VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
KSATRIA PENYENDIRI Chapter 47

2017-07-01 - Downcrazy > KSATRIA PENYENDIRI
106 views | 8 komentar | nilai: 10 (1 user)

Sang ketua guild terkuat telah menempuh jalan seorang Ksatria kegelapan, Black Knight. Keberangkatan atas ekspedisi penaklukan Lembah Kematian telah ditentukan.

"Ketua, Ketua, Ketua..." teriak seorang wanita mencari Fort.

Namun wanita itu tak dapat menemukan sang ketua dimana-mana. Ia tak patah arang dan terus menelusuri lorong-lorong kastil ini.

"David, dimana ketua??" tanya wanita itu.

"Eh?? Yuna-chan?? Ketua saat ini sedang berbicara dengan Ed-sama diruang itu." jawab David duduk dipinggir batas lorong kastil.

Wanita itu, Yuna segera mempercepat langkahnya ketika mengetahui Fort ada didepan mata.

"Eh?! David!! apa yang kau lakukan?!!" berontak Yuna.

David memegangi tubuh Yuna untuk menghentikannya (#padahal pegang tangan aja bisa, haha).

"Maaf, Yuna-chan. Tapi ini perintah ketua sendiri." jawab David.

Perlahan Yuna menghentikan gerak berontaknya dalam pelukan David itu.

"K-kau benar David..." ucap pelan Yuna dengan wajah tertunduk.

"Heh?!" kaget David.

Energi sihir Yuna sontak bertambah secara drastis, energi yang sama ketika ia dalam pertarungan hidup dan mati.

"Yu-Yuna-chan!! meski kau melawan aku tetap akan mencegahmu!! Kau tahu kalau kau tak pernah bisa mengalahkanku, bukan?!" teriak David sedikit mengancam.

Namun Yuna terus meningkatkan energi sihirnya.

"M-maa Yuna-chan.."

David mulai meningkatkan energinya pula untuk menutupi energi sihir Yuna. Yuna terlihat tertekan akibat bentrok energi yang jelas berbeda ini. Tapi, seolah tak mengindahkan tubuhnya, Yuna terus meningkatkan energi sihirnya dan terus melawan.

"Yuna-chan!!tubuhmu akan hancur terlebih dahulu, kau pasti mengerti itu!!"

Rambut Yuna mulai menampakan efek awalnya, perlahan warna hitam itu berubah menjadi putih. David sangat mengetahui kalau saat ini tubuh Yuna sudah seperti tercabik-cabik melebih sakit yang ia rasakan. Tapi Yuna terus berontak dan meningkatkan energi sihirnya.

"Yuna-chan!! Kumohon, aku tak ingin menyakitimu!!" pinta David dengan harapan penuh.

Sontak Yuna menghentikan luapan energi sihirnya. David cukup terkejut melihat reaksi Yuna yang terkenal keras kepala.

"Y-Yuna-chan??" khawatir David.

.

.

tes

.

.

"Eh?!"

David dapat merasakan jatuhnya tetesan air mata Yuna dalam pelukannya.

"David, a-aku, aku juga tak ingin ketua tersakiti...." ucap terbata-bata Yuna.

David hanya terdiam, ia sangat memahami perasaan Yuna saat ini.

"Yuna, maaf..." jawab David tak melepas pelukannya.

Dalam sesaat itu, David dapat merasakan kehangatan jiwa Yuna yang berada dalam pelukannya. Namun ia tak ingin membuat Yuna lebih sakit lebih dari ini, David sudah siap menerima resiko dibenci oleh wanita yang selalu ia cintai itu (#Cieeeee cinta abg.....hahaha).


KSATRIA PENYENDIRI Chapter 47 - Kisah Sang Legenda, part 2
Penulis : Downcrazy

Tidak lama setelah Yuna diam dalam pelukan David(#maaf,hehe)

.

.

kreeekk

.

.

Pintu ruang Fort dan Ed berbicar terbuka, Fort keluar melalui pintu itu.

"K-ketua!!" teriak histeris Yuna.

.

.

ciyyuuunng

.

.

"Yuuunaaa-chuuuaann!!"

.

.

brukk!!

.

.

Entah bagaimana Yuna dengan kuat melempar David kebelakang agar dapat berlari ke arah Fort yang ada didepannya.

"Ke-ketua, jangan pergi kelembah itu." pinta Yuna dalam pandangan khawatir.

Meski tak lagi dapat melihat wajah dari balik helmet itu, Yuna dapat merasakan Fort tersenyum kearahnya. Fort sedikit membelai rambut Yuna turun hingga kepipi kiri.

"Ketua..." Yuna merasa senang sekaligus pedih dalam sentuhan tangan berbalut glove hitam itu.

Ed mendekati Yuna,

"Yuna, maafkan kami. Tapi ini sudah menjadi keputusan ketua sendiri." ujar Ed.

"Ta-tapi Ed-sama??"

"Segel itu sudah tua, Ketua harus memenukan kekuatan sejatinya sebelum segel itu hancur." jelas Ed.

Yuna tak bisa berkata apa-apa atas fakta tersebut. Fort mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Yuna.

"Ketua, izinkan aku ikut bersamamu." pinta Yuna.

Fort berhenti sejenak, ia terlihat menundukkan kepalanya tanpa membalas permintaa Yuna sebelum kembali berjalan.

"Maaf Yuna, tapi hanya kau yang bisa kami percayai saat kami pergi..." jawab Ed sebelum mengikuti langkah Fort.

Hari itu, Fortwarrent sang Black Knight bersama dengan Edmund dan Ksatria terkuat pergi melakukan ekspedisi penakulkan Lembah itu. Yuna hanya bisa menatapi kepergian mereka dari atas Kastil. Meski sorak sambut dari para penduduk begitu penuh harapan, namun dihati Yuna tetap merasakan firasat buruk.

Beberapa hari berlalu semenjak kepergian Fortwarrent bersama pasukannya.

Malam itu, hujan turun cukup deras seperti menangisi sunyi malam.

"Edmund-sama telah kembali!!!" teriak seorang Ksatria penjaga.

Yuna segera berlari keluar kamarnya setelah lama mengurung diri. Ia sangat mengharapkan firasat yang ia rasakan sebelumnya salah. Dalam langkah lari terburu-buru itu, harapan dan kecemasan menjadi satu.

"Isabel cepat panggil tabib!! Itsumo terluka parah saat ini." teriak Edmund.

.

.

Gleeeggeerr!!

.

.

Bagaikan guntur yang menyambar kedalam hati, pemandangan didepan Yuna sangat mengerikan. Bahkan tak lebih dari 20 orang yang kembali ke kastil ini, tetapi harap Yuna tak pupus. Ia terus berlari mencari Fort meski diguyur hujan.

Yuna telah memutari orang-orang ini beberapa kali, tetapi guyuran hujan yang merusak pandangan sepertinya tak bisa disalahkan. Fort benar-benar tidak ada diantara mereka. Meski merasa ragu, akhirnya Yuna memberanikan diri untuk bertanya.

"Ed-sama, Ke-ketua...??" ucap Yuna.

Edmund tak membalas dengan perkataan, yang ada hanya sorot mata yang sedih.

Yuna terjatuh dalam duduk ditanah yang basah itu, David mendekatinya.

"Yuna-chan." ucap David memegangi bahu Yuna saat itu.

.

.

.

tbc.


Bersambung ke KSATRIA PENYENDIRI Chapter 48

Bocah Redoks
2017-07-22 23:08:52
Ini dalam flashback siapa ?
Downcrazy
2017-07-02 00:38:35
hadeeh, kelupaan. itu gambar yuna, oke. anggap aja seperti itu, haha
Hiatus
2017-07-02 00:19:25
Oh yeah baby msih flashback lama juga hahaha
Don Quixote
2017-07-02 00:09:09
Ada cinta bersemi disini.
Aerosmith
2017-07-01 15:29:03
Menarik.. Lanjut..
Phoenix D
2017-07-01 08:09:37
Ada apa gerangan terjadi dg ketua..
Zen Kureno
2017-07-01 06:50:17
Membingungkan dimana Fort sekarang dan expresi Ed itu.
BeeZero
2017-07-01 05:37:53
jd spti itu,,yg mnybabkan yuna "ngeyel" tdk mau mengakui yozha !!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook