari salah satu Skeleton itu yang mengarah ke Forth.

"Forth sadarlah!! saat ini bukan waktunya untuk termenung!!" teriak Edmund.

Mendengar teriak dari sahabatnya itu, Forth akhirnya mendapatkan kembali cahaya matanya. Ia akhirnya sadar bahwa didepannya pembantaian besar-besaran telah terjadi pada anak buahnya.

.

.

Cruuaatt!!

.

.

"Aaarrrgghh!!"

.

.

Bahkan Itsumo yang memiliki ketahanan paling kuat diantara yang lain, ia tertusuk sebuah belati dari salah satu Skeleton itu. Forth menyaksikan kejadian itu tepat depan matanya, Skeleton Dagger itu masih belum selesai dengan gerakannya. Forth segera berdiri dan berlari sekuat tenaga kearah Skeleton itu.

.

.

Bruukk!!

.

.

Forth menabrak Skeleton itu dengan tubuhnya, Itsumo berhasil selamat dari serangan Skeleton itu.

"Ke-ketua...anda tak harus memaksakan diri untuk saya." ucap Itsumo memegangi bahu kanan yang tertusuk.

"Tidak Itsumo, aku akhirnya sadar kembali atas tujuan dari mimpi-mimpiku karenamu." balas Forth.

Itsumo hanya terdiam, namun dalam hati ia dapat mengerti apa yang Forth maksud. Itu adalah hal yang sama yang membuat Itsumo menjadi anggota pertama Forth dan Edmund.

"Itu...adalah untuk melindungi keluargaku." lanjut Forth mengulurkan tangannya.

Itsumo tersenyum dan kemudian meraih tangan Forth untuk bangkit dan berjuang bersama.

.

.

Crriiiinnnkk!! Crraaannkk!!

.

.

Sreeett!! Jleeebb!!

.

.

Lantunan pembantaian ini tak begitu berubah meski Forth telah bergabung dengan pasukannya. Namun setelah Forth kembali, semangat para anak buahnya naik lagi. Dari awal mereka memang mengerti ini adalah bunuh diri. Dan karena alasan itulah mereka bisa bangkit kembali dan mati berjuang bersama ketua mereka.

Terlihat satu Skeleton yang dari tadi tegak disamping singgasana King Golem mulai bergerak. Jika dilihat sekilas saja, Skeleton itu lebih mirip patung dan mungkin tak ada yang sadar samapi dia menunjukkan gerakannya. Terlihat Skeleton itu membisikkan sesuatu pada King Golem. Perlahan redup mata King Golem mulai menyala lagi meski tubuhnya hanya diam tak bergerak sedikitpun.

Hanya ada 21 orang yang tersisa diantara lingkaran besar Skeleton penjaga batas lembah. Kondisi mereka sangat parah, luka-luka yang ada ditubuh mengelirkan darah segar. Bahkan ada yang kehilangan anggota tubuh dan juga tak sanggup lagi berdiri. Hanya tiga orang yang masih tegak dengan tegap meski kondisi tubuh mereka juga tak jauh berbeda.

"Kau terlalu naif anak muda, seharusnya kau bisa selamat jika kau memilih lari dari tadi." ucap Skeleton yang terlihat seperti komandan dari pasukan Skeleton yang mengepung Forth dan yang lain.

"Hehe, maaf. Tapi dengan logam berat ini, aku terlalu malas untuk berlari." jawab Forth terlihat berbeda.

"Kalau begitu, penuhila takdir kematianmu!!" ucap Skeleton komandan itu.

Skeleton yang bertubuh besar dalam balutan armornya itu mengayunkan sebuah Great Hammer dengan kedua tangannya. Seperti yang terjadi sebelumnya, Great Hammer itu semakin membesar seiring ayunannya kearah target. Cukup besar hingga dapat membuat gepeng Forth dan 8 orang lain dibelakangnya.

.

.

CRAAAANNKK!!!

.

.

"A-apa?!!" kaget Skeleton komandan itu.

.

.

Forth memegang Estcaliber dan beradu dengan Great Hammer dari Skeleton komandan itu. namun dibawah Estcaliber, terdapat dua logam lain yang mendorongnya. Itu adalah Spear Tian Long milik Itsumo dan Great Sword Dullahan milik Edmund. Ternyata sedikit banyaknya mereka telah mempelajari serangan Skeleton komandan itu. Dan dengan bersatu, mereka masih memiliki cukup tenaga untuk menahan serangan itu.

"Hehe...bagaimana?? kau tak-" ucap Forth

Namun perkataan Forthwarrent terhenti akibat tekanan dahsyat yang berasal jauh didepannya.

.

.

brukk!!bruuk!!

.

.

Edmund dan Itsumo sampai jatuh pingsan tak sadarkan diri karena gelombang tekanan itu. Jika saja Forth tidak menggunakan armor dari Black Stone Savage, kemungkinan besar ia juga akan berakhir sama dengan teman-temannya. ke-20 pasukan Forth telah tumbang.

Tekanan ini, memberi efek yang sangat dahsyat, posisi Forth yang kini menahan Hammer raksasa seorang diri menjadi lebih buruk.

"Si-sial...." gerutu Forth semakin terdesak.

Kedua kakinya mulai jatuh tak memiliki cukup teanga untuk menahan serangan Hammer raksasa itu.

"Hentikan!! jika tidak akan kuhancurkan pedang ini bersama dengan kematianku!!" teriak Forth.

Sontak tekanan Hammer itu menghilang, perlahan Hammer itu mengecil menjadi seukuran Great Hammer biasa dalam genggaman Skeleton Komandan.

Skeleton komandan sedikit menyingkir dan sedikit membungkukkan badan.

"Menarik, bahkan dalam keadaan seperti itu kau masih mau mengancam demi melindungi teman-temanmu.....sungguh sangat berbeda denganku." ucap King Golem yang telah tegak dari duduknya.

Forth berusaha secepat mungkin mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga dalam keadaan tertunduknya. Bersiap untuk menghadapi kemungkinan buruk selanjutnya.

"Meski hanya sebuah omong kosong, aku mengakui semangatmu anak muda." lanjut King Golem.

Forth menyadari bahwa King Golem pastinya sadar kalau hal itu hanyalah bualan. Estcaliber memang bisa bertambah kuat ketika dialiri energi penggunanya sama seperti senjata lain. Tetapi meskipun begitu, Estcaliber sendiri bukanlah senjata biasa. Bahkan dengan kemampuan Forth saat ini, terbilang mustahil baginya untuk membuat goresan pada Estcaliber.

"Tetapi anak muda, apa itu benar-benar dirimu yang sesungguhnya??" ucap King Golem mengintimidasi.

.

.

Siiiiiiuuuuunnggg!!!

.

.

Sebuah Gate Portal muncul di dekat Forth.

"Pilihlah sekarang, hidupmu atau teman-temanmu yang tak berguna itu...." lanjut King Golem.

Hanya eratnya genggaman pada ganggang Estcaliber yang tampak saat itu. Jika saja Forth tak memakai helmet hitamnya, sudah dapat dipastikan ia menunjukkan kebiasaan menggigit ujung bibirnya.

"Forth...." ucap Edmund tak mengeluarkan suara.

Ia hanya dapat melihat dalam pandangan kaburnya.

Forthwarrent memaksakan tegak tegap dengan tegas untuk menghadapi tantangan King Golem.

"Maaf jika aku sekali lagi mengecewakanmu...tapi armor ini terlalu berat untukku pergi dari tempat ini." jawab Forth tegas.

"Hehe...menarik...benih takdir...." ucap King Golem yang terakhir terdengar oleh Edmund.

Hujan deras masih terasa sama membasahi tubuh lemah dalam ketidaksadaran Edmund dan yang lain. Perlahan Edmund mendapatkan kembali kesadarannya,

"Edmund-sama, akhirnya...syukurlah." ucap seorang pemuda yang Edmund kenal.

Pemuda hadir bersama orang-orang lain yang juga tampak familiar dimata Edmund.

"Forth..." gumam Edmund memperhatikan sekitarnya.

Ia baru menyadari bahwa telah berada pinggir hutan dekat Kastil Chaotic.

"Edmund-sama, untuk sekarang mari kita obati dulu lukamu." ucap pemuda itu mulai membahui Edmund.

Edmund hanya terdiam ia menyadari bahwa apa yang ia lihat disaat-saat terakhir itu bukanlah mimpi. Kenyataan seperti keajaiban saat ini mereka bisa selamat adalah berkat satu orang yang sangat ia kenal. Pengorbanan dari sahabat sekaligus saudaranya, Forthwarrent.

.

.

.

tbc

Bersambung ke KSATRIA PENYENDIRI Chapter 49

Tatsuya
2017-12-12 18:07:32
kapan cerita ini dilanjuttt?
Bocah Redoks
2017-07-29 22:56:44
Dan semua mengira kalau fort dah tewas
Alien Queen
2017-07-07 15:55:25
Jiah, padahal yoza gampang banget menundukan king golem tanpa pertarungan sedikitpun.
Hiatus
2017-07-06 20:20:56
Oh yeah baby forth tk matikn??????
Phoenix D
2017-07-06 12:06:44
Teman yg rela berkorban..
Zen Kureno
2017-07-05 09:36:14
Berarti Fotr menjadikan dirinya umpan agar teman-temannya selamat.
BeeZero
2017-07-05 09:11:40
sekuat itu king golem,,pdahal yozha mlah tdk sngaja mengalahkanya,,,msh pnasaran dng prtarungan fort !! next chapt aja gan !!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook